Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

3 Kandidat Pilkada Madina Saya Merekomendasi SOFWAT-BEIR

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
  • print Cetak

Pasangan Sofwat-Beir

Oleh : Zulkifli Lubis

Saya mengawali tulisan ini mengulas ragam masalah daerah ini yang harus dicari solusinya jika daerah ini ingin bangkit lebih baik ke depan.

Kabupaten Madina sejak dimekarkan dua puluh tahun silam dirasa belum berhasil menjadi kabupaten yang membanggakan.

Saya sebagai putra daerah dimana sering berkunjung belakangan ini ke Madina dapat melihat betapa kabupaten ini jika benar-benar diurus insyaAlloh kedepan bisa bangkit melejit maju karena potensi daerah ini sangat berlimpah ruah.

Saat ini kabupaten Madina kompleks permasalahannya, hal-hal baru muncul mengejutkan semua di daerah ini, antara lain kabupaten ini sudah dikategorikan penghasil ganja nomor dua di negeri ini; dulu lumbung padi Sumatera Utara kini sudah berubah menjadi pengimpor beras dan ikan dari daerah lain; kabupaten ini sudah tidak mandiri swasembada pangan lagi, semua serba beli dan daya beli rakyat kian hari kian sulit. Dan bahkan banyak lagi masalah lain yang terabaikan selama ini, antara lain sumber devisanya belum tergali maksimal; marak tambang liar dibiarkan tidak ditertibkan; PAD sedikit; UKM tidak terurus baik; lahan pertanian telah beralih fungsi.

Bahkan dapat disimpulkan potensi membuka lapangan kerja rakyat daerah ini nyaris terabaikan sehingga kompleksitas peroblem daerah ini adalah Pekerjaan Rumah pemerintah mendatang untuk mengurainya satu persatu, sehingga tertib sebagaimana mestinya ideal yang dapat bernilai guna dan berhasil guna memakmurkan rakyat agar daya belinya kokoh menuju sejahtera bersama.

Menjelang pilkada Madina telah ada 3 kandidat pimpinan yang semuanya siap memikul beban kompleks di atas. Sudah barang tentu semua kandidat akan “ngecap” mengumbar janji-janji, tinggal rakyat Madina-lah yang menentukan sikap akan mempercayai siapa yang akan memimpin daerah ini ke depan.

Sebelas tahun terakhir ini saya wara wiri berkunjung ke daerah ini mengurus sebuah koperasi yang kami bina beroperasi di daerah ini sebagai tanda “holong” kami para perantau mendirikan koperasi Mitra Manindo. Banyak hal temuan saya yg membuat miris hati melihat kenyataan yang ada, dan saya dapat menyimpulkan betapa ruwetnya problematika yang dihadapi dan perlu segera diatasi sebelum lebih parah lagi muncul problematika baru di masa mendatang.

Satu contoh kecil saja dapat saya utarakan, bahwa jumlah koperasi yang beroperasi di daerah ini lebih dari 400 koperasi, tapi yang disiplin melakukan RAT (rapat anggota tahunan) sangat sedikit, terhitung jari yang taat mengadakan RAT padahal sebagai sebuah lembaga bisnis bertajuk koperasi berkewajiban mengadakan RAT saban tahun. Semua kealpaan itu karena kurangnya kepedulian para pihak terutama pemerintah sebagai regulator dan elemen lainnya tidak disiplin mengawasinya.

Belum lagi soal kepedulian membangkitkan UKM di daerah ini sangat sepi dan yang marak terlihat justru tingginya animo masyarakat menjadi pegawai negeri sipil. Bahkan menjadi tenaga honorer pun mereka rela walau dengan beragam ikhtiar yang saya anggap tak logis ditempuh menyikapi keadaan minimnya lapangan kerja yang tersedia di daerah ini.

Zulkifli Lubis

Kita tidak mencoba mencari siapa yang salah terhadap segala keadaan yang terjadi. Semua pihak sama-sama salah membiarkan keadaan ini berjalan massive, semua kurang perduli.

Semua pihak mestinya harus merasa sayang dan merasa memiliki daerah ini lalu semua bahu membahu sesuai fungsinya bertindak nyata secara bersama-sama membenahi daerah ini dengan memanfaatkan seluruh potensi berlimpah yang tersedia di daerah ini insyaAlloh daerah ini pasti bangkit melejit maju pesat.

Pertanyaannya siapakah pemimpinnya yang mampu menggalang semua potensi itu ?

Maka jawabnya adalah BUPATI YANG TEGAS DAN PENUH PENGABDIAN IKHLAS BERDEDIKASI TINGGI, MENYAYANGI RAKYAT MADINA.

Pilkada kali ini adalah momentum untuk rakyat Madina bangkit dengan semangat baru, meraih mimpi-mimpinya menjadi daerah yang maju di segala sektor. Perlu memilih pimpinannya yang tepat dan tidak salah pilih, agar bisa menghantarkan daerah ini melejit maju, dimana lapangan kerja tersedia di daerah ini luas, semua potensi dapat dimanfaatkan menyokong pesatnya pembangunan.

