Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pemkab Madina Ungkap Fakta-Fakta Ketidakberesan KP USU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Okt 2012
  • print Cetak

penyetopan aktivitas KP USU 161012PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina) mengungkap fakta-fakta ketidakbersan KP USU dalam kegiatan Investasi di Madina.

Fakta-fakta itu yang menjadi dasar bagi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madina mencabut izin KP USU dalam investasi perkebunan sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis pada bulan Juni lalu.

Fakta-fakta yang ditamukan pada Koperasi Pengembangan USU (KP USU) itu meliputi persoalan program plasma yang tidak jelas, kantor KP USU yang tidak ada, hingga rangkaian ketidaksukaan warga Muara Batang Gadis atas kehadiran KP USU.

“Sesuai keterangan Pak Prof. Dr. Chairuddin Lubis bahwa kantor pusat mereka berada di jalan Universitas No. 46 Medan, namun setelah kita cek ke jalan tersebut ternyata yang berkantor di jalan yang diterangkan tersebut adalah Bank Sumut,” ujar Mara Ondak.

Ketika hal itu dikonfirmasikan ulang, Prof. Chairuddin Lubis menyatakan bahwa kantor KP USU berada di lantai III. “Namun, yang kita temukan gedung tersebut hanya mempunyai 2 lantai saja,” lanjut Mara Ondak.

Pihak Dinas Kehutanan Madina pun merasa dipermainkan, dan KP USU dinilai tidak serius dalam berinvestasi serta terkesan main-main. Kondisi ini membuat pihak Dinas Kehutanan Perkebunan Madina melihat ada masalah serius tentang konsistensi KP USU.

Di sisi lain, KP USU sejauh ini tidak mempunyai program plasma sawit kepada masyarakat di sekitar lokasi perkebunan. Padahal kebun plasma untuk warga merupakan syarat yang ditetapkan peraturan perundangan-undangan yang harus dipenuhi investor. Oleh karenanya sangat wajar Pemkab Mandailing Natal mencabut Izin Usaha Perkebunan mereka.

Posisi KP USU di tingkat masyarakat juga sangat kacau. Sebab rangkaian penolakan masyarakat terhadap KP USU sudah bergulir, yakni penolakan dari masyarakat Desa Manuncang, Desa Tabuyung dan Desa Suka Makmur yang ditandatangani oleh tokoh masyarakat masing-masing desa dan diketahui tiap-tiap kepala kesa-nya serta diketahui oleh Camat Muara Batang Gadis.

Yang parahnya adalah soal bibit. Dimana pihak KP USU mengakui sudah melakukan pembibitan di sekitar eks areal perkebunan. Tapi, ternyata bibit yang ditunjuk KP USU itu disebut-sebut milik perusahaan lain.

“Sesuai dengan pengakuan Andi dari PT Asian Agri bahwa bibit yang ada di lokasi Ex KP USU tersebut adalah milik PT Asian Agri,” ungkap Mara Ondak.

Pasca pencabutan izin perkebunan KP USU tersebut, sudah ada tujuh investor yang mengajukan minat untuk mengelola eks lahan KP USU tersebut, temasuk diantaranya PTP SU, PTPN IV, PT BAM, PT ALN dan PT ASN. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pungli di Jalur Natal-Panyabungan Sirna, Supir Mampu Berhemat 25.000

    Pungli di Jalur Natal-Panyabungan Sirna, Supir Mampu Berhemat 25.000

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak kampanye anti pungli digulirkan Presiden Jokowi, supir truk di wilayah Mandailing Natal telah mampu menghemat uang. Sejumlah supir truk mengaku, mereka sudah mampu menghemat sekitar 25.000 rupiah dalam rentang perjalanan dari kawasan Pantai Barat hingga kawasan Panyabungan. Pemungut-pemungut uang berpakaian petugas di sejumlah titik antara kawasan Pantai Barat hingga kota […]

  • DPRD Pertanyakan Dana Kesehatan Warga Miskin 5 Milyar

    DPRD Pertanyakan Dana Kesehatan Warga Miskin 5 Milyar

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan Pemkab Mandailing Natal (Madina) meningkatkan alokasi anggaran kesehatan untuk warga miskin menjadi 5 Milyar Rupiah, mulai dipertanyakan pihak DPRD Madina. Peningkatan anggaran kesehatan untuk warga miskin ini merupakan implementasi visi misi Hidayat-Dahlan dalam hal kesehatan gratis di Kabupaten Mandailing Natal yang secara teknis diterapkan dengan sistem Jaminan Kesehatan Daerah atau […]

  • Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina harus selektif meneliti setiap proposal usulan pembangunan bronjong di pinggiran Sungai Batang Natal. Tidak semua abrasi sungai Batang Natal diakibatkan bencana alam secara murni. Bisa jadi banyak titik pinggiran Sungai Batang Natal dan anak sungai lainnya rusak akibat aktifitas pertambangan liar menggunakan alat berat. Oleh karenanya sangat naif apabila […]

  • Foto Mesum Istri Beredar, Suami Bunuh Diri

    Foto Mesum Istri Beredar, Suami Bunuh Diri

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Diduga tidak kuat menahan malu karena fotokopi foto mesum dan perselingkuhan istrinya beredar di masyarakat, Mari Eli Harefa (35), berbuat nekat. Pekerja di sawmill di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan ini bunuh diri dengan minum racun rumput merek Roundup, Rabu (1/12) sekira pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, ayah dari tiga […]

  • Madina Jaya FC Bersiap Menghadapi Liga Nusantara

    Madina Jaya FC Bersiap Menghadapi Liga Nusantara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Madina Jaya FC Mandailing Natal saat ini tengah seirus mempersiapkan timnya untuk berlaga di Liga Nusantara yang akan digelar pada akhir April. Ketua Madina Jaya FC, Mukhtar Hanafi Rangkuti menjawab Mandailing Online, Kamis (15/4) Selain menjalani latihan rutin di stadion Pemkab Madina, Sarak Matua, mental para pemain kesebelasan club dari […]

  • Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

    Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pakar budaya Mandailing, Askolani Nasution menyatakan saat ini tak cukup 2 persen penduduk Mandailing Natal (Madina) yang menguasai aksara Tulak-Tulak. Hal itu diakibatkan aksara ini tak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Ini adalah sebuah kecemasan  dan memerlukan upaya dari semua pihak mengatasinya. Itu diungkap Askolani ketika menjadi narasumber di acara Konsolidasi Sosialisai […]

expand_less