Kamis, 18 Jun 2026
light_mode

6 Penduduk Tewas Dibantai Harimau Sejak Tahun 2006

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar data yang dikumpul Sumatra Rainforest Institute (SRI), terror dan pembunuhan oleh harimau terhadap manusia di Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis sudah berlangsung sejak tahun 2006.

Hingga Maret 2013 jumlah manusia tewas dikalangan penduduk mencapai sekitar 5 orang. Dan bertambah satu orang lagi di Juni 2013.

Pada tahun 2006 korban tewas bernama Anto. Dia diterkam harimau hingga tewas tercabik-cabik ketika sedang mandi sore di sungai.

Pada tahun 2007 korban tewas bernama Min yang saat itu sedang mengambil madu sekitar kebun hutan. Pada tanggal 19 Juni 2009 korban tewas bernama Iming, juga warga Ranto Panjang diterkam ketika sedang bekerja di kebun.

Tak sampai sebulan setelah Min, harimau kembali membantai penduduk desa Ranto Panjang pada tanggal 6 Juli 2009, korban yang tewas bernama Jali.

“Pada tanggal 11 Maret 2013, konflik antara Harimau Sumatra dengan manusia terjadi lagi. Korban tewas bernama Karman Lubis, juga penduduk Desa Ranto Panjang,” ungkap Direktur Eksekutif Sumatera Rainforest Institute (SRI) Rasyid Assaf Dongoran, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, tokoh pemuda Muara Batang Gadis, Teguh W Hasahatan Nasution merilis data baru, Rabu (3/7/2013) korban tewas terbaru oleh harimau bernama Torkis Lubis (30), penyadap karet di Desa Rantau Panjang, diterkam harimau pada 22 Juni 2013.

Berdasarkan informasi dan kunjungan lapangan langsung oleh tim SRI, lembaga ini menyimpulkan bahwa harimau tersebut masih berkeliaran dan meresahkan masyarakat hingga kini.

Dalam menelusuri kasus terror harimau tersebut, tim SRI yang berjumlah 6 orang telah mengunjungi beberapa desa, seperti Sikapas, Singkuang, Ranto Panjang, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II di Kecamatan Muara Batang Gadis.

Hasil investigasi yang dilakukan tim SRI dan wawancara dengan pihak masyarakat menghasilkan fakta sementara soal ukuran harimau yang meneror ini. Badan Harimau Sumatra itu berukuran panjang 2,5 hingga 3 meter dengan jenis kelamin jantan dewasa, berusia sekitar 25 tahun.

Peliput/Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

    Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua pimpinan partai politik menilai pelayanan di RSU Panyabungan kian menurun, padahal anggaran untuk rumah sakit itu telah dinaikkan. Penilaian itu disampaikan Ketua DPC Hanura Madina Ir.Ali Makmur Nasution yang juga anggota DPRD Madina, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan, Kamis (29/10). Dalam sepekan terakhir, kedua parpol itu […]

  • Bekas Galian Kabel Optik Resahkan Pengguna Jalan

    Bekas Galian Kabel Optik Resahkan Pengguna Jalan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Para pengendara roda 4 ke atas dihimbau berhati-hati jika melewati jalur Panyabungan-Natal dari titik Jembatan Merah hingga Muara Soma Kecamatan Batang Natal, sebab, di jalur ini sedang ada proyek penggalian kabel optic jaringan telefon. Demikian dikatan R. Lubis, salah seorang supir kepada Mandailing Online, Kamis (2/7) di Panyabungan. Dikatakan […]

  • Ahli Geologi ITM : Gunung Berapi Sumatera Beda dengan Jawa

    Ahli Geologi ITM : Gunung Berapi Sumatera Beda dengan Jawa

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Komposisi gunung api kawasan Pulau Sumatera berbeda dengan di Pulau Jawa. Perbedahan tersebut dilihat dari komposisi magma yang dikeluarkan gunung api tatkala meletus. “Secara umum, magma gunung api di Jawa komposisinya intermidiatis hingga basa atau adesitic. Sedangkan gunung api yang ada di Sumatera cenderung intermidiatis hingga asam atau granitis,” ucap Pakar Geologi ITM, […]

  • Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 1)

    Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 1)

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Z Pangduan Lubis (in memoriam) EKSISTENSI masyarakat Mandailing sebagai suku-bangsa atau kelompok etnis ditandai dan dikukuhkan oleh kenyataan bahwa masyarakat Mandailing memiliki kebudayaannya sendiri, yang di dalamnya termasuk bahasa, sehingga mereka dapat dibedakan dari suku-bangsa lain di Indonesia. Di samping itu warga masyarakat Mandailing juga menyadari adanya identitas dan kesatuan kebudayaan mereka sendiri […]

  • Hore, Jabatan Kepdes di Madina Resmi 8 Tahun

    Hore, Jabatan Kepdes di Madina Resmi 8 Tahun

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: 370 dari 377 Kepala Desa di Mandailing Natal resmi menjabat 8 (Delapan) Tahun setelah dikukuhkan Bupati Madina Muhammad Ja’kfar Sukhairi. Kamis, (18/07/2023). Sebelumnya usia masa jabatan kepdes dalam satu periode hanya 6 tahun kini Kata Bupati Madina Para Kepdes yang sebelumnya sudah pernah dilantik pada Pilkades 2023 lalu, telah resmi menjabat 8 tahun […]

  • CANDI SIMANGAMBAT, RIWAYATMU KINI

    CANDI SIMANGAMBAT, RIWAYATMU KINI

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Catatan Ringkas : Askolani Nasution Ketua Pendiri Gerep Institute Candi Simangambat diyakini telah ada sejak abad ke-9 masehi dari masa Hindu-Budha klasik. Lebih tua dari candi-candi lainnya di kawasan Mandailing, misalnya Candi Bahal atau Candi Portibi yang selama ini lebih populer di wilayah bekas kabupaten Tapanuli Bagian Selatan. Kawasan candi di Padang Lawas baru dibangun […]

expand_less