Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
  • print Cetak
Tuan Husin Pidoli

Tuan Husin Pidoli

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Pemimpin yang baik akan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan lebih baik, tapi kepemimpinan yang rusak akan merusak segala sendi masyarakat” sebut ulama Madina H. Ahmad Husin Nasution, di kediamannya, Pidoli Dolok, Panyabungan, (30/11) lalu.

Ulama yang dikenal dengan panggilan Tuan Husin Pidoli ini menyebut, pada zaman sekarang ini semakin orang yang berlomba-lomba mengejar jabatan baik formal maupun non formal. Menurutnya, jabatan adalah sebuah ‘aset’, karena berdampak langsung maupun tidak langsung kepada keuntungan, kelebihan, kemudahan, kesenangan, dan setumpuk keistimewaan lainnya.

Ironisnya, menurut uztad ini, mereka yang berebut dan mengejar jabatan ini tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya padahal kepemimpinan itu adalah amanah, tanggung jawab, pengorbanan, pelayanan dan keteladanan yang akan dilihat dan dinilai masyarakat.

Menurutnya, ini terjadi karena menganggap jabatan adalah keistimewaan, fasilitas yang wah, kewenangan tanpa batas, kebanggan dan popularitas.

“Kepemimpinan itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah (hablum minallah) dan dihadapan manusia (hablum minannaas),” ujar ulama yang sudah 25 tahun mengabdi menjadi tenaga pendidik di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan ini.

Diungkapkannya, bahwa Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya kita memilih dan menjadi seorang pemimpin.

Menurutnya, ada dua hal yang harus dipahami tentang hakikat kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan dalam pandangan Al-Quran bukan sekedar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT.

“Kepemimpinan adalah amanah dan titipan, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat,” imbuh ulama yang pernah bermukim selama 10 tahun di Makkah Al Mukarromah ini.

Semakin tinggi kekuasaan seseorang, ujarnya, seharusnya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk memperkaya diri, bertindak zalim dan sewenang-wenang” tegasnya. Sedangkan balasan dan upah bagi seorang pemimpin menurutnya sesungguhnya hanya dari Allah SWT di akhirat kelak, bukan kekayaan dan kemewahan di dunia.

Saat disinggung tentang calon yang diusungnya dalam Pilkada Madina, alumni Maktab Darul Ulum Diniyah, Makkah Al Mukarromah ini menegaskan bahwa Madina ke depan membutuhkan sosok pemimpin dengan kriteria yang memiliki aqidah yang benar (aqidah salimah), kedua, memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas (`ilmun wasi`un), selanjutnya memiliki akhlak yang mulia (akhlaqulkarimah) dan menjadi tauladan bagi rakyatnya (uswatunhasanah) serta yang terakhir memiliki kecakapan manajerial dan administratif dalam mengatur urusan-urusan duniawi (amalunsolih).

Dikatakannya, ada dua pengertian pemimpin menurut Islam yang harus dipahami secara tepat, yakni pemimpin berarti umara yang sering disebut juga dengan ulul amri sesuai dengan Surah An-Nisa ayat 5. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa ulil amri, umara atau penguasa adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan orang lain.

“Dengan kata lain, pemimpin itu adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan rakyat. Jika ada pemimpin yang tidak mau mengurus kepentingan rakyat, maka ia bukanlah pemimpin (yang sesungguhnya)” paparnya.

Yang kedua, pemimpin sering juga disebut khadimul ummah (pelayan umat). Menurut istilah ini, lanjutnya, seorang pemimpin harus menempatkan diri pada posisi sebagai pelayan masyarakat, bukan minta dilayani. “Dengan demikian, hakikat pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang sanggup dan bersedia menjalankan amanat Allah SWT untuk mengurus dan melayani umat masyarakat” ujarnya.

Maka tak berlebihan jika Tuan Husin melihat kriteria dan sosok yang paling tepat untuk memimpin Madina kedepan adalah pasangan Yusuf-Imron ini.

Tuan Husin menilai, sejak Madina dimekarkan, dia sudah mengenal lama sosok Yusuf dan Imron. ”Saya melihat Yusuf-Imron ini adalah orang yang beriman dan rajin beribadah serta beramal shaleh, dan utamanya memiliki niat yang lurus untuk perubahan Madina lebih baik” imbuhnya.

Dirinya mengakui sejak Amru Daulay menjabat sebagai bupati Madina, dia sering bersama Yusuf melaksanakan safari Ramadhan, sholat taraweh dan tilawah Qur’an.

