Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Unit Pembuatan Regional Pembangunan Jalan Jembatan (UPRPJJ) Padangsidimpuan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa ruas jalan provinsi antara Jembatan Merah – Simpang Gambir Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masuk dalam klas III B dengan demikian ruas jalan ini

hanya bisa dilewati kendaraan berat maksimal 8,16 Ton.

Demikian disampaikan Kadis Perhubungan Madina Drs. Parulian Nasution melalui Kabid Sarana Perasarana Gading Nasution ST, kepada wartawan, Jum’at (26/11) kemarin setelah menerima surat pemberitahuan dari UPRPJJ tersebut.

Dalam surat itu penetapan klas jalan di Sumatera sudah tertuang dalam SK.Menteri Perhubungan Nomor: KM.1. Tahun 2000 menjelaskan bahwa ruas jalan jurusan Jembatan Merah – Muarasoma – Simpang Gambir, dan jurusan Simpang Gambir – Natal menetapkan lebar kenderaan maksimal 2,5 Meter Panjang 12 Meter dan berat maksimal 8 Ton.

“Selama ini banyak pengaduan dari masyarakat 8 kcamatan dari 23 kecamatan tentang banyaknya kendaraan yang melintas melebihi tonase, sehingga jalan baru dibangun sudah hancur. Nah dasar dari inilah kita juga menyurati pihak Propinsi dan sesuai dari SK. Manteri Perhubungan itu, dan kita sudah menerima penjelasan tentang klas jalan ini,” jelasnya.

Sebelumnya Pj.Bupati Madina Aspan Sofian ketika meninjau jalan longsor di Muara Soma menyetop kenderaan yang dianggap melebihi tonase. “Baru-baru ini bapak Bupati saat meninjau lokasi longsor tersebut melihat secara jelas mobil yang beratnya melebihi, Memang jalan ini merupakan wewenang Provinsi kita hanya bersifat kordinasi, karena itulah kita juga sudah membuat beberapa rambu larangan di beberapa titik untuk memperingati pengguna kendaraan agar tidak melewati ruas jalan ini apabila melebihi tonase,” ujarnya.

Plt.Kepala UPRPJJ Padangsidimpuan/Kotanopan Madina Ali.Nawi Harahap ST membenarkan surat pemberitahuan tersebut. “Kita berharap dengan surat pemberitahuan ini agar sama – sama kita jaga, dan kami berharap kerjasama agar jalan ini tetap terjaga ketahanannya sehingga memperlancar arus transportasi di daerah ini,” terangnya.

Marahalim warga Batang Natal Muara Soma mengatakan, masyarakat selama ini hanya bisa pasrah ketika dilewati kenderaan dengan muatan yang melebihi tonase yang ditetapkan.

“Kita hanya bisa berharap kepada pemerintah agar dengan tegas menerapkan peraturan tersebut, jangan pilih bulu begitu juga dengan Dinas Perhubungan Propinsi Sumatra Utara sebagai yang berwenang untuk tidak meloloskan kenderaan yang melebihi muatan dari ketentuan. Agar ruas jalan ini tetap bagus tidak cepat hancur lagi seperti selama ini,” harapnya. (sah)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditangkap Tanpa Surat Perintah

    Ditangkap Tanpa Surat Perintah

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Bindu Hutagalung, wartawan/Wakil Ketua PWI Perwakilan Bona Pasogit, melaporkan Kapolres Humbang Hasundutan (Humbahas) AKBP Surya Sofyan dan Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Victor Sibarani ke Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara. Salinan laporan Bindu tertanggal 24 November 2010, diterima beritasumut.com di Medan, Jumat (26/11/2010). Dalam laporannya, Bindu menjelaskan saat ini ia menjalani proses persidangan di […]

  • Membandingkan Ideologi Islam, Kapitalisme dan Komunisme

    Membandingkan Ideologi Islam, Kapitalisme dan Komunisme

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dicopy dari : hizbut-tahrir.or.id   Dunia secara umum hari ini berpijak pada dua ideologi besar, ideologi Kapitalisme-Liberalisme dan ideologi Sosialisme-Komunisme. Ideologi lainnya, yakni ideologi Islam, belum begitu tampak. Ideologi Islam masih berada dalam individu-individu Muslim dan belum diwujudkan dalam satu pun negara di dunia. Dalam Kamus Oxford, Kapitalisme (Capitalism) dimaknai sebagai sistem ekonomi […]

  • Tersangka Kasus Korupsi PSR Tahun 2021 di Madina Bertambah. Jaksa Tahan Ketua Kelompok Tani

    Tersangka Kasus Korupsi PSR Tahun 2021 di Madina Bertambah. Jaksa Tahan Ketua Kelompok Tani

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Tersangka kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit (PSR) Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2021 yang ditangai Kejaksaan Negeri Mandailing Natal bertambah. Sesuai alat bukti yang kuat, jaksa menetapkan Ketua Kelompok Tani penerima dana di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batanggadis berinisial AN sebagai tersangka baru. Penetapan tersangka […]

  • Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

    Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengadilan Negeri Panyabungan kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan Andalas Biro Madina, Jeffry Barata Lubis dengan agenda mendengar keterangan Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding anggota DPRD Madina selaku saksi, Kamis (7/8/2014). Sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis, Dodi Hendra Sakti, SH; anggota Ahmad Rijal, SH dan Gali […]

  • KPU Madina: Harus Sesuai Materi Iklan Kampanye

    KPU Madina: Harus Sesuai Materi Iklan Kampanye

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) Divisi Hukum dan Pengawasan, Fadhillah Syarief menyampaikan iklan kampanye harus sesuai dengan materi yang disampaikan oleh pasangan calon atau Tim Kampanya pasangan calon. Disebutkannya, materi iklan kampanye dapat memuat informasi mengenai visi, misi, dan program kerja, foto pasangan calon, tanda gambar Partai Politik […]

  • Zakaria Rambe : Polisi Dinilai Menutup nutupi Akhir Dari Penertipan Tambang di Perbatasan Tapsel-Madina

    Zakaria Rambe : Polisi Dinilai Menutup nutupi Akhir Dari Penertipan Tambang di Perbatasan Tapsel-Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan ( Mandailing Online )- Zakaria Rambe, pengamat Hukum dan Sosial dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara meminta aparat penegak hukum (APH) khususnya Polisi dan TNI untuk terbuka terkait penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal (Madina) beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Zakaria karena menilai Polisi dan TNI terkesan menutup-nutupi akhir dari penertiban […]

expand_less