Rabu, 8 Jul 2026
light_mode

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis
(Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia)

Penabalan Yah Ah Loy
Sutan Puasa dan Raja Asal adalah “sahabat baik” dan “sahabat karib” dan rakan perkongsian Yap Ah Loy. Apabila Yap Ah Loy dipilih menjadi Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga, Sutan Puasa memberi sokongannya. Istiadat keramaian yang meriah telah diadakan untuk mengiktiraf perlantikan Yap Ah Loy, dan upcara penabalannya disempurnakan oleh Raja Mahdi, seorang raja Bugis.

Sewaktu Yap Ah Loy ‘ditabalkan’, Sutan Puasa dan Raja Asal diberi tempat yang istimewa. Penabalan itu berlaku pada June 1869. To’ Guru yang mengajar Raja Asal “ilmu kebal” telah meramalkan bahwa genap seratus tahun dari hari keramaian itu maka satu pergaduhan besar-besaran akan berlaku di Kuala Lumpur. Ini membayangkan trajedi 13 Mei 1969.

Di babak-babak akhir Perang Kelang, persahabatan dan perkongsian mereka terungkai kerana Yap Ah Loy menyokong Tunku Kudin manakala Sutan Puasa dan Raja Asal menyebelahi Raja Mahdi.

Kuala Lumpur, sebuah kampung pada 1860an, hangus dijilat api dalam peperangan itu, dan hanya dibangunkan semula sesudah perang tamat.

Kubu Sutan Puasa di Bukit Nenas
Menurut Wan Muhammad Amin bin Wan Muhammad Sa’id, pengarang Pesaka Selangor, di penghujung Perang Kelang, “Orang2 Mandeleng serta ketua2 mereka seperti Raja Asal dan lain2 yang di-Kuala Lumpur itu sudah undor masok ka-negeri Perak, tetapi sa-tengah-nya ada juga lagi dudok di-Kuala Lumpur dalam kubu Bukit Nanas.”

Seorang ahli sejarah Inggeris berkata, “the traditional seat of Malay authority in Kuala Lumpur was a stockade, originally built in the 1860’s on Bukit Nenas, and known after the cicil war as ‘Sutan Puasa’s stockade’ from the Malay headman who had once occupied it.”

“Tampuk tradisional kekuasaan Melayu (baca Mandailing) di Kuala Lumpur adalah sebuah kubu, mulanya dibina pada 1860an di atas Bukit Nenas, dan dikenali sesudah perang saudara (di Selangor) sebagai ‘kubu Sutan Puasa’ sempena (nama) kepala Melayu yang pernah mendudukinya.”

Seperti kebanyakan ahli-ahli sejarah Barat mahupun tempatan, ahli sejarah Inggeris itu tidak tahu membezakan antara beratus-ratus suku pribumi di kepulauan Nusantara. Sutan Puasa yang bermarga Lubis itu bukan “kepala Melayu” tetapi kepala Mandailing.

Nama asal Bukit Nenas ialah Bukit Gombak. Menurut riwayat lisan orang-orang Mandailing, semasa Perang Kelang, nenas ditanah di atas bukit itu semacam dawai berduri bagi menghadapi kemaraan musuh.

Pedang Timan Yang Disegani
Sutan Puasa turut melarika diri sesudah Raja Mahdi kalah dan cuma kembali ke Kuala Lumpur sesudah Inggeris berkuasa. Dia terus menjadi pedagang timah di Kuala Lumpur.

Menurut Pasqual, seorang pegawai British yang bertemu dengan Sutan Puasa, pedagang-pedagan Mandailing dianggap amanah dan tidak mengurangkan timbangan dacing-dacing mereka, dan kerana itu pelombong-pelombong Tionghua lebih suka timah mereka disukat oleh Sutan Puasa daripada bangsa mereka sendiri.

The Malay tin dealers gave their customers a square deal and were noted for not tempering with their “daching” or weighing scale. As no tow dachings weighed alike, showing a difference of one per cent more or less on the heavy or light side, it was a common practice when a Chinese miner consigned his tin to a Chinese shop-keeper who was financing his mine from Kuala Lumpur, for the miner to stipulate that his tin be weighed in with the daching of Sutan Puasa or Thamby Dollah or any of the other Malay merchants he fancied.

“Peniaga Melayu (baca Mandailing) berurusan dengan pelanggan-pelanggan mereka dengan saksama dan terkenal kerana tidak memalsukan dacing mereka atau timbangan mereka. Lantaran timbangan dua dacing tidak sama, berbeda lebih kurang satu peratus, lebih berat atau lebih ringan, maka sudah menjadi kebiasaan bagi seorang pelombong Cina yang meletakkan timahnya kepada seorang pekedai Cina di Kuala Lumpr yang membiayai keliannya, untuk mensyaratkan supaya timahnya ditimbang oleh dacing Sutan Puasa atau Thamby Dollah atau sebarang saudagar Melayu (baca Mandailing) yang disenanginya.”

