Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Mencari Realitas Budaya Adiluhung Madina: “Buruk Muka Cermin Dibelah?”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
  • print Cetak

 

Oleh : Bayo Nasution

Setiap daerah terbentuk dan berkembang dengan sejarahnya sendiri. Seperti yang lain, Madina menyimpan begitu banyak bukti-bukti historis. Pertanyannya: Apakah Madina memiliki sejarahnya sendiri, sehingga sejarah itu bisa diperlakukan sebagai satu modal tersendiri untuk menjadi kabupaten yang maju dan makmur? Jawabannya, sudah barang tentu. Sejumlah artepak yang masih ditemukan merujuk pada masa-masa gemilang.

Bahkan, sejumlah simpul-budaya tetap menjadi masyarakat adat dan mempertahankan keberlangsungan sistem dan nilai-nilai budayanya. Sebut saja tatanan sosial berupa adat dalian natolu yang terdiri dari unsur: mora, kahanggi dan anak boru. Dalam dinamika sosial, mora berperan sebagai born protector (pengayom sejati) bagi pihak yang berberan sebagai anak boru.

Di konteks sosial yang berbeda, keluarga pihak mora justru berganti peran menjadi anak boru. Karena itulah, masyarakat Mandailing memiliki kemandirian yang kokoh. Penerapan nilai-nilai budaya patrinelineal itu bahkan melingkupi hingga ke luar daerah administratif Madina. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, menggambarkan, "Peta budaya orang mandailing sesungguhnya jauh lebih luas jika dibandingkan dengan dengan peta administrasi Madina." Begitu juga hirarki kelembagaan namora natoras, harajaon, haguruan dan hatobangan masih hidup dalam masyarakat Madina.

Manajemen kepemimpinan dan metode-metode pengambilan keputusan kolektif, seperti musyawarah atau marpokat, markotan dan lain-lain yang lebih teknis masih eksis dengan beberapa variannya. Pranata-pranata tradisional itu memang tetap eksis di tengah-tengah masyarakat Madina. Akan tetapi, belum dimanfaatkan secara formal dalam kegiatan pembangunan daerah. Potensi ini justeru digerakkan dalam kegiatan politik praktis, seperti Pemilu Legislatif dan Pilkada.

Fakta-fakta baru juga masih terus bermunculan sebagai bukti bahwa sejarah budaya Mandailing Natal tidak hanya berkembang merambat secara perlahan dari titik kekuasaan utama di Panyabunga Tonga, Hutasiantar, Pidoli dan Gunung Tua, tapi juga secara sporadis melompat (ekspansif) ke daerah pesisir Batang Natal, Air Bangis di Kabupaten Pasaman (Sumbar), Sidaludalu di Kota Pinang, Labuhan Batu, Langkat, Kisaran, Medan dan juga hingga Semenanjung Malaysia.

Munculnya sejumlah kepala daerah bermarga Mandailing di luar Madina pasca-otonomi daerah, seperti Kabupaten Pasaman merupakan pertanda bahwa nilai-nilai budaya masyarakat Mandailing telah berkembang sejak lama di luar Madina. Begitu juga kemudian mengemuka frame adat "Mandailing Malaysia dan Indonesia" dalam beberapa akronim seperti LAMA, MMI dan IMAMI, seiring dengan pengakuan pemerintah Malaysia atas seni budaya Gordang Sambilan dan tarian tortor.

Di senjakala sejarah itu, Mandailing sempat menjalin kontak dengan Kerajaan Mataram dan Sriwijaya. Bahkan, Mpu Prapanca menuliskan dalam buku "Negarakertagama" pada 1365 bahwa Mandailing merupakan bagian penting dari Nusantara. Tak terbantahkan, sejarah telah mencatat cikal-bakal Madina merupakan suatu guratan budaya yang adiluhung.

Karena itu, jika nilai-nilai historik dari sisi budaya itu dapat dihadirkan kembali dalam frame kehidupan modern, tentu Madina memiliki modal pembangunan yang lebih dari cukup. Inilah Madina yang juga menggeliat kuat untuk berprogres gesit secara signifikan bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas kesejahteraannya senapas dengan visi: "Terwujudnya Masyarakat Mandailing Natal yang Religius, Cerdas, Sehat, Maju dan Sejahtera."

