Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Sektor Pertanian Landasan Pondamental Ekonomi Makro Madina Termarjinalkan? (bagian 2-habis)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 23 Sep 2014
  • print Cetak

 

Oleh : Saifuddin Lubis

 

Selain itu, juga pengembangan kuantitas dan kualitas SDM pertanian,perikanan dan kelautan serta kehutanan, pengembangan diversifikasi dan konsumsi pangan berbasis Sumber Daya Intern ( SPI), penataan administrasi asset, tersusunnya laporan SAI yang akuntabel dan berstatus wajar tanpa pengecualian (WTP).

Meningkatkan peran kelembagaan pertanian, penataan dan peningkatan sentra produksi dan distribusi serta penguatan institusi pasar, pengadaan sarana dan prasarana pertanian, mengoptimalkan upaya divesrifikasi dan rehabiltasi tanaman pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta menyediakan data dan pelayanan perima di sector pertanian.

Untuk mencapai perioritas RPJMD Madina 2011 – 2016 di sector ekonomi itu, maka ditetapkanlah Perioritas Pembangunan Daerah (RKPD) Madina 2014, antara lain Peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan petani, Pengembangan methode , materi, sarana dan prasarana serta pembiayaan penyuluhan pertanian melaui penguasaan dan pemanpaatan tehknologi informasi dan komunikasi, Peningkatan wawasan agribisnis petani, Pengembangan kuantitas dan kapasitas SDM pertanian, kalutan, perikanan dan kehutanan.

Penataan dan peningkatan sentra produksi dan distribusi serta penguatan institusi pasar, Mengoptimalkan upaya diversifikasi, intensifikasi, dan rehabilitasi tanaman pertanian berkelaanjutan dan ramah lingkungan, Pengembangan lapangan pekerjaan baru dengan meningkatkan pemanfataan dan pengelolaan potensi pertanian, perikanan, dan kelautan, pertambangan serta kehutanan. Penguatan kelembagaan dan permodalan usaha pertanian dan perikanan, Mempertahankan swasembada beras.

Peningkatan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung pertanian, perikanan, kelautan serta kehutanan, Pengembangan kawasan agromarinepolitan, Pengembangan satu desa satu komoditas, Pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan, serta pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan.

Bagi sekitar 425.000 jiwa rakyat Madina saat ini, rumusan dan kerangka pembangunan daerah sebagaimana tersusun indah dan rapi dalam RPJMD Madina 2011 – 2016 itu tentu sangat diharapkan realisasi dan aktualisasinya. Rakyat tahu itu, meski tidak sedetail dalam tulisan, sebab rumusan-rumusan itu tidak lain adalah merupakan penjabaran dari visi misi pasangan bupati dan wakil bupati terpilih pada Pilkada lalu yang kemudian dijabarkan kedalam RPJMD sebagai arah dan kebijakan pembangunan 5 tahun kedepannya.

Sekitar 70 hingga 80 % rakyat Madina hidup di sector pertanian, sedangkan sisanya juga akan terimbas pengaruh lemahnya ekonomi manakala sector pertanian gagal atau sebaliknya. Ketahanan ekonomi Madina tergantung pada pertumbuhan sector pertanian sebagai fundamental ekonomi makro masyarakatnya.

Pertanyaannya sekarang adalah, akankah rumusan-rumusan perioritas program dalam RKPD Madina 2014 itu akan terealisasi ?. Jawabnya tentu tidak, manakala para pengambil kebijakan di Madina sepakat untuk tidak memiliki political will yang baik dalam memandang persoalan dan kebutuhan rakyatnya. Sebab keseluruhan rumusan perioritas program itu tidak bisa berjalan atau terealisasi hanya dengan “ NIAT “ saja.

Lalu dikaitkan dengan RPJMD Madina 2011 – 2016 yang merupakan penjabaran visi misi Bupati – Wakil Bupati terpilih pada Pemilukada lalu di estimasikan akan “ gagal “ manakala tidak konsisten terhadap apa yang telah dituangkan dalam RPJMD sebagai arah kebijakan dan pembangunan daerah.

Salah satu program pembangunan nasional yang memerlukan peran optimal dari kelembagaan terutama di daerah adalah apa yang kemudian dikenal dengan empat suskses, yakni Pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan; Percepatan Diversifikasi Pangan ; Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing dan ekspor ; dan Peningkatan Kesejahteraan Petani.

Program nasional itu terakumulasi dalam RPJMD Madina 2011 – 2016 dan RKPD Madina 2014. Namun ternyata tidak dibarengi dengan keinginan kuat dan niat baik ( political will ) untuk melaksanakannya. Faktanya adalah ketika P.APBD Madina 2014 memarjinalkan Sektor Pertanian kita.

Hemat penulis, selain tidak konsistennya para pengambil kebijakan terkait aspek-aspek yang menjadi skala perioritas pembangunan dalam RPJMD dan RKPD 2014 itu, ditengarai juga ada konsfirasi tidak sehat terutama dalam proses pembahasan R.PAPBD Madina 2014 di DPRD Madina yang ketika itu pembahasannya selain disebut asal tayang saja, juga dikarena waktu yang sudah mepet karena berpacu dengan agenda pembahasan lainnya termasuk diantaranya 10 Ranperda ditambah dengan agenda pelantikan anggota dewan baru hasil Pileg 2014.