Old and infirm when I first made his acquaintance, the old warrior peaceably settled down in Ampang Street as a tin merchant, buying the tin produced by the Chinese miners. “Tua dan tidak berdaya bila saya (Pasqual) mula-mula mengenalinya, pendekar tua itu duduk aman di Jalan Ampang sebagai pedagang timah, membeli timah yang dikeluarkan oleh pelombong-pelombong Cina.”

He was somewhat reticent by nature and never talked about his exploits nor the hidden “gharone” of tin ingots which were buried away during the “prang Mahdi”, of which he owned several but could not locate their whereabouts…

“Sifatnya semacam berat mulut dan dia tidak pernah bercakap mengenai penglibatnnya (dalam Perang Kelang) atau mengenai harta karun bijih timah yang disembunyikan (ditanamkan) dalam Perang (Raja) Mahdi, ada beberapa kepunyaannya tetapi tidak dapat dikesan di mana…”

Khabar mengenai harta karun itu telah menyebabkan ramai orang mencarinya tetapi tidak berjaya.

Di akhir hayatnya, Sutan Puasa menetap di Kampung Rawa (Jalan Melayu sekarang) sebelum berpindah ke sebuah perkampungan Mandailing di Jalan Chow Kit.

Sutan Puasa yang dahulunya orang Mandailing yang terkaya sekali di Kuala Lumpur, menjadi miskin sesudah perang. Sementara bekas sahabat karib dan rakan perkongsiannya, Yap Ah Loy menjadi pelombong yang paling kaya dan berkuasa sekali di Kuala Lumpur.

Sutan Puasa menghembus nafasnya yang terakhir pada 1326 Hijrah (c. 1909 Masihi) di rumah sahabatnya, seorang lagi Kapitan Cina, dan dikebumikan di tanah perkuburan Islam di Jalan Ampang. Al-Fatihah.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Medan-Berastagi longsor

    Jalan Medan-Berastagi longsor

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Jalan Medan-Berastagi di Dusun Listrik Desa Lau Mulgap, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara longsor sejak Minggu (29/12) kemarin pukul 20.30 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Asren Nasution di Medan, hari ini, mengatakan longsor terjadi setelah menerima curah hujan yang tinggi pada Minggu malam. Tanah longsor tersebut mengikis […]

  • Pj Bupati Madina: Penyerangan Sorikmas Mining Akibat Kesalahpahaman

    Pj Bupati Madina: Penyerangan Sorikmas Mining Akibat Kesalahpahaman

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA: Penjabat Bupati Mandailing Natal Aspan Sofian Batubara mengatakan, penyerangan kamp PT Sorikmas Mining oleh masyarakat disebabkan kesalahpahaman akibat isu yang disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Permasalahannya sudah dijelaskan kepada masyarakat,” katanya ketika dihubungi, Senin 30 Mei 2011. Sebelumnya, ratusan warga Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyerang kamp milik […]

  • Limbah Cair Tambang Emas Martabe Tetap Dibuang ke Sungai Batangtoru

    Limbah Cair Tambang Emas Martabe Tetap Dibuang ke Sungai Batangtoru

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Sisa limbah tambang emas PT G-Resource Martabe di Desa Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel) tetap akan dialiri ke Sungai Batangtoru. Untuk menjamin keamanannya, pihak perusahaan siap meminumnya terlebih dulu. Tim Advance yang dikoordinir Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Sumatera Utara (Sumut) Eddy Syofian mengatakan, dari pengamatan langsung […]

  • Silaturahmi Akbar di Simangambat, Warga Antusias Sambut Paslon SAHATA

    Silaturahmi Akbar di Simangambat, Warga Antusias Sambut Paslon SAHATA

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, antusias menyambut kedatangan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utami Nasution. Warga mengajak Paslon SAHATA itu berkeliling naik becak odong-odong, Minggu (17/11/2024). Kedatangan Paslon SAHATA untuk menghadiri silaturahmi akbar, doa bersama, dan santunan anak yatim […]

  • Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membuka pelamaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2010 sebanyak 280 orang. Formasi yang di perlukan Kabupaten Mandailing Natal antara lain Guru SD sebanyak 39. Guru yang di butuhkan antaralain Guru Kelas Pendidikan D II SPGD sebanyak 25 orang, Pendidikan S1 […]

  • Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana? Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena […]

expand_less