Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Tuan Husin Pidoli: Yusuf Imron Sosok Pemimpin yang “Khodimul Ummah”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
  • print Cetak
Tuan Husin Pidoli

Tuan Husin Pidoli

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Pemimpin yang baik akan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan lebih baik, tapi kepemimpinan yang rusak akan merusak segala sendi masyarakat” sebut ulama Madina H. Ahmad Husin Nasution, di kediamannya, Pidoli Dolok, Panyabungan, (30/11) lalu.

Ulama yang dikenal dengan panggilan Tuan Husin Pidoli ini menyebut, pada zaman sekarang ini semakin orang yang berlomba-lomba mengejar jabatan baik formal maupun non formal. Menurutnya, jabatan adalah sebuah ‘aset’, karena berdampak langsung maupun tidak langsung kepada keuntungan, kelebihan, kemudahan, kesenangan, dan setumpuk keistimewaan lainnya.

Ironisnya, menurut uztad ini, mereka yang berebut dan mengejar jabatan ini tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya padahal kepemimpinan itu adalah amanah, tanggung jawab, pengorbanan, pelayanan dan keteladanan yang akan dilihat dan dinilai masyarakat.

Menurutnya, ini terjadi karena menganggap jabatan adalah keistimewaan, fasilitas yang wah, kewenangan tanpa batas, kebanggan dan popularitas.

“Kepemimpinan itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah (hablum minallah) dan dihadapan manusia (hablum minannaas),” ujar ulama yang sudah 25 tahun mengabdi menjadi tenaga pendidik di Pondok Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan ini.

Diungkapkannya, bahwa Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya kita memilih dan menjadi seorang pemimpin.

Menurutnya, ada dua hal yang harus dipahami tentang hakikat kepemimpinan. Pertama, kepemimpinan dalam pandangan Al-Quran bukan sekedar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT.

“Kepemimpinan adalah amanah dan titipan, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat,” imbuh ulama yang pernah bermukim selama 10 tahun di Makkah Al Mukarromah ini.

Semakin tinggi kekuasaan seseorang, ujarnya, seharusnya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk memperkaya diri, bertindak zalim dan sewenang-wenang” tegasnya. Sedangkan balasan dan upah bagi seorang pemimpin menurutnya sesungguhnya hanya dari Allah SWT di akhirat kelak, bukan kekayaan dan kemewahan di dunia.

Saat disinggung tentang calon yang diusungnya dalam Pilkada Madina, alumni Maktab Darul Ulum Diniyah, Makkah Al Mukarromah ini menegaskan bahwa Madina ke depan membutuhkan sosok pemimpin dengan kriteria yang memiliki aqidah yang benar (aqidah salimah), kedua, memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas (`ilmun wasi`un), selanjutnya memiliki akhlak yang mulia (akhlaqulkarimah) dan menjadi tauladan bagi rakyatnya (uswatunhasanah) serta yang terakhir memiliki kecakapan manajerial dan administratif dalam mengatur urusan-urusan duniawi (amalunsolih).

Dikatakannya, ada dua pengertian pemimpin menurut Islam yang harus dipahami secara tepat, yakni pemimpin berarti umara yang sering disebut juga dengan ulul amri sesuai dengan Surah An-Nisa ayat 5. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa ulil amri, umara atau penguasa adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan orang lain.

“Dengan kata lain, pemimpin itu adalah orang yang mendapat amanah untuk mengurus urusan rakyat. Jika ada pemimpin yang tidak mau mengurus kepentingan rakyat, maka ia bukanlah pemimpin (yang sesungguhnya)” paparnya.

Yang kedua, pemimpin sering juga disebut khadimul ummah (pelayan umat). Menurut istilah ini, lanjutnya, seorang pemimpin harus menempatkan diri pada posisi sebagai pelayan masyarakat, bukan minta dilayani. “Dengan demikian, hakikat pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang sanggup dan bersedia menjalankan amanat Allah SWT untuk mengurus dan melayani umat masyarakat” ujarnya.

Maka tak berlebihan jika Tuan Husin melihat kriteria dan sosok yang paling tepat untuk memimpin Madina kedepan adalah pasangan Yusuf-Imron ini.

Tuan Husin menilai, sejak Madina dimekarkan, dia sudah mengenal lama sosok Yusuf dan Imron. ”Saya melihat Yusuf-Imron ini adalah orang yang beriman dan rajin beribadah serta beramal shaleh, dan utamanya memiliki niat yang lurus untuk perubahan Madina lebih baik” imbuhnya.

Dirinya mengakui sejak Amru Daulay menjabat sebagai bupati Madina, dia sering bersama Yusuf melaksanakan safari Ramadhan, sholat taraweh dan tilawah Qur’an.

