Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Turki Serukan Dunia Islam Lawan Israel

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
  • print Cetak

Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan

ISTANBUL (Mandailing Onilne) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak pemimpin Muslim di seluruh dunia untuk bersatu dan melawan Israel. Pernyataan ini ia katakan beberapa hari setelah sejumlah rakyat Palestina tewas ditembak penembak jitu Israel dalam pawai yang menandai 70 tahun penjajah Israel.

Berbicara dalam pertemuan istimewa Kerja Sama Organisasi Islam (OKI), Erdogan mengatakan, Israel harus bertanggung jawab atas pembunuhan yang memicu amarah masyarakat internasional itu. Penembakan tersebut juga menyebabkan gelombang protes dari Asia, Timur Tengah, sampai Afrika Utara.

“Untuk mengambil tindakan atas pembantaian rakyat Palestina yang dilakukan penjahat Israel dengan cara menunjukkan ke seluruh dunia bahwa kemanusiaan belum mati,” kata Erdogan di Istanbul, seperti dilansir Alja zirah, Selasa (21/5).

Presiden Turki itu menggambarkan pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina sebagai kejahatan, kekejaman, dan teror negara. Ia juga mengatakan, hal ini akan menghantui Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pada hari Senin (20/5) ketika Amerika melanjutkan relokasi kedutaan besar yang kontroversial, sebanyak 62 orang termasuk lima anak-anak tewas dalam penembakan yang dilakukan tentara Israel. Lebih dari 2.700 pengujuk rasa terluka dalam pembantaian yang terjadi saat mereka berkumpul di garis gencatan senjata yang terletak antara Gaza dan Israel.

Pengunjuk rasa itu memperingati hari Nakba, saat militer Zionis mengusir orang Palestina pada tahun 1948. Aksi itu memaksa 750 ribu rakyat Palestina mengungsi dari tanah air mereka.

Beberapa kepala negara datang ke pertemuan di Istanbul. Namun, Arab Saudi, tuan rumah kelompok 57 negara anggota OKI, hanya mengirim pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri. Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab juga hanya mengirimkan pejabat Kementerian Luar Negeri mereka.

Dalam pertemuan tersebut, Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad al-Thani mengatakan, penderitaan Palestina telah menjadi simbol penindasan rakyat di seluruh dunia. Ia juga mengecam pembantaian brutal Israel yang mereka lakukan terhadap pengunjuk rasa.

“Siapa di antara kita yang tidak tahu pengepungan yang dipaksakan di Jalur Gaza dan hukuman kolektif terhadap populasinya. Jalur Gaza diubah menjadi kamp konsentrasi besar jutaan orang yang kehilangan hak dasar mereka untuk bepergian, bekerja, dan mendapatkan perawatan kesehatan,” kata al-Thani.

“Ketika putra mereka disebut teroris dan ketika mereka melakukan unjuk rasa damai, mereka disebut ekstremis dan ditembak mati dengan peluru tajam,” katanya menambahkan.

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah mengatakan, AS menjadi bagian dari masalah, bukan dari solusi. Ia mengatakan, relokasi kedutaan besar Negeri Paman Sam itu tidak agresif terhadap negara Islam serta melawan Muslim dan umat Kristen.

Raja Abdullah II dari Yordania juga mendesak langkah darurat untuk mendukung perlawanan rakyat Palestina. Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengajak negara anggota OKI untuk mengambil langkah ekonomi dan politik melawan AS dan Israel.

OKI mengeluarkan pernyataan resmi meminta PBB untuk meluncurkan penyelidikan internasional atas pembunuhan di Gaza dan membentuk pasukan perlindungan internasional untuk rakyat Palestina. Negara-negara OKI juga akan melakukan pembatasan ekonomi untuk negara, perusahaan, atau individu yang mengakui aneksasi Israel di Yerusalem.

Satu hari sebelumnya, Erdogan juga menemui 10 ribu orang di pasar malam Yenikapi, Istanbul. Di sana Erdogan mengatakan dunia Islam harus bersatu dan menyatukan diri lagi.

“Muslim terlalu sibuk berperang dan saling tidak sepakat di antara mereka sendiri dan malu ketika berkonfrontasi dengan musuh mereka. Sejak tahun 1947 Israel telah bebas melakukan apapun yang mereka mau di kawasan. Mereka melakukan apa pun yang mereka suka, tetapi kenyataannya bisa dihentikan jika kami bersatu,” kata Erdogan.

