Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 6)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
  • print Cetak

Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)

 

Tak adil rasanya kalau kita tidak melongok kegiatan kaum hawa menjelang Ramadhan tiba. Di awal Ramadhan biasanya mereka mulai sibuk mepersiapkan bahan-bahan marpangir, sepertinya mereka ingin di bulan suci dan penuh rahmat ini,  tampil beda dengan hari hari biasa.   Mereka berkelompok kelompok mencari bahan baku seperti :  abelu,  pandan musang, singgolom,  tapak leman, sangge sangge doli,  kembang pinang.

Bahan bahan itu nantinya akan diiris iris halus kemudian dijemur sampai kering.  Biasa menjemurnya di atas atap atau di tempat yang tidak terjangkau oleh ayam. Bahaya kalau menjemurnya di halaman rumah,  ayam kurik tak akan peduli dengan kepunyaan majikannya sekalipun.  Ia akan tetap mengais ngais, bisa jadi apa yang telah dikerjakan menjadi sia sia. Bahan marpangir yang sudah mulai kering hancur berantakan. Air mata bisa meleleh memikirkannya, apalagi sebentar lagi menjelang hari raya. Gawat.

Menurut cerita bahan bahan yang digunakan untuk marpangir sudah digunakan para putri raja raja yang cantik jelita, sejak jaman dahulu kala. Bedanya kalau bahan marpangir ala putri raja disiapkan oleh para dayang-dayang, sementara gadis gadis setelah itu cukup dengan olahan tangan sendiri. Tentu hasilnya tetap sama, karena dikerjakan oleh tangan gadis-gadis yang tiada kalah cantiknya.  Pantas saja pemuda kampung sebelah, matanya tertuju ke kampung kami, banyak gadis yang memesona. 

Kegiatan marpangir itu dilakukan di rumah masing masing atau di tepian pemandian, sehari sebelum puasa. Tidak seperti sekarang marpangir dilakukan beramai ramai,  di pemandian yang sama, antara laki laki dan perempuan di tempat yang sama pula, campur aduk tidak karuan. Sejak kapan pula laki laki ikutan marpangir. Maknanya sudah hilang. 

Masa itu kalau sholat taraweh di masjid penuh sesak, sementara kipas angin belum tersedia, udara akan menjadi pengab. Tapi jangan khawatir badan tetap mengeluarkan aroma mewangi. Aromanya sama,  karena bahan baku marpangirnya yang sama, sholat tetap khusuk.  Lain dengan zaman kiwari, aromanya berbagai rupa, bercampur pula dengan alkohol. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kualitas Tanggul Sungai Aek Pohon Disorot DPRD Sumut

    Kualitas Tanggul Sungai Aek Pohon Disorot DPRD Sumut

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kualitas tanggul penahan banjir di Sungai Aek Pohon, Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Madina menjadi perhatian serius 9 legislator DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Ketahanan tanggul yang dibangun tahun 2021 itu dinilai rendah. Kasus ini akan menjadi bagian dari beberapa poin perhatian DPRD Sumut dalam menilai LPJP (Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Pembangunan) […]

  • Jokowi Siap Naikkan Harga BBM

    Jokowi Siap Naikkan Harga BBM

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Republika Online, JAKARTA — Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah resmi dilantik. Jokowi menyatakan kesiapannya melakukan langkah tersebut kendati hal itu berpotensi mendapat penolakan keras dari rakyat. “Saya siap untuk tidak populer. Tapi, kita harus tahu bahwa kita harus memotong subsidi,” ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, […]

  • Tragedi SMGP, Bola Ada di Tangan Pemerintah Pusat

    Tragedi SMGP, Bola Ada di Tangan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Musibah demi musibah tiada henti dari dampak aktivitas pengeboran panas bumi oleh PT SMGP di Sibanggor, Mandailing Natal, Sumut. Musibah hari ini, Minggu (24/4/2022) adalah peristiwa besar kali ketiga sejak perusahaan itu mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal. Sekitar 21 warga dan kru perusahaan dilarikan ke RSU Panyabungan menyusul semburan lumpur dan […]

  • BAHASA MANDAILING (2-selesai)

    BAHASA MANDAILING (2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis (almarhum) Bahasa Daun-daunan Di samping kelima macam ragam bahasa yang telah dikemukakan di atas, pada masa lalu masyarakat Mandailing juga memiliki satu ragam bahasa yang lain yang dinamakan hata bulung-bullung (ertinya daun-daunan). Ch. A. van Ophuysen menamakannya bladerentaal. Berbeda dari bahasa yang biasa, yang digunakan sebagai kata-kata dalam hata bulung-bulung […]

  • Sipir Lapas Pemukul Santri Dipindah ke Polres Madina

    Sipir Lapas Pemukul Santri Dipindah ke Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Sipir penjara Lembaga Pemasyarakatan Natal, Derman Gultom ditengarai akan ditahan di Polres Mandailing Natal. Sejumlah polisi berpakaian preman terlihat menggiring Derman Gultom keluar dari sel tahanan Polsek Natal, Rabu (22/9/2021). Derman ditahan karena dugaan menganiaya Said Rahman, pelajar Pondok Pesantren Mustafawiyah beberapa waktu lalu. Dengan tangan diborgol, Derman Gultom terlihat menunduk […]

  • Saat Tinjau Lokasi Latihan, TNI dari Korem 023/KS Temukan 1 Hektar Ladang Ganja di Madina 

    Saat Tinjau Lokasi Latihan, TNI dari Korem 023/KS Temukan 1 Hektar Ladang Ganja di Madina 

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Prajurit Korem 023/KS dibawah pimpinan Kasi intel Letkol Inf Budy Suradi berhasil menemukan 1 hektare ladang ganja siap panen di Desa Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Selasa (12/09/2023). Danrem 023/KS Kolonel Inf Lukman Hakim mengatakan penemuan ladang ganja siap panen disaat Prajurit dibawa pimpinan Kasiintel bersama […]

expand_less