Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Dana Desa Perlu Dievaluasi Nomenklatur dan Metode Pengelolaannya

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
  • print Cetak

Oleh : Irwan H. Daulay (Pemerhati Ekonomi )

Sekitar delapan tahun Dana Desa ( DD ) ditransfer ke daerah dengan jumlah rata rata per desa per tahun sekitar 1 milliar rupiah, anggap satu desa sudah menerima aliran dana segar ini 8 milliar rupiah kemudian coba dicek ke lapangan apa dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, ternyata dana sebesar itu tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.

Menurut hemat saya ada dua persoalan utama sehingga DD ini minim manfaat bagi warga desa. Pertama, dari sisi nomenklatur Dana Desa sebenarnya tidak mencerminkan upaya transfer dana ini untuk kepentingan membangun perekonomian desa, namanya dana sangat luas maknanya sehingga penggunaannyapun juga sangat luas dan akhirnya tidak fokus utk mendanai program sebagaimana tujuan DD desa itu diundangkan.

Kedua, dari sisi aturan main tatakelola DD dalam UU Desa juga tidak sejalan dengan kondisi desa yang sebenarnya yaitu mereka adalah entitas sosial yang memang sejak ada sangat khas yaitu berupa masyarakat homogen yang terbentuk secara turun temurun yg memiliki ikatan kekerabatan yang kuat, budaya gotong royong yang kental dan hidup senasib sepenanggungan serta selalu mengutamakan pengambilan keputusan bersama dengan pola musyawarah mufakat, sehingga sistem yg mengatur mereka mestinya sejalan dengan karakteristik masyarakatnya, yaitu kooperasi bukan korporasi.

Sehingga sungguh ironis ketika tatakelola Dana Desa disajikan dalam bentuk korporasi (fiscal) akan menimbulkan masalah baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, karena model korporasi (fiscal) ini bukan mendorong lahirnya nilai tambah (investasi )melainkan berorientasi realisasi belanja (konsumsi). Model ini sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan kebocoran dan faktanya memang seperti itu. Bukannya menyelesaikan masalah malah akhirnya DD ini berubah menjadi sumber masalah utama di desa. Kacau kan?

Solusinya jika memang banar benar Pemerintah tulus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, rubah saja tata kelola DD dan nomenklaturnya, menghidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD) di mana seluruh warga menjadi anggota dan Kepala Desa merangkap sebagai Ketua Koperasinya dan BPD menjadi pengawas bisa menjadi bahan kajian di samping model lain yg berorