Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
  • print Cetak

Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P
Mahasiswa Magister Sains Agribisnis
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor

 

Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga mencarienergi lain yang dapatmenjaditulangpunggungperekonomian Indonesia di masa depan.

Kita mengetahui bahwa ekspor merupakan sumber dari pertumbuhan ekonomi negara. Semakin besar ekspor, maka total pendapatan negara naik. Tidak dipungkiri pula bahwa struktur ekspor kita mengalami perubahan dimana ekspor non migas lebih mendominasi daripada ekspor migas yang mana dulu sering kita andalkan. Laporan dari BPSmenyatakan bahwa untuk ekspor bulan maret 2018, nilai ekpsor non migas sebesar 91 %.

Ditengah nilai kurs rupiah yang tidak stabil, berdasarkan laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) kita dapat bergembira bahwa tahun 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan 5 ekonomi terbesar di Dunia dengan estimasi nilai PDB sebesar US$5.424 milliar. Dengan kata lain, dari kondisi sekarang akan mengalami peningkatan signifikan, namun mampukah kita dapat mencapai nilai tersebut? karena untuk mencapainya diperlukan pertumbuhan ekonomi minimal 2 digit yang kemudian proyeksi tersebut belum pasti terwujud jika tidak ada persiapan dan pembenahan elemen-elemen yang dianggap mengganggu pertumbuhan. Misalnya dengan(1) Memperkuat Industri pengolahan barang mentah sekaligus menjadi barang siap pakaidengan kualitas yang tinggi (2) memberdayakan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kekuatan untuk menunjang perindustrian.

Mengapa UKM?

Ada beberapa alasan kenapa UKM menjadi sektor masa depan unggulan yang perlu diperhatikan dalam menopang ekonomi Indonesia.

Pertama, Usaha kecil dan Mengenah merupakan salah satu dari roda penggerak ekonomi Indonesia yang juga merupakan sektor non-migas yang turut berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. Terbukti dengan  kontribusi terhadap PDBpada tahun 2017 mengalami peningkatan dari 1,7% menjadi 4,48%.

Kedua, Dalam sejarahnya UKM mampu bertahan dari guncangan ekonomi dunia yang pada tahun 1998 telah terjadi krisis moneter yang menjadikan nilai rupiah Indonesia merosot tajam. Namunfakta menyatakan bahwa UKM di Indonesia mampu bertahan dalam suasana tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh (1) Produk yang diperjualbelikan oleh UKM adalah barang konsumsi yang notabenenya tidak tahan lama (2) Dalam aspek pendanaan biaya yang digunakan relatif kecil dan tidak mengandalkan pada bank(3) Pada umumnya UKM tidak memproduksi berbagai jenis barang, hanya tertentu saja dimana berbeda dengan struktur pasar di konglomerasi, sehingga dia bebas untuk masuk dan keluar pasar.Sehingga latarbelakang sejarah tersebut harus menjadi poin penting dalam menjadikan UKM menjadi sektor utama pembangunan Indonesia. Karena tidak menutup kemungkinan jika krisis itu terjadi kembali,maka UKM lah yang dapat menjadi penopang ekonomi.

Ketiga,mampu berkontribusi mengurangi kemiskinan. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa jalan untuk mengurangi kemiskinan adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan. UKM telah berkontribusi besar dalam memperluas akses masyarakat untuk mendapatkanpekerjaan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik tahun 2016, bahwa UKM mampu menyerap tenaga kerja dengan pembagian 44,3% pada usaha mikro dan kecil non-pertanian, 13,5% pada usaha menengah dan besar non-pertanian dan 42,2% pada usaha pertanian atau lainnya. Maka besarnya kontribusi UKM dalam menyerap tenaga kerja perlu dijadikan acuan sebagai potensi kekuatan dari masa depan ekonomi Indonesia.

Digitalisasi UKM

Tak bisa dipungkiri bahwa kontribusi sektor UKM terhadap perekonomian Indonesia membawa dampak yang baik, bahkan mengalami perkembangan yang positif. Namun kontribusi tersebut bisa saja menurun ditengah terpaan dan perubahan dunia, dimana era digitalisasi ini membawa perubahan yang signifikan dalam kondisi bisnis.

