Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Sumatera Tenggara Dibahas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Medan, Rencana pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara sepertinya akan memulai babak baru. Sejumlah tokoh nasional dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) direncanakan akan menggelar pertemuan besok, Sabtu (22/01/2011) di Hotel JW Marriot, Medan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh masyarakat Tabagsel terkait strategi untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut.

Ketua Panitia Pertemuan Chaidir Ritonga mengatakan, pertemuan yang menurut rencana akan digelar selama dua hari tersebut akan dihadiri sedikitnya 60 tokoh masyarakat Tabagsel serta seluruh stakeholder yang ada di kawasan tersebut.

“Pertemuan ini akan membahas berbagai hal, khususnya soal percepatan pembangunan di Tabagsel dengan melibatkan seluruh unsur dan lapisan masyarakat Tabagsel. Tentunya akan ada penyamaan persepsi bahwa sarana percepatan pembangunan tersebut adalah melalui pemekaran,” ucap Chaidir Ritonga di Medan, Jumat (21/01/2011).

Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut ini mengatakan, pertemuan ini akan sangat spesial. Pasalnya, selama ini belum pernah tokoh-tokoh masyarakat Tabagsel bertemu seperti ini. Sehingga dia berharap, hasil pertemuan ini akan sangat strategis khsususnya untuk mempercepat terwujudnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara.

Sejumlah tokoh nasional yang direncanakan akan hadir pada pertemuan tersebut antara lain adalah Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap dua pengacara kondang Adnan Buyung Nasution serta Todung Mulya Lubis, Sekjen Departemen Keuangan Mulia P Nasution, mantan Gubernur BI Arifin Siregar, mantan Dirjen Pajak Ansyari Ritonga, Letjen (Purn) Ahmad Rivai Harahap, politisi senior Golkar Boomer Pasaribu, Prof Panusunan P Lubis, serta Wakil Rektor IPB Prof Dr Hermanto Siregar.

“Selain tokoh-tokoh tersebut, pertemuan ini juga akan dihadiri oleh bupati/walikota dan Ketua DPRD se Tabagsel, anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Tabagsel, serta kalangan akademisi asal Tabagsel,” ujar politisi Golkar Sumut tersebut.

Untuk diketahui, wilayah Tabagsel meliputi 5 kabupaten/kota yang terdiri dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara serta Kota Padang Sidempuan.

Dihubingi secara terpisah, Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap mengatakan, pertemuan ini sangat penting khususnya dalam rangka menyatukan persepsi seluruh masyarakat Tabagsel terkait rencana pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara.

Ketika disinggung soal kendala yang dihadapi untuk pembentukan provinsi baru tersebut, mantan Kajati Sumut ini optimis bahwa pemekaran Sumatera Tenggara sebenarnya hampir sudah tidak ada kendala sehingga tidak ada alasan untuk menunda pembentukan provinsi baru tersebut.

“Rencana pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara sebenarnya sudah layak dan memenuhi persyaratan, mulai dari persyaratan teknis, kewilayahan, sumber daya alam, dan sumber daya manusia. Jika grand design pemekaran yang saat ini digodok di Depdagri selesai, Provinsi Sumatera Tenggara ini akan terus didorong untuk segera dimekarkan dari Sumatera Utara,” terang Chairuman.

Pria asal Gunungtua Padang Lawas Utara ini, berharap dengan pertemuan ini, seluruh tokoh dan masyarakat Tabagsel bisa menyatukan persepsi serta saling bahu-membahu untuk mempercepat pembangunan di Tabagsel. Dia menambahkan secara keseluruhan, pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara sangat-sangat layak, bahkan jauh lebih layak dibanding tiga provinsi baru yang sebelumnya telah dibentuk seperti Provinsi Gorontalo, Sulawesi Barat dan Provinsi Papua Barat.

“Pemekaran Sumatera Tenggara ini murni untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Tabagsel, sehingga jika kelak provinsi baru ini terwujud seluruh masyarakat Tabagsel harus dapat merasakan manfaatnya,” tandas Chairuman.

Sebagai catatan, DPRD Sumut pada November tahun lalu telah memutuskan untuk menunda sidang paripurna dengan agenda rekomendasi pemekaran provinsi, yakni rekomendasi pembentukan Propinsi Tapanuli dan Provinsi Sumatera Tenggara yang sebelumnya telah mendapat dukungan dari DPRD Sumatera Utara.

Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap mengatakan, penundaan tersebut diputuskan setelah Komisi A DPRD Sumut berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri.

“Agar pemekaran kedua wilayah tersebut tidak ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri maka, DPRD Sumut telah memutuskan untuk membentuk Pansus yang akan bekerja untuk mengkaji kembali persyaratan pemekaran sesuai hasil konsultasi dengan Kemendagri,” ujar poitisi PAN ini.

Dia menjelaskan, sesuai hasil konsultasi DPRD Sumut dengan Kemendagri, moratorium pemekaran masih tetap berlaku hingga desain besar pemekaran daerah secara nasional selesai dibahas pemerintah pusat.

Saat konsultasi itu, Kemendagri juga menegaskan bahwa pembentukan daerah baru harus didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No 78/2007 tentang Tata Cara Pembentukan Penghapusan dan Penggabungan Daerah.

Aturan baru ini membuat sejumlah usulan pemekaran, seperti Provinsi Tapanuli (Protap) dan Sumatera Tenggara harus dimulai dari awal lagi, karena usulan pembentukannya semula hanya didasarkan pada PP No 129/2000 yang kemudian direvisi menjadi PP No 78/2007.

Salah satu persyaratan yang belum dipenuhi oleh kedua usulan pemekaran tersebut sesuai revisi PP No 78/2007 itu adalah, usulan pembentukan daerah baru berasal dari Badan Permusyawaratan Desa.

Setelah penundaaan itu, Kamaluddin mengatakan, DPRD Sumut akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas membahas pembentukan Protap dan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra). Kemudian Pansus akan bekerja sesuai dengan arahan yang disampaikan Kemendagri dan kemudian menyampaikan hasil kajiannnya di sidang paripurna DPRD Sumut.

“Pansus yang dibentuk hanya satu, dan langsung membahas kedua usulan pembentukan provinsi itu,” tandas Kamaluddin. (BS-002)
Sumber :

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Madina Habis Bimtek Kades Muncul Bimtek BPD

    Di Madina Habis Bimtek Kades Muncul Bimtek BPD

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Ternyata Dana Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tidak hanya dibuat untuk Bimtek Kepala Desa Saja. Tahap ke III Pencairan dana desa tahun 2023 ini juga dialokasikan anggaran untuk Bimtek BPD ( Badan Permusyawaratan Desa ). Anggarannya mencapai Rp.4000.000/ desa nya. Di Kecamatan Siabu sendiri ada 26 Desa. […]

  • Unit Layanan Paspor di Madina  Berlokasi di Mompang

    Unit Layanan Paspor di Madina Berlokasi di Mompang

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kantor layanan pembuatan paspor (ULP) akan dibuka di Mandailing Natal (Madina). Untuk sementara lokasinya dipastikan berada di kantor UPT Pertanian, Mompang Jae, Panyabungan Utara. Di sebelah gedung Pengadilan Negeri Madina. ULP (Unit Layanan Paspor) ini diproyeksi difungsikan tahun 2020, sedangkan untuk sistem mobile akan dimulai pada Desember 2019 ini. Hal itu […]

  • Didemo Mahasiswa, Kejari Madina Akui Kegiatan Garda Desa Kegiatan Kejaksaan Namun Tidak Tau Anggaran Ditampung di APBDes

    Didemo Mahasiswa, Kejari Madina Akui Kegiatan Garda Desa Kegiatan Kejaksaan Namun Tidak Tau Anggaran Ditampung di APBDes

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Jupri Wandry Banjarnahor, S.H., M.H., selalu Kepala Seksi Intelijen Kejari Madina mengakui  kegiatan garda desa yang dilaksanakan di setiap desa di Madina merupakan kegiatan Kejaksaan Negeri Madina. Namun ia mengaku tidak tahu bahwa kegiatan itu ditampung di APBDes tahun 2025. “Benar itu memang kegiatan kami, tapi soal ditampung di APBDes kami tak […]

  • Bupati Madina: Kami Yang Harus Datangi Ulama

    Bupati Madina: Kami Yang Harus Datangi Ulama

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) –  Bupati Mandailing Natal, H. Muhammaf Jafar Sukhairi Nasution menyatakan bahwa selaku bupati dia yang harus mendatangi ulama. Itu dinyatakannya di hadapan para ulama dan guru-guru agama saat melaksanakan safari Jum’at di masjid Istiqomah, Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Jumat (24/9/2021). “Kami yang harus mendatangi setiap ulama di kampung ini, bukan kami […]

  • Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

    Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*   Ada yang berubah dari denyut operasi narkoba di Mandailing Natal beberapa pekan terakhir. Intensitasnya meningkat, pola geraknya lebih sistematis, dan bahasa resmi aparat mulai terdengar seperti “operasi sapu bersih”, bukan lagi sekadar penindakan rutin. Di permukaan, publik hanya melihat penggerebekan, pembakaran barak, dan parade tersangka. Tapi di balik itu, ada […]

  • Awal Tugas Pjs Bupati Madina

    Awal Tugas Pjs Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Membicarakan Pembangunan Kabupaten Mandailing Natal setelah jabatan H.Amru Daulay.SH dan Drs. H.Hasim Nasution pada tanggal 12 September 2010 lalu berahir dan oleh Gubsu H.Syamsul Arifin.SE memberikan kepercayaan kepada Ir. Aspan sofyan Batubara sebagai Pejabat Sementara bukanlah hal yang mudah dan gampang, karena jika salah mengambil kebijakan akan menimbulkan masalah yang baru di tengah-tengah masyarakat. Karena […]

expand_less