Ditambahkannya, dalam visi-misi pasangan calon nomor satu lebih menitik beratkan pada peningkatan kualitas kehidupan keagamaan. “Ini sesuatu yang sangat baik sekali karena untuk mewujudkan Madina yang Madani serta mengaplikasikan perwujudan Serambi Mekkah Sumatera Utara dibutuhkan pemimpin yang memiliki pengamalan agama yang kuat” tukas pria yang dipondok pesantren disebut dengan panggilan Ayah Pidoli ini.

Masyarakat Madina menurutnya harus berpikir secara cerdas dan rasional untuk menentukan pemimpin tanggal 9 Desember nanti. ”Pilihan itu lahir dari hati nurani dan bukan karena motif yang lain” sebutnya.

Yang dimaksud cerdas menurutnya menentukan pilihan jangan didasarkan kepada organisasi karena tujuan organisasi khususnya organisasi keagamaan didirikan adalah untuk menyeru kepada kebaikan.

”Jangan mau terkotak-kotak hanya karena beda organisasi karena Islam itu adalah rahmatan lil alamin” ujarnya. Sedangkan rasional menurut Tuan Husin adalah melakukan telaahan secara kritis terhadap visi misi dari masing-masing paslon dan juga memperhatikan rekam jejak.

”Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan sholat istikharah sebelum hari H guna mematangkan pilihan dibilik suara nanti.

Sumber : http://www.kabarhukum.com / Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Atika: Senam untuk Kesegaran Fisik dan Pikiran

    Wabup Atika: Senam untuk Kesegaran Fisik dan Pikiran

    • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan kegiatan senam bersama yang dilaksanakan setiap Jumat di lapangan kantor Bupati Lama, Kelurahan Dalan Lidang, baik untuk kesegaran fisik dan pikiran. “Program senam bersama ini merupakan salah satu platform dalam penyegaran fisik dan pikiran,” kata Atika kepada wartawan usai mengikuti senam, […]

  • Kasus Maga, Pencabutan Izin PT.SMGP Ternyata Belum Redakan Konflik

    Kasus Maga, Pencabutan Izin PT.SMGP Ternyata Belum Redakan Konflik

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Terkait kasus pengeroyokan di Desa Maga Lombang, Kecamatan Lembah Sorik Marapi Selasa (20/1) yang menyebabkan Ispara Sakti Nasution alias 'Adek' (50) meninggal dunia, Bupati Madina Dahlan Hasan menyatakan akan mengupayakan tidak akan terjadi lagi konflik. “Kita akan mengupayakan agar kedua kubu tidak lagi terjadi konflik-konflik berikutnya. Negara kita adalah negara hukum,” […]

  • Lebaran, Tambang Emas Ilegal Stop Operasi Buat Sungai Batang Natal Terlihat Jernih

    Lebaran, Tambang Emas Ilegal Stop Operasi Buat Sungai Batang Natal Terlihat Jernih

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online ): berhentinya aktifitas tambang emas ilegal di Kecamatan Batang Nata dan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) membuat sungai batang natal terlihat bersih dan bening. Menurut warga karena aktifitas tambang emas ilegal yang berhenti beroperasi karena libur lebaran. ” palingan berapa hari ini aja pak sungainya bersih. Itupun […]

  • Kemhan Pantau Isu Penyadapan Rombongan KTT G-20

    Kemhan Pantau Isu Penyadapan Rombongan KTT G-20

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Isu penyadapan terhadap rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam KTT G-20 di Inggris tak hanya didalami Badan Intelijen Negara (BIN). Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga meneliti kasus ini agar tidak menjadi ancaman nasional. “Kita sekarang masih dalami. Supaya harus jelas, harus dilacak darimana sumber awal informasinya itu,” ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam […]

  • Sibolga diguncang gempa 5,3 skala Richter

    Sibolga diguncang gempa 5,3 skala Richter

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Medan, (MO) – Kota Sibolga dan sebagian daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, diguncang gempa berkekuatan 5,3 skala Richter pada Kamis pukul 07.41 WIB. Kabid Pelayanan Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendra Suwarta di Medan, Kamis, mengatakan gempa itu berpusat di 1,45 derajat Lintang Utara dan […]

  • MERINDUKAN PENGUASA YANG ADIL, AMANAH DAN TIDAK KORUP

    MERINDUKAN PENGUASA YANG ADIL, AMANAH DAN TIDAK KORUP

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di dalam al-Quran Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Jangan pula kalian mengkhianati amanah-amanah kalian. Padahal kalian tahu (QS al-Anfal [8]: 27). Menurut Ibnu Abbas ra. ayat di atas bermakna, “Janganlah kalian mengkhianati Allah SWT dengan […]

expand_less