Selasa, 1 Sep 2026
light_mode

Mencari Realitas Budaya Adiluhung Madina: “Buruk Muka Cermin Dibelah?”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Bayo Nasution

Setiap daerah terbentuk dan berkembang dengan sejarahnya sendiri. Seperti yang lain, Madina menyimpan begitu banyak bukti-bukti historis. Pertanyannya: Apakah Madina memiliki sejarahnya sendiri, sehingga sejarah itu bisa diperlakukan sebagai satu modal tersendiri untuk menjadi kabupaten yang maju dan makmur? Jawabannya, sudah barang tentu. Sejumlah artepak yang masih ditemukan merujuk pada masa-masa gemilang.

Bahkan, sejumlah simpul-budaya tetap menjadi masyarakat adat dan mempertahankan keberlangsungan sistem dan nilai-nilai budayanya. Sebut saja tatanan sosial berupa adat dalian natolu yang terdiri dari unsur: mora, kahanggi dan anak boru. Dalam dinamika sosial, mora berperan sebagai born protector (pengayom sejati) bagi pihak yang berberan sebagai anak boru.

Di konteks sosial yang berbeda, keluarga pihak mora justru berganti peran menjadi anak boru. Karena itulah, masyarakat Mandailing memiliki kemandirian yang kokoh. Penerapan nilai-nilai budaya patrinelineal itu bahkan melingkupi hingga ke luar daerah administratif Madina. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, menggambarkan, "Peta budaya orang mandailing sesungguhnya jauh lebih luas jika dibandingkan dengan dengan peta administrasi Madina." Begitu juga hirarki kelembagaan namora natoras, harajaon, haguruan dan hatobangan masih hidup dalam masyarakat Madina.

Manajemen kepemimpinan dan metode-metode pengambilan keputusan kolektif, seperti musyawarah atau marpokat, markotan dan lain-lain yang lebih teknis masih eksis dengan beberapa variannya. Pranata-pranata tradisional itu memang tetap eksis di tengah-tengah masyarakat Madina. Akan tetapi, belum dimanfaatkan secara formal dalam kegiatan pembangunan daerah. Potensi ini justeru digerakkan dalam kegiatan politik praktis, seperti Pemilu Legislatif dan Pilkada.

Fakta-fakta baru juga masih terus bermunculan sebagai bukti bahwa sejarah budaya Mandailing Natal tidak hanya berkembang merambat secara perlahan dari titik kekuasaan utama di Panyabunga Tonga, Hutasiantar, Pidoli dan Gunung Tua, tapi juga secara sporadis melompat (ekspansif) ke daerah pesisir Batang Natal, Air Bangis di Kabupaten Pasaman (Sumbar), Sidaludalu di Kota Pinang, Labuhan Batu, Langkat, Kisaran, Medan dan juga hingga Semenanjung Malaysia.

Munculnya sejumlah kepala daerah bermarga Mandailing di luar Madina pasca-otonomi daerah, seperti Kabupaten Pasaman merupakan pertanda bahwa nilai-nilai budaya masyarakat Mandailing telah berkembang sejak lama di luar Madina. Begitu juga kemudian mengemuka frame adat "Mandailing Malaysia dan Indonesia" dalam beberapa akronim seperti LAMA, MMI dan IMAMI, seiring dengan pengakuan pemerintah Malaysia atas seni budaya Gordang Sambilan dan tarian tortor.

Di senjakala sejarah itu, Mandailing sempat menjalin kontak dengan Kerajaan Mataram dan Sriwijaya. Bahkan, Mpu Prapanca menuliskan dalam buku "Negarakertagama" pada 1365 bahwa Mandailing merupakan bagian penting dari Nusantara. Tak terbantahkan, sejarah telah mencatat cikal-bakal Madina merupakan suatu guratan budaya yang adiluhung.