Menurut hemat saya kandidat yang paling tepat dipilih adalah SOFWAT-BEIR

Mengapa?

Karena sosok H.M. Sofwat Nasution adalah memiliki potensi yang sudah terlatih selama ini memimpin dengan tegas. Karena saat ini Kabupaten Mandailing Natal butuh pemimpin yang tegas.

Disamping beliau adalah putra daerah yang telah serta merta menyatakan mengabdikan diri di sisa umurnya pasca ia lepas purna bakti di TNI patut diapresiasi rakyat Madina sebagai putra daerah terbaik ingin berbuat yang lebih baik bila diberikan kesempatan.

Kekayaan pengalaman dan keluasan relasinya serta telah rampung mengecap pendidikan di LEMHANAS modal kuat baginya mendukung tercapainya mimpi-mimpi rakyat Madina menuju Masyarakat Sejahtera sesuai slogannya mengupayakan Madina menjadi daerah yang religius, cerdas dan sejahtera.

Sosok pendampingnya juga Ir. H. Zubeir Lubis dianggap cukup mumpuni mewujudkan harapan tersebut menyokong pencapaian maksimal karena yang bersangkutan sudah belasan tahun berkiprah di parlemen daerah ini tanpa ada cela.

Diprediksi kedua tokoh ini amanah mengemban tugas berat; dapat menjalankannya dengan mulus berbekal potensi yang mereka miliki. Sisi lainnya, kedua tokoh ini adalah insan yang taat beribadah sehingga sangat patut diberikan kepada pundak mereka mengusung beragam problem kompleks daerah ini dengan pola pendekatan penuh kasih sayang terhadap rakyat Madina.

Saya merekomendasikan pasangan SOFWAT-BEIR karena kedua tokoh ini saya kenal betul. Sementara 2 pasang kandidat lainnya saya tidak terlalu banyak kenal mendalam. Diharapkan para pemilih bisa lebih cermat melihat rekam jejak kedua pasang kandidat tersebut sebagai pembanding bagi anda memilih pemimpin yang tepat memerintah daerah kabupaten Mandailing Natal masa Priode 2021 – 2026.***

Zulkifli Lubis jurnalis di Republika, tinggal di Jakarta

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

    Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Aksara tulak-tulak sebagai jati diri orang Mandailing harus dilestarikan semua pihak. Sebab aksara tulak-tulak merupakan produk kebudayaan etnis Mandailing. “Dari 7 jenis aksara yang ada di Indonesia, salah satunya adalah aksara Mandailing yakni aksara tiulak-tulak. Sementara bahasa Mandailing merupakan salah satu bahasa dari 746 bahasa di Indonesia,” ujar budayawan Mandailing, Muhammad […]

  • IYE Madina Nilai Kasus Dugaan Korupsi Stunting Madina Bualan Kejatisu

    IYE Madina Nilai Kasus Dugaan Korupsi Stunting Madina Bualan Kejatisu

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online : Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu ) telah melakukan pemanggilan beberapa kali terhadap sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Mandailing Natal ( Madina ) terkait dugaan korupsi proyek stunting tahun 2022-2023. Namun sampai hari ini perkembangan kasus tersebut masih jalan ditempat. Menanggapi hal ini Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) Madina, Farhan Donganta, […]

  • Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERSAMA PELAJAR – Presiden Jokowi bersama pelajar di Tapian Sirisiri, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/3/2017). Selain sejumlah agenda lain, kunjungan Jokowi ke Mandailing Natal ini juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar. Berdasar data yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan, sebanyak 2.690 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang mendapat KIP, sejumlah diantaranya diserahkan […]

  • Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing online) – Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal (Madina) seperti tiada hari tanpa prestasi. Kali ini, Husny Abdillah, utusan MAN 1 Madina meraih emas di ajang Olimpiade Sains #2 Global Youth Action (OSN GYA) bidang matematika, 28 November 2021 lalu secara online melalui g-from. Padahal, baru beberapa hari lalu sejumlah pelajar MAN 1 […]

  • Kritik Point Untuk Program Kerja Calon Pemimpin Daerah Yang Mengusung Ide Sekuler-Kapitalis

    Kritik Point Untuk Program Kerja Calon Pemimpin Daerah Yang Mengusung Ide Sekuler-Kapitalis

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pilkada tinggal menghitung hari. Para calon kandidat yang sudah memiliki nomour urut pilih kemungkinan besar tengah menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menghadapi kompitisi bergengsi daerah ini. Tentu saja menang adalah target dan tujuan utama bagi setiap calon. Namanya kompetisi, menang-kalah adalah sunnatullah. Meskipun tidak selalu […]

  • Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

    Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pakar budaya Mandailing, Askolani Nasution menyatakan saat ini tak cukup 2 persen penduduk Mandailing Natal (Madina) yang menguasai aksara Tulak-Tulak. Hal itu diakibatkan aksara ini tak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Ini adalah sebuah kecemasan  dan memerlukan upaya dari semua pihak mengatasinya. Itu diungkap Askolani ketika menjadi narasumber di acara Konsolidasi Sosialisai […]

expand_less