Boleh jadi satu dekade lalu kita tidak pernah terpikirkan bahwa dunia yang serba online dapat menguasai kehidupan manusia diberbagai lini kehidupan, namun fakta hari ini menyatakan bahwa budaya masyarakat sudah berubah, perkembangan teknologi telah menjadikannya lebih bebas dalam melakukan kegiatan, jika kita tidak segera mengubah cara bisnis yaitu menyesuaikannya dengan zaman, maka kita yang akan terkikis dan tereliminasi dari zaman itu sendiri.

Hal itulah yang menjadi tantangan bagi pemerintah dan para penggiat UKM. Pergerseran tren bisnis menjadikkan kita untuk menguasai teknologi dengan baik. Sehingga, selain modal yang dibutuhkan pun juga kemampuan dalam mengelola penggunaan teknologi, misalnya dalam hal pemasaran produk. Tantangan tersebut digambarkan melalui survei yang telah dilakukan oleh Kementrian Koperasi dan UKMbeberaptahunlalu bahwa sekitar 36% pemilikUKM belum memiliki komputer dan dan internet, 12% pemilik UKM menggunakan komputer dan Internet untuk bisnis dan hanya 6% saja yang sukses.

Peliknya persoalan yang dihadapi Indonesia tidak menyurutkan kita untuk pesimis dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Pembangunana sejatinya bertolak dari nilai-nilai demokrasi yang universal dimana manusia sebagai objek vital pembangunan dengan mengeluarkan potensi yang dimiliki olehnya, bukan untuk dihilangkan apalagi dinistakan. Perlu dicatat bahwadalam laporan Competitiveness Index 2017-2018 dimana tahun 2017  Indonesia berada pada peringkat ke-36 dari 137 negara, atau naik lima peringkat dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan terdapat perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Buka Pelatihan Satpol PP Tanggap Bencana

    Bupati Buka Pelatihan Satpol PP Tanggap Bencana

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution membuka pelatihan bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk menghadapi bencana alam di Lapangan Masjid agung Nur Ala Nur, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Selasa (15/11/2022). Kepala Satpol PP Madina Lis Mulyadi Nasution menyatakan pelatihan berlangsung tanggal 15-17 November […]

  • Pemkab Madina Ungkap Fakta-Fakta Ketidakberesan KP USU

    Pemkab Madina Ungkap Fakta-Fakta Ketidakberesan KP USU

    • calendar_month Selasa, 16 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina) mengungkap fakta-fakta ketidakbersan KP USU dalam kegiatan Investasi di Madina. Fakta-fakta itu yang menjadi dasar bagi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina mencabut izin KP USU dalam investasi perkebunan sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis pada bulan Juni lalu. Fakta-fakta yang ditamukan pada Koperasi […]

  • Beca kotanopan

    Beca kotanopan

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menakjubkan…. jarang-jarang pespa dijadikan becak… Hanya di Kotanopan. Ini objek wisata yang sangat menarik

  • Kementan Bantu Korban Bencana Madina

    Kementan Bantu Korban Bencana Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) menerima bantuan kemanusiaan dari Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam. Penyerahan bantuan dilakukan di pendopo rumah dinas bupati yang pada diwakili Staf Ahli oleh Kementan dan diterima langsung oleh Bupati Madina H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi, […]

  • Atika di Mata Mantan Guru

    Atika di Mata Mantan Guru

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Calon Wakil Bupati (Cawabup) Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution dalam kesempatan yang tidak disengaja berjumpa dengan seorang gurunya sewaktu belajar di SMP Negeri 1 Kotanopan. Lokasi pertemuan Atika dengan guru IPS bernama Zulkifli Pulungan sewaktu menyantuni anak yatim di Desa Angin Barat, Kecamatan Tambangan, Madina, […]

  • Saipullah-Atika Jenguk dan Bantu Korban Keracunan Asal Linggabayu

    Saipullah-Atika Jenguk dan Bantu Korban Keracunan Asal Linggabayu

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi (SAHATA) peduli korban keracunan makanan asal Kecamatan Linggabayu yang dirawat di Rumah Sakit Umum Permata Madina. Kedua paslon membuktikan kepedulian mereka terhadap warga yang tertimpa musibah itu. Saipullah dan Atika kompak […]

expand_less