Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Sekulerisme Memosisikan Perempuan dan Anak Dalam Bahaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Jan 2023
  • print Cetak

Oleh: Nur Afni
Ibu peduli generasi

Sekulerisme adalah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, dan sistem inilah yang paling banyak memengaruhi negera-negara di dunia termasuk negara kita Indonesia. Namun sekulerisme ini telah memberikan dampak yang buruk bagi masyarakat terutama kaum wanita dan anak-anak. Seperti kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Baru-baru ini, Polda Metro Jaya telah menyatakan bahwa wanita korban mutilasi di Bekasi bernama Angela Hindriati Wahyuningsih. Berdasarkan penelusuran, persoalan asmara diduga kuat melatarbelakangi pembunuhan Angela Hindriati Wahyuningsih. Motif pembunuhan tersebut diperoleh dari pengakuan tersangka M Ecky Listiantho (34) saat diperiksa polisi. Namun, polisi tidak menyebutkan secara detail persoalan asmara seperti apa yang menyebabkan pelaku membunuh dan memutilasi korban.
Korban dibunuh dengan cara dicekik saat keduanya bertengkar pada November 2021. Dua minggu setelah dibunuh, tersangka diduga memutilasi tubuh korban menggunakan gergaji listrik. Potongan tubuh korban dimasukkan ke dalam dua kontainer plastik, astaghfirullah.

Selain kasus pelecehan terhadap perempuan, ada juga kasus pelecehan terhadap anak- anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengunjungi Bunga (bukan nama sebenarnya), anak perempuan berusia 12 tahun di Binjai Sumatera Utara yang tengah hamil 8 bulan diduga akibat kekerasan seksual yang dialaminya. Dalam kunjungannya tersebut, Menteri PPPA meminta keterangan dari orang tua dan pasangan suami-istri yang saat ini merawat korban, (6/1).

Menteri PPPA mendorong Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan terbaik bagi korban sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, padahal seharusnya anak seusia ini masih sibuk dengan pelajaran dan bermain dengan teman-temannya. Kemudian kasus kekerasan terhadap anak juga dirasakan oleh seorang bocah bernama Malika.

Inilah salah satu dampak buruk dari pengaruh sekulerisme ini, masih banyak kasus-kasus lain yang terjadi akibat sistem yang memisahkan agama dari kehidupan ini. Lalu timbul pertanyaan di benak kita, dimana peran negara dan pemerintah, bukankah negara ini negara hukum?
Memang benar negara kita negara hukum, namun kondisi hari ini hukum tidak dijalankan sesuai syari’at Sang Pencipta (Allah SWT). Agama dipakai hanya untuk ibadah ruhiyah semata. Namun dalam memberikan sanksi kepada pelaku kejahatan dan kemaksiatan, syari’at Sang Pencipta tidak dipakai sama sekali, sehingga tidak memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan. Inilah hukum yang terjadi di negara kita ini, hukum dibuat seolah molor seperti karet/ tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Padahal syari’at Allah SWT bersifat baku. Lalu mana yang disebut bahwa negara ini negara hukum? buktinya kejahatan semakin merajalela dan dimana peran penguasa yang katanya menjaga dan mensejahterakan rakyat.

Sekulerisme ini hanya akan merusak moral dan kepribadian masyarakat, serta banyaknya budaya buruk yang bebas masuk ke negara kita tanpa ada pengawasan dari negara. Sehingga semakin membuat dangkal pemikiran umat dan umat pun semakin terbelakang.

Padahal syari’at Islam sudah sangat jelas mengatur hubungan antara laki laki dan perempuan, sehingga tidak ada istilah “pacaran” di dalam Islam karena itu adalah perbuatan zina. Islam begitu menjaga kehormatan dan memuliakan perempuan. Jelas dalam Islam tentang sanksi hukum dari setiap kejahatan tegas dan mampu memberikan solusi tuntas sehingga menjadikan nya sebagai pencegah dan penebus. Apabila syari’at Islam diterapkan dalam menetapkan sanksi kejahatan maka orang akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan.

Sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam karena hanya sistem Islamlah yang mampu melindungi dan mensejahterakan rakyat. Tidak hanya dengan berdoa tapi harus berusaha semaksimal mungkin untuk diterapkannya sistem Islam di muka bumi ini. Wallahualam bishawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades Sipogu : Kapolres Madina Pernah Tegur Pelaku Tambang, Namun Tak Digubris

    Kades Sipogu : Kapolres Madina Pernah Tegur Pelaku Tambang, Namun Tak Digubris

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): ternyata pengusaha tambang emas ilegal yang beroperasi di Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal kebal hukum. Setingkat Kapolres Madina saja sudah pernah menegur para pelaku tambang namun tidak di gubris. “Itu sudah langsung Kapolres Madina yang menegur para pelaku tambang namun tidak diindahkan, BPD dan Pemdes juga sudah […]

  • Bupati: HMI Madina Harus Sumbang Pemikiran Untuk Kemajuan Daerah

    Bupati: HMI Madina Harus Sumbang Pemikiran Untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 14 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution berharap HMI Madina ikut berkontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah. Itu dinyatakan bupati saat menerima audiensi Himpuman Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mandailing Natal (Madina) di ruang kerjanya, Kamis (12/8/2021). “Saya salut dan bangga pada adik-adik HMI Madina. Karena mereka adalah sosial control, saya harapkan HMI Cabang Madina […]

  • Keluarga Maslin Batubara Hibahkan Lahan Untuk Asrama Haji Madina

    Keluarga Maslin Batubara Hibahkan Lahan Untuk Asrama Haji Madina

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluarga besar Almarhum H Maslin Batubara menghibahkan lahan untuk pertapakan pembangunan asrama haji di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Lahan itu seluas 4000 M² berada di Parbangunan, Panyabungan. Almarhum Maslin Batubara adalah ayah kandung Hidayat Batubara (bupati Madina masa bakti 2011-2013). Hibah lahan itu diberikan kepada Pemkab Madina. Sertifikatnya diterima […]

  • Bagas Godang di Ulu Pungkut Peringkat Tiga Anugerah Pesona Indonesia

    Bagas Godang di Ulu Pungkut Peringkat Tiga Anugerah Pesona Indonesia

    • calendar_month Selasa, 6 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bagas Godang yang berada di Kelurahan Huta Godang Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut berhasil meraih juara tiga Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2022 untuk kategori Kampung Adat di Indonesia. Acara API Award 2022 ini diselenggarakan di Banda Aceh pada Jumat (25/11/2022) lalu. Penghargaan API Award 2022 merupakan bagian dari kegiatan […]

  • Yos Kunjungi Kantor SMSI Madina

    Yos Kunjungi Kantor SMSI Madina

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : pelaksana tugas Kejaksaan Negeri Mandailing Natal Yos A Tarigan  datangi kantor Serikat Media Siber Indonesia ( SMSI ) Mandailing Natal ( Madina ). Ia datang selain sebagai Kepala Kejaksaan juga merasa sebagai bagian dari journalis karena belaiu awal kiprah sebelum menjadi jaksa pernah begelut di dunia journalis. Didepan anggota SMSI, Yos yang […]

  • Ketua LSM Trisakti Adukan Oknum Anggota DPRD Madina ke Partai Demokrat

    Ketua LSM Trisakti Adukan Oknum Anggota DPRD Madina ke Partai Demokrat

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua LSM Trisakti Madina, Dedi Sahputra Hasibuan mengirim surat penganduan kepada DPC Partai Demokrat Kabupaten Mandailing Natal, Senin (5/9/2022). Surat itu mengadukan dugaan penganiayaan terhadap dirinya oleh oknum anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Partai Demokrat. Dedi yang mengantar surat itu secara langsung ke sekretariat DPC Partai Demokrat Mandailing […]

expand_less