Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Dana Desa Perlu Dievaluasi Nomenklatur dan Metode Pengelolaannya

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
  • print Cetak

Oleh : Irwan H. Daulay (Pemerhati Ekonomi )

Sekitar delapan tahun Dana Desa ( DD ) ditransfer ke daerah dengan jumlah rata rata per desa per tahun sekitar 1 milliar rupiah, anggap satu desa sudah menerima aliran dana segar ini 8 milliar rupiah kemudian coba dicek ke lapangan apa dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, ternyata dana sebesar itu tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.

Menurut hemat saya ada dua persoalan utama sehingga DD ini minim manfaat bagi warga desa. Pertama, dari sisi nomenklatur Dana Desa sebenarnya tidak mencerminkan upaya transfer dana ini untuk kepentingan membangun perekonomian desa, namanya dana sangat luas maknanya sehingga penggunaannyapun juga sangat luas dan akhirnya tidak fokus utk mendanai program sebagaimana tujuan DD desa itu diundangkan.

Kedua, dari sisi aturan main tatakelola DD dalam UU Desa juga tidak sejalan dengan kondisi desa yang sebenarnya yaitu mereka adalah entitas sosial yang memang sejak ada sangat khas yaitu berupa masyarakat homogen yang terbentuk secara turun temurun yg memiliki ikatan kekerabatan yang kuat, budaya gotong royong yang kental dan hidup senasib sepenanggungan serta selalu mengutamakan pengambilan keputusan bersama dengan pola musyawarah mufakat, sehingga sistem yg mengatur mereka mestinya sejalan dengan karakteristik masyarakatnya, yaitu kooperasi bukan korporasi.

Sehingga sungguh ironis ketika tatakelola Dana Desa disajikan dalam bentuk korporasi (fiscal) akan menimbulkan masalah baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, karena model korporasi (fiscal) ini bukan mendorong lahirnya nilai tambah (investasi )melainkan berorientasi realisasi belanja (konsumsi). Model ini sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan kebocoran dan faktanya memang seperti itu. Bukannya menyelesaikan masalah malah akhirnya DD ini berubah menjadi sumber masalah utama di desa. Kacau kan?

Solusinya jika memang banar benar Pemerintah tulus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, rubah saja tata kelola DD dan nomenklaturnya, menghidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD) di mana seluruh warga menjadi anggota dan Kepala Desa merangkap sebagai Ketua Koperasinya dan BPD menjadi pengawas bisa menjadi bahan kajian di samping model lain yg berorientasi pembangunan perekonomian desa (bisnis/investasi).

Di era kolonial beberapa daerah sempat maju dengan dilahirkannya bank desa dan lumbung desa, pola ini mirip Koperasi yang kita kenal saat ini yaitu koperasi simpan pinjam dan koperasi serba usaha. Oleh karena itu belum terlambat rasanya jika tata kelola dan nomenklatur DD dievaluasi sehingga niat membangun desa kesampaian dan mereka yang hidup di desa juga lebih siap menyongsong Visi Indonesia Emas 2045 yaitu Indonesia menjadi negara berpendapatan Tinggi.

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Sidimpuan Lantik Lima Pejabat Baru

    Kapolres Sidimpuan Lantik Lima Pejabat Baru

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Kapolres AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSi melantik sekaligus mengambil sumpah lima pejabat baru di halaman Mapolres Kota P. Sidimpuan, Senin (7/1). Dari lima yang dilantik, tiga di antaranya merupakan jabatan yang baru dibentuk di lingkungkan Polres Kota P. Sidimpuan, masing-masing Kasiwas Aiptu Irmanto, Kasium Aiptu Efendi Lubis dan Kasitipol Bripka Amran Saragih. […]

  • Camat Natal Praperadilkan Kacabjari Natal

    Camat Natal Praperadilkan Kacabjari Natal

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Riplan, S.Sos selaku camat Kecamatan Natal tidak menerima ditetapkan sebagai tersangka korupsi Dana Desa. Melalui kuasa hukum Ridwan Rangkuti, SH.MH mengajukan permohonan Praperadilan terhadap Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Madina di Natal, Kamis (26/8/2021). Permohonan praperadilan itu tercatat pada Register Perkara No.02/Pid.Pra/2021/PN.Mdl. Ridwan Rangkuti dalam rilis pers diterima Mandailing Online menyatakan bahwa […]

  • Sapi di Padangsidimpuan Hanya 966 Ekor

    Sapi di Padangsidimpuan Hanya 966 Ekor

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    P Sidimpuan, – Kota Padangsidimpuan akan mendatangkan hewan ternak untuk kebutuhan warga saat hari Raya Idul Adha 1434 H. Soalnya, sesuai data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangsidimpuan, untuk tahun 2013 tercatat jumlah sapi ternak warga yang ada di Padangsidimpuan hanya 966 ekor. Kepala BPS Kota Padangsidimpuan melalui Kasi IPDS, Joel Roy Peranginangin […]

  • Ternyata, Al Quran dibakar di Amerika!

    Ternyata, Al Quran dibakar di Amerika!

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah rencana pembakaran Al Quran di Amerika dibatalkan, masyarakat Islam sedunia sempat lega, khususnya di Indonesia karena dilaporkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyurati Presiden Barack Obama. Menurut laporan Tennessean.com, pembakaran kitab suci Islam itu tetap dilakukan, Sabtu lalu di kediaman salah seorang pendeta AS. Dilaporkan bahwa dua pendukung pendeta Terry Jones melakukan aksi […]

  • Bank Mega Regional Sumatera Adakan Sosialisasi Manajemen Perpajakan Sebagai Aksi Bela Negara

    Bank Mega Regional Sumatera Adakan Sosialisasi Manajemen Perpajakan Sebagai Aksi Bela Negara

    • calendar_month Kamis, 16 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bank Mega (PT. Bank Mega, tbk) mengadakan Event Ngopi – Ngobrol Seputar Pajak Terkini – dengan tema “Manajemen Perpajakan untuk Usaha”  di Business Lounge Kantor Regional Sumatera Bank Mega, Jl Kapt. Maulana Lubis, No.11 Medan, Rabu (15/3/2023). Event Ngopi itu melibatkan 9 kantor cabang yang terdiri dari 3 kantor cabang di […]

  • Setahun Lagi Pilgubsu, Partai Besar Mulai Bicara Soal Koalisi Golkar Sudah Punya Nama

    Setahun Lagi Pilgubsu, Partai Besar Mulai Bicara Soal Koalisi Golkar Sudah Punya Nama

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Kata koalisi seolah tak bisa dipisahkan, ketika berbicara mengenai pemilihan umum (Pemilu). Begitupun Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013. Kemana arah koalisi partai-partai besar di Sumut seperti Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Indonesia Perjuangan (PDI P), dan Partai Demokrat dalam mengusung jago-jagonya dalam Pilgubsu 2013 mendatang? Dalam perkembangan saat ini, dari sumber Sumut […]

expand_less