Tetapi, apapun paktornya, yang pasti pemerintah daerah plus 40 anggota DPRD Madina periode 2009 -2014 yang mengesahkan PAPBD Madina 2014 itu telah menorehkan kekecewaan yang luas bagi mayoritas rakyat Madina yang hidup di sector pertanian.

 

PENUTUP

Hingga saat ini, RAPBD Madina 2015 belum dibahas di DPRD Madina. Diharapkan dengan semangat baru anggota dewan yang baru dilantik akn ada pergeseran orientasi kearah yang lebih konsisten terhadap RPJMD Madina 2011 – 2016 yang telah disepakati menjadi arah kebijakan pembangunan daerah 5 tahun berjalan.

Lebih dari itu, kiranya rumusan – rumusan kebijakan strategis dan prioritas pembangunan kita bisa menjadi prioritas pembangunan dalam arti nyata, sehingga semua dapat terukur, ter-evaluasi,danberjalan sesuai perencanaan awal.

Kondisi alam dan bumi seperti Madina tidak semua dimiliki daerah lain, potensi yang kita miliki itu senantiasa menjanjikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Karena itu kedepan yang terpenting adalah political will yang baik, komitmen dan konsistensi,mind set pemangku kebijakan,serta pembiayaan yang cukup. Semoga menjadi catatan dan ingatan bagi kita.

(Penulis adalah wartawan senior, Ketua Dewan Pengurus Daerah Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI Kabupaten Mandailing Natal).

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepanjang 5,5 km Jalan Simpang Pagur-Banjar Lancat Dibangun Hotmix

    Sepanjang 5,5 km Jalan Simpang Pagur-Banjar Lancat Dibangun Hotmix

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):” Pertama kita bangun mulai simpang Pagur melewati Ranto Natas sampai ujung Desa Pardomuan, baru ditahun berikutnya dilanjutkan dengan target hingga desa paling ujung Bandar Lancat, semoga tidak ada kendala seperti cuaca atau lainnya,” kata Kadis PUPR Madina Elpiyanti Harahap Jum’at 17/5/2024. Saat sekarang kata Elpi , Kontraktir pemenang tender mulai […]

  • Undangan PLPG Sertifikasi Guru 2010 Mandailing Natal

    Undangan PLPG Sertifikasi Guru 2010 Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Undangan Mengikuti PLPG 2010 (Diknas) Tahap II (16 s.d 25 September 2010) Untuk Mandailing Natal Klik Untuk Mendownload

  • Narbaez, Warga AS yang Memeluk Islam Karena Terpikat Sujud dan Wudhu

    Narbaez, Warga AS yang Memeluk Islam Karena Terpikat Sujud dan Wudhu

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tak pernah terlintas di benak Raphael NarBaez, pria berkebangsaan Amerika Serikat untuk mempelajari dan bahkan memeluk Islam. Betapa tidak. Dalam dirinya telah tertanam sebuah keyakinan bahwa semua agama, selain yang diyakininya, adalah buruk. Hingga suatu hari, ia tak lagi meyakini kebenaran agama yang dipeluknya. Narbaez pun memutuskan untuk meninggalkan agamanya. Ia lalu mempelajarinya ulang, dan […]

  • Bupati dan Ketua DPRD Akhirnya Kunjungi Korban Kebakaran

    Bupati dan Ketua DPRD Akhirnya Kunjungi Korban Kebakaran

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Sepekan lamanya setelah kejadian, akhirnya Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution datang juga menjeguk korban kebakaran di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan. Bupati dan Ketua DPRD Madina Hj. Leli Hj. Leli Hartati Butar-butar serta rombongan PKK datang ke desa itu, Selasa (9/6). Dalam kesempatan itu, bupati meminta agar pembangunan […]

  • Atika Kutuk Bom di Gereja Katedral Makassar

    Atika Kutuk Bom di Gereja Katedral Makassar

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution mengecam aksi bom di depan gereja Katedral Makassar, Minggu kemarin. Dikatakannya bom bunuh diri di Makassar bukanlah kelakuan terpuji. Itu diungkapkan Atika dalam unggahan di akun Facebook-nya Atika Azmi Utammi, Minggu (28/3/2021). “Saya mengecam keras dan mengutuk perbuatan tak terpuji itu,” katanya. […]

  • Ssst!!! Ada 61 Ribu Transaksi Pejabat per Tahun

    Ssst!!! Ada 61 Ribu Transaksi Pejabat per Tahun

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dr. Yunus Husein, SH, LLM mengungkapkan 61 ribu transaksi pejabat negara telah diterima. Hal ini disampaikannya dalam Seminar perolehan harta kekayaan pejabat publik yang tak wajar, di Jakarta Media Center (JMC), Jakarta, Sabtu (27/11/2010). “PPATK menerima laporan 61 ribu transaksi per tahunnya,” katanya. Lebih lanjut […]

expand_less