Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Mencari Realitas Budaya Adiluhung Madina: “Buruk Muka Cermin Dibelah?”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Bayo Nasution

Setiap daerah terbentuk dan berkembang dengan sejarahnya sendiri. Seperti yang lain, Madina menyimpan begitu banyak bukti-bukti historis. Pertanyannya: Apakah Madina memiliki sejarahnya sendiri, sehingga sejarah itu bisa diperlakukan sebagai satu modal tersendiri untuk menjadi kabupaten yang maju dan makmur? Jawabannya, sudah barang tentu. Sejumlah artepak yang masih ditemukan merujuk pada masa-masa gemilang.

Bahkan, sejumlah simpul-budaya tetap menjadi masyarakat adat dan mempertahankan keberlangsungan sistem dan nilai-nilai budayanya. Sebut saja tatanan sosial berupa adat dalian natolu yang terdiri dari unsur: mora, kahanggi dan anak boru. Dalam dinamika sosial, mora berperan sebagai born protector (pengayom sejati) bagi pihak yang berberan sebagai anak boru.

Di konteks sosial yang berbeda, keluarga pihak mora justru berganti peran menjadi anak boru. Karena itulah, masyarakat Mandailing memiliki kemandirian yang kokoh. Penerapan nilai-nilai budaya patrinelineal itu bahkan melingkupi hingga ke luar daerah administratif Madina. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, menggambarkan, "Peta budaya orang mandailing sesungguhnya jauh lebih luas jika dibandingkan dengan dengan peta administrasi Madina." Begitu juga hirarki kelembagaan namora natoras, harajaon, haguruan dan hatobangan masih hidup dalam masyarakat Madina.

Manajemen kepemimpinan dan metode-metode pengambilan keputusan kolektif, seperti musyawarah atau marpokat, markotan dan lain-lain yang lebih teknis masih eksis dengan beberapa variannya. Pranata-pranata tradisional itu memang tetap eksis di tengah-tengah masyarakat Madina. Akan tetapi, belum dimanfaatkan secara formal dalam kegiatan pembangunan daerah. Potensi ini justeru digerakkan dalam kegiatan politik praktis, seperti Pemilu Legislatif dan Pilkada.

Fakta-fakta baru juga masih terus bermunculan sebagai bukti bahwa sejarah budaya Mandailing Natal tidak hanya berkembang merambat secara perlahan dari titik kekuasaan utama di Panyabunga Tonga, Hutasiantar, Pidoli dan Gunung Tua, tapi juga secara sporadis melompat (ekspansif) ke daerah pesisir Batang Natal, Air Bangis di Kabupaten Pasaman (Sumbar), Sidaludalu di Kota Pinang, Labuhan Batu, Langkat, Kisaran, Medan dan juga hingga Semenanjung Malaysia.

Munculnya sejumlah kepala daerah bermarga Mandailing di luar Madina pasca-otonomi daerah, seperti Kabupaten Pasaman merupakan pertanda bahwa nilai-nilai budaya masyarakat Mandailing telah berkembang sejak lama di luar Madina. Begitu juga kemudian mengemuka frame adat "Mandailing Malaysia dan Indonesia" dalam beberapa akronim seperti LAMA, MMI dan IMAMI, seiring dengan pengakuan pemerintah Malaysia atas seni budaya Gordang Sambilan dan tarian tortor.

Di senjakala sejarah itu, Mandailing sempat menjalin kontak dengan Kerajaan Mataram dan Sriwijaya. Bahkan, Mpu Prapanca menuliskan dalam buku "Negarakertagama" pada 1365 bahwa Mandailing merupakan bagian penting dari Nusantara. Tak terbantahkan, sejarah telah mencatat cikal-bakal Madina merupakan suatu guratan budaya yang adiluhung.

Karena itu, jika nilai-nilai historik dari sisi budaya itu dapat dihadirkan kembali dalam frame kehidupan modern, tentu Madina memiliki modal pembangunan yang lebih dari cukup. Inilah Madina yang juga menggeliat kuat untuk berprogres gesit secara signifikan bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas kesejahteraannya senapas dengan visi: "Terwujudnya Masyarakat Mandailing Natal yang Religius, Cerdas, Sehat, Maju dan Sejahtera."

Saat ini, menjelang HUT ke-16, tak perlu dulu menjawab: sejauh mana capaian Pemkab Madina. Jika tak becus menciptakan progres seirama dengan modal sejarah sehebat itu, Pemkab dan DPRD Madina memang perlu berkaca. Jika tampak wajah buruk di kaca, janganlah kaca dibelah.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

  • PT SMGP Bersama Petani Kembangkan Budidaya Ikan di Purba Lamo

    PT SMGP Bersama Petani Kembangkan Budidaya Ikan di Purba Lamo

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Purba Lamo adalah salah satu desa di kawasan Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal yang usaha pencaharian masyarakatnya mayoritas bertani, dan ada juga masyarakat yang beternak ikan tawar. Namun, kendala bagi yang beternak ikan tawar ini adalah kurangnya biaya. Terkait itu, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) memberikan bantuan […]

  • Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    Pemkab Madina Optimis Target PAD 700 Juta Sektor Perizinan Terpenuhi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2016 ini Bagian Perekonomian Pemkab Mandailing Natal memiliki target PAD sebesar 700 juta rupiah dari sektor perizinan HO. Pihak Bagian Perekonomian optimis mampu memenuhi target itu. Sebab, berdasar pengalamannya tahun 2015,  Bagian Perekonomian justru merealisasikannya sebesar 109 % dari target Rp.700 juta. Meski begitu, Pihak Bagian Perekonomian tetap secara rutin […]

  • Melissa Perez Kagumi Ritual Shalat

    Melissa Perez Kagumi Ritual Shalat

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Melissa Perez lahir dan besar dalam keluarga Katolik. Sejak kecil ia akrab dengan ritual Katolik seperti Natal, Misa, dan Rosario. Meski keluarganya percaya pada satu Tuhan, yang disebut Yesus, namun, pada waktu lain mereka menyebutnya lain, yakni Bapa. Inilah yang membingungkan Mellisa. Menurut Melissa, cara hidup Katolik tidak benar-benar ketat. Meski banyak aturan dalam Alkitab […]

  • Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Reses I anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sobir Libis untuk tahun sidang 2021-2022 yang dilaksanakan di tempat wisata Silangit Koi Hutasiantar, Panyabungan pada Kamis (16/12) mengangkat tema “Holong Mangalap Holong. Di tengah-tengah reses, Sobir Lubis beberapa kali meminta masyarakat, terutama warga Kotasiantar, untuk turut menyukseskan program pemerintahan, yaitu vaksinasi. Capaian target […]

  • Ketua DPRD Madina Dicurhati terkait Tambang di Aek Sinaenjon

    Ketua DPRD Madina Dicurhati terkait Tambang di Aek Sinaenjon

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batanggadis ( Mandailing Online ): saat membawa bantuan korban banjir ke wilayah terparah di daerah siulang aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina. Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis dicurhati warga terkait aktifitas tambang emas ilegal di wilayah aek Sianenjom. Para kaum ibu desa ke Erwin Efendi Lubis mengaku sawah mereka telah tertimbun material lumpur yang […]

expand_less