Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
  • print Cetak

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyoroti gangguan keamanan di Aceh yang disebabkan oleh persaingan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada).

Presiden SBY menegaskan kepada para kontestan Pemilukada di Aceh untuk tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan di Aceh. “Untuk Aceh, jaga stabilitas politik dan keamanan daerah yang telah ktia capai. Saya serukan agar politisi yang sedang berhadapan bisa menahan diri, jangan korbankan demokrasi, dan ketentraman masyarakat,” ujar SBY, tadi malam.
SBY mengharapkan pelaksanaan 17 Pemilukada di tingkat Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Aceh dapat berjalan damai dan aman. “Mari kita jalankan pemilu dengan aman, tertib, dan demokratis,” pesan SBY.

Presiden juga meminta para politisi Aceh untuk menahan diri dan tidak saling berhadapan agar kehidupan demokrasi di wilayah itu bisa berjalan dengan baik. “Saya serukan agar para politisi yang saling berhadapan agar menahan diri,” kata Yudhoyono.

Presiden meminta para politisi untuk tidak mengorbankan demokrasi hanya demi kepentingan politik golongan tertentu. Dia juga meminta semua pihak di Aceh untuk mengedepankan pendekatan perdamaian dalam menghadapi setiap masalah. “Jaga pilkada di Aceh supaya berlangsung aman, fair, dan demokratis,” katanya.

Arahan Yudhoyono tentang situasi di Aceh itu adalah bagian dari arahannya terkait uapaya pemerintah dalam menangani tindakan kekerasan yang terjadi di tanah air. Dia juga menyinggung tentang situasi di Papua. Menurut Yudhoyono, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pada saat yang sama, pemerintah tetap menegakkan hukum dan kedaulatan negara, tanpa harus melakukan pelanggaran HAM. Pemerintah juga berkomitmen untuk memanfaatkan sisa anggaran lebih untuk membangun prasarana transportasi di Papua dan daerah sekitarnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatkan, dengan dibukanya kembali pendaftaran di pilkada Aceh, maka seluruh kekuatan politik dapat bersatu, sehingga pemilu dapat dilaksanakan secara demokratis. “Jadi tujuannya bukan menunda, tapi agar kekuatan politik yang belum mendaftar dapat mendaftar. Itu penting supaya semua terlibat,” ujar JK.

Mengenai siapa dalang kerusuhan yang terjadi beberapa kali di Aceh, JK mengatakan Polri membutuhkan waktu untuk mengungkap hal tersebut. “Ya nantilah, itu memang makan tempo,” katanya.

Seperti diketahui aksi kekerasan dengan mengunakan senjata api, beberapa waktu terakhir serig terjadi di wilayah Aceh. Tercatat ada 12 aksi penembakan dengan menewaskan kurang lebih 8 orang. Diduga aksi tersebut terkait dengan persaingan dalam pelaksanaan Pemilukada.
(dat06/antara/inilah.waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati dan Wakil Bupati Madina Belum Berniat Mutasi

    Bupati dan Wakil Bupati Madina Belum Berniat Mutasi

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Hari pertama masuk kerja, Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara bersama Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution disambut ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Madina di jalan menuju Kantor Bupati, Perkantoran Payaloting, Kamis (30/06/2011). Penyambutan hari pertama masuk kerja Bupati dan Wakil Bupati Madina terpilih dipimpin langsung Sekdakab Madina Gozali Pulungan. PNS yang menunggu kedatangan […]

  • PKS Tetap Komit Sebagai Partai Penyeimbang

    PKS Tetap Komit Sebagai Partai Penyeimbang

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PKS tetap teguh pada sikapnya sebagai partai penyeimbang (oposisi-red) di Indonesia. Jika tidak ada penyeimbang, ibarat kapal, negara bisa oleng, dan arah kebijakan negara juga bisa melenceng dari kepentingan rakyat. Itu dinyatakan Kordinator Wilayah Tabagsel DPTD PKS Sumatera Utara, H. Awaluddin, Senin (22/2/2021) dalam sambutannya pada reses TS II 2020-2021 anggota […]

  • Ribuan Warga Blokir Jalinsum, Tuntut SMGP Angkat Kaki Dari Madina

    Ribuan Warga Blokir Jalinsum, Tuntut SMGP Angkat Kaki Dari Madina

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ribuan  warga dari lima kecamatan di Mandailing Natal (Madina) menutup jalur negara atau jalan lintas sumatera, Selasa ( 11/11) menuntut pemerintah agar mengeluarkan PT.Sorik Marapi Gheotermal Power (SMGP) dari Madina. Gerakan masyarakat 5 kecamatan ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi unjukrasa sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan situasi investasi eksplorasi panas bumi bagi […]

  • Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini pemerintah Mandailing Natal masih mengalami kendala dalam melegalkan tambang rakyat di Huta Bargot. Sebab, memiliki dilema yang rumit. Di satu sisi, titik tambang itu berada di wilayah Kontrak Karya PT.Sorikmas Mining yang diberikan pemerintah Indonesia. Di sisi lain, ribuan rakyat Mandailing Natal sudah terlanjur menggantungkan pendapatan keluarga dari bertambang […]

  • Massanofa Raih Lencana Karya Bakti

    Massanofa Raih Lencana Karya Bakti

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perempuan yang pernah diisolasi secara mandiri bersama keluarga di tahun keganasan Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia, kini memperoleh penghargaan dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waweso berupa Lencana Karya Bakti sesuai dengan Surat Keputusan 092/2022 Nomor 2361/2022. Sang penerima bernama Hj.Massanofa Nasution, S.Kep. Saat ini dia menjabat Kepala Bagian […]

  • Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

    Penghentian Operasional Tambang Emas Martabe Perburuk Citra RI

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)-Penghentian sementara operasional tambang Martabe di Tapanuli Selatan, Sumut, merupakan sebuah kerugian besar bagi Indonesia. Terutama bagi citra Indonesia di mata dunia internasional. Bahwa ternyata iklim investasi di negara ini masih tidak kondusif, hanya karena tarik ulur antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, terkait masalah pemasangan pipa pembuangan sisa limbah […]

expand_less