Saat ini, menjelang HUT ke-16, tak perlu dulu menjawab: sejauh mana capaian Pemkab Madina. Jika tak becus menciptakan progres seirama dengan modal sejarah sehebat itu, Pemkab dan DPRD Madina memang perlu berkaca. Jika tampak wajah buruk di kaca, janganlah kaca dibelah.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Desa di Rock Balancing

    Dana Desa di Rock Balancing

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mengapa belum banyak terdengar kepala desa yang dipenjara akibat dugaan korupsi uang Dana Desa ? Mengapa kepala desa belum banyak terdengar ditangkap gara-gara dugaan korupsi uang Dana Desa? Bukankah sudah banyak pengaduan dari masyarakat kepada Inspektorat? Bahkan unjukrasa sudah berkali-kali. Kok tak banyak kabar tindaklanjutnya? Pertanyaan ini menggema di desa-desa. Memang sejumlah kepala desa […]

  • Fahrizal: Bupati Berwenang Cabut Izin Perusahaan Yang Mengancam Nyawa Warga

    Fahrizal: Bupati Berwenang Cabut Izin Perusahaan Yang Mengancam Nyawa Warga

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) — Anggota DPRD Sumatera Utara H. Fahrizal Efendi Nasution, SH berpendapat bupati berwenang mencabut izin operasioal satu perusahaan berdasar ketentuan tertentu. Ketentuan itu, apabila suatu perusahaan gagal menjaga lingkungan hidup, mengancam kesehatan warga, serta keselamatan jiwa masyarakat sekitar. Itu diungkap Fahrizal, Minggu petang (2/10/2022) mengamati PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) […]

  • Keterangan Saksi Tidak Sesuai BAP

    Keterangan Saksi Tidak Sesuai BAP

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang lanjutan empat terdakwa pengisap ganja, Heriansyah Hanzali Dalimunthe (PNS), Dedek Ispansyah (PNS), Edi Syahputra (wiraswasta) dan Samsuddin Batubara alias Manambin kembali (pemilik warung), kembali digelar di Pengadilan Negeri Panyabungan, Kamis (02/12/2010). Agenda persidangan mendengarkan keterangan saksi. Dua orang saksi yang dimintai keterangan yaitu Dedi dan Fahri. Keduanya termasuk dalam kedelapan orang yang diciduk […]

  • Penundaan LKPJ Bupati Diduga Gara-Gara Proyek PU

    Penundaan LKPJ Bupati Diduga Gara-Gara Proyek PU

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Akhirnya nasib pembahasan LKPJ Bupati Madina terkatung-katung. DPRD Madina telah menetapkan penundaan pembahasannya sampai waktu yang tak ditentukan. Beredar kabar bahwa keengganan pihak DPRD bersedia membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati tahun 2013 akibat belum tuntasanya negosiasi jatah borongan proyek fisik pemerintah untuk para anggota DPRD Mandailing Natal (Madina). Penetapan penundaan pembahasan […]

  • Madina Darurat Narkoba, Korupsi dan Krisis Kepemimpinan

    Madina Darurat Narkoba, Korupsi dan Krisis Kepemimpinan

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Saat ini Indonesia darurat Narkoba. Khusus Madina merupakan salah satu produsen narkoba jenis Ganja, bak menanam padi, habis panen ditanam lagi. Beruntung jika yang manennya Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat TNI dan Kepolisian, hasil panen tidak sempat beredar, tapi yang berbahaya jika yang memanennya petani ganja itu sendiri. Itu diungkapkan […]

  • Tak Lampirkan Print Out, Surat Lamaran CPNS Ditolak

    Tak Lampirkan Print Out, Surat Lamaran CPNS Ditolak

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Seluruh pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang mengirimkan berkas lamaran tanpa melampirkan print out atau registerasi lewat internet, maka surat lamaran ditolak. “Tanpa print out itu berkas lamaran ditolak dan akan dikirim balasan surat lamarannya melalui Kantor Pos,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Madina, […]

expand_less