Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode

Wikileaks: SBY Di Bawah Kendali Ibu Ani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
  • print Cetak


JAKARTA :
Koran Australia The Age menggempur Presiden SBY atas penyalahgunaan kekuasaan. The Age bahkan menuding Ibu Negara Ani Yudhoyono, memegang kendali di belakang Presiden SBY dan mengeruk keuntungan finansial dengan posisi yang dipegangnya.

The Age merilis bocoran Wikileaks soal kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta dalam berita utamanya edisi Jumat (11/3/2011). Di dalamnya termasuk pandangan para diplomat AS terhadap Ibu Ani.

“Diplomat AS menyoroti upaya keluarga presiden, khususnya Ibu Negara Kristiani Herawati untuk mencari keuntungan finansial dari jabatan politiknya ini,” kata diplomat AS itu. Ada dua artikel tentang sepak terjang SBY dan Bu Ani yaitu SBY Abused Power dan Bambang: Thank you Ma’am.

Pada Juni 2006, seorang staf Presiden SBY kepada diplomat Kedubes AS Jakarta, mengaku bahwa keluarga Ibu Ani, “Secara khusus mengincar keuntungan finansial terkait BUMN.” Lantas bagaimana keluarga SBY mengincar aset-aset keuangan?

The Age menyebutkan, untuk urusan seperti ini, “Orang terdekatnya (misal Sudi Silalahi) akan maju, sedangkan Yudhoyono menjaga cukup jarak sehingga dia tidak diimplikasikan terlibat.”

Saking kuatnya peran Ibu Ani, para diplomat AS bahkan punya julukan khusus untuk dirinya. Ibu Ani disebut ‘Kabinet Satu Orang’ dan ‘Penasihat Top Presiden’. Bahkan Diplomat AS pernah dicurhati TB Silalahi.

“Sebagai penasihat presiden, TB Silalahi mengatakan (pada pejabat politik AS), para staf presiden merasa terpinggirkan dan tidak punya kuasa memberikan nasihat pada presiden,” kata mereka.

Pejabat Badan Intelijen Negara bernama Yahya Asagaf secara khusus kepada diplomat AS menyebutkan kalau pendapat Ibu Negara adalah yang paling penting. Ibu Ani juga disebut sebagai pengaruh utama di belakang SBY untuk tidak mengajak Jusuf Kalla sebagai Wapresnya, jika SBY maju dalam Pemilihan Presiden 2009 lalu.

Atas pemberitaan The Age, pihak Istana membantah keras tudingan yang dimuat koran The Age yang menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya. Tudingan itu bahkan dianggap sebagai sampah.

“Kita membantah keras artikel tersebut, bagi kita itu sampah karena tidak ada nilai kebenarannya,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, saat dihubungi detikcom, Jumat 11 Maret 2011.(dt)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Kabupaten/Kota Surati Menteri PU

    Lima Kabupaten/Kota Surati Menteri PU

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel  – Lima Kepala daerah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) meliputi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailing Natal (Madina) Padanglawas (Palas), Padanglawas Utara (Paluta) dan Kota Padangsidimpuan, melayangkan surat bersama kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atas banyaknya jalinsum yang rusak di Tabagsel. Isi surat tersebut memohon kepada pemerintah pusat melalui kementerian agar serius membangun Jalinsum […]

  • “Mayat” Ikut Mencoblos Pilkada Madina di Banjar Lancat

    “Mayat” Ikut Mencoblos Pilkada Madina di Banjar Lancat

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Borok Pilkada Mandailing Natal (Madina) 2020 terus bermunculan. Di Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina seorang yang sudah meninggal dunia dipastikan “ikut” mencobolos. “Jenazah” yang ikut mencoblos itu bernama Rohan dan tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) TPS-002 Desa Banjar Lancat. Rohan mengembuskan nafas terakhir pada usia 59 tahun […]

  • 5 Poin Tuntutan Mahasiswa Madina di KPK

    5 Poin Tuntutan Mahasiswa Madina di KPK

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Sebanyak lima poin tuntutan mahasiswa yang berunjukrasa di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (18/2/2021) tentang dugaan korupsi Bansos Covid di Mandailing Natal. Unjukrasa itu dilakukan sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Mandailing Natal yang digerakkan Herman Birje Nasution selaku Koordinator Aksi, dan Ridho S selaku Koordinator Lapangan, Ridho S. Kelima […]

  • Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) –  Persoalan infrastruktur jalan dan air bersih menjadi poin paling penting bagi  masyarakat 3 desa di Batang Natal, Mandailing Natal (madina), yakni Desa Desa Aek Holbung, Lubuk Bondar dan Hadangkahan. Aspirasi ini tercuat dalam satu kegiatan reses anggota DPRD Madina Yasir Nasution, beberapa waktu yang lalu. Reses ini dihadiri  oleh ratusan […]

  • Kendala dan Peluang Terkait Visi Ekonomi “Dana Desa”

    Kendala dan Peluang Terkait Visi Ekonomi “Dana Desa”

    • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dilematika program Dana Desa terhadap sektor ekonomi terus menjadi topik bahasan di Mandailing Natal. “Wajar saya kira ketika kita merasa bahwa ‘Dana Desa’ yang diproyeksikan untuk menunjang potensi ekonomi masyarakat, tidak maksimal,” kata Ketua Dewan Pendiri Gerep Institute, Askolani Nasution, Jum’at (7/10/2016) di Simaninggir, Siabu. Dia melihat, setidaknya ada dua persoalan […]

  • IPM Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Madina Anjlok Sejak 2015

    IPM Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Madina Anjlok Sejak 2015

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Madina terus menurun. Dari 6,21 persen (2015) anjlok menjadi 6,09 persen (2017). Lalu, terjun lagi menjadi hanya 5,30 persen (2019). Kondisi inilah yang membuat angka pengangguran di Madina meningkat tajam, dari 4,43 persen (2018) menjadi 6,37 persen (2019). Itu diungkap Prof. Dr. H. Eddy Suratman, SE.,MA.? Dia adalah salah […]

expand_less