Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
  • print Cetak
Tuan Husin Pidoli

Tuan Husin Pidoli

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Pemimpin yang baik akan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan lebih baik, tapi kepemimpinan yang rusak akan merusak segala sendi masyarakat” sebut ulama Madina H. Ahmad Husin Nasution, di kediamannya, Pidoli Dolok, Panyabungan, (30/11) lalu.

Ulama yang dikenal dengan panggilan Tuan Husin Pidoli ini menyebut, pada zaman sekarang ini semakin orang yang berlomba-lomba mengejar jabatan baik formal maupun non formal. Menurutnya, jabatan adalah sebuah ‘aset’, karena berdampak langsung maupun tidak langsung kepada keuntungan, kelebihan, kemudahan, kesenangan, dan setumpuk keistimewaan lainnya.

Ironisnya, menurut uztad ini, mereka yang berebut dan mengejar jabatan ini tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya padahal kepemimpinan itu adalah amanah, tanggung jawab, pengorbanan, pelayanan dan keteladanan yang akan dilihat dan dinilai masyarakat.

Menurutnya, ini terjadi karena menganggap jabatan adalah keistimewaan, fasilitas yang wah, kewenangan tanpa batas, kebanggan dan popularitas.

“Kepemimpinan itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah (hablum minallah) dan dihadapan manusia (hablum minannaas),” ujar ulama yang sudah 25 tahun mengabdi menjadi tenaga pendidik di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan ini.

Diungkapkannya, bahwa Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya kita memilih dan menjadi seorang pemimpin.

Menurutnya, ada dua hal yang harus dipahami tentang hakikat kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan dalam pandangan Al-Quran bukan sekedar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT.

“Kepemimpinan adalah amanah dan titipan, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat,” imbuh ulama yang pernah bermukim selama 10 tahun di Makkah Al Mukarromah ini.

Semakin tinggi kekuasaan seseorang, ujarnya, seharusnya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk memperkaya diri, bertindak zalim dan sewenang-wenang” tegasnya. Sedangkan balasan dan upah bagi seorang pemimpin menurutnya sesungguhnya hanya dari Allah SWT di akhirat kelak, bukan kekayaan dan kemewahan di dunia.

Saat disinggung tentang calon yang diusungnya dalam Pilkada Madina, alumni Maktab Darul Ulum Diniyah, Makkah Al Mukarromah ini menegaskan bahwa Madina ke depan membutuhkan sosok pemimpin dengan kriteria yang memiliki aqidah yang benar (aqidah salimah), kedua, memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas (`ilmun wasi`un), selanjutnya memiliki akhlak yang mulia (akhlaqulkarimah) dan menjadi tauladan bagi rakyatnya (uswatunhasanah) serta yang terakhir memiliki kecakapan manajerial dan administratif dalam mengatur urusan-urusan duniawi (amalunsolih).

Dikatakannya, ada dua pengertian pemimpin menurut Islam yang harus dipahami secara tepat, yakni pemimpin berarti umara yang sering disebut juga dengan ulul amri sesuai dengan Surah An-Nisa ayat 5. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa ulil amri, umara atau penguasa adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan orang lain.

“Dengan kata lain, pemimpin itu adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan rakyat. Jika ada pemimpin yang tidak mau mengurus kepentingan rakyat, maka ia bukanlah pemimpin (yang sesungguhnya)” paparnya.

Yang kedua, pemimpin sering juga disebut khadimul ummah (pelayan umat). Menurut istilah ini, lanjutnya, seorang pemimpin harus menempatkan diri pada posisi sebagai pelayan masyarakat, bukan minta dilayani. “Dengan demikian, hakikat pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang sanggup dan bersedia menjalankan amanat Allah SWT untuk mengurus dan melayani umat masyarakat” ujarnya.

Maka tak berlebihan jika Tuan Husin melihat kriteria dan sosok yang paling tepat untuk memimpin Madina kedepan adalah pasangan Yusuf-Imron ini.

Tuan Husin menilai, sejak Madina dimekarkan, dia sudah mengenal lama sosok Yusuf dan Imron. ”Saya melihat Yusuf-Imron ini adalah orang yang beriman dan rajin beribadah serta beramal shaleh, dan utamanya memiliki niat yang lurus untuk perubahan Madina lebih baik” imbuhnya.

Dirinya mengakui sejak Amru Daulay menjabat sebagai bupati Madina, dia sering bersama Yusuf melaksanakan safari Ramadhan, sholat taraweh dan tilawah Qur’an.

