Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis
(Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia)

Penabalan Yah Ah Loy
Sutan Puasa dan Raja Asal adalah “sahabat baik” dan “sahabat karib” dan rakan perkongsian Yap Ah Loy. Apabila Yap Ah Loy dipilih menjadi Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga, Sutan Puasa memberi sokongannya. Istiadat keramaian yang meriah telah diadakan untuk mengiktiraf perlantikan Yap Ah Loy, dan upcara penabalannya disempurnakan oleh Raja Mahdi, seorang raja Bugis.

Sewaktu Yap Ah Loy ‘ditabalkan’, Sutan Puasa dan Raja Asal diberi tempat yang istimewa. Penabalan itu berlaku pada June 1869. To’ Guru yang mengajar Raja Asal “ilmu kebal” telah meramalkan bahwa genap seratus tahun dari hari keramaian itu maka satu pergaduhan besar-besaran akan berlaku di Kuala Lumpur. Ini membayangkan trajedi 13 Mei 1969.

Di babak-babak akhir Perang Kelang, persahabatan dan perkongsian mereka terungkai kerana Yap Ah Loy menyokong Tunku Kudin manakala Sutan Puasa dan Raja Asal menyebelahi Raja Mahdi.

Kuala Lumpur, sebuah kampung pada 1860an, hangus dijilat api dalam peperangan itu, dan hanya dibangunkan semula sesudah perang tamat.

Kubu Sutan Puasa di Bukit Nenas
Menurut Wan Muhammad Amin bin Wan Muhammad Sa’id, pengarang Pesaka Selangor, di penghujung Perang Kelang, “Orang2 Mandeleng serta ketua2 mereka seperti Raja Asal dan lain2 yang di-Kuala Lumpur itu sudah undor masok ka-negeri Perak, tetapi sa-tengah-nya ada juga lagi dudok di-Kuala Lumpur dalam kubu Bukit Nanas.”

Seorang ahli sejarah Inggeris berkata, “the traditional seat of Malay authority in Kuala Lumpur was a stockade, originally built in the 1860’s on Bukit Nenas, and known after the cicil war as ‘Sutan Puasa’s stockade’ from the Malay headman who had once occupied it.”

“Tampuk tradisional kekuasaan Melayu (baca Mandailing) di Kuala Lumpur adalah sebuah kubu, mulanya dibina pada 1860an di atas Bukit Nenas, dan dikenali sesudah perang saudara (di Selangor) sebagai ‘kubu Sutan Puasa’ sempena (nama) kepala Melayu yang pernah mendudukinya.”

Seperti kebanyakan ahli-ahli sejarah Barat mahupun tempatan, ahli sejarah Inggeris itu tidak tahu membezakan antara beratus-ratus suku pribumi di kepulauan Nusantara. Sutan Puasa yang bermarga Lubis itu bukan “kepala Melayu” tetapi kepala Mandailing.

Nama asal Bukit Nenas ialah Bukit Gombak. Menurut riwayat lisan orang-orang Mandailing, semasa Perang Kelang, nenas ditanah di atas bukit itu semacam dawai berduri bagi menghadapi kemaraan musuh.

Pedang Timan Yang Disegani
Sutan Puasa turut melarika diri sesudah Raja Mahdi kalah dan cuma kembali ke Kuala Lumpur sesudah Inggeris berkuasa. Dia terus menjadi pedagang timah di Kuala Lumpur.

Menurut Pasqual, seorang pegawai British yang bertemu dengan Sutan Puasa, pedagang-pedagan Mandailing dianggap amanah dan tidak mengurangkan timbangan dacing-dacing mereka, dan kerana itu pelombong-pelombong Tionghua lebih suka timah mereka disukat oleh Sutan Puasa daripada bangsa mereka sendiri.

The Malay tin dealers gave their customers a square deal and were noted for not tempering with their “daching” or weighing scale. As no tow dachings weighed alike, showing a difference of one per cent more or less on the heavy or light side, it was a common practice when a Chinese miner consigned his tin to a Chinese shop-keeper who was financing his mine from Kuala Lumpur, for the miner to stipulate that his tin be weighed in with the daching of Sutan Puasa or Thamby Dollah or any of the other Malay merchants he fancied.

“Peniaga Melayu (baca Mandailing) berurusan dengan pelanggan-pelanggan mereka dengan saksama dan terkenal kerana tidak memalsukan dacing mereka atau timbangan mereka. Lantaran timbangan dua dacing tidak sama, berbeda lebih kurang satu peratus, lebih berat atau lebih ringan, maka sudah menjadi kebiasaan bagi seorang pelombong Cina yang meletakkan timahnya kepada seorang pekedai Cina di Kuala Lumpr yang membiayai keliannya, untuk mensyaratkan supaya timahnya ditimbang oleh dacing Sutan Puasa atau Thamby Dollah atau sebarang saudagar Melayu (baca Mandailing) yang disenanginya.”

