Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

RS Spesial Untuk Pejabat Saat Rakyat Makin Sekarat?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Penderita terinfeksi covid-19 dikabarkan kian meningkat. Laju penambahan pasien yang terus bertambah membuat persediaan faskes di negeri ini sangat kekurangan. Pasien terinfeksi ternyata seperti yang diberitakan bukan hanya kalangan masyarakat biasa yang sering diklaim tidak taat prokes karena ngeyel. Namun juga lingkaran pejabat banyak terinfeksi virus yang sudah masuk tahun kedua ini tak kunjung angkat kaki.

Penanganan kesehatan terhadap para pejabat akhirnya dianggap perlu diistimewakan sehingga harus ada ketersediaan atau pelayanan yang spesial juga bagi pejabat yang terinfeksi covid-19. Seperti yang dilansir dari situs berita online gelora.co, Selasa (07/07/2021), Wasekjen DPP PAN Rosaline Rumaseuw menyoroti banyak pejabat negara positif covid-19 dan sulit mendapatkan fasilitas kesehatan. Ia meminta pemerintah membuat rumah sakit khusus pejabat.

Pernyataan ini disampaikan Rosaline saat menjadi pembicara di webinar survei median, Rabu (7/7/2021). Awalnya, Rosaline menilai sejak pertama pemerintah tidak siap dalam menangani pandemi Corona. Rosaline lantas menceritakan dirinya kerap membantu pejabat negara yang dinyatakan positif covid-19. Namun, para pejabat itu disebut kesulitan mendapatkan fasilitas kesehatan. Ia menyebut pemerintah memiliki RSPAD yang ikut menangani pandemi covid, namun menurutnya pemerintah perlu lebih waspada dengan banyaknya pejabat yang positif covid.

Para pejabat ini juga dinilai perlu diistimewakan karena memiliki tugas untuk memikirkan negara dan rakyat. Tidak hanya itu, dia juga mengaku kesulitan mencari ruang kosong untuk perawatan covid. Sehingga menurutnya, pemerintah perlu membuat RS khusus untuk pejabat negara. Ia meminta  perhatian kepada pemerintah bagaimana caranya harus ada RS khusus untuk pejabat negara.

Pandemi covid-19 sudah merenggut banyak nyawa manusia. Dan mereka yang telah terinfeksi virus ini tidak pandang bulu. Baik dari kalangan masyarakat yang sangat tidak mampu hingga pejabat atau kalangan elit. Virus sejatinya tidak mengenal mana kaya dan miskin. Jika sudah terinfeksi, maka gejala dan indikasinya tentu saja sama.

Penyediaan faskes yang memadai, murah, dan mudah adalah dambaan rakyat dan kewajiban pemerintah untuk menyediakannya. Semua lapisan masyarakat harus mendapatkan layanan publik (public service) oleh negara baik yang miskin maupun kaya. Rakyat biasa maupun pejabat. Tidak boleh memberikan keistimewaan pada golongan tertentu karena hal tersebut adalah kezaliman dan ketidakadilan.

Tingginya angka terinfeksi dan korban nyawa dari situasi wabah bukanlah semata-mata kesalahan masyarakat secara mutlak. Apakah karena melanggar prokes atau tidak percaya dengan covid-19. Melainkan lebih kepada kebijakan negara yang amburadul dan tidak jelas arah. Istilah demi istilah dalam menghadapi wabah terus berganti, namun minim solusi. Dari PSBB hingga PPKM. Walhasil, wabah kian mengganas. Kenapa? Karena penyelesaiannya setengah hati dan lebih memikirkan dampak ekonomi daripada keselamatan nyawa rakyat.

Sejak awal, para pakar dan ahli sudah menyaranakan agar melakukan lockdown sempurna dan menutup akses pelancong maupun TKA masuk ke negeri ini selama pandemi. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendatang dari LN adalah bahaya utama yang membawa virus masuk ke Indonesia. Seperti China dan India.

Terbukti, keengganan pemerintah melakukan lockdown, menyebabkan wabah terus menggerogori nyawa masyarakat. Kematian akibat wabah, kini ibarat sedang menunggu giliran di tengah-tengah masyarakat. Jika sudah begini, siapa yang bertanggungjawab?

Ironisnya, masih ada kalangan pejabat yang hanya memikirkan diri mereka sendiri. Meminta hak mereka disediakan fasilitas khusus atau spesial ditengah situasi masyarakat yang semakin sekarat. Baik oleh virus maupun ekonomi yang menyebabkan kemiskinan dan pengangguran. Sekarat oleh wabah dan virus kapitalisme global yang tidak kalah mengerikan dan mematikan.

