Senin, 19 Okt 2026
light_mode

Mencari Realitas Budaya Adiluhung Madina: “Buruk Muka Cermin Dibelah?”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Bayo Nasution

Setiap daerah terbentuk dan berkembang dengan sejarahnya sendiri. Seperti yang lain, Madina menyimpan begitu banyak bukti-bukti historis. Pertanyannya: Apakah Madina memiliki sejarahnya sendiri, sehingga sejarah itu bisa diperlakukan sebagai satu modal tersendiri untuk menjadi kabupaten yang maju dan makmur? Jawabannya, sudah barang tentu. Sejumlah artepak yang masih ditemukan merujuk pada masa-masa gemilang.

Bahkan, sejumlah simpul-budaya tetap menjadi masyarakat adat dan mempertahankan keberlangsungan sistem dan nilai-nilai budayanya. Sebut saja tatanan sosial berupa adat dalian natolu yang terdiri dari unsur: mora, kahanggi dan anak boru. Dalam dinamika sosial, mora berperan sebagai born protector (pengayom sejati) bagi pihak yang berberan sebagai anak boru.

Di konteks sosial yang berbeda, keluarga pihak mora justru berganti peran menjadi anak boru. Karena itulah, masyarakat Mandailing memiliki kemandirian yang kokoh. Penerapan nilai-nilai budaya patrinelineal itu bahkan melingkupi hingga ke luar daerah administratif Madina. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, menggambarkan, "Peta budaya orang mandailing sesungguhnya jauh lebih luas jika dibandingkan dengan dengan peta administrasi Madina." Begitu juga hirarki kelembagaan namora natoras, harajaon, haguruan dan hatobangan masih hidup dalam masyarakat Madina.

Manajemen kepemimpinan dan metode-metode pengambilan keputusan kolektif, seperti musyawarah atau marpokat, markotan dan lain-lain yang lebih teknis masih eksis dengan beberapa variannya. Pranata-pranata tradisional itu memang tetap eksis di tengah-tengah masyarakat Madina. Akan tetapi, belum dimanfaatkan secara formal dalam kegiatan pembangunan daerah. Potensi ini justeru digerakkan dalam kegiatan politik praktis, seperti Pemilu Legislatif dan Pilkada.

Fakta-fakta baru juga masih terus bermunculan sebagai bukti bahwa sejarah budaya Mandailing Natal tidak hanya berkembang merambat secara perlahan dari titik kekuasaan utama di Panyabunga Tonga, Hutasiantar, Pidoli dan Gunung Tua, tapi juga secara sporadis melompat (ekspansif) ke daerah pesisir Batang Natal, Air Bangis di Kabupaten Pasaman (Sumbar), Sidaludalu di Kota Pinang, Labuhan Batu, Langkat, Kisaran, Medan dan juga hingga Semenanjung Malaysia.

Munculnya sejumlah kepala daerah bermarga Mandailing di luar Madina pasca-otonomi daerah, seperti Kabupaten Pasaman merupakan pertanda bahwa nilai-nilai budaya masyarakat Mandailing telah berkembang sejak lama di luar Madina. Begitu juga kemudian mengemuka frame adat "Mandailing Malaysia dan Indonesia" dalam beberapa akronim seperti LAMA, MMI dan IMAMI, seiring dengan pengakuan pemerintah Malaysia atas seni budaya Gordang Sambilan dan tarian tortor.

Di senjakala sejarah itu, Mandailing sempat menjalin kontak dengan Kerajaan Mataram dan Sriwijaya. Bahkan, Mpu Prapanca menuliskan dalam buku "Negarakertagama" pada 1365 bahwa Mandailing merupakan bagian penting dari Nusantara. Tak terbantahkan, sejarah telah mencatat cikal-bakal Madina merupakan suatu guratan budaya yang adiluhung.

Karena itu, jika nilai-nilai historik dari sisi budaya itu dapat dihadirkan kembali dalam frame kehidupan modern, tentu Madina memiliki modal pembangunan yang lebih dari cukup. Inilah Madina yang juga menggeliat kuat untuk berprogres gesit secara signifikan bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas kesejahteraannya senapas dengan visi: "Terwujudnya Masyarakat Mandailing Natal yang Religius, Cerdas, Sehat, Maju dan Sejahtera."

