Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

RUPIAH DARI MAMBAYU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online)

Harga tikar pandan di Mandailing Natal sebenarnya sudah cukup memadai dari sisi hitungan ekonomi usaha anyaman tikar.

Hanya saja, serapan pasar terhadap produk tikar pandan dan sejenisnya kian menyurut seiring gempuran produk tikar buatan pabrik dan sejenisnya yang berbahan baku non pandan.

Bu Kholilah (50), pengayam tikar pandan dari Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, menyatakan sampai saat ini pengayam upahan yang dibinanya mampu memproduksi 20 sampai 30 buah tikar pandan tiap minggunya.

Model dan motif tikar yang dihasilkannya juga berragam. Ada yang model tarawang penuh, tarawang bolak, tarawang menek. Harganya juga bervariasi, mulai dari 35 ribu rupiah sampai dengan seharga 350 ribu per tikarnya.

Pengayam lainya, Eliarni mengungkapkan, hasil anyamannya bisa mencapai 3 tikar dalam satu minggu. Jika banyak pekerjaan sawah, dia hanya mampu memproduksi antara 1 hingg 2 tikar saja. Hasil anyaman akan dijual kepada pengumpul, selanjutnya pengumpul biasanya datang setiap hari Rabu.

Harga pasaran ntikar pandan, terang Eliarni, 1 tikar biasa yang dipakai untuk tidur dijual seharga 25 hingga 30 ribu rupiah yang berukuran 1,5 meter.

Sedangkan harga tikar anyaman pandan yang dipakai untuk pesta atau disebut amak lampisan (tikar adat) yang dibuat dari tikar anyaman biasa tetapi memiliki hiasan atau disebut amak terawang harganya bisa mencapai 500 hingga 700 ribu rupiah, bahkan bisa sampai 1 juta rupiah.

“Sekarang saja saya sedang mengerjakan amak lampisan pesanan warga yang ingin melaksanakan pesta pernikahan. Untuk pernikahan adat orang Mandailing, amak lampisan itu harus ada,” sebutnya. (idw/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Penyebab Pindahnya Manuskrip Islam ke Tangan Barat

    Ini Penyebab Pindahnya Manuskrip Islam ke Tangan Barat

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ada berbagai aktor dan faktor yang menyebabkan perpindahan manuskrip-manuskrip Islam ke tangan Barat. Sebagian manuskrip diperoleh lewat perampokan dan penjarahan pada masa kolonialisme. Yang lain, melalui proses transaksi jual-beli. Tapi, ada pula yang sengaja dihadiahkan oleh penguasa Muslim. Stefanie Brinkmann dari Institute of Oriental Studies, University of Leipzig, mengatakan, banyak koleksi naskah Islam berasal […]

  • 2 Kali Juara, SMA Negeri 1 Kotanopan Kembali Ikuti RMMBC III

    2 Kali Juara, SMA Negeri 1 Kotanopan Kembali Ikuti RMMBC III

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) –  Selain MAN Panyabungan, SMA Negeri 1 Kotanopan juga akan mengikuti konser Raja Majestic Marching Band yang akan berlangsung dari tanggal 7-9 Oktober 2016 di Unimed Medan. Ini kali ketiga SMA Negeri Kotanopan mengkuti even bergengsi itu. sekolah itu pun mengadakan acara Konser Pamit, Kamis (29/9) di lapangan SMA Negeri 01 […]

  • Gayus Pelesiran ke Makau dan KL

    Gayus Pelesiran ke Makau dan KL

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menkum HAM: Gunakan Nama Sony Laksono JAKARTA-Kabar kepergian terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan ke luar negeri saat menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sepertinya bukan isapan jempol. Menkum HAM Patrialis Akbar mengungkapkan menemukan paspor dengan foto mirip Gayus menggunakan wig seperti saat plesiran ke Bali. Patrialis mengatakan, dalam paspor […]

  • Pasca Putusan MA 2006 Eksekusi Register 40 Palas Belum Direalisasikan

    Pasca Putusan MA 2006 Eksekusi Register 40 Palas Belum Direalisasikan

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Hingga saat ini eksekusi fisik lahan Register 40 Padang Lawas (Palas) belum juga direalisasikan Kejatisu dan Poldasu. Putusan Mahkamah Agung (MA) tahun 2006 lalu sudah berjalan lebih lima tahun. Eksekusi diminta segera dilakukan untuk menghindari konflik sosial ditengah masyarakat. Tokoh Pemuda Kecamatan Huristak, Kabupaten Palas, Jabaluddin Siregar SH kepada METRO, Jumat (7/12) […]

  • Di PAPBD 2017,  DPRD Madina Tolak Proyek Taman Raja Batu

    Di PAPBD 2017,  DPRD Madina Tolak Proyek Taman Raja Batu

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Pihak Pemkab Madina pernah mencoba memasukkan sejumlah item proyek pendahuluan Taman Raja Batu ke dalam APBD Perubahan Kabupaten Madina TA 2017, namun ditolak DPRD. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sahriwan “Kocu” Nasution dari Partai Bulan Bintang dalam satu wawancara khusus dengan Mandailing Online di kediamannya Desa Gunungtua Julu, […]

  • Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik.  Pasalnya, dalam draf sementara Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, frasa ‘agama’ dihapus kemudian digantikan dengan akhlak dan budaya. Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henrek Lokra, turut menanggapi […]

expand_less