Sabtu, 25 Apr 2026
light_mode

Sekulerisme Memosisikan Perempuan dan Anak Dalam Bahaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
  • print Cetak

Oleh: Nur Afni
Ibu peduli generasi

Sekulerisme adalah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, dan sistem inilah yang paling banyak memengaruhi negera-negara di dunia termasuk negara kita Indonesia. Namun sekulerisme ini telah memberikan dampak yang buruk bagi masyarakat terutama kaum wanita dan anak-anak. Seperti kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Baru-baru ini, Polda Metro Jaya telah menyatakan bahwa wanita korban mutilasi di Bekasi bernama Angela Hindriati Wahyuningsih. Berdasarkan penelusuran, persoalan asmara diduga kuat melatarbelakangi pembunuhan Angela Hindriati Wahyuningsih. Motif pembunuhan tersebut diperoleh dari pengakuan tersangka M Ecky Listiantho (34) saat diperiksa polisi. Namun, polisi tidak menyebutkan secara detail persoalan asmara seperti apa yang menyebabkan pelaku membunuh dan memutilasi korban.
Korban dibunuh dengan cara dicekik saat keduanya bertengkar pada November 2021. Dua minggu setelah dibunuh, tersangka diduga memutilasi tubuh korban menggunakan gergaji listrik. Potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam dua kontainer plastik, astaghfirullah.

Selain kasus pelecehan terhadap perempuan, ada juga kasus pelecehan terhadap anak- anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengunjungi Bunga (bukan nama sebenarnya), anak perempuan berusia 12 tahun di Binjai Sumatera Utara yang tengah hamil 8 bulan diduga akibat kekerasan seksual yang dialaminya. Dalam kunjungannya tersebut, Menteri PPPA meminta keterangan dari orang tua dan pasangan suami-istri yang saat ini merawat korban, (6/1).

Menteri PPPA mendorong Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan terbaik bagi korban sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, padahal seharusnya anak seusia ini masih sibuk dengan pelajaran dan bermain dengan teman-temannya. Kemudian kasus kekerasan terhadap anak juga dirasakan oleh seorang bocah bernama Malika.

Inilah salah satu dampak buruk dari pengaruh sekulerisme ini, masih banyak kasus-kasus lain yang terjadi akibat sistem yang memisahkan agama dari kehidupan ini. Lalu timbul pertanyaan di benak kita, dimana peran negara dan pemerintah, bukankah negara ini negara hukum?
Memang benar negara kita negara hukum, namun kondisi hari ini hukum tidak dijalankan sesuai syari’at Sang Pencipta (Allah SWT). Agama dipakai hanya untuk ibadah ruhiyah semata. Namun dalam memberikan sanksi kepada pelaku kejahatan dan kemaksiatan, syari’at Sang Pencipta tidak dipakai sama sekali, sehingga tidak memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan. Inilah hukum yang terjadi di negara kita ini, hukum dibuat seolah molor seperti karet/ tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Padahal syari’at Allah SWT bersifat baku. Lalu mana yang disebut bahwa negara ini negara hukum? buktinya kejahatan semakin merajalela dan dimana peran penguasa yang katanya menjaga dan mensejahterakan rakyat.

Sekulerisme ini hanya akan merusak moral dan kepribadian masyarakat, serta banyaknya budaya buruk yang bebas masuk ke negara kita tanpa ada pengawasan dari negara. Sehingga semakin membuat dangkal pemikiran umat dan umat pun semakin terbelakang.

Padahal syari’at Islam sudah sangat jelas mengatur hubungan antara laki laki dan perempuan, sehingga tidak ada istilah “pacaran” di dalam Islam karena itu adalah perbuatan zina. Islam begitu menjaga kehormatan dan memuliakan perempuan. Jelas dalam Islam tentang sanksi hukum dari setiap kejahatan tegas dan mampu memberikan solusi tuntas sehingga menjadikan nya sebagai pencegah dan penebus. Apabila syari’at Islam diterapkan dalam menetapkan sanksi kejahatan maka orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan.

Sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam karena hanya sistem Islamlah yang mampu melindungi dan mensejahterakan rakyat. Tidak hanya dengan berdoa tapi harus berusaha semaksimal mungkin untuk diterapkannya sistem Islam di muka bumi ini. Wallahualam bishawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekan Depan 254 Pj Kepala Desa Ditetapkan

    Pekan Depan 254 Pj Kepala Desa Ditetapkan

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penetapan 254 penjabat kepala desa (Kades) di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara direncanakan berlangsug pekan depan. Itu diungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Madina Ahmad Meinul Lubis di Panyabungan, Selasa (21/2/2023). Hanya saja Mainul tidak menyebut tanggal atau hari penetapan. “Insya Allah, penetapan 254 pj kades di Madina ditetapkan […]

  • Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

    Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menilai kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk urea bersubsidi sebesar 12,5% per 1 Januari 2012 dari sebelumnya Rp 1.600 per kg menjadi Rp1.800 per kg akan memberatkan petani. “Petani yang mempunyai lahan kecil atau kurang dari 0,3 hektare akan kesulitan dengan naiknya harga pupuk […]

  • Mandailing Terus Diguyur Hujan, Pengendara Diminta Hati-Hati

    Mandailing Terus Diguyur Hujan, Pengendara Diminta Hati-Hati

    • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wilayah Mandailing terus diguyur hujan hampir sebulan terakhir, para pengguna jalan terutama Jalan Lintas Sumatera mulai titik Muara Sipongi di Mandailing Natal hingga titik Sipirok di Tapanuli Selatan atau jalur Tapsel-Palas. Sejumlah supir antar kota antar provinsi kepada Mandailing Online, Minggu (28/10) mengungkapkan jalanan sepanjang wilayah Mandailing banyak yang licin akibat […]

  • Nilai Pendidikan dan Kader Dalam Rekrutmen Politik

    Nilai Pendidikan dan Kader Dalam Rekrutmen Politik

    • calendar_month Rabu, 9 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    oleh:  Dr. M. Daud Batubara, MSi Penyortiran atau penarikan undian, dikenal sebagai bentuk rekruitmenpolitik paling tua dengan tujuan mencegah dominasi jabatan dari posisiberkuasa oleh kelompok atau individu tertentu. Demikian juga Rotasihampir sama dengan tujuan bentuk ini. Dikenal pula dua cara khusus dalam sistem perekrutan politik yaitu seleksi pemilihan yakni melalui ujian khusus dan latihan.  Meski […]

  • Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG, (MO) – Sepanjang tahun 2012, seratusan anggota Polri dipecat dari keanggotaan karena melanggar kode etik kepolisian. Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna menjelaskan, setiap tahunnya, 300-500 anggota Polri di Indonesia dipecat dengan tidak hormat. “Untuk tahun ini atau saat ini sudah seratusan lebih yang dipecat,” jelas Nanan saat ditemui di Hotel Royal Panghegar, hari […]

  • MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay   PENDAHULUAN Pertambangan emas rakyat merupakan aktivitas ekonomi yang telah berlangsung lama di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah pedalaman dan kawasan pegunungan yang memiliki potensi mineral tinggi. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini menjadi sumber penghidupan utama karena terbatasnya kesempatan kerja di sektor formal. Namun dalam perkembangannya, sebagian besar aktivitas pertambangan […]

expand_less