Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis
(Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia)

Bila dan siapa sebenarnya yang membuka Kuala Lumpur masih menjadi soalan yang terbuka.

Pada mulanya dikatakan Yap Ah Loy yang telah mengasaskan Kuala Lumpur. Yang pasti bukan Yap Ah Loy yang membuka Kuala Lumpur kerana dia adalah Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga. Kalau ada orang Cina yang layak dipanggil pengasas Kuala Lumpur tentulah dianya Kapitan Cina Kuala Lumpur yang pertama.

Dalam pusingan kedua, Raja ‘Abdu’llah diiktiraf secara rasmi sebagai ‘pengasas sebenar’ Kuala Lumpur. Raja ‘Abdu’llah yang dikatakan raja Melayu itu sebenarnya adalah raja Bugis dari Riau.

Sebelum Raja ‘Abdu’llah dan Raja Juma’at membuka kelian bijih timah di Ampang pada 1857 dengan pertolongan kuli-kuli Cina upahan mereka, Sutan Puasa sudahpun tinggal dekat dengan Ampang.

Malah menurut Raja Yacob yang bermarga Nasution, pengarang Tarikh Raja Asal dan keluarganya, orang-orang Mandailinglah yang membuka Ampang diketuakan pada awalnya oleh Raja Bernang dan akhirnya Raja Banding.Ini masuk akal kerana pada ketika itu, penduduk yang tinggal di pendalaman negeri Selangor adalah orang-orang dari Sumatra.

Orang-orang Mandailing dan Batu Bara meneroka kawasan pendalaman Hulu Kelang kerana orang-orang Bugis dan Melayu sudah menetap di pesisiran pantai sebelum kurun ke-19 lagi.

Semasa kawasan pelombongan dibuka di sekitar Ampang dan Kuala Lumpur, orang-orang Mandailinglah yang berkelian bijih timah di situ, di samping membuat relau, membeli timah dan berniaga. Raja-raja Bugis memungut cukai dari orang-orang Mandailing di pengkalan-pengkalan sungai.

Malah nama “Ampang” itu sendiri mungkin diambil sempena ampangan yang dibina oleh orang Mandailing dalam kerja-kerja berkelian timah. Air dipakai untuk mengeluarkan bijih dari karang.

Ketika Sutan Puasa di Ampang, anak raja Mandailing itu berurusan dengan pedagang Tionghua Hiu Siew dan rakannya Ah Sze Keledek dari Lukut. Kedua-dua pedagang Tionghua suku Haka itu kemudian pindah ke Ampang setelah diberitahu oleh Sutan Puasa bahawa mereka boleh cepat mengaut untung di Ampang.

Setibanya di Ampang, mereka memilih tempat sebatu jauhnya dari pertemuan Sungai Gombak dan Sungai Kelang sebagai tapak kedai mereka. Ini berlaku kira-kira pada 1859. Muara kedua-dua sungai itulah kemudiannya dipanggil Kuala Lumpur – berlumpur barangkali kerana kerja-kerja berkelian bijih timah di ulu sungai-sungai tersebut.

Jelaslah bahawa Sutan Puasa, Hiu Siew dan Ah Sze Keledek memainkan peranan dalam pembukaan Kuala Lumpur. Hiu Siew kemudiannya menjadi Kapitan Cina Kuala Lumpur yang pertama dengan sokongan Sutan Puasa.

Sebagai “the leading Sumatran trader of Kuala Lumpur” (pedagang utama anak-anak Sumatra di Kuala Lumpur Sutan Puasalah yang memperkenalkan Hiu Siew dan Ah Sze Keledek kepada pengusaha-pengusaha timah Sumatra di Kuala Lumpur.(bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adi Mansar: Pencabutan Izin SMGP Mutlak Kewenangan Pemerintah Pusat

    Adi Mansar: Pencabutan Izin SMGP Mutlak Kewenangan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Praktisi Hukum DR. Adi Mansar menyatakan pemerintah daerah tidak punya kewenangan mencabut izin usaha panas bumi PT SMGP. Itu ditegaskan Adi Mansar menjawab wartawan, Senin (3/10/2022) via aplkasi WhatsAap. Ketentuan itu jelas termaktub di UU No. 21/2014 Tentang Panas Bumi Jo. PP No. 7/2017 Tentang Panas Bumi Untuk Pemanfaatan Tidak Langsung. […]

  • Penyidik Segera Jemput Paksa Mantan Walikota Binjai

    Penyidik Segera Jemput Paksa Mantan Walikota Binjai

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mantan Wali kota Binjai Ali Umri yang statusnya masih sebagai saksi dalam dugaan kasus tindak pindana korupsi di Komita Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Binjai enggan memenuhi panggilan polisi. Polisipun diketahui sudah membentuk tim khusus yang menyebar di sejumlah daerah untuk memantau dan mencari Ali Umri. Tak ayal, Polda Sumut mengatakan segera menjemput paksa […]

  • Puluhan Siswa Kemala Bayangkari Kesurupan

    Puluhan Siswa Kemala Bayangkari Kesurupan

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Puluhan siswa-siswi kelas delapan dan sebelas SMA dan SMP Kemala Bhayangkari Jalan Wahid Hasyim Medan kesurupan. Pelajar yang kebanyakan perempuan itu berteriak dan menjambak rambutnya sendiri. Kejadian ini berlangsung sejak Rabu (3/11) sekira pukul 10.00 WIB. Berdasar pantauan MedanBisnis, hingga pukul 14.00 WIB, masih terdengar teriakan siswa-siswi yang kesurupan. Padahal, pihak sekolah sudah mendatangkan […]

  • Jenazah Nur Mainah Ditemukan, TNI Salurkan Bantuan

    Jenazah Nur Mainah Ditemukan, TNI Salurkan Bantuan

    • calendar_month Kamis, 27 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Jenazah Nur Mainah (52) akhirnya ditemukan, Kamis (27/4/2017). Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan warga menemukan jenazahnya di Sungai Batang Gadis, titik Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan berjarak sekira 40 kilo meter dari titik hanyut. Almarhumah dilaporkan hanyut pada Rabu setelah terseret banjir bandang di jalur Sungai Aek […]

  • Asset Pemerintah Dirusak, Kades Jambur Baru di Madina Terancam Sangsi Pidana

    Asset Pemerintah Dirusak, Kades Jambur Baru di Madina Terancam Sangsi Pidana

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online ) – Aset pemerintah daerah di Desa Jambur Baru, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dirusak oleh Kepala Desa Jambur Baru, Riswan Haedy. Proyek pembangunan jalan lingkungan tahun 2022 senilai Rp.147.674.010 tersebut dirusak tanpa mempertimbangkan konteks dan keadaan yang ada. Menurut sumber yang minta identitasnya dirahasiakan, pengrusakan proyek jalan lingkungan itu diduga […]

  • Pasokan Terbatas, Harga Beras Mahal

    Pasokan Terbatas, Harga Beras Mahal

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Harga berbagai jenis di Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, mahal. Dalam sebulan terakhir harga beras bertahan sekitar Rp160 ribu per kaleng (16 kg). Padahal, akhir Desember harga beras masih Rp140 ribu per kaleng. Menurut sejumlah pedagang, harga beras yang mahal dipicu pasokan gabah dari petani di wilayah Sipirok terbatas. Pasokan terbatas disebabkan petani […]

expand_less