Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Seperti Inilah Rasulullah SAW Merayakan Hari Raya Iedul Fitri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
  • print Cetak
kaligrafi taqabbalallahu minna waminkum

kaligrafi taqabbalallahu minna waminkum

Idul Fitri, secara turun temurun sudah membudaya di negeri ini. Namun bukan berarti menjadi suatu keharusan untuk dirayakan secara berlebihan. Padahal, Rasulullah saw telah memberikan beberapa contoh yang perlu diperhatikan.

Yang paling utama, sudahkah kita mengeluarkan zakat fitrah atau maal sebelum shalat Ied? Tujuannya, untuk berbagi kegembiraan dihari fitri ini dengan kaum dhuafa atau fakir miskin agar ikut merasakan kebahagiaan dihari itu. Namun apabila imam sudah mengumandangkan takbir untuk shalat Ied, maka sudak tidak lagi disebut zakat melainkan sedekah.

Lalu bagaimana Rasulullah merayakan Idul Fitri ? Janganlah merayakan dengan berlebihan, sangat istimewa bahkan terkesan ada yang dipaksaan hingga diluar kemampuan. Untuk itu Islam menganjurkan hendaknya menyambut dengan niat baik, dengan kondisi seadanya, meski sebaiknya berpakaian yang paling bagus, tapi tidak harus baru, karena semua ini merupakan salah satu bentuk syukur terhadap nikmat Allah.

Ketika menjelang berangkat sholat Ied, dianjurkan makan meski hanya sebutir kurma, karena ada hadist yang mengatakan :

“Rasulullah saw tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, sedangkan pada hari Raya Kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari masjid) lalu beliau makan dari sembelihannya”. (HR Tirmidzi, Ahmad,).

Pada pelaksanaan Sholat Ied sangat dianjurkan agar para wanita dan anak-anak untuk ikut. Seandainya ada wanita yang sedang haid, diusahakan tetap menghadirinya, meskipun hanya dibelakang shaf atau diluar masjid, tujuannya agar semuanya bersama-sama merasakan dan merayakan kegembiraan.

Disunnahkan pada waktu ketempat shalat dengan berjalan kaki,:

“Termasuk sunnah untuk keluar menunaikan shalat Id dengan jalan kaki”.(HR Tirmidzi).

Disaat pulang dianjurkan untuk tidak melewati jalan yang dilalui ketika berangkat, karena ada hadist yang mengatakan :

“Rasulullah saw pada hari raya biasa mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali)”(HR Bukhari)

Ketika dalam perjalanan, sebaiknya selalu mengumandangkan takbir hingga menjelang dimulainya sholat Id. Yang perlu diperhatikan, Rasulullah saw tidak mengerjakan shalat sesudah Subuh hingga sebelum shalat Ied dimulai, kecuali shalat Tahiyatul Masjid.

Pada saat sholat Ied, tidak ada azan maupun iqamah serta mendahulukan khutbah sebelum shalat.

“Aku menghadiri shalat Ied bersama Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar dan Ali, semua melakukan shalat sebelum khutbah” (HR Bukhari, Ahmad, Muslim).

Barulah setelah sholat Ied selesai, sampai dirumah dianjurkan untuk melakukan sholat sunnah dua rakaat, karena Rasul mengerjakan shalat sunnah dua rakaat sesampai dirumah.

Kemudian setelah itu menjalin tali silaturrahmi, saling memberi dan mengucapkan salam serta maaf, meskipun bermaaf-maafan tidak harus hari raya dan meninggalkan sesuatu perkara yang melampaui batas .

Dikutip dari : Eramuslim.com/rz

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menelusur Tiga Kampung Berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan, Malaysia

    Menelusur Tiga Kampung Berbahasa Mandailing di Negeri Sembilan, Malaysia

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online   Kawasan itu serupa dengan kawasan Kotanopan dan Ulu Pungkut, berbukit dan sedikit memiliki hamparan lembah maupun hamparan landai. Namanya Kampung Kerangai di Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia. Sebuah perkampungan kaum Mandailing yang berbahasa Mandailing. Misalnya anda orang Mandailing dari Indonesia datang ke kampung ini, jangan berbahasa Melayu […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 2)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 2)

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Berikut ini diterakan ornamen-ornamen yang terdapat pada tutup ari dari Sopo Godang dan Bagas Godang. 1. Bona Bulu (bambu-red) melambangkan sistem pemerintahan Huta Makna: Suatu wilayah pemukiman telah dapat dikategorikan sebagai huta atau bona bulu apabila sarana dan prasarananya telah lengkap antara lain: unsur-unsur Dalian Na Tolu (Mora, Kahanggi dan Anak Boru), […]

  • Korban di Sibanggor Julu Bertambah, Linda Sari Dilarikan ke RSU Panyabungan

    Korban di Sibanggor Julu Bertambah, Linda Sari Dilarikan ke RSU Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu perempuan warga Desa Sibanggor Julu dilarikan ke RSU Panyabungan, Jum’at malam (12/2/2021). Perempuan bernama Linda Sari berusia 35 tahun dilarikan ke RSU Panyabungan sekira pukul 21.00 Wib. Kondisi tubuhnya kian memburuk. Muntah-muntah, wajah pucat.  Diduga dampak keracunan zat H2S dari PLTP Sorik Marapi tanggal 25 Januari lalu. Pihak RSU Panyabungan […]

  • Terkait Penemuan Jasat Bayi,  Kapolres Madina Belum Dapat Laporan Perkembangan Dari Kapolsek

    Terkait Penemuan Jasat Bayi, Kapolres Madina Belum Dapat Laporan Perkembangan Dari Kapolsek

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Kapolres Mandailing Natal AKBP.H.M Reza Chairul mengaku belum mendapatkan laporan dari Kapolsek Panyabungan AKP. Syaripuddin terkait perkembangan penemuan jasad bayi di Lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ). Hal itu diakui Kapolres saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Kamis 6/7/2023 terkait perkembangan penanganan kasus penemuan jasad bayi […]

  • Kaum Ibu Perlu Berinovasi di Usaha Kuliner

    Kaum Ibu Perlu Berinovasi di Usaha Kuliner

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PKK diharap berupaya keras mendorong kaum ibu berinovasi di sektor usaha kuliner dalam menunjang ekonomi keluarga. Lebih jauh dari itu, kaum ibu juga harus mampu berkompetisi di era digital dalam dinamika potensi kuliner sehingga bisa bersaing di pasar konvensional dan pasar pola digital. Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal berposisi strategis mendorong […]

  • DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 2-selesai)

    DARURAT NARKOBA SUMATERA UTARA (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Moechtar Nasution   PERDA NARKOBA DAN OPTIMALISASI BNK Sudah saatnya kita berpikir global untuk bertindak lokal dengan cara mengatur tata cara  dan mekanisme pencegahan penyalahgunaan narkoba secara sistimatis sebagai payung hukum yang berfungsi untuk menguatkan sistim yang sudah ada. Bertambah hari semakin banyak ditemukan modus baru penyebaran narkoba, dan ini harus diantisipasi […]

expand_less