Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Sampuraga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
  • print Cetak

Catatan ringkas : Askolani Nasution

 

Kalau Anda berpikir untuk mencari nenek moyang “Sampuraga”, baik keturunan, marga, asal-usul, dst.; itu benar-benar naif. Karena ia hanya dongeng. Dalam sastra bisa disebut dengan folklor, cerita rakyat yang diceritakan secara verbal, turun-temurun. Tidak tertulis, banyak versi, dan pengarangnya anonim.

Bisa juga disebut legenda, karena diyakini berkaitan dengan asal-usul sebuah tempat. Tetapi bukan sejarah. Unsur sejarahnya hanya karena ada objek yang terkait dengan cerita itu, tetapi setengah dari cerita itu “angan-angan”.

Sebagai sebuah karya sastra, ia adalah seni murni, hasil proses kreatif sastrawan atas lingkungan sekitarnya. Dan di zaman Sastra Klasik, bahkan jauh sebelum itu, cerita-cerita ala “Sampuraga” ini memang dibutuhkan. Karena itu diciptakan sebagai sarana didaktik atas budaya yang berlaku. Sebab itu juga ada cerita “Sangkuriang” yang terkait dengan Gunung Tangkuban Perahu, dll.

Apalagi legenda anak durhaka. Banyak ragam. Dan hampir semua budaya di Nusantara punya cerita begitu. Ada legenda “Batu Menangis” di Kalimantan Barat, legenda “Malin Kundang” di Sumatera Barat, “Si Lancang” di Melayu Riau, “Si Mardan” di Toba, dst. Bahkan, jangan kaget, di Kalimantan Tengah, di Kabupaten Lamandau, ada cerita dengan judul yang persis sama di Mandailing Natal, “Sampuraga” (https://id.wikipedia.org/wiki/Sampuraga). Jangan tanya “Sampuraga” mana yang asli, karena Anda tidak akan menemukan tahun munculnya cerita itu.

Saya meyakini bahwa “Sampuraga” versi Mandailing baru muncul awal abad 19. Karena beberapa buku yang bercerita tentang Sumatera dan Mandailing masa sebelum abad 19, sama sekali tak pernah disebut. Di buku “Heester Nedham’s Work in Sumatera” yang terbit tahun 1899, misalnya, sama sekali tak menyinggung nama itu. Padahal buku itu bercerita amat detail tentang Maga, tentang Sibanggor, kawasan antara Malintang dan Pakantan, dll.

Asumsi awal saya tentang “Sampuraga” baru muncul saat berkembangnya sastra Hikayat tahun 1870-an. Itu bersamaan dengan berkembangnya pendidikan modern di Mandailing, dan Sastra Melayu menjadi pelajaran penting. Misalnya di Kweekschool Tano Bato (1862). Masa itu, terutama di Sumatera, memang menjadi tempat berkembangnya bacaan-bacaan sastra Melayu semacam Hikayat. Ada “Hikayat si Miskin” misalnya, yang ditulis dengan Aksara Arab Melayu, dll.

Cerita-cerita rakyat di Mandailing justru berkembang pesat masa 1920-an ketika Pelopor Cerita Pendek Indonesia, M. Kasim, mengajar di Sekolah Rakyat Kotanopan. Dan tragisnya, cerita-cerita berbahasa Mandailing yang dibuatnya tidak tertulis. Misalnya, cerita “Si Bisuk na Oto.” Ada cerita lainnya, misalnya “Si Tapis Surat Tagan” juga tidak tahu siapa pengarangnya, tidak tertulis. Ketika tahun lalu saya menulis ulang cerita ini, saya benar-benar kesulitan mencari sumbernya. Dan banyak cerita folklor lain di Mandailing yang mulai hilang, tidak tertulis, tidak terdokumentasi, dst. Karena tidak ada yang peduli. Jangankan untuk mendanai penelitian tentang itu, menulis ulang, dst., apalagi untuk menerbitkannya sebagai bahan literasi sekolah di Mandailing Natal, misalnya.

Tentu saja pendapat saya. Yang lain boleh berpendapat dengan asumsi masing-masing.***

Penulis adalah budayawan/sutradara tinggal di Mandailing Natal

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar parpol yang dicoret ikut Pemilu 2014

    Daftar parpol yang dicoret ikut Pemilu 2014

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendiskualifikasi atau mencoret sejumlah partai peserta Pemilu 2014. Otomatis, partai-partai ini nantinya tidak bisa ikut Pemilu 2014. Hanya, pencoretan dilakukan pada beberapa daerah, tidak bersifat nasional. Pencoretan lantaran terlambat menyerahkan dana kampanye dari jadwal yang sudah ditentukan. Ada sembilan partai yang dicoret dari sejumlah daerah. Diantara partai-partai itu adalah […]

  • Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    Fraksi PDIP DPRD Sumut : 500 Ha Hutan Mangrove Jadi Sawit di Sikara-Kara

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Provinsi Sumut, Syahrul Efendi Siregar, menyebut telah terjadi peralihan fungsi dari hutan mangrove menjadi perkebunan kepala sawit di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. “Berdasarkan laporan masyarakat ada sekitar 500 hektare hutan mangrove yang telah berlalih fungsi,”ujar Syahrul saat ditemui disela-sela acara Bimtek PDIP […]

  • Seputar Temuan BPK RI di Humbahas, Polda Bisa Proses Hukum

    Seputar Temuan BPK RI di Humbahas, Polda Bisa Proses Hukum

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DOLOKSANGGUL : Seputar temuan, BPK Perwakilan Provinsi Sumut ke Pemkab Humbahas sector Dinas Tarukim TA 2010 bidang pekerjaan pengaspalan. Yang ditemukan ada indikasi kerugian Negara diduga mencapai ratusan juta rupiah. Kapoldasu melalui Kabid Humasnya Kombes Pol Drs Raden Heru Prakoso menegaskan seputar temuan itu bisa ke proses hukum dan kalau ada bukti bisa dilaporkan. ”Temuan […]

  • 5 Tahun, Petani di Tambangan Tonga Tak Dapat Jatah Air

    5 Tahun, Petani di Tambangan Tonga Tak Dapat Jatah Air

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TAMBANGAN ( Mandailing Online ): 5 tahun sudah petani sawah di daerah Tambangan Tongan, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tidak lagi bisa menanam padi. Pasalnya sungai batang aek tambangan yang biasa mengairi persawahan warga sudah tidak berfungsi baik akibat tanggul yang jebol. Ada sekitar 15 hektar lahan persawahan warga tidak dapat jatah […]

  • DCS Dapil 5 PPP Madina

    DCS Dapil 5 PPP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PPP Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Paca Kerusuhan, Danrem Persatukan Warga Pardomuan dan Sihepeng

    Paca Kerusuhan, Danrem Persatukan Warga Pardomuan dan Sihepeng

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Pemkab Tapsel, Pemkab Madina, tokoh masyarakat Desa Parmouan (Aek Badak Siture) dan Desa Sihepeng melakukan  pertemuan, pasca kerusuhan. Pertemuan yang dimediasi Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon yang juga dihairi unsur Polres Tapsel dan Polres Madina itu dilaksanakan di Ranto Natas, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanili Selatan, Rabu (21/9). […]

expand_less