Ditambahkannya, dalam visi-misi pasangan calon nomor satu lebih menitik beratkan pada peningkatan kualitas kehidupan keagamaan. “Ini sesuatu yang sangat baik sekali karena untuk mewujudkan Madina yang Madani serta mengaplikasikan perwujudan Serambi Mekkah Sumatera Utara dibutuhkan pemimpin yang memiliki pengamalan agama yang kuat” tukas pria yang dipondok pesantren disebut dengan panggilan Ayah Pidoli ini.

Masyarakat Madina menurutnya harus berpikir secara cerdas dan rasional untuk menentukan pemimpin tanggal 9 Desember nanti. ”Pilihan itu lahir dari hati nurani dan bukan karena motif yang lain” sebutnya.

Yang dimaksud cerdas menurutnya menentukan pilihan jangan didasarkan kepada organisasi karena tujuan organisasi khususnya organisasi keagamaan didirikan adalah untuk menyeru kepada kebaikan.

”Jangan mau terkotak-kotak hanya karena beda organisasi karena Islam itu adalah rahmatan lil alamin” ujarnya. Sedangkan rasional menurut Tuan Husin adalah melakukan telaahan secara kritis terhadap visi misi dari masing-masing paslon dan juga memperhatikan rekam jejak.

”Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan sholat istikharah sebelum hari H guna mematangkan pilihan dibilik suara nanti.

Sumber : http://www.kabarhukum.com / Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Butuh Pelayanan Maksimal.

    Butuh Pelayanan Maksimal.

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayan Pemerintah Kecamatan Panyabungan Timur didalam memudahkan masyarakat Kelurahan Gunung Baringin untuk urusan administrasi sangat diharapkan, terutama dalam penempatan lurah pada kelurahan itu, dimana sudah 2 tahun kelurahan tersebut tidak mempunyai lurah.(MOL)

  • Seribuan Jamaah Hadiri Tablig Akbar di Madina

    Seribuan Jamaah Hadiri Tablig Akbar di Madina

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Da’i nasional Al Ustad Abdurrahman Jailany (Udjay) menyampaikan ceramah pada Tablig Akbar di masjid Nur Ala Nur, Panyabungan, Kamis malam (7/4/2022). Ustad Udjay mengurai kemuliaan bulan Ramadan dan dimensi-dimensi taqwa dan sabar dari kekhusukan menjalani puasa. Umat muslim memenuhi ruangan dan teras masjid Nur Ala Nur yang berkapasitas lebih 1000 jamaah. […]

  • Ungkap Kasus Smart Village. Arief Sarankan Kajari Madina Panggil Kades Secara Acak

    Ungkap Kasus Smart Village. Arief Sarankan Kajari Madina Panggil Kades Secara Acak

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN ( Mandailing Online )- Kasus dugaan korupsi desa digital Smart Village 2023 yang saat ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) tampaknya masih jalan ditempat. Demikian ditegaskan Aktivis Anti Korupsi Sumatera Utara (Sumut), Arief Tampubolon yang selama ini terus menyoroti kasus dugaan korupsi bersumber dari Dana Desa 2023 di kabupaten Madina ini, […]

  • Saipullah-Atika Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Bangun Madina

    Saipullah-Atika Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Bangun Madina

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) terpilih, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Madina bergandeng tangan membangun kabupaten ini ke arah yang lebih baik. “Alhamdulillah robbilalamin atas putusan yang diberikan MK (Mahkamah Konstitusi) yang betul-betul luar biasa dengan segala pertimbangan yang sangat konkrit […]

  • Wafat Setelah Hanyut di Sungai Batang Gadis

    Wafat Setelah Hanyut di Sungai Batang Gadis

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) –  Seorang gadis remaja ditemukan wafat di Sungai Batang Gadis, Kelurahan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis petang (15/9/2022). Sebelumnya, ia hanyut terbawa arus sungai saat mandi bersama rekan-rekannya. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Almarhumah bernama Syari Nabila Rangkuti (13), siswi SMP Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal. Sebelum ditemukan […]

  • Kandidat Doktor di Malaysia Berqurban di Mandailing

    Kandidat Doktor di Malaysia Berqurban di Mandailing

    • calendar_month Jumat, 24 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BATANG NATAL (Mandailing Online) – Lama menimba ilmu di luar negeri, tak menyurutkan tekad Karimuddin Nasution, S.Ud,MIS. Pria berusia 27 tahun asal Desa Sipogu, Batang Natal, Mandailing  Natal yang kini kandidat doktor dari Universitas Kebangsaan Malaysia (The National University of Malaysia), terus melakukan qurban Idul Adha di kampung halaman. Dalam tiga tahun terakhir […]

expand_less