Senin, 10 Agu 2026
light_mode

Survey Terkini, Potensi PLTA Batang Gadis 150 MW

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Okt 2018
  • print Cetak

Sungai Batang Gadis

SIABU (Mandailing Online) Survey terhadap arus Sungai Batang Gadis yang dilakukan baru-baru ini memberikan gambaran arus sungai itu berpotensi menghasilkan arus listrik sebesar 150 MW dengan pola PLTA.

Survey yang diprakarsai Kementerian ESDM sekitar 2 pekan lalu di Sungai Batang Gadis Kecamatan Siabu, Mandailing Natal memberikan gambaran potensi arus listrik 94 hingga 150 Mega Watt dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Itun merupakan survey awal di titik 13 Kilometer ke arah hilir dari titik Muara Batang Angkola atau Lumpatan Babiat.

Volume air sungai di hilir Lumpatan Babiat ini sangat tinggi karena adanya sumbangan debit air dari Sungai Batang Angkola ke badan Sungai Batang Gadis di titik Muara Batang Angkola.

Sumber resmi di kementerian ESDM yang diperoleh Mandailing Online via telefon seluler, Kamis (18/10/2018) menyebutkan titik yang disurvey untuk PLTA itu berada 13 Kilometer di hilir Lumpatan Babiat agar tidak mengganggu bagi areal pertanian dan hunian di desa-desa kawasan Tano Tiris.

Study Awal merupakan study pertama atau study sesaat untuk memperoleh gambaran awal, nantinya akan dilanjutkan ke tahap Pra Study Kelayakan yang kemudian masuk tahap Study Kelayakan.

Jika titik 13 Kilometer di hilir Lumpatan Babiat itu dilakukan pola waduk akan berpotensi menghasilakn 150 MW. Sementara PLTA tanpa waduk diperkirakan sebesar sekitar 94 MW. Berdasar perkiraan pihak Kementerian ESDM,waduk itu bisa seluas sekitar 300 Hektar.

Waduk itu tidak akan berdampak menggenangi kawasan Muara Batang Angkola dan Tano Tiris sekitar, karena ada sekitar 34 meter elevasi (posisi ketinggian secara vertikal) dari Lumpatan Babiat ke titik hilir 13 KM dari titik Lumpatan Babiat.

Sumber di Kementerian ESDM itu menyebutkan, pola PLTA dengan sistem waduk ini berbeda dengan jenis PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro) yang hanya berpotesni menghasilkan 10 MW dan atau PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) yang hany berpotesni menghasilkan sekitar sebesar 10 hingga 20 MW. Itu dijelaskannya terkait survey sekitar tahun 2012 lalu oleh Pemkab Madina dan sejumlah perusahaan swasta yang masa itu melakukan survey untuk pola PLTMH bukan untuk jenis PLTA sistem waduk.

Mantan Anggota DPRD Madina, Bustami saat diwawancarai Adanan Saleh, Selasa (16/10) di Desa Hutagodang Muda (Tano Tiris).

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Mandailing Natal yang berdomsili di Desa Huta Godang Muda (Tano Tiris) menjawab Mandailing Online, Selasa (16/10) menyatakan menyambut baik jika kawasan Batang Gadis dijadikan PLTA dengan syarat harus berada di titik agak jauh ke hilir Lumpatan Babiat agar tidak berdampak pada Pemukiman Desa Muara Batang Angkola dan kebun masyarakat.

Dia juga menyatakan, jika pembangunan PLTA terwujud harus mengutamakan warga setempat terutama putra daerahnya dari sisi kerja yang di butuhkan perusahaan, agar bisa mengurangi tingkat pengangguran.

Peliput : Dahlan Batubara / Adanan Saleh

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1). Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan. Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin […]

  • PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    PLN Juga Belum Ada di Desa Batahan, Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Selain kondisi jalan teramat parah, jaringan PLN juga belum ada di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). Sektor pendidikan dan kesehatan juga sangat memprihatinkan di desa terisolir tersebut. “Sebetulnya keluhan ini sudah sering kita sampaikan baik itu melalui media, melalui DPRD Madina, akan tetapi nampaknya pembangunan belum terlaksana,” kata tokoh […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

    Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam) LANGGAM BICARA Langgam bicara orang Mandailing disebut pantis, irama dan intonasinya disebut landung, lemah lembut dan berirama yang diucapkan dengan nada yang rendah. Cara bertutur seperti ini merupakan pengaruh lingkungan Mandailing yang subur. Banyak pohon dan kurang berangin. Sehingga dengan suara yang bernada rendah sudah cukup untuk berbicara atau […]

  • Raja-Raja Mandailing Bantah BPA Meninggal Dunia

    Raja-Raja Mandailing Bantah BPA Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Para raja-raja yang ada di Mandailing Natal (Madina) tidak dapat menerima jika Badan Pemangku Adat (BPA) disebut telah meninggal dunia dan telah uzur serta tidak dapat lagi melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Itu dikatakan Ketua BPA Madina, Baginda Mangaraja Soaloon Nasution kepada wartawan,Senin (10/11) di Panyabungan. Disebutkannya, kalimat “telah meninggal dunia dan […]

  • Insiden Madina ke Komnas HAM

    Insiden Madina ke Komnas HAM

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Azasi Manusia) diminta untuk melakukan penyelidikan insiden penembakan warga Huta Godang Muda Mandailing Natal, Sholat Boru Batubara, yang terjadi pada Minggu (29/5) kemarin. Peristiwa itu terjadi aksi demo di lokasi tambang PT Sorik Mas Mining (SMM) di Mandailing Natal. Hal tersebut ditegaskan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan LSM […]

  • Konten Sosial Media dan Hilangnya Harga Sebuah Nyawa

    Konten Sosial Media dan Hilangnya Harga Sebuah Nyawa

    • calendar_month Sabtu, 11 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Seorang perempuan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor ditemukan tewas dengan kondisi leher menggantung di seutas tali. Korban berinisial W (21 tahun) tersebut tewas saat membuat konten candaan gantung diri di hadapan teman-temannya via video call. “Dari kata keterangan dari saksi, dia (korban W) itu lagi bikin konten […]

expand_less