Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis
(Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia)

Penabalan Yah Ah Loy
Sutan Puasa dan Raja Asal adalah “sahabat baik” dan “sahabat karib” dan rakan perkongsian Yap Ah Loy. Apabila Yap Ah Loy dipilih menjadi Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga, Sutan Puasa memberi sokongannya. Istiadat keramaian yang meriah telah diadakan untuk mengiktiraf perlantikan Yap Ah Loy, dan upcara penabalannya disempurnakan oleh Raja Mahdi, seorang raja Bugis.

Sewaktu Yap Ah Loy ‘ditabalkan’, Sutan Puasa dan Raja Asal diberi tempat yang istimewa. Penabalan itu berlaku pada June 1869. To’ Guru yang mengajar Raja Asal “ilmu kebal” telah meramalkan bahwa genap seratus tahun dari hari keramaian itu maka satu pergaduhan besar-besaran akan berlaku di Kuala Lumpur. Ini membayangkan trajedi 13 Mei 1969.

Di babak-babak akhir Perang Kelang, persahabatan dan perkongsian mereka terungkai kerana Yap Ah Loy menyokong Tunku Kudin manakala Sutan Puasa dan Raja Asal menyebelahi Raja Mahdi.

Kuala Lumpur, sebuah kampung pada 1860an, hangus dijilat api dalam peperangan itu, dan hanya dibangunkan semula sesudah perang tamat.

Kubu Sutan Puasa di Bukit Nenas
Menurut Wan Muhammad Amin bin Wan Muhammad Sa’id, pengarang Pesaka Selangor, di penghujung Perang Kelang, “Orang2 Mandeleng serta ketua2 mereka seperti Raja Asal dan lain2 yang di-Kuala Lumpur itu sudah undor masok ka-negeri Perak, tetapi sa-tengah-nya ada juga lagi dudok di-Kuala Lumpur dalam kubu Bukit Nanas.”

Seorang ahli sejarah Inggeris berkata, “the traditional seat of Malay authority in Kuala Lumpur was a stockade, originally built in the 1860’s on Bukit Nenas, and known after the cicil war as ‘Sutan Puasa’s stockade’ from the Malay headman who had once occupied it.”

“Tampuk tradisional kekuasaan Melayu (baca Mandailing) di Kuala Lumpur adalah sebuah kubu, mulanya dibina pada 1860an di atas Bukit Nenas, dan dikenali sesudah perang saudara (di Selangor) sebagai ‘kubu Sutan Puasa’ sempena (nama) kepala Melayu yang pernah mendudukinya.”

Seperti kebanyakan ahli-ahli sejarah Barat mahupun tempatan, ahli sejarah Inggeris itu tidak tahu membezakan antara beratus-ratus suku pribumi di kepulauan Nusantara. Sutan Puasa yang bermarga Lubis itu bukan “kepala Melayu” tetapi kepala Mandailing.

Nama asal Bukit Nenas ialah Bukit Gombak. Menurut riwayat lisan orang-orang Mandailing, semasa Perang Kelang, nenas ditanah di atas bukit itu semacam dawai berduri bagi menghadapi kemaraan musuh.

Pedang Timan Yang Disegani
Sutan Puasa turut melarika diri sesudah Raja Mahdi kalah dan cuma kembali ke Kuala Lumpur sesudah Inggeris berkuasa. Dia terus menjadi pedagang timah di Kuala Lumpur.

Menurut Pasqual, seorang pegawai British yang bertemu dengan Sutan Puasa, pedagang-pedagan Mandailing dianggap amanah dan tidak mengurangkan timbangan dacing-dacing mereka, dan kerana itu pelombong-pelombong Tionghua lebih suka timah mereka disukat oleh Sutan Puasa daripada bangsa mereka sendiri.

The Malay tin dealers gave their customers a square deal and were noted for not tempering with their “daching” or weighing scale. As no tow dachings weighed alike, showing a difference of one per cent more or less on the heavy or light side, it was a common practice when a Chinese miner consigned his tin to a Chinese shop-keeper who was financing his mine from Kuala Lumpur, for the miner to stipulate that his tin be weighed in with the daching of Sutan Puasa or Thamby Dollah or any of the other Malay merchants he fancied.

“Peniaga Melayu (baca Mandailing) berurusan dengan pelanggan-pelanggan mereka dengan saksama dan terkenal kerana tidak memalsukan dacing mereka atau timbangan mereka. Lantaran timbangan dua dacing tidak sama, berbeda lebih kurang satu peratus, lebih berat atau lebih ringan, maka sudah menjadi kebiasaan bagi seorang pelombong Cina yang meletakkan timahnya kepada seorang pekedai Cina di Kuala Lumpr yang membiayai keliannya, untuk mensyaratkan supaya timahnya ditimbang oleh dacing Sutan Puasa atau Thamby Dollah atau sebarang saudagar Melayu (baca Mandailing) yang disenanginya.”

