Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
  • print Cetak

Mangaraja Martua Hasibuan dan Hidayat Hasibuan usai wawancara dengan Mandailing Online di cafe Hotel Rindang, Panyabungan, Senin (19/8/2019)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu, Mandailing Natal angkat bicara soal pembukaan jalan dari jembatan Muara Sada menuju bendungan Batu Tunggal.

“Bupati tidak pernah menyentuh tanah masyarakat, tetapi hanya merapikan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Muara Sada,” ungkap Hidayat Hasibuan didampingi Ketua Dewan Kelurahan Simangambat, Mangaraja Martua Hasibuan kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (19/8/2019).

Itu diungkapkan Hidayat Hasibuan meresfon adanya gugatan 3 warga Kelurahan Simangambat sebesar sekitar 811 juta rupiah kepada bupati Madina sebagai ganti rugi atas penumbangan pohon-pohon karet milik petani di sepanjang jalan yang dibangun.

Artikel terkait baca : Pohon Karet Ditebang, Warga Simangambat Gugat Oknum Bupati Madina

Menurut Hidayat Hasibuan, garis sempadan sungai merupakan jalur hijau yang ditetapkan negara. “Sekitar 150 meter dari garis tengah sungai,” katanya.

Hidayat mengungkapkan, dari 8 warga yang mengaku pemilik lahan di jalur pembukaan jalan, 4 orang sudah menerima bibit tanaman yang dibutuhkan. Sedangkan 1 orang masih dalam proses bantuan bibit.

“Dan 3 orang ngotot seakan-akan DAS itu milik mereka. Dan menempuh jalur gugatan ke pengadilan,” kata Hidayat Hasibuan.

Jalan yang dibuka itu, lanjut Hidayat, jalan di sepanjang tepian sungai itu selain sebagai akses jalan menuju bendungan, juga bermanfaat bagi petani sebagai upaya mempermudah menuju kebun.

Hidayat menyatakan, Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga telah merencanakan akan membangun dek di sepanjang pinggiran sungai ini, dimana saat ini sedang dilakukan pengukuran oleh pihak Pengairan Sumut.

Pembangunan bendungan Batu Tunggal di Sungai Muara Sada, menurut Hidayat bertujuan meningkatkan debit air bagi persawahan di Kelurahan Simangambat.

Ketika pembangunan bendungan itu selesai tahun lalu telah mampu mengairi sekitar 960 hektar hamparan sawah. Juga meningkatkan aliran air bersih ke tiga masjid di kelurahan itu, yakni Masjid Al Abror, masjid Taqwa dan masjid Al Ikhsan. Termasuk juga aliran air berish ke sejumlah musolla kaum ibu.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6.000 Ton Beras Segera Masuk ke Sumut

    6.000 Ton Beras Segera Masuk ke Sumut

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – 6.000 ton beras Public Service Obligation (PSO) asal Jawa Timur akan segera memasuki Sumatera Utara untuk memperkuat stok beras Bulog. “Dengan akan masuknya beras dari Jatim sebanyak 6.000 ton dalam pekan ini, maka stok Bulog Sumut akan bertambah menjadi 30.000 ton,” kata Humas Bulog Sumut, Rudi Adylin, di Medan, (7/4). ini. Stok beras […]

  • Pedagang Pupuk: Sudah 3 Bulan Pupuk Tak Datang

    Pedagang Pupuk: Sudah 3 Bulan Pupuk Tak Datang

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelangkaan pupuk bersubsidi zenis ZA dan Ponska di Mandailing Natal (Madina) diakui pihak pedagang kebenarannya. Aswin, seorang penjual pupuk dan obat-obatan pertanian di Panyabungan menyatakan, Jum’at (25/10/2013) bahwa sudah 3 bulan terakhir pupuk ZA dan Ponska tidak masuk. “Jadi ada kelangkaan. Kita dengar informasi bahwa ada kekosongan barang, dan sudah banyak […]

  • PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Z Pengaduan Lubis Demikianlah keberadaannya adat-istiadat dalam kehidupan masyarakat Mandailing sejak pra-kolonial sampai sekarang. Dan untuk membuat aktifitas kehidupan masyarakat berjalan teratur seperti yang dikehendaki oleh adat sebagai penjelmaan olong (cinta dan kasih sayang), maka pada masa lalu di setiap komunis huta terdapat satu lembaga yang menjalankan pemerintahan. Dalam lembaga pemerintahan tersebut duduk tokoh-tokoh […]

  • 2 Truk Terperosok Macet 33 Jam

    2 Truk Terperosok Macet 33 Jam

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Dua truk over tonase bermuatan kayu dan cangkang kelapa sawit terperosok di pinggir jalan tikungan tajam dan tanjakan di perbatasan Desa Tombangkaluang, Batang Natal, Madina. Akibatnya arus lalu-lintas macet sekitar 33 jam. Informasi dihimpun METRO, dua truk tersebut melintas dari arah berlawanan, Rabu (10/8) malam sekira pukul 19.00 WIB. Truk bermuatan kayu datang dari […]

  • Bahaya Terlalu Banyak Bersumpah

    Bahaya Terlalu Banyak Bersumpah

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Perseteruan Eyang Subur versus Adi Bing Slamet-Arya Wiguna membuat heboh jagat hiburan tanah air. Tayangan infotainment secara massif berhasil menyihir masyarakat. Banyak orang meniru dan mengabadikan aksi maki dan umbar aib […]

  • Tanggapi Kantor Desa Tak Berfungsi. Kadis PMD Madina : Rumah Kades Jadi Kantor Desa Tidak Masalah

    Tanggapi Kantor Desa Tak Berfungsi. Kadis PMD Madina : Rumah Kades Jadi Kantor Desa Tidak Masalah

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Terkait tidak difungsikannya kantor desa di Desa Tanjung Julu, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Irsal Pariadi menanggapinya biasa biasa saja. Ia mengaku tidak ada masalah selagi urusan administrasi desa berjalan. “Kondisi kantor yang rusak, kades dipersilahkan melaporkan ke pemkab dan menggunakan fasilitas lain milik desa […]

expand_less