Pada awal pekan ini, setelah peristiwa pembantai rakyat Palestina dan AS merelokasi kedutaan besarnya, Turki memanggil utusan mereka ke Israel dan AS. Warga Jerman keturunan Turki Tolgar Memis datang ke Turki untuk mendukung pernyataan dan kebijakan Erdogan yang melawan Israel.

“Apa yang kami lihat selama beberapa tahun terakhir, segala ketidakadilan, dan apa yang terjadi pada awal pekan ini sama sekali tidak dapat diterima. Erdogan telah membuat langkah yang baik dalam membela Palestina, sesuatu yang wajib dilakukan dan harapannya pemimpin lain mengikutinya,” kata Memis.

Sebelumnya Palestina menanggapi dingin rencana perdamaian yang diajukan AS. Pejabat senior Palestina Nabil Abu Rdeneh mengatakan, setiap rencana AS yang mengabaikan aspirasi politik rakyat Palestina untuk merdeka akan mengalami kegagalan. Pernyataan ini menjadi tanda konferensi perdamaian Timur Tengah bulan depan akan berjalan sulit.

Pernyataan juru bicara Presiden Mahmoud Abbas itu menjadi awan men dung konferensi perdamaian yang akan digelar pada bulan Juni di Bahrain. “Setiap rencana tanpa horizon politik tidak akan membawa perdamaian,” kata Nabil Abu Rdeneh.

Pada Ahad (19/5) lalu Gedung Putih mengumumkan akan mengungkapkan fase pertama rencana perdamaian Timur Tengah dalam konferensi tersebut. Rencana itu disebutkan akan fokus pada manfaat ekonomi jika konflik Israel-Palestina berhasil diselesaikan.

Rencana tersebut mengangankan negara-negara Arab yang kaya akan berinvestasi dalam skala besar dan membangun infrastruktur di wilayah Palestina. Namun, Pemerintah AS mengatakan, konferensi 25-26 Juni mendatang tidak akan membahas isu-isu politik yang menjadi inti dalam konflik ini, seperti perbatasan, status Yerusalem, nasib pengungsi Palestina, atau permintaan keamanan Israel.

Sumber : repubilka online / lintar satria/ap ed:yeyen rostiyani)

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usut Proyek Di Dinas Pengairan Sumut

    Usut Proyek Di Dinas Pengairan Sumut

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Sejumlah proyek di Dinas Pengairan Sumatera Utara diduga bermasalah dalam proses tendernya. Ada indikasi proses tender telah dilakukan sebelum Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut disahkan oleh Gubsu H Syamsul Arifin SE Sebagaimana diketahui Gubernur Sumut H Syamsul Arifin baru saja mensahkan APBD yang digelar, Kamis pekan lalu setelah melalui pembahasan bersama para […]

  • Nasehat Kepada Mantan Rekan

    Nasehat Kepada Mantan Rekan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        karikatur nasehat kepada yang menjabat

  • Kantor Imigrasi di Madina Diresmikan 26 Januari

    Kantor Imigrasi di Madina Diresmikan 26 Januari

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Jika tak ada kendala, kantor imigrasi di Madina akan diresmikan tanggal 26 Januari 2022. Kantor ini adalah Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga di Madina. Sejenis cabang. Di Madina kantornya berlokasi di Mompang Julu, Panyabungan Utara. Warga Madina yang hendak mengurus dokumen perjalanan ke luar negeri sudah bisa di sini […]

  • Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Di sela acara reses, anggota DPRD Propinsi Sumut, Ti Aisah Ritonga SE meninjau anak penderita gizi buruk bernama Andi (3) di Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) Sore. Berat badan Andi hanya 6 Kg dan belum bisa berjalan diusianya 3 tahun, diduga akibat asupan gizi yang kurang. Penyakit pun […]

  • Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri

    Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri

    • calendar_month Senin, 25 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Diduga karena cemburu, AH (25) warga Desa Simangambat TB Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, menikam istrinya SN (22 ) sehingga menyebabkan meninggal dunia. Peristiwa terjadi di rumah mereka, Senin (25/6) sekira pukul 08.00 WIB. Menurut saksi mata R ( 22 ) yang merupakan tetangga korban,  kronologi kejadian berawal dari pertengkaran dan […]

  • Utang Pemprovsu Ke Madina 37 Milyar Lebih

    Utang Pemprovsu Ke Madina 37 Milyar Lebih

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemerintah Provinsi Sumatra Utara masih memiliki utang kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mencapai 37 milyar rupiah lebih. Hutang itu berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) sejak tahun 2013 hingga 2014. Itu belum termasuk untuk tahun 2015. Demikian disampaikan Kabid Anggaran Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Madina, Navrizal […]

expand_less