Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Wikileaks: SBY Di Bawah Kendali Ibu Ani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
  • print Cetak


JAKARTA :
Koran Australia The Age menggempur Presiden SBY atas penyalahgunaan kekuasaan. The Age bahkan menuding Ibu Negara Ani Yudhoyono, memegang kendali di belakang Presiden SBY dan mengeruk keuntungan finansial dengan posisi yang dipegangnya.

The Age merilis bocoran Wikileaks soal kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta dalam berita utamanya edisi Jumat (11/3/2011). Di dalamnya termasuk pandangan para diplomat AS terhadap Ibu Ani.

“Diplomat AS menyoroti upaya keluarga presiden, khususnya Ibu Negara Kristiani Herawati untuk mencari keuntungan finansial dari jabatan politiknya ini,” kata diplomat AS itu. Ada dua artikel tentang sepak terjang SBY dan Bu Ani yaitu SBY Abused Power dan Bambang: Thank you Ma’am.

Pada Juni 2006, seorang staf Presiden SBY kepada diplomat Kedubes AS Jakarta, mengaku bahwa keluarga Ibu Ani, “Secara khusus mengincar keuntungan finansial terkait BUMN.” Lantas bagaimana keluarga SBY mengincar aset-aset keuangan?

The Age menyebutkan, untuk urusan seperti ini, “Orang terdekatnya (misal Sudi Silalahi) akan maju, sedangkan Yudhoyono menjaga cukup jarak sehingga dia tidak diimplikasikan terlibat.”

Saking kuatnya peran Ibu Ani, para diplomat AS bahkan punya julukan khusus untuk dirinya. Ibu Ani disebut ‘Kabinet Satu Orang’ dan ‘Penasihat Top Presiden’. Bahkan Diplomat AS pernah dicurhati TB Silalahi.

“Sebagai penasihat presiden, TB Silalahi mengatakan (pada pejabat politik AS), para staf presiden merasa terpinggirkan dan tidak punya kuasa memberikan nasihat pada presiden,” kata mereka.

Pejabat Badan Intelijen Negara bernama Yahya Asagaf secara khusus kepada diplomat AS menyebutkan kalau pendapat Ibu Negara adalah yang paling penting. Ibu Ani juga disebut sebagai pengaruh utama di belakang SBY untuk tidak mengajak Jusuf Kalla sebagai Wapresnya, jika SBY maju dalam Pemilihan Presiden 2009 lalu.

Atas pemberitaan The Age, pihak Istana membantah keras tudingan yang dimuat koran The Age yang menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya. Tudingan itu bahkan dianggap sebagai sampah.

“Kita membantah keras artikel tersebut, bagi kita itu sampah karena tidak ada nilai kebenarannya,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, saat dihubungi detikcom, Jumat 11 Maret 2011.(dt)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

    Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Musim panas tahun 1991, Aisha Roberson menemukan ajaran Kristen di dalam Alquran. Ini dilakukannya selama dua tahun, sebelum akhirnya ia memutuskan menjadi Muslim. Alhamdulillah. “Aku menemukan kebenaran dalam Alquran. Aku baca surat Al-Maidah ayat 82-85. Ini menguatkan kerinduanku menjadi Muslim,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (20/11). Aisha mengalami perubahan drastis dalam hidupnya selama menjalani […]

  • Dana Beasiswa Hanya 250 Juta

    Dana Beasiswa Hanya 250 Juta

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah absen sekitar 4 tahun, Pemkab Madina kembali menganggarkan dana untuk Beasiswa Miskin Berprestasi tahun anggaran 2020. Hanya saja, dana yang digelontorkan Pemkab Madina hanya sebesar Rp 250 juta. Kepastian besaran dana untuk beasiswa ini tertuang dalam RAPBD Madina TA 2020 dalam Nota Keuangan yang diajukan Pemkab Madina pada Rapat […]

  • Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

    Bangunan Talut PNPM Tak Dapat Difungsikan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Singkil, Bangunan talut Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di kawasan Trans Nelayan Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil dinilai mubazir karena tidak dapat difungsikan untuk apa pun juga. Bangunan talut permanen yang berada di luar kampung di pinggir ruas jalan provinsi itu dinilai syarat dengan kepentingan. Padahal diharapkan fungsinya sebagai saluran pembuangan menanggulangi banjir di […]

  • Hari Kelima Pencarian Fakhruddin, Bupati Lepas Keberangkatan Tim Gabungan

    Hari Kelima Pencarian Fakhruddin, Bupati Lepas Keberangkatan Tim Gabungan

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Proses pencarian Fakhruddin, warga Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, yang hilang sejak Minggu (08/1) terus dilakukan. Memasuki hari kelima, pencarian dipusatkan di lokasi ditemukannya celana yang diduga milik korban. Pemberangkatan tim gabungan dalam prosesi pencarian Fakhruddin dipimpin langsung oleh Bupati H. M. Jafar Sukhairi […]

  • Guru bukan lagi panggilan jiwa

    Guru bukan lagi panggilan jiwa

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Guru di Sumatera Utara masih banyak yang menjadikan prefesi gurunya hanya sebagai pekerjaan biasa yang tidak berdasarkan panggilan jiwa untuk memberikan pengetahuan kepada siswa. “Menurut saya masih banyak guru di Sumut bukan berdasarkan panggilan jiwa,” kata Rektor UISU kampus Al-Munawwarah, Zulkarnain Lubis kepada Wasada Online, hari ini. Dia menilai guru yang mengajar […]

  • Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (1)

    Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (1)

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Mengenang Z Pengaduan Lubis) Pendahuluan Sebagai pendahuluan saya kira ada dua hal yang perlu dijelaskan. Pertama ialah pengertian revitalisasi dalam hubungannya dengan kebudayaan Mandailing. Dan kedua ialah konsep tentang ujud kebudayaan yang ada hubungannya dengan usaha untuk melakukan revitalisasi tersebut. Kedua hal tersebut perlu lebih dahulu dibicarakan karena keduanya merupakan titik tolak dari berbagai hal […]

expand_less