Ditambahkannya, dalam visi-misi pasangan calon nomor satu lebih menitik beratkan pada peningkatan kualitas kehidupan keagamaan. “Ini sesuatu yang sangat baik sekali karena untuk mewujudkan Madina yang Madani serta mengaplikasikan perwujudan Serambi Mekkah Sumatera Utara dibutuhkan pemimpin yang memiliki pengamalan agama yang kuat” tukas pria yang dipondok pesantren disebut dengan panggilan Ayah Pidoli ini.

Masyarakat Madina menurutnya harus berpikir secara cerdas dan rasional untuk menentukan pemimpin tanggal 9 Desember nanti. ”Pilihan itu lahir dari hati nurani dan bukan karena motif yang lain” sebutnya.

Yang dimaksud cerdas menurutnya menentukan pilihan jangan didasarkan kepada organisasi karena tujuan organisasi khususnya organisasi keagamaan didirikan adalah untuk menyeru kepada kebaikan.

”Jangan mau terkotak-kotak hanya karena beda organisasi karena Islam itu adalah rahmatan lil alamin” ujarnya. Sedangkan rasional menurut Tuan Husin adalah melakukan telaahan secara kritis terhadap visi misi dari masing-masing paslon dan juga memperhatikan rekam jejak.

”Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan sholat istikharah sebelum hari H guna mematangkan pilihan dibilik suara nanti.

Sumber : http://www.kabarhukum.com / Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentuk Dukungan ke Palestina, Peserta Upacara Pakai Sal Palestina di Momen Hari Guru

    Bentuk Dukungan ke Palestina, Peserta Upacara Pakai Sal Palestina di Momen Hari Guru

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Banyaknya pelajar yang menjadi korban keganasan zionis israel yang membombardir wilayah Gaza di Palestina, membuat para guru di Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) ikut berduka. Di momen memperingati Hari Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) yang ke 78, mereka memakai Sal berlambang bendera Palestina sebagai bentuk ikut berduka terhadap […]

  • Coming Soon, Lembaga Sensor Film Daerah Sumut

    Coming Soon, Lembaga Sensor Film Daerah Sumut

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Sumatera Utara termasuk di antara 10 provinsi yang membutuhkan keberadaan Lembaga Sensor Film. Lembaga Sensor Film Daerah Sumatera Utara segera dibentuk setelah ditandanganinya MoU antara Pemprovsu dan Lembaga Sensor Film Nasional di Ruang Beringin Kantor Gubsu,  Jumat (3/10). Penandatanganan dilakukan Sekdaprovsu Nurdin Lubis mewakili Pemerintah Provinsi Sumut dan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) […]

  • Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    Tak Lulus Akreditasi, 483 Prodi Harus Dibubarkan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir merespon banyaknya program studi (prodi) kampus negeri yang tidak lulus akreditasi. Dia mengatakan, prodi-prodi itu dilarang menerima mahasiswa baru. Nasir menuturkan pengelola PTN harus fair terhadap penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketika hasil penilaian BAN-PT menetapkan ada prodi yang tidak lulus […]

  • Aneh, Lurah Longat Tidak Pegang RAB dan Keterangan Berubah-ubah

    Aneh, Lurah Longat Tidak Pegang RAB dan Keterangan Berubah-ubah

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Keanehan terus bermunculan pada penganggaran Dana Kelurahan Longat tahun 2021. Terbaru adanya pengakuan Lurah Longat Mukhlis Nasution yang tidak memegang RAB Dana Kelurahan. Padahal sesuai dengan Permendagri Nomor 130 tahun 2018 pasal 12 ayat 1 menyebutkan “Kepala daerah menetapkan lurah selaku Kuasa Pengguna Anggaran untuk melaksanakan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana […]

  • Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Demplot tanaman padi varietas lokal bernama Siganteng mampu memproduksi gabah 8,1 ton per hektar. Sementara produksi nasional masih sekitar 6 hingga 7 ton per hektar. Demplot dilakukan di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang dilakukan kelompok tani Desa Maju kerjasama Kodim 0212/TS dan Dinas Pertanian Madina, musim ini. […]

  • IPM Sorot Aksi Coret Baju di Kalangan Pelajar

    IPM Sorot Aksi Coret Baju di Kalangan Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Trend corat coret pakaian di kalangan plajar kembali terjadi pasca pengumuman kelulusan SMA sederajat. Penomena ini menjadi keprihatinan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Mandailing Natal (Madina). Banyak pelajar usai kelulusan melakukan corat coret pakaian pada Senin (8/4/2019). IPM Madina memantau, di berbagai kawasan ditemukan berbagai aksi corat-coret baju, bahkan  konvoi sepeda motor. […]

expand_less