Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Seputar 2 Ditikam 1 Tertembak saat Kibotan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
  • print Cetak

Sepakat Damai
Aksi solidaritas warga Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, patut ditiru. Betapa tidak, sekitar 350 keluarga di sana rela merogoh kocek untuk membayar biaya rumah sakit korban penikaman dan penembakan saat kibotan, beberapa malam lalu. Di sisi lain, warga di dua desa tersebut belum mencapai kata sepakat untuk perdamaian.
Menurut Tokoh Pemuda Desa Gunung Baringin, Abdul Kholiq, aksi solidaritas itu dilakukan karena masyarakat prihatin dengan apa yang dialami ketiga warganya. Untuk itu, masyarakat rela membayar Rp50 ribu setiap rumah tangga untuk membiayai korban.
“Kamis sore (8/9), seluruh masyarakat telah melakukan musyawarah mengenai kejadian malam itu. Hasilnya, masyarakat akan menanggung biaya perobatan dan perawatan ketiga warga yang menjadi korban. Setiap keluarga membayar Rp50 ribu. Pembayaran boleh dicicil dua kali,” sebut Kholiq.
Kholid menambahkan, warga juga telah melakukan musyawarah antara tokoh masyarakat Desa Gunung Baringin dengan tokoh masyarakat Huta Tua, Jumat (9/9). Mereka sepakat mengungkap dan menangkap pelaku penusukan dan penembakan, sekilgus memberikan informasi mengenai ketiga orang korban. Namun, bagaimana tindak lanjutnya belum ada kata sepakat.
“Tokoh masyarakat Huta Tua telah datang ke desa kami untuk bermusyawarah mengenai kejadian itu. Namun, belum ada kesepakatan mengenai perdamaian tetapi dalam musyawarah yang dihadiri muspika kecamatan Timut. Mereka mengaku siap untuk membantu tugas polisi dalam mengungkap siapa pelakunya,” tambah Kholiq.
Sejumlah warga Desa Gunung Baringin kepada METRO mengaku, masih khawatir dan takut serta masih trauma atas kejadian yang dialami 3 warganya. Warga berharap polisi agar bekerja maksimal untuk menuntaskan kasus ini. “Kami minta pelaku penikaman dan penembakan segera ditangkap. Kami masih takut dan resah karena ada kemungkinan serangan susulan,” ujar Kasman.
Ketakutan warga, ungkap Kasman, berawal dari teriakan dari warga desa Huta Tua pada saat kejadian Rabu malam lalu yang mengatakan mereka akan melakukan serangan terhadap Desa Gunung Baringin.
“Malam itu kami sempat diancam dengan kalimat mereka akan menyerang dan membunuh kami. Ketakutan kami bertambah karena warga Huta Tua kami ketahui memiliki senjata api,” sebutnya.
Hingga saat ini, belum ada yang berangkat ke ladang dan sawah masing-masing. Alasannya, mereka takut warga Huta Tua menyebar dan sembunyi di hutan. Di mana letak geografis Desa Gunung Baringin itu dihimpit dua hutan dari arah selatan dan utara.
“Tadi dalam rapat warga mengaku takut untuk keluar dari desa. Sebab, dikhawatirkan warga Huta Tua termasuk para pelaku sembunyi di hutan dan bisa saja mereka menambahi korban, dan warga saat ini memilih untuk tetap ngumpul di desa,” tambahnya.
Di tempat terpisah Nur Asyuroh yakni istri dari Denin Lubis salah seorang korban penikaman mengatakan, keluarganya berharap agar pelaku penikaman suaminya itu segera ditangkap dan dihukum seberat mungkin.
Karena, malam itu suaminya berangkat dari rumah untuk menonton hiburan rakyat dan tiba-tiba ada keributan yang berujung suaminya Denin Lubis terkena benda tajam di bagian pinggangnya.
“Hiburan kibot itu sudah biasa di desa kami setiap tahun, dan suami saya saat itu berangkat seperti warga lainnya untuk menonton. Pengakuan suami saya dia hanya menonton di bawah panggung tiba-tiba terjadi perkelahian dan kerumunan orang akhirnya suami saya menjadi salah satu korban penusukan,” tandasnya.
Korban Masih Dirawat
Muhammad Maksum Nasution (30), korban penembakan di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Kamis (8/9) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari lalu, masih dirawat di Rumah Sakit Mata, Kota Psp.
Dokter yang menangani korban, dr Tambar Bangun, kepada METRO, Jumat (9/9) mengatakan, usai dioperasi kondisi korban mulai membaik.
Ditegaskannya, akibat penembakan tersebut, mata sebelah kiri korban pecah dan tidak berfungsi lagi, makanya dilakukan operasi. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, korban hanya mengalami kerusakan pada mata kiri dan tidak ada ditemukan gangguan kesehatan lainnya.
“Operasi berjalan lancar, mata kiri korban sudah tidak bisa digunakan lagi alias pecah karena terkena tembakan, makanya kita operasi,” jelasnya.
Dikatakannya korban direncanakan akan pulang ke kampungnya, Sabtu (10/9) dan akan menjalani pengobatan rawat jalan, karena kondisinya sudah memungkinkan. “Kondisinya sudah membaik. Kondisinya sudah mulai membaik. Korban masih dirawat, rencananya, besok (hari ini) akan pulang ke kampungnya. Selanjutnya, menjalani rawat jalan,” ucapnya.  (phn/wan)