Old and infirm when I first made his acquaintance, the old warrior peaceably settled down in Ampang Street as a tin merchant, buying the tin produced by the Chinese miners. “Tua dan tidak berdaya bila saya (Pasqual) mula-mula mengenalinya, pendekar tua itu duduk aman di Jalan Ampang sebagai pedagang timah, membeli timah yang dikeluarkan oleh pelombong-pelombong Cina.”

He was somewhat reticent by nature and never talked about his exploits nor the hidden “gharone” of tin ingots which were buried away during the “prang Mahdi”, of which he owned several but could not locate their whereabouts…

“Sifatnya semacam berat mulut dan dia tidak pernah bercakap mengenai penglibatnnya (dalam Perang Kelang) atau mengenai harta karun bijih timah yang disembunyikan (ditanamkan) dalam Perang (Raja) Mahdi, ada beberapa kepunyaannya tetapi tidak dapat dikesan di mana…”

Khabar mengenai harta karun itu telah menyebabkan ramai orang mencarinya tetapi tidak berjaya.

Di akhir hayatnya, Sutan Puasa menetap di Kampung Rawa (Jalan Melayu sekarang) sebelum berpindah ke sebuah perkampungan Mandailing di Jalan Chow Kit.

Sutan Puasa yang dahulunya orang Mandailing yang terkaya sekali di Kuala Lumpur, menjadi miskin sesudah perang. Sementara bekas sahabat karib dan rakan perkongsiannya, Yap Ah Loy menjadi pelombong yang paling kaya dan berkuasa sekali di Kuala Lumpur.

Sutan Puasa menghembus nafasnya yang terakhir pada 1326 Hijrah (c. 1909 Masihi) di rumah sahabatnya, seorang lagi Kapitan Cina, dan dikebumikan di tanah perkuburan Islam di Jalan Ampang. Al-Fatihah.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Internet Beroperasi Sejak 2 Bulan Lalu

    Mobil Internet Beroperasi Sejak 2 Bulan Lalu

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Empat unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK) bantuan Kememinfo RI di Madina telah beroperasi sejak dua bulan terakhir ini. Keberadaan mobil ini bisa menambah wawasan, pengetahuan dan hubungan warga dengan warga daerah lain secara gratis. Mobil internet ini ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi, Madina, Harlan Batubara SH, diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses internet, […]

  • Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Mulyadi Hakim Nasution, SH Anggota DPRD Mandailing Natal Disampaikan pada Kegiatan Konsolidasi Organisasi Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Kamis 3 Mei 201     Penguatan adat dan budaya daerah memang memerlukan peran berbagai pihak. Tidak memadai lagi kalau hanya semata-mata menjadi beban pelaku-pelaku adat […]

  • Diduga Melawan Hukum, Polisi Belum Tindak PT Jaya Kontruksi

    Diduga Melawan Hukum, Polisi Belum Tindak PT Jaya Kontruksi

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- PT Jaya Kontruksi selaku kontraktor pembangunan Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kuat dugaan telah melakukan tindakan melawan hukum dengan menggunakan material galian C tanpa izin. Dugaan tersebut berasal dari operasional penambangan galian C tanpa izin di Sungai Batang Gadis Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan dan Desa Simalagi Kecamatan […]

  • Optimalisasi PBBP2 di Kecamatan Sinunukan: Sinergi Bapenda dan Koperasi Plasma

    Optimalisasi PBBP2 di Kecamatan Sinunukan: Sinergi Bapenda dan Koperasi Plasma

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Sinunukan, Mandailing Online Bertempat Di Aula Kantor Camat Sinunukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  melakukan sosialisasi dan pendidikan kepada masyarakat mengenai pentingnya pajak, serta bagaimana pajak tersebut akan digunakan untuk kepentingan umum. Optimalisasi PBBP2 menjadi salah satu fokus utama Bapenda, dengan tujuan untuk meningkatkan penerimaan daerah, memperbaiki pelayanan publik, serta memperkuat perekonomian lokal. Melalui sinergi dengan […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi I) Hari :  Minggu, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 14 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000614 RAHMAT RIZKI NST 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB […]

  • Kadin Madina Buka Bersama dengan Anak Yatim

    Kadin Madina Buka Bersama dengan Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Mandailing Natal (Kadin Madina) menggelar acara silaturahmi pengurus dan buka bersama dengan anak yatim di resto Lopo Itik, Desa Gunungtua, Panyabungan. Acara silaturahmi ini dihadiri mantan ketua Kadin Sobir Lubis, Ketua Kadin Bahran Daulay, Ketua HIPMI Zainal Arifin, Ketua Karang Taruna Zul Kifli dan Presiden Ikatan […]

expand_less