Memang wajar saja, para pejabat meminta faskes khusus karena merasa mereka adalah kelompok yang memiliki tugas berat dalam mengurus negara. Tapi seharusnya, mereka tidak berfikir untuk mereka sendiri. Karena pejabat atau penguasa adalah pelayan umat/rakyat yang harus mendahulukan kebutuhan rakyat.

Sikap saling empati dan bahu membahu seharusnya muncul dari kalangan semua masyarakat agar wabah ini segera berlalu. Memberikan nasehat terus kepada pemerintah agar menyediakan faskes, dan mengambil sikap tegas untuk menutup akses bagi WNA masuk saat wabah. Juga mencukupi kebutuhan masyarakat yang tidak mampu saat pemberlakuan PKKM ataupun lockdown. Agar masyarakat juga paham keselamatan bersama tetapi mereka juga mendapat jaminan tidak kelaparan selama lockdown meskipun tidak bekerja keluar sementara waktu. Allahu a’lam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Sumut Bertekad Ciptakan Medan Tetap Kondusif

    Kapolda Sumut Bertekad Ciptakan Medan Tetap Kondusif

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kota Medan merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan tentunya menjadi barometer di Sumut. Jadi apapun yang terjadi di Medan, akan berimbas ke daerah lain di Sumut. Misalnya, seperti perdagangan atau adanya ketidakkondusifan di Medan, maka akan bisa berimbas kepada daerah lain yang ada di Sumut. Oleh karena itu Kapoldasu Irjen Pol Wisnu Amat […]

  • Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Pemberdayaan ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan hidup patut dikembangkan. Interaksi kedua aspek ini sangat urgen dan memiliki nilai yang sangat mulia di tengah kian tingginya ancaman kerusakan ekosistem global. Dan kedua aspek itu menjadi bagian dari beberapa program Yayasan Mataniari di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Yayasan Mataniari […]

  • Pembanguanan Di Madina Timpang Antar Desa

    Pembanguanan Di Madina Timpang Antar Desa

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Masyarakat menilai pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selama ini tidak merata. Antara satu desa dengan desa lain seperti anak tiri dan anak kandung. Itu terungkap di acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Siabu, Senin (20/2). Kepincangan ini dinilai masyarakat akibat pola pengambilan keputusan di instansi tingkat kabupaten lebih pada pendekatan […]

  • TKHI Kawal Jamaah Haji Lansia Mandailing Natal di Arafah

    TKHI Kawal Jamaah Haji Lansia Mandailing Natal di Arafah

    • calendar_month Senin, 20 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEKKAH (Mandailing Online) – Untuk kelancaran ibadah jai asl mandailing Natal, TKHI Kloter 3/MES terus mengawal dan mendampingi jamaah lanjut usia. Selain lanjut usia, juga risti serta jamaah yang memakai kereta sorong, dan akan lebih fokus selama pelaksanaan ibadah di Arafah, Musdalifah dan Mina (Armina). Itu diungkapkan dokter Emmy Evawani dampingi para medis […]

  • Karang Taruna Siabu Ambil Bagian Meriahkan Tahun Baru Islam

    Karang Taruna Siabu Ambil Bagian Meriahkan Tahun Baru Islam

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU(Mandailing Online) – Menurut Ringgo Ketua Karang Taruna Kecamatan Siabu, Tahun Baru Islam adalah bentuk takzim terhadap sejarah serta budaya Islam. Sejarah yang dimaksud adalah cerita Nabi Muhammad bersama Sayidina Abu Bakar RA hijrah dari Kota Mekah ke Madinah. Momen inilah yang kemudian menentukan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Sebagai bentuk rasa gembira dalam menyambut […]

  • Proyek Pemerintah Belum Setahun Sudah Rusak

    Proyek Pemerintah Belum Setahun Sudah Rusak

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Oniline) – Pemerintah dihimbau mengubah pola kebijakan pertanggungjawaban pemakaian uang negara dari pola pertanggungjawaban administrasi kepada pola pertangungjawaban kualitas. Sistem pertanggungjawaban administrasi memiliki banyak kelemahan, dibuktikan banyaknya pembangunan sarana publik yang tidak tepat sasaran dan tidak berkualitas. Bahkan banyak bangunan pemerintah yang mubazir. Sistem pertanggungjawaban administrasi hanya memfokuskan pada hitungan kecocokan antara […]

expand_less