Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
  • print Cetak
Tuan Husin Pidoli

Tuan Husin Pidoli

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Pemimpin yang baik akan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan lebih baik, tapi kepemimpinan yang rusak akan merusak segala sendi masyarakat” sebut ulama Madina H. Ahmad Husin Nasution, di kediamannya, Pidoli Dolok, Panyabungan, (30/11) lalu.

Ulama yang dikenal dengan panggilan Tuan Husin Pidoli ini menyebut, pada zaman sekarang ini semakin orang yang berlomba-lomba mengejar jabatan baik formal maupun non formal. Menurutnya, jabatan adalah sebuah ‘aset’, karena berdampak langsung maupun tidak langsung kepada keuntungan, kelebihan, kemudahan, kesenangan, dan setumpuk keistimewaan lainnya.

Ironisnya, menurut uztad ini, mereka yang berebut dan mengejar jabatan ini tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya padahal kepemimpinan itu adalah amanah, tanggung jawab, pengorbanan, pelayanan dan keteladanan yang akan dilihat dan dinilai masyarakat.

Menurutnya, ini terjadi karena menganggap jabatan adalah keistimewaan, fasilitas yang wah, kewenangan tanpa batas, kebanggan dan popularitas.

“Kepemimpinan itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah (hablum minallah) dan dihadapan manusia (hablum minannaas),” ujar ulama yang sudah 25 tahun mengabdi menjadi tenaga pendidik di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan ini.

Diungkapkannya, bahwa Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya kita memilih dan menjadi seorang pemimpin.

Menurutnya, ada dua hal yang harus dipahami tentang hakikat kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan dalam pandangan Al-Quran bukan sekedar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT.

“Kepemimpinan adalah amanah dan titipan, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat,” imbuh ulama yang pernah bermukim selama 10 tahun di Makkah Al Mukarromah ini.

Semakin tinggi kekuasaan seseorang, ujarnya, seharusnya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk memperkaya diri, bertindak zalim dan sewenang-wenang” tegasnya. Sedangkan balasan dan upah bagi seorang pemimpin menurutnya sesungguhnya hanya dari Allah SWT di akhirat kelak, bukan kekayaan dan kemewahan di dunia.

Saat disinggung tentang calon yang diusungnya dalam Pilkada Madina, alumni Maktab Darul Ulum Diniyah, Makkah Al Mukarromah ini menegaskan bahwa Madina ke depan membutuhkan sosok pemimpin dengan kriteria yang memiliki aqidah yang benar (aqidah salimah), kedua, memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas (`ilmun wasi`un), selanjutnya memiliki akhlak yang mulia (akhlaqulkarimah) dan menjadi tauladan bagi rakyatnya (uswatunhasanah) serta yang terakhir memiliki kecakapan manajerial dan administratif dalam mengatur urusan-urusan duniawi (amalunsolih).

Dikatakannya, ada dua pengertian pemimpin menurut Islam yang harus dipahami secara tepat, yakni pemimpin berarti umara yang sering disebut juga dengan ulul amri sesuai dengan Surah An-Nisa ayat 5. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa ulil amri, umara atau penguasa adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan orang lain.

“Dengan kata lain, pemimpin itu adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan rakyat. Jika ada pemimpin yang tidak mau mengurus kepentingan rakyat, maka ia bukanlah pemimpin (yang sesungguhnya)” paparnya.

Yang kedua, pemimpin sering juga disebut khadimul ummah (pelayan umat). Menurut istilah ini, lanjutnya, seorang pemimpin harus menempatkan diri pada posisi sebagai pelayan masyarakat, bukan minta dilayani. “Dengan demikian, hakikat pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang sanggup dan bersedia menjalankan amanat Allah SWT untuk mengurus dan melayani umat masyarakat” ujarnya.

Maka tak berlebihan jika Tuan Husin melihat kriteria dan sosok yang paling tepat untuk memimpin Madina kedepan adalah pasangan Yusuf-Imron ini.

Tuan Husin menilai, sejak Madina dimekarkan, dia sudah mengenal lama sosok Yusuf dan Imron. ”Saya melihat Yusuf-Imron ini adalah orang yang beriman dan rajin beribadah serta beramal shaleh, dan utamanya memiliki niat yang lurus untuk perubahan Madina lebih baik” imbuhnya.

Dirinya mengakui sejak Amru Daulay menjabat sebagai bupati Madina, dia sering bersama Yusuf melaksanakan safari Ramadhan, sholat taraweh dan tilawah Qur’an.