Karena itu, jika nilai-nilai historik dari sisi budaya itu dapat dihadirkan kembali dalam frame kehidupan modern, tentu Madina memiliki modal pembangunan yang lebih dari cukup. Inilah Madina yang juga menggeliat kuat untuk berprogres gesit secara signifikan bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas kesejahteraannya senapas dengan visi: "Terwujudnya Masyarakat Mandailing Natal yang Religius, Cerdas, Sehat, Maju dan Sejahtera."

Saat ini, menjelang HUT ke-16, tak perlu dulu menjawab: sejauh mana capaian Pemkab Madina. Jika tak becus menciptakan progres seirama dengan modal sejarah sehebat itu, Pemkab dan DPRD Madina memang perlu berkaca. Jika tampak wajah buruk di kaca, janganlah kaca dibelah.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapapun Presiden Indonesia, Pembangunan Tetap Kewajiban Pemerintah

    Siapapun Presiden Indonesia, Pembangunan Tetap Kewajiban Pemerintah

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kewajiban membangun Indonesia dari pusat hingga daerah tetap berada di pundak pemerintah, siapapun presidennya. Itu dikatakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis menjawab Mandailing Online, Minggu (3/3/2019) di sekretariat DPC Gerindra Madina, Panggorengan, Panyabungan. Dia menghimbau agar masyarakat objektif memahami pembangunan negara maupun pembangunan daerah. Di sisi […]

  • KPK Kembali Periksa Sutan Sebagai Tersangka

    KPK Kembali Periksa Sutan Sebagai Tersangka

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembahasan APBN-Perubahan tahun 2013 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. “Diperiksa sebagai tersangka,” kata Sutan saat tiba di gedung KPK Jakarta, Senin. Sutan sudah pernah beberapa kali diperiksa sebagai tersangka dalam […]

  • Bupati Madina : DBH Sawit Diprioritaskan Untuk Pembangunan Infrastruktur

    Bupati Madina : DBH Sawit Diprioritaskan Untuk Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) diketahui mendapat jatah Dana Bagi Hasil ( DBH ) dari Sawit senilai Rp.9.150.000.000 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2022 tentang APBN 2023 dan Peraturan Presiden Nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2023, Madina menjadi salah […]

  • Usai Sholat Ashar, Suaidi Aniaya Kakek Hamzah Hingga Tewas

    Usai Sholat Ashar, Suaidi Aniaya Kakek Hamzah Hingga Tewas

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2022
    • account_circle Ahmad Effendi
    • 0Komentar

    Usai Sholat Ashar, Suaidi Aniaya Kakek Hamzah Hingga Tewas Mapolres Madina, Mandailingonline Diusianya yang ke 75 tahun Kakek Hamzah harus menerima nasib naas. Warga desa Hutapadang Kec. Ulupungkut, Mandailing Natal ini, meregang nyawa usai dianiaya oleh Suadi ( 30), warga Desa Aek Marian, Lembah Sorik Merapi. Aksi kekerasan ini berlangsung Sabtu (8/9), usai korban sholat […]

  • Rapper Asal Amerika Ini Temukan Kedamaian dalam Islam

    Rapper Asal Amerika Ini Temukan Kedamaian dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Aku memiliki segalah hal, ketenaran, uang, wanita , rumah mewah dan semua yang diinginkan dalam hidup. Tapi aku masih saja tidak senang. Aku tak dapat menemukan kedamaian jiwa,” ujar Mutah Beale Wassin Shabazz, seorang anggota grup hip-hop Outlaw binaan rapper ternama Amerika,Tupac Shakur. Ketenaran dan kekayaan tak membuat rapper dengan nama panggung Naopleon itu bahagia. […]

  • DPRD Desak KPU Madina Ubah Jadwal Coblos Ulang

    DPRD Desak KPU Madina Ubah Jadwal Coblos Ulang

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah jadwal coblos ulang pilkada yang ditetapkan pada Rabu (20/04/2011) mendatang karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). “Kita minta KPU segera mengubah jadwal itu, mereka harus secepatnya melakukan pertemuan maupun menyurati KPU Provsu dan KPU Pusat,” ujar Iskandar […]

expand_less