Old and infirm when I first made his acquaintance, the old warrior peaceably settled down in Ampang Street as a tin merchant, buying the tin produced by the Chinese miners. “Tua dan tidak berdaya bila saya (Pasqual) mula-mula mengenalinya, pendekar tua itu duduk aman di Jalan Ampang sebagai pedagang timah, membeli timah yang dikeluarkan oleh pelombong-pelombong Cina.”

He was somewhat reticent by nature and never talked about his exploits nor the hidden “gharone” of tin ingots which were buried away during the “prang Mahdi”, of which he owned several but could not locate their whereabouts…

“Sifatnya semacam berat mulut dan dia tidak pernah bercakap mengenai penglibatnnya (dalam Perang Kelang) atau mengenai harta karun bijih timah yang disembunyikan (ditanamkan) dalam Perang (Raja) Mahdi, ada beberapa kepunyaannya tetapi tidak dapat dikesan di mana…”

Khabar mengenai harta karun itu telah menyebabkan ramai orang mencarinya tetapi tidak berjaya.

Di akhir hayatnya, Sutan Puasa menetap di Kampung Rawa (Jalan Melayu sekarang) sebelum berpindah ke sebuah perkampungan Mandailing di Jalan Chow Kit.

Sutan Puasa yang dahulunya orang Mandailing yang terkaya sekali di Kuala Lumpur, menjadi miskin sesudah perang. Sementara bekas sahabat karib dan rakan perkongsiannya, Yap Ah Loy menjadi pelombong yang paling kaya dan berkuasa sekali di Kuala Lumpur.

Sutan Puasa menghembus nafasnya yang terakhir pada 1326 Hijrah (c. 1909 Masihi) di rumah sahabatnya, seorang lagi Kapitan Cina, dan dikebumikan di tanah perkuburan Islam di Jalan Ampang. Al-Fatihah.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Pelajar SMK Negeri 1 Siabu Terjaring Operasi Sayang

    Lima Pelajar SMK Negeri 1 Siabu Terjaring Operasi Sayang

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Sebanyak 5 pelajar terjaring dalam Operasi Sayang terhadap pelajar di wilayah Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Kamis  (30/7). Kelima pelajar itu adalah laki-laki yang berkeliaran di luar sekolah pada waktu belajar berlangsung. mereka diciduk dari salah satu warung. Kelimanya siswa SMK Negeri 1 Siabu. Operasi ini dilakukan Satpol PP Madina […]

  • MENGOREKSI PENGUASA ADALAH KEWAJIBAN, MENGAPA DIBUNGKAM?

    MENGOREKSI PENGUASA ADALAH KEWAJIBAN, MENGAPA DIBUNGKAM?

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah dan DPR akan mengesahkan Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dalam waktu dekat. Namun, keduanya dinilai otoriter karena tertutup dalam proses pembahasannya. Baik Pemerintah maupun DPR seperti menutup hak rakyat untuk memberikan saran atau mengkritik materi RKUHP tersebut. Apalagi dalam RKUHP tersebut terkandung pasal yang mengancam warga negara yang dianggap melakukan penghinaan terhadap Pemerintah, […]

  • PT SMGP Tunjukkan Kepedulian, Bagikan Sebako Kepada Anak Yatim di Panyabungan Barat

    PT SMGP Tunjukkan Kepedulian, Bagikan Sebako Kepada Anak Yatim di Panyabungan Barat

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT Sorik Marapi Geothermal Power kembali membagikan paket sembako kepada 128  anak yatim dan anak berkebutuhan khusus. Kali ini di  6 desa di Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Senin,(27/6). Sembako yang disalurkan berupa 2 kg beras, minyak goreng 1 kg, mie lidi 1 bungkus, susu 2 kaleng, gula 1 kg, ikan […]

  • Gunung Sinabung Meletus

    Gunung Sinabung Meletus

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Bupati Karo: Kami Masih Bisa Atasi Kabanjahe, – Bupati Karo, Kena Ukur, memastikan pihaknya masih bisa menangani masalah evakuasi dan penanganan keselamatan masyarakatnya pasca erupsi Gunung Sinabung yang terjadi, Minggu (14/9) dinihari. Meski pihak Pemprov Sumatera Utara sudah menyatakan kesiapan satuan kerja perangkat dinas (SKPD) untuk terjun langsung membantu ke lapangan, namun ia mengaku situasi […]

  • Panduan untuk Puasa di Jejaring Sosial selama Ramadhan

    Panduan untuk Puasa di Jejaring Sosial selama Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ini bukan mengatakan bahwa semua media sosial adalah omong kosong, tetapi tujuannya adalah untuk memberikan keseimbangan dalam hidup Anda. Sudah semestinya setiap kali menemui bulan Ramadhan, kita membuat target yang berorientasi untuk meningkatkan kualitas diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Ada dua cara untuk memenuhi target ini, apakah dengan meningkatkan kebiasaan baik […]

  • Bupati Teken Fakta Integritas Netralitas ASN pada Pemilu 2024

    Bupati Teken Fakta Integritas Netralitas ASN pada Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution bersama Bupati dan Walikota se-Sumut menandatangani fakta Integritas Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Senin (5/12). Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali mengingatkan tentang larangan ASN terlibat […]

expand_less