Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Ternyata, Al Quran dibakar di Amerika!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
  • print Cetak

Setelah rencana pembakaran Al Quran di Amerika dibatalkan, masyarakat Islam sedunia sempat lega, khususnya di Indonesia karena dilaporkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyurati Presiden Barack Obama.

Menurut laporan Tennessean.com, pembakaran kitab suci Islam itu tetap dilakukan, Sabtu lalu di kediaman salah seorang pendeta AS. Dilaporkan bahwa dua pendukung pendeta Terry Jones melakukan aksi itu. Pelakunya adalah pendeta Bob Old dan pendeta Danny Allen, dilakukan di hadapan media.

Aksi kedua pendeta itu dilakukan di rumah pendeta Old, dan mereka mengaku aksinya merupakan pesan dari Tuhan. Gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya, kata Old. “Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya,” katanya.

“Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta,” katanya sambil memegang Al Quran sebelum kemudian membakarnya. “Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu,” tambahnya.

Gerakan bakar Al Quran yang digaungkan Dove World Outreach Center dari Gainesville, Florida, amat sangat menghina umat Islam. Namun, umat Islam diminta harus bisa menyikapinya dengan arif dan tenang.

“Ini bagian dari pemacu amarah umat. Kita harus lebih objektif memandang masalah ini. Jangan terbawa emosi,” kata Syahrin Harahap, rektor Univa Sumatera Utara kepada Waspada Online, tadi malam.

Syahrin juga menghimbau agar umat Islam jangan terpancing dengan kebodohan ini. “Saya yakin, penentang mereka bukan hanya umat Islam tapi juga umat lainnya. “Karena tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan umatnya untuk menghina agama lain termasuk kitab dan nabi agama lain,” tegas cendekiawan asal Sumut ini.

Sebelumnya melalui news.com.au, Terry Jones menuduh Islam dan hukum syariah bertanggungjawab atas aksi terorisme terhadap World Trade Center di New York pada 11 September 2001. “Kami menyerukan agar umat manusia, termasuk umat beragama di Indonesia, tak terjebak dalam perbuatan-perbuatan anarki seperti ini yang justru tidak memperlihatkan sikap keadaban,” ujar Gerakan Peduli Pluralisme, baru-baru ini.

Kelompok yang menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Gerakan Peduli Pluralisme, antara lain, PGI, Parisadha Hindu Dharma Indonesia, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Ma’arif Institute, Moderate Muslim Society, Forum Kerukunan Antarumat Beragama, Masyarakat Dialog Antaragama, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, dan Forum Lintas Agama.
Editor: SASTROY BANGUN
sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ical Sambangi Amru Daulay

    Ical Sambangi Amru Daulay

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sebelum kembali ke Jakarta usai membuka Rakerda Partai Golkar Sumut di Hotel Polonia, Medan, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie singgah ke kediaman Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sumut Amru Daulay di Jalan Samanhudi, Medan, Sabtu (27/11/2010). Aburizal yang biasa disapa Ical itu tampak akrab dengan mantan Bupati Mandailing Natal tersebut. Didampingi […]

  • Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pihak polisi masih melakukan penyelidikan motif pembunuhan terhadap Abdullah, warga perumahan relokasi Afgas, Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal. Jenazah Abdullah (21) ditemukan di dalam jurang jalan Lintas Sumatera sedalam 30 meter di kawasan Ai Molili, Bukit Dua Belas, Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muarasipongi, Senin (1/2) sekira pukul 06.30 Wib. […]

  • RAKYAT HANYA MENCARI SESUAP NASI

    RAKYAT HANYA MENCARI SESUAP NASI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rakyat hanya hanya mencari sesuap nasi untuk anak dan istri. Mereka bukan penjahat, bukan pencuri. Kenapa ditangkap hanya karena menambang emas,” kata tokoh masyarakat Naga Juang, Mangaraja Muda Lubis kepada wartawan. Itu diungkapkannya kepada wartawan ditengah kerumunan ribuan massa yang memblokir jalan negara Lintas Sumatera di titik Desa Jambur Padang Matinggi, […]

  • Korupsi Indonesia sudah gawat

    Korupsi Indonesia sudah gawat

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Korupsi harus diakui bukan saja makin masif dan sistemik, tetapi juga makin telanjang dan bahkan sudah merambah urusan agama, sebagaimana kasus korupsi pengadaan Al Quran yang ikut menyeret politisi senayan dari Fraksi Golkar Zulkarnaen Djabar. Karena itu, tidak cukup memerangi korupsi melalui pendekatan politik dan hukum saja tetapi juga melalui sebuah gerakan kultural. […]

  • Mantan Bupati Palas segera diperiksa

    Mantan Bupati Palas segera diperiksa

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- (MO), Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat (Dit) Reserse Kriminal Khususu (Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), dalam waktu dekat ini akan segera melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis. Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Sadono Budi Nugroho menjelaskan, bahwa pemanggilan terhadap Basyrah Lubis ini akan dilakukan setelah Berkas Acara […]

  • Ini Tanggapan Bacalon Bupati Madina Endar Sutan Lubis Terkait Program Makan Bergizi Gratis

    Ini Tanggapan Bacalon Bupati Madina Endar Sutan Lubis Terkait Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Menanggapi program nasional presiden terpilih Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis, Bacalon Bupati Mandailing Natal menilai program itu menasional. Ketika jadi Bupati nanti, ia akan menunggu juknis program tersebut untuk dilaksanakan. Namun ia membatasi ketika program itu di bebankan ke daerah, sepanjang tidak mengganggu program pembangunan daerah akan dijalankan. ” Kalau […]

expand_less