Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

6 Penduduk Tewas Dibantai Harimau Sejak Tahun 2006

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar data yang dikumpul Sumatra Rainforest Institute (SRI), terror dan pembunuhan oleh harimau terhadap manusia di Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis sudah berlangsung sejak tahun 2006.

Hingga Maret 2013 jumlah manusia tewas dikalangan penduduk mencapai sekitar 5 orang. Dan bertambah satu orang lagi di Juni 2013.

Pada tahun 2006 korban tewas bernama Anto. Dia diterkam harimau hingga tewas tercabik-cabik ketika sedang mandi sore di sungai.

Pada tahun 2007 korban tewas bernama Min yang saat itu sedang mengambil madu sekitar kebun hutan. Pada tanggal 19 Juni 2009 korban tewas bernama Iming, juga warga Ranto Panjang diterkam ketika sedang bekerja di kebun.

Tak sampai sebulan setelah Min, harimau kembali membantai penduduk desa Ranto Panjang pada tanggal 6 Juli 2009, korban yang tewas bernama Jali.

“Pada tanggal 11 Maret 2013, konflik antara Harimau Sumatra dengan manusia terjadi lagi. Korban tewas bernama Karman Lubis, juga penduduk Desa Ranto Panjang,” ungkap Direktur Eksekutif Sumatera Rainforest Institute (SRI) Rasyid Assaf Dongoran, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, tokoh pemuda Muara Batang Gadis, Teguh W Hasahatan Nasution merilis data baru, Rabu (3/7/2013) korban tewas terbaru oleh harimau bernama Torkis Lubis (30), penyadap karet di Desa Rantau Panjang, diterkam harimau pada 22 Juni 2013.

Berdasarkan informasi dan kunjungan lapangan langsung oleh tim SRI, lembaga ini menyimpulkan bahwa harimau tersebut masih berkeliaran dan meresahkan masyarakat hingga kini.

Dalam menelusuri kasus terror harimau tersebut, tim SRI yang berjumlah 6 orang telah mengunjungi beberapa desa, seperti Sikapas, Singkuang, Ranto Panjang, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II di Kecamatan Muara Batang Gadis.

Hasil investigasi yang dilakukan tim SRI dan wawancara dengan pihak masyarakat menghasilkan fakta sementara soal ukuran harimau yang meneror ini. Badan Harimau Sumatra itu berukuran panjang 2,5 hingga 3 meter dengan jenis kelamin jantan dewasa, berusia sekitar 25 tahun.

Peliput/Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karang Taruna Madina Konsisten Jaga Nilai Kearifan Lokal

    Karang Taruna Madina Konsisten Jaga Nilai Kearifan Lokal

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Forum Pengurus Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal sebagai organisasi sosial kepemudaan akan tetap konsisten mewarisi nilai-nilai tradisi leluhur dan tetap menjaga nilai kearifan lokal Mandailing. “Ciri khas yang digali dari unsur-unsur tradisionil Mandailing yang turun temurun dari leluhur kita harus tetap kita jaga dan pertahankan. Kearifan lokal (local genius) Mandailing harus […]

  • Anak Madina Ipong Brothers Ikut Seleksi IMB 2 ke Jakarta

    Anak Madina Ipong Brothers Ikut Seleksi IMB 2 ke Jakarta

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anak-anak Madina Ipong Brothers akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi terahkir setelah lulus seleksi di Medan dalamajang bergengsi Indonesia Mencari Bakat 2 (IMB 2) yang di adakan di Jakarta dan akan di gelar beberapa hari lagi di saluran televise swasta TransTV. Masyarakat Sumatera Utara umumnya dan Kabupaten Madina Khususnya di minta untuk mendukung Ipong […]

  • Bensin Habis, Pemkab Madina Tenang Saja

    Bensin Habis, Pemkab Madina Tenang Saja

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) nampaknya tak banyak bergerak alias tenang-tenang saja menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di Panyabungan. Padahal, berdasar pengakuan para pengendara di Panyabungan, ketersendatan BBM sudah mulai sejak 31 Desember 2013 lalu. Hingga Kamis siang (9/1/2014) Bagian Perekonomian Pemkab Madina hanya menyatakan masih akan mengawasi. “Ini […]

  • Wartawan Jadi Sasaran Petugas Keamanan PTPN 2

    Wartawan Jadi Sasaran Petugas Keamanan PTPN 2

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Persoalan lahan eks PTPN 2 Kebun Sei Semayang, sepertinya tak ada habisnya. Bahkan, masalah ini terus meluas. Buktinya, karena tak ada solusi dan penyelesaian dari instansi terkait, puluhan warga Kota Binjai yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani mencoba menguasai lahan eks PTPN 2 tersebut, Jumat (22/4). Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kejadian […]

  • Surat Tulak-tulak

    Surat Tulak-tulak

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (I) Oleh : Z.Pangaduan Lubis) SuratTulak-Tulak. Masyarakat Mandailing memiliki aksara etnisnya sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak (bukan aksara Batak). Zaman sejarah ditandai oleh penggunaan aksara. Zaman sebelum adanya penggunaan sejarah dinamakan zaman pra-sejarah. Kita belum mengetahui sejak kapan masyarakat Mandailing menggunakan aksara Surat Tulak-Tulak dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita dengan […]

  • Hasil Rekapitulasi C1 KPU Madina Hampir Final

    Hasil Rekapitulasi C1 KPU Madina Hampir Final

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Bisa dipastikan dari update data rekapitulasi penghitungan C1 KPU telah mendekati hasil final dengan asumsi Data Masuk yang sudah masuk sebesar 97,03% dengan hasil sebagai berikut: Drs. M. Yusuf, M.Si dan Imron Lubis memperoleh  : 48984 Suara (27,81%) H. Dahlan Hasan Nasution dan H. Muhammad Jafar Sukhairi Nst  memperoleh: 99983 Suara (56,76%) Saparuddin Haji dan […]

expand_less