Polisi Kantongi Nama Pelaku
Polres Madina telah mengantongi sejumlah nama-nama yang diduga sebagai pelaku penikaman terhadap dua warga Gunung Baringin dan penembakan seorang warga lainnya. Ini sesuai hasil pengembangan dan penyelidikan serta pemeriksaan saksi-saksi.
Namun, kepolisian belum bisa mengungkap nama-nama tersebut ke publik. Sebab, pihak Polres Madina masih melakukan pencarian. Menurut informasi, sebagian besar warga Desa Huta Tua saat ini tidak berada di desa tersebut.
“Kita telah mengantongi nama-nama pelaku. Jumlah pelaku akan diketahui setelah ada pemeriksaan terhadap yang diduga pelaku tersebut. Artinya, saat ini kita masih terus di lapangan,” ujar Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe, Jumat (9/9).
Dilanjutkan AKBP Fauzi, hingga hari ini (kemarin), pihaknya belum mengamankan barang bukti yang digunakan untuk menikam dan menembak korban. Karena, pelaku setelah membawa benda yang digunakan tersebut. ”Barang bukti belum ada kita amankan karena pelakunya langsung membawa lari. Tetapi, saya optimis kasus ini akan bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Sementara itu, 25 personel Polres Madina ditambah aparat Polsek Panyabungan tetap siaga di Desa Gunung Baringin dengan sebagian menggunakan senjata lengkap. Hal ini dilakukan atas kondisi masyarakat yang masih takut akan kemungkinan adanya serangan dari warga Desa Huta Tua.
Kapolres meyakinkan, pihaknya akan memberikan perlindungan maksimal terhadap masyarakat. “Saya sudah perintahkan anggota untuk terus berjaga di Gunung Baringin hingga waktu yang belum ditentukan, tergantung situasi di lapangan,” pungkasnya. (wan)

Sumber : metrosiantar

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 1)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Peliput : Holik Nasution Editor : Dahlan Batubara

  • Pemilukada Ulang Madina diharapkan tahun 2010

    Pemilukada Ulang Madina diharapkan tahun 2010

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelaksanaan Pemilu-kada ulang Mandailing Natal diharapkan tetap tahun 2010 dan tidak menunggu sampai tahun 2011. Pemkab Madina diharapkan agar segera mengupayakan alokasi dana di tahun 2010 dan kepada Kpud Madina agar menetapkan Jadwal Pilkada ulang. Hal ini di sampaikan Anggota DPRD Madina H.M Jafar Suhkairi dari Fraksi PKB dalam pandangan fraksi LKPJ akhir masa Bupati […]

  • Seluruh Desa di Batang Natal Diminta Bentuk Pengurus Air Bersih

    Seluruh Desa di Batang Natal Diminta Bentuk Pengurus Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 27 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal dihimbau membentuk pengurus air bersih. Pengurus air bersih itu mutlak diperlukan agar kegiatan pemeliharaan sarana air bersih tetap berlangsung secara kontiniu. Sejauh ini 95 persen dari 30 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Batang Natal sudah memiliki sarana air bersih. […]

  • KPK dukung tim independen kasus Novel

    KPK dukung tim independen kasus Novel

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Komisi Pemberantasan Korupsi mendukung pembentukan tim independen atas tuduhan terhadap Novel Baswedan dalam kasus penganiayaan berat. Saat ini, posisi Novel tidak berubah, baik sebagai penyidik di KPK maupun ketua salah satu tim penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas Polri. ”Kalau ada tim independen, itu bisa menjadi semacam […]

  • Ketua DPD Hanura Sumut Tersandung Kasus Asusila

    Ketua DPD Hanura Sumut Tersandung Kasus Asusila

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara H Zulkifli Siregar (ZS) tersandung kasus asusila. Pria 56 tahun itu diadukan ke Mapolresta Siantar Sabtu (5/3) malam dengan sangkaan melakukan pelecehan seksual kepada Ade Trianingsih (19) di Hall Laponta Siantar Hotel, Sabtu (26/2) sekira pukul 02.00WIB. Informasi yang berhasil di peroleh dari berbagai sumber menyebutkan, Zulkifli berada […]

  • Mari Tepuk Tangan! Polda Sultra Gagalkan Pembalakan 2700 Batang Kayu

    Mari Tepuk Tangan! Polda Sultra Gagalkan Pembalakan 2700 Batang Kayu

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KENDARI – Polda Sulawesi Utara tancap gas memberantas aksi illegal logging. Rabu (25/11) kemarin, polisi berhasil mengamankan satu unit KLM Cahaya Satriani, GT 138 yang mengangkut 300 kubik atau 2700 batang kayu diduga hasil pembalakan liar dari Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara. Penangkapan itu dilakukan di pesisir Pantai Pasir Putih, Desa Damai Loborona, […]

expand_less