Saat ini, menjelang HUT ke-16, tak perlu dulu menjawab: sejauh mana capaian Pemkab Madina. Jika tak becus menciptakan progres seirama dengan modal sejarah sehebat itu, Pemkab dan DPRD Madina memang perlu berkaca. Jika tampak wajah buruk di kaca, janganlah kaca dibelah.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sengketa lahan di Paluta ricuh

    Sengketa lahan di Paluta ricuh

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA – Terkait sengketa lahan yang terjadi antara warga dengan PT Wonorejo Perdana di Ujung Gading, Kecamatan Simangambat Kabupaten Padanglawas Utara yang tak kunjung tuntas berujung kemarahan massa. Satu unit alat berat milik perusahaan PT Wonorejo Perdana dibakar massa, setelah buldozer tersebut melakukan perusakan lahan sawit masyarakat sehingga warga mengamuk. Dari peristiwa itu, empat warga […]

  • Kuasa Hukum Minta RS Permata Madina Serahkan Rekam Medis

    Kuasa Hukum Minta RS Permata Madina Serahkan Rekam Medis

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nur Miswari dari Kantor Hukum Nur Miswari, SH & Rekan meminta RS Permata Madina menyerahkan rekam medis penanganan pasien RSH. Rekam medis yang diminta harus lengkap tanpa pengecualian. Permintaan itu tertuang di dalam somasi kedua terhadap Rumah Sakit Permata Madina, Panyabungan, Mandailing Natal, dikirim pada Kamis,m (9/4/2026). Kantor Hukum Nur […]

  • Pemuda LIRA Madina Gelar Aksi Peduli dan Berbagi

    Pemuda LIRA Madina Gelar Aksi Peduli dan Berbagi

    • calendar_month Kamis, 2 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di masa pandemi covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), berbagai upaya sosial dilakukan sejumlah kalangan untuk membantu masyarakat yang terdampak, sekaligus melakukan himbauan pentingnya menjaga kesehatan. Seperti yang dilakukan pengurus DPD Pemuda LIRA Kabupaten Mandailing Natu (Madina), Kamis (03/09/2021) di Panyabungan. Pemuda LIRA turun ke jalan di bawah teriknya sinar […]

  • Menang di Pilkada Madina, Desa Mandiri jadi Prioritas Harun Mustafa Nasution

    Menang di Pilkada Madina, Desa Mandiri jadi Prioritas Harun Mustafa Nasution

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) : Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) tahun 2024 sudah semakin dekat. Ada dua Pasangan calon yang akan bertarung memperebutkan suara pemilih. pasangan nomor urut 1 adalah Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution dan Pasangan nomor urut 2 Saifullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution. Menyinggung kebijakan […]

  • Pelajar SMA 3 Panyabungan dan SMK Negeri 1 Panyabungan Sumbang Rizky Wasiah

    Pelajar SMA 3 Panyabungan dan SMK Negeri 1 Panyabungan Sumbang Rizky Wasiah

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Bantuan untuk Rizky Wasiah terus mengalir. Para pelajar menyumbangkan uang jajan mereka untuk biaya operasi bayi perempuan penderita usus keluar karena tak memiliki anus itu. Para pelajar SMA Negeri 3 Panyabungan berhasil mengumpul uang sebesar 821.000 rupiah dalam Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah yang digalang oleh OSIS terhadap kalangan pelajar […]

  • Pemkab Gratiskan 25 Kios Parbukoan

    Pemkab Gratiskan 25 Kios Parbukoan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS-Untuk membantu masyarakat khususnya pedagang makanan dan minuman (mamin) berbuka puasa, dan untuk membuat suasana kota terlihat tertib, rapi, dan lalu-lintasnya lancar, Plt Bupati Padang Lawas (Palas) membuat satu kebijakan yang sangat positif.. Sejak hari pertama dan 15 hari ke depan di bulan Ramadan, Pemkab Palas membuka 25 kios tempat parbukoan, yang dipusatkan di Lapangan […]

expand_less