Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis
(Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia)

Bila dan siapa sebenarnya yang membuka Kuala Lumpur masih menjadi soalan yang terbuka.

Pada mulanya dikatakan Yap Ah Loy yang telah mengasaskan Kuala Lumpur. Yang pasti bukan Yap Ah Loy yang membuka Kuala Lumpur kerana dia adalah Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga. Kalau ada orang Cina yang layak dipanggil pengasas Kuala Lumpur tentulah dianya Kapitan Cina Kuala Lumpur yang pertama.

Dalam pusingan kedua, Raja ‘Abdu’llah diiktiraf secara rasmi sebagai ‘pengasas sebenar’ Kuala Lumpur. Raja ‘Abdu’llah yang dikatakan raja Melayu itu sebenarnya adalah raja Bugis dari Riau.

Sebelum Raja ‘Abdu’llah dan Raja Juma’at membuka kelian bijih timah di Ampang pada 1857 dengan pertolongan kuli-kuli Cina upahan mereka, Sutan Puasa sudahpun tinggal dekat dengan Ampang.

Malah menurut Raja Yacob yang bermarga Nasution, pengarang Tarikh Raja Asal dan keluarganya, orang-orang Mandailinglah yang membuka Ampang diketuakan pada awalnya oleh Raja Bernang dan akhirnya Raja Banding.Ini masuk akal kerana pada ketika itu, penduduk yang tinggal di pendalaman negeri Selangor adalah orang-orang dari Sumatra.

Orang-orang Mandailing dan Batu Bara meneroka kawasan pendalaman Hulu Kelang kerana orang-orang Bugis dan Melayu sudah menetap di pesisiran pantai sebelum kurun ke-19 lagi.

Semasa kawasan pelombongan dibuka di sekitar Ampang dan Kuala Lumpur, orang-orang Mandailinglah yang berkelian bijih timah di situ, di samping membuat relau, membeli timah dan berniaga. Raja-raja Bugis memungut cukai dari orang-orang Mandailing di pengkalan-pengkalan sungai.

Malah nama “Ampang” itu sendiri mungkin diambil sempena ampangan yang dibina oleh orang Mandailing dalam kerja-kerja berkelian timah. Air dipakai untuk mengeluarkan bijih dari karang.

Ketika Sutan Puasa di Ampang, anak raja Mandailing itu berurusan dengan pedagang Tionghua Hiu Siew dan rakannya Ah Sze Keledek dari Lukut. Kedua-dua pedagang Tionghua suku Haka itu kemudian pindah ke Ampang setelah diberitahu oleh Sutan Puasa bahawa mereka boleh cepat mengaut untung di Ampang.

Setibanya di Ampang, mereka memilih tempat sebatu jauhnya dari pertemuan Sungai Gombak dan Sungai Kelang sebagai tapak kedai mereka. Ini berlaku kira-kira pada 1859. Muara kedua-dua sungai itulah kemudiannya dipanggil Kuala Lumpur – berlumpur barangkali kerana kerja-kerja berkelian bijih timah di ulu sungai-sungai tersebut.

Jelaslah bahawa Sutan Puasa, Hiu Siew dan Ah Sze Keledek memainkan peranan dalam pembukaan Kuala Lumpur. Hiu Siew kemudiannya menjadi Kapitan Cina Kuala Lumpur yang pertama dengan sokongan Sutan Puasa.

Sebagai “the leading Sumatran trader of Kuala Lumpur” (pedagang utama anak-anak Sumatra di Kuala Lumpur Sutan Puasalah yang memperkenalkan Hiu Siew dan Ah Sze Keledek kepada pengusaha-pengusaha timah Sumatra di Kuala Lumpur.(bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sibolga

    Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sibolga

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    JAKARTA, – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wijaya Corruption Watch (WCW) Provinsi Sumatera Utara, akan kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (5/8). Langkah tersebut ditempuh untuk menyampaikan sejumlah bukti tambahan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) Sibolga. “Untuk yang keenam kalinya mungkin Senin (5/8) kita akan kembali mendatangi KPK. Kita […]

  • Harga Udang Masih Tinggi

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN.(Mandailing Online) – Harga udang di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Madina masih tinggi dalam dua bulan terakhir. Tingginya harga ini dipicu minimnya tangkapan nelayan akibat musim hujan, terang bulan. Selain itu, para nelayan sering enggan melaut khawatir adanya badai. Sementara permintaan masyarakat terhadap udang tetap tinggi. Pantauan harga di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (28/5/2013), udang […]

  • Sekda Lepas Keberangkatan 4 Calhaj Susulan

    Sekda Lepas Keberangkatan 4 Calhaj Susulan

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah (Sekda) Mandailing Natal (Madina) Gozali Pulungan melepas empat orang calon haji (Calhaj) dari Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan menuju Asrama Haji Medan, Minggu (19/6). Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Madina H. Irfansyah Nasution, Kadis Sosial Dedy, Kadis Perdagangan Jhon Amriadi, […]

  • KELOMPOK MASYARAKAT ADAT MANDAILING

    KELOMPOK MASYARAKAT ADAT MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tempat tinggal kelompok-kelompok masyarakat adat Mandailing, selain huta adalah: 1.BANJAR Suatu pemukiman yang biasanya terdiri dari 4 (empat) sampai 6 (enam) kepala keluarga, terletak ditengah perladangan atau persawahan dan mempunyai ikatan adat dengan ibu kampungnya (induknya). 2.LUMBAN Kelompok masyarakat yang terdiri dari 6 (enam) sampai 10 (sepuluh) kepala keluarga yang diurus oleh kerapatan adat dari […]

  • Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Sepanjang Januari sampai Juni 2013, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menyelamatkan uang negara dari kasus korupsi sebanyak Rp 3,1 miliar. Kepala Kejati Sumut Bambang Setyo Wahyudi yang dijumpai di ruangannya usai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Senin (22/7/2013), uang negara dari kasus korupsi, yang ditangani tindak pidana khusus sebanyak Rp3.110.698.000. Adapun 98 […]

  • Emak Emak Pengajian Kerumuni Calon Wakil Bupati “Onma” 

    Emak Emak Pengajian Kerumuni Calon Wakil Bupati “Onma” 

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Siabu (Mandailing Online)- Tiba di lokasi, calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 01 Muhammad Ichwan Husein Nasution langsung dikerumuni kaum emak emak pengajian. Selain kaum emak emak, kehadiran calon Wakil Bupati ini ketika menghadiri pengajian yang berada di Desa Hutaraja Kecamatan Siabu itu turut menarik perhatian warga sekitar. Tak hanya itu, emak emak […]

expand_less