Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

1 November, Inalum Jadi Milik Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Tim perunding Indonesia dan konsorsium Nippon Asahan Aluminium (NAA), hingga kini belum juga mencapai kesepakatan terkait besaran nilai kompensasi yang harus dibayarkan Indonesia sebagai pengganti saham NAA yang mencapai 58 persen pada PT Inalum. Padahal kontrak kerjasama antara Indonesia dengan Jepang sudah harus berakhir 31 Oktober 2013 mendatang.

“Sampai hari ini pembicaraan masih seperti kemarin. Belum ada kesepakatan berapa nilai buku dari total seluruh aset Inalum yang ada. Hanya bedanya, kini kita sudah sama-sama mengerti situasi masing-masing,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Agus Tjahyono.

Menurut Agus, adanya saling memahami kondisi masing-masing ini, merupakan terobosan baru. Karena dengan demikian, pembicaraan dapat lebih mudah dilakukan. Dan diharapkan dalam waktu dekat dapat dicapai kesepakatan bersama.

“Dalam dua minggu ini tim Jepang ada di sini. Secara marathon kita terus melakukan perundingan. Setiap hari, bahkan itu dari jam 8 pagi sampai 18.00 WIB. Ini kita lakukan karena sama-sama menyadari betapa pentingnya perundingan ini dilakukan untuk mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Sayangnya meski mengaku pertemuan rutin dilakukan, Agus yang juga merupakan salah seorang tim perunding Indonesia ini, belum dapat memastikan apakah pada pertemuan kali ini kesepakatan akan dapat dicapai. Ia hanya menyatakan, kemungkinan kalau pun nantinya kesepakatan belum tercapai hingga berakhirnya batas waktu, Inalum tetap akan menjadi milik Indonesia sebagaimana kontrak yang ditandatangani tahun 1978 lalu.

Alasannya sederhana, karena pada hakikatnya permasalahan hanya terkait selisih nilai buku. Di mana seperti yang sebelumnya pernah dikemukakan Sekretaris Jenderal Kemenperin, Ansari Bukhari, Jepang mengusulkan nilai buku sebesar US$650 juta.

Sementara Indonesia mengacu pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yang nilainya berada di bawah angka tersebut. Selisihnya berkisar US$150 juta-US$200 juta.

“Jadi hanya masalah perbedaan sudut pandang. Misalnya kesepakaatan belum tercapai, maka selisih perbedaan angka akan kita masukkan pada escrow account. Sederhananya begini, kita contohkan mereka mengatakan nilainya 10, sementara kita mengatakan 5. Nah selisihnya kan berarti ada 5. Itu yang disimpan pada sebuah rekening bersama atau pihak ketiga yang telah disepakati,” katanya.

Dengan adanya opsi ini, maka proses pengambilalihan Inalum pada 31 Oktober mendatang menurut Agus menjadi tidak akan terganggu.

“Jadi intinya perbedaan tidak akan merusak hubungan kedua negara. Tapi memang adanya selisih angka tersebut membuat kita susah. Kalau kita (tim perunding Indonesia) mengalah dan mengikuti kemauan Jepang, nanti banyak pihak yang memertanyakannya. Kenapa harus mengalah? Kita juga yang akan repot. Makanya sampai saat ini kita masih terus melakukan upaya-upaya perundingan sesuai dengan mekanisme yang ada,” ujarnya. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hasil survei KPK dan TII secara bersamaan menempatkan Medan sebagai kota yang korup dan buruk pelayanan publiknya Tanggal 1 November 2010 KPK telah mempublikasikan hasil survei terhadap instansi pusat, instansi vertikal dan pemerintah daerah yang disebut Indeks Integritas Nasional (IIN) 2010. Ini merupakan indeks gabungan antara nilai rata-rata di instansi pusat, instansi vertikal dan Pemko. […]

  • Gelombang di Pantai Barat Sumut Capai Ketinggian 3,5 Meter

    Gelombang di Pantai Barat Sumut Capai Ketinggian 3,5 Meter

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Ombak di pantai barat Sumatera Utara diperkirakan bisa mencapai ketinggian 3,5 meter. Ombak setinggi itu berpeluang terjadi di perairan Tapanuli Tengah, Kepulauan Nias, dan Sibolga. Karenanya, nelayan di kawasan itu diminta waspada. Tidak hanya di pantai barat, di Pantai Timur seperti perairan Belawan, Deli Serdang, Asahan, dan Tanjung Balai, ombak bisa mencapai […]

  • 6 Parpol Rata-rata 1 Kursi di Dapil II

    6 Parpol Rata-rata 1 Kursi di Dapil II

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar penelusuran Mandailing Online di beberapa posko partai politik, Minggu hingga Senin (13-14/4/2014) perkiraan sementara perolehan kursi legislatif DPRD Mandailing Natal (Madina) untuk Dapil II (Daerah Pemilihan II) sebanyak 6 parpol memperoeh rata-rata 1 kursi. Dapil II Meliputi Kecamatan Tambangan, Kotanopan, Ulu Pungkut, Muara Sipongi, Pakantan dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi. […]

  • Distan Madina Harapkan Dinas Pengairan Provinsi Segera Perbaiki Irigasi Yang Tak Berfungsi di Madina

    Distan Madina Harapkan Dinas Pengairan Provinsi Segera Perbaiki Irigasi Yang Tak Berfungsi di Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): tanggapai permasalahan petani yang sudah 2 tahun tidak bisa nyawah akibat tidak berfungsinya pengairan sawah di saba palas, Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabunga, Mandailing Natal ( Madina ), Dinas Pertanian dan Peternakan berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Cq Dinas Pengairan segera perbaiki jaringan Irigasi yang tak berfungai. Kepada Mandailing Online, Selasa (20/6/2023) […]

  • Imran Khaitamy Siap Calon Bupati Madina

    Imran Khaitamy Siap Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Menjelang Pilkada Madina, muncul nama Imran Khaitami Daulay, SH yang siap maju sebagai calon bupati Madina. “Bila masyarakat meminta dan Allah menghendaki, kenapa tidak, saya siap,” kata Imran di Panyabungan, Madina sebagaimana dikutip MohgaNews, Rabu (3/7/2019). Imran adalah mantan ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) periode 2009-2014. Juga pernah menjabat Ketua […]

  • 2013, Jalan di Sihapas dan Gading Akan Diaspal

    2013, Jalan di Sihapas dan Gading Akan Diaspal

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALAS, (MO) – Kepala Bidang Perencanaan Wilayah Bappeda Kabupaten Padang Lawas (Palas), Rahmat Siregar ST mengutarakan, Tahun Anggaran (TA) 2013 mendatang, pihaknya memprogramkan pembangunan di wilayah Sihapas dan Gading. Mengingat, masih ada sekitar 60 persen jalan kabupaten di wilayah tersebut masih jalan tanah. “Sehingga, untuk menselaraskan dengan program bupati, pembangunan di wilayah tersebut diprioritaskan, termasuk […]

expand_less