Ditambahkannya, dalam visi-misi pasangan calon nomor satu lebih menitik beratkan pada peningkatan kualitas kehidupan keagamaan. “Ini sesuatu yang sangat baik sekali karena untuk mewujudkan Madina yang Madani serta mengaplikasikan perwujudan Serambi Mekkah Sumatera Utara dibutuhkan pemimpin yang memiliki pengamalan agama yang kuat” tukas pria yang dipondok pesantren disebut dengan panggilan Ayah Pidoli ini.

Masyarakat Madina menurutnya harus berpikir secara cerdas dan rasional untuk menentukan pemimpin tanggal 9 Desember nanti. ”Pilihan itu lahir dari hati nurani dan bukan karena motif yang lain” sebutnya.

Yang dimaksud cerdas menurutnya menentukan pilihan jangan didasarkan kepada organisasi karena tujuan organisasi khususnya organisasi keagamaan didirikan adalah untuk menyeru kepada kebaikan.

”Jangan mau terkotak-kotak hanya karena beda organisasi karena Islam itu adalah rahmatan lil alamin” ujarnya. Sedangkan rasional menurut Tuan Husin adalah melakukan telaahan secara kritis terhadap visi misi dari masing-masing paslon dan juga memperhatikan rekam jejak.

”Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan sholat istikharah sebelum hari H guna mematangkan pilihan dibilik suara nanti.

Sumber : http://www.kabarhukum.com / Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Infrastruktur Air Bersih Baru 5 Persen

    Infrastruktur Air Bersih Baru 5 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari total 23 kecamatan di Mandailing Natal (Madina), baru 4 kecamatan yang memiliki infrastruktur air bersih, atau baru mencapai sekitar 5 persen. Data itu terungkap pada pertemuan antara Pemkab Madina dengan Dinas Tarukim Sumatera Utara di aula kantor bupati Madina, Kamis (18/10). Pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution […]

  • Bupati Hadiri Puncak Perayaan Hari Bhayangkara ke-76 di Mako Polres Madina

    Bupati Hadiri Puncak Perayaan Hari Bhayangkara ke-76 di Mako Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menghadiri puncak perayaan Hari Bhayangkara ke-76 di halaman Mako Polres, Selasa (5/7) pagi. Turut hadir, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis SH, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Plus, Alim Ulama beserta Pimpinan OPD Pemkab Madina. Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution mengucapkan selamat HUT […]

  • Mobil Yang Ditumpangi Kadis Keuangan Madina Kecelakaan

    Mobil Yang Ditumpangi Kadis Keuangan Madina Kecelakaan

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Mobil yang membawa Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Madina, Murnadi Pasaribu mengalami kecelakaan, tadi pagi, Rabu (12/10) di Jalinsum titik Tapanuli Selatan. Informasi yang diperoleh, kecelakaan itu terjadi di titik Desa Sorik, Tapanuli Selatan dalam perjalanan pulang dari Medan ke Mandailing Natal (Madina). Sejak pagi Murnadi dirawat di UGD […]

  • PT.TBS, Pansus DPRD dan Surat Kepada Bupati Madina

    PT.TBS, Pansus DPRD dan Surat Kepada Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kasus dugaan pembabatan hutan mangrove di Sikara-kara, Natal, Mandailing Natal (Madina) menjadi top issu dalam sebulan terakhir. Gerakan suara protes dari para tokoh Pantai Barat Madina terus menggelinding meminta pengusutan tuntas terhadap dugaan kejahatan terhadap ekosistem pantai laut. Suara-suara itu mengungkap berbagai dugaan “perselingkuhan” antara penguasa dengan manajemen PT. Tri Bahtera Srikandi (PT.TBS). Para […]

  • Saipullah Komitmen Sumbangkan Gaji Pokok ke Anak Yatim dan Fakir Miskin

    Saipullah Komitmen Sumbangkan Gaji Pokok ke Anak Yatim dan Fakir Miskin

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika terpilih pada Pilkda 2024, calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Naution (SAHATA), berkomitmen melanjutkan ibadah sedekah gajinya kepada fakir miskin dan anak yatim seperti yang dilakukan Sukhairi-Atika (SUKA) selama ini. “Barang siapa yang memelihara anak yatim dan fakir miskin, tentunya akan […]

  • Upaya Darul Mursyid Jadi Barometer Pesantren di Indonesia

    Upaya Darul Mursyid Jadi Barometer Pesantren di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga pengelola Pesantren Darul Mursyid, Jafar Syahbuddin Ritonga menyatakan keberhasilan Darul Mursyid meloloskan dua orang siswanya ke Olimpiade Sains Nasional adalah karena program pembinaan yang kontiniu. “Kita memang menargetkan anak-anak kita lolos ke tingkat nasional dan alhamdulillah tercapai sudah,” kata Jafar, Selasa (16/7/2013) “Selain program […]

expand_less