Selasa, 28 Jul 2026
light_mode

Upaya PK Ali Makmur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Feb 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim kuasa hukum Ali Makmur Nasution mulai menempuh upaya hukum terakhir, yakni Pengajuan Kembali. Itu setelah Ali Makmur Nasution memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Panyabungan untuk mentaati putusan Mahkamah Agung tentang vonis 2 tahun.

Ali Makmur memenuhi panggilan jaksa pada Rabu pekan lalu (12/2) sesuai putusan kasasai Mahkamah Agung tanggal 12 September 2013 lalu dalam kasus dana pengusungan calon bupati Aswin Parinduri pada Pilkada Madina yang lampau.

Dalam pengajuan PK ini, tim kuasa hukum adalah pengacara nasional DR.Elsa Syarif,SH.MH dari kantor Elsa Syarif Law Office di Jakarta bersama pengacara Tabagsel Erpi Juni Samudra,SH.MH.

Menjawab Mandailing Pos Senin (17/2) Erpi Juni Samudra menyatakan upaya PK ini merupakan upaya hukum luar biasa dan upaya hukum terakhir dalam memperjuangkan keadilan bagi Ali Makmur.

Secara resmi Erpi Juni Samudra pada tanggal 10 Pebruari 2014 telah mendaftarkan permohonan PK ke Pengadilan Negeri Mandailing Natal. Dan permohonan Peninjauan Kembali ini telah tercatat dalam akta Nomor 01/Akta.Pid/2014/PN.Mdl tertanggal 10 Pebruari 2014 di Pengadilan Negeri Mandailing Natal.

“Disidangkan pada hari Kamis 20 Pebruari 2014,” kata Erpi. Pengajuan PK ini berdasarkan beberapa alasan hukum. Pertama, ada novum baru atau bukti baru. Pada putusan Mahkamah Agung di dalam tingkat yang sama, perkara yang sama, orang yang sama itu putusannya beda.

Alasan hukum lainnya adalah ada kehilafan hakim. Kehilafan atau kekeliruan majelis hakim Mahkamah Agung menilai perkara ini. Secara yuridis, karena diputus oleh pengadilan tinggi adalah oslah (putusan bebas) seharusnya Mahkamah Agung juga memutus ini bebas.

Karena di perkara lain, terhadap orang lain di perkara yang sama, dimana putusan pengadilan tinggi bebas dan lantas di Mahkamah Agung dikuatkan lagi makanya dia bebas.

“Tetapi dalam perkara Ali Makmur di putusan pengadilan tinggi dia bebas tetapi di mahkamah Agung tidak bebas. Inilah yang harus kita luruskan agar terdapat rasa keadilan. Karena ini tidak tercapai rasa keadilan. Kepastian hukum memang terjawab, tetapi rasa keadilan belum terjawab,” katanya.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naskah Deklarasi "Batang Pungkut Green Conservation"

    Naskah Deklarasi "Batang Pungkut Green Conservation"

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bismillahirrahmanirrahim Sesungguhnya kami menyadari bahwa lingkungan hidup adalah warisan yang paling berharga untuk generasi yang akan datang, oleh karena itu kami berkomitmen untuk menjaganya. Kami menyadari bahwa dampak negatif pertambangan lebih besar dari pada dampak positifnya terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, oleh karena itu kami menolak pertambangan khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Kami menghormati […]

  • Ekspedisi ke Kawah Gunung Sorik Marapi

    Ekspedisi ke Kawah Gunung Sorik Marapi

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      DI PINGGIR KAWAH – Satu tim dari Tympanum Novem Film’s yang bermarkas di Mandailing foto bersama di pinggir kawah gunung Sorik Marapi dalam satu ekspedisi bulan Juni 2014 ke puncak gunung yang berada di Kabupaten Mandailing Natal. Kawah dan puncak gunung ini memiliki panorama alam yang eksotis dan sangat cocok untuk dijadikan tujuan wisata. […]

  • Lubuk Larangan di Madina Ikon Wisata Tahunan

    Lubuk Larangan di Madina Ikon Wisata Tahunan

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lubuk Larangan diberbagai sungai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dibuka setiap hari Raya Idul Fitri bisa dijadikan sebagai ikon wisata tahunan, terutama bagi mereka yang mudik dari tanah rantau. Tokoh pemuda Mandailing Julu, Lokot Husda Lubis S.Ag, Selasa (12/8/2014) mengatakan, hampir seluruh kecamatan di Madina memiliki lubuk larangan. “Lubuk larangan […]

  • MPC Pemuda Pancasila: Pemkab Madina Harus Inisiasi Perda Cagar Budaya

    MPC Pemuda Pancasila: Pemkab Madina Harus Inisiasi Perda Cagar Budaya

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menanggapi rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk merevitalisasi Pasanggarahan Kotanopan, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Mandailing Natal (MPC PP Madina) meminta Pemkab untuk menginisiasi perda cagar budaya. Revitalisasi itu akan menjadi sebuah upaya meneguhkan nilai-nilai kebangsaan yang berdampak signifikan bagi penguatan nilai kepeloporan (heroisme), perjuangan (patriotisme) dan kesejarahan (historis). Demikian […]

  • Gerep Institute dan Tawaran MEP (Bukan MOVE!) untuk Madina

    Gerep Institute dan Tawaran MEP (Bukan MOVE!) untuk Madina

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle M. Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Sebuah Percikan Pemikiran untuk Menguatkan Ekosistem Bandara AH Nasution Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Pegiat di Gerep Institute     Ada sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin perlu mulai kita diskusikan bersama: Apakah Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution cukup hanya dibangun sebagai infrastruktur transportasi, atau harus dipikirkan sebagai pintu masuk menuju sebuah ekosistem ekonomi baru? Pertanyaan […]

  • AS Sadap Ratusan Juta Email Jerman

    AS Sadap Ratusan Juta Email Jerman

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BERLIN – Dinas rahasia Amerika serikat telah menyadap setengah miliar panggilan telepon, email atau sms di Jerman dalam sebulan. Ini membuat Jerman menjadi negara bidikan dinas rahasia AS yang tertinggi, lapor koran Jerman Der Spiegel seperti dikutip AFP. Laporan Der Spiegel yang mengutip dokumen-dokumen rahasia ini diperkirakan akan kian mempertegang hubungan Jerman dengan Amerika. Jerman […]

expand_less