Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis
(Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia)

Bila dan siapa sebenarnya yang membuka Kuala Lumpur masih menjadi soalan yang terbuka.

Pada mulanya dikatakan Yap Ah Loy yang telah mengasaskan Kuala Lumpur. Yang pasti bukan Yap Ah Loy yang membuka Kuala Lumpur kerana dia adalah Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga. Kalau ada orang Cina yang layak dipanggil pengasas Kuala Lumpur tentulah dianya Kapitan Cina Kuala Lumpur yang pertama.

Dalam pusingan kedua, Raja ‘Abdu’llah diiktiraf secara rasmi sebagai ‘pengasas sebenar’ Kuala Lumpur. Raja ‘Abdu’llah yang dikatakan raja Melayu itu sebenarnya adalah raja Bugis dari Riau.

Sebelum Raja ‘Abdu’llah dan Raja Juma’at membuka kelian bijih timah di Ampang pada 1857 dengan pertolongan kuli-kuli Cina upahan mereka, Sutan Puasa sudahpun tinggal dekat dengan Ampang.

Malah menurut Raja Yacob yang bermarga Nasution, pengarang Tarikh Raja Asal dan keluarganya, orang-orang Mandailinglah yang membuka Ampang diketuakan pada awalnya oleh Raja Bernang dan akhirnya Raja Banding.Ini masuk akal kerana pada ketika itu, penduduk yang tinggal di pendalaman negeri Selangor adalah orang-orang dari Sumatra.

Orang-orang Mandailing dan Batu Bara meneroka kawasan pendalaman Hulu Kelang kerana orang-orang Bugis dan Melayu sudah menetap di pesisiran pantai sebelum kurun ke-19 lagi.

Semasa kawasan pelombongan dibuka di sekitar Ampang dan Kuala Lumpur, orang-orang Mandailinglah yang berkelian bijih timah di situ, di samping membuat relau, membeli timah dan berniaga. Raja-raja Bugis memungut cukai dari orang-orang Mandailing di pengkalan-pengkalan sungai.

Malah nama “Ampang” itu sendiri mungkin diambil sempena ampangan yang dibina oleh orang Mandailing dalam kerja-kerja berkelian timah. Air dipakai untuk mengeluarkan bijih dari karang.

Ketika Sutan Puasa di Ampang, anak raja Mandailing itu berurusan dengan pedagang Tionghua Hiu Siew dan rakannya Ah Sze Keledek dari Lukut. Kedua-dua pedagang Tionghua suku Haka itu kemudian pindah ke Ampang setelah diberitahu oleh Sutan Puasa bahawa mereka boleh cepat mengaut untung di Ampang.

Setibanya di Ampang, mereka memilih tempat sebatu jauhnya dari pertemuan Sungai Gombak dan Sungai Kelang sebagai tapak kedai mereka. Ini berlaku kira-kira pada 1859. Muara kedua-dua sungai itulah kemudiannya dipanggil Kuala Lumpur – berlumpur barangkali kerana kerja-kerja berkelian bijih timah di ulu sungai-sungai tersebut.

Jelaslah bahawa Sutan Puasa, Hiu Siew dan Ah Sze Keledek memainkan peranan dalam pembukaan Kuala Lumpur. Hiu Siew kemudiannya menjadi Kapitan Cina Kuala Lumpur yang pertama dengan sokongan Sutan Puasa.

Sebagai “the leading Sumatran trader of Kuala Lumpur” (pedagang utama anak-anak Sumatra di Kuala Lumpur Sutan Puasalah yang memperkenalkan Hiu Siew dan Ah Sze Keledek kepada pengusaha-pengusaha timah Sumatra di Kuala Lumpur.(bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KMM Salurkan Zakat Usaha ke  Angota dan Warga Sekitar

    KMM Salurkan Zakat Usaha ke Angota dan Warga Sekitar

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) telah menyalurkan zakat usaha kepada 41 orang warga yang layak menerimanya pada akhir pekan lalu. Seluruh penerima zakat itu bertempat tinggal di sekitar kantor kas (KK) KMM yang berada di KK Kotanopan, KK Siabu, KK Maga, KK Panyabungan dan dan di sekitar gudang gas LPG […]

  • Syamsul jangan angkat Sekda!

    Syamsul jangan angkat Sekda!

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasca pensiunnya RE. Nainggolan dari jabatannya sebagai Sekretaris Daeraha (Sekda) Sumut, beberapa nama muncul menjadi kandidat penggantinya. Wacana pengangkatan Sekda definitif pun meruak. Namun ada beberapa kalangan yang menilai agar hal ini jangan terburu-buru dilakukan karena status hukum yang dipanggul Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Syamsul Arifin. “Jika dipaksakan penetapan Setdapropsu bisa `bumerang` di […]

  • Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga 4 Desa bersama camat, Danramil dan Polsek Muara Soma kembali melakukan peninjauan lahan adat yang dikuasi PT. PSU di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina). Laha-lahan tersebut telah ditanami sawit oleh PT. PSU (PT.Perkebunan Sumatera Utara), padahal lahan-lahan itu sudah bersertifikat atas nama masyarakat. Ke-empat desa itu adalah Desa […]

  • Polri: Tak ada penjemputan paksa

    Polri: Tak ada penjemputan paksa

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kepada Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Aliyus membantah telah mengirimkan personel Provos ke KPK untuk menjemput paksa lima anggotanya yang bertahan menjadi penyidik di KPK. Berdasar pesan singkat yang diterima Republika, Jumat (5/10), Suhardi menyatakan telah menelpon langsung Karo Provos. “Tidak Benar. Baru saja saya menelpon Karo Provos yang sudah […]

  • Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Panen raya padi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal membuat penyedia jasa mesin perontok padi kebanjiran orderan. Mursal salah satunya, selama sepekan terakhir, mesin perontok padi miliknya selalu dapat orderan. “Jasa yang harus dibayar petani dihitung per kaleng hasil panen padi yakni 4000 rupiah. Dalam satu hari bisa empat areal sawah yang […]

  • Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta

    Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan|| Mandailing Online – Meski berstatus desa tertinggal, Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan, dari data yang diperoleh dari laman kementerian desa baru merealisasikan Dana Desa thun 2025 sebesar Rp571,3 juta dari total pagu Rp894 juta. Serapan anggaran itu setara 63,9%. Penyaluran dilakukan dua tahap. Tahap Satu Rp428,8 juta (75,06%) dan Tahap Dua Rp142,4 juta (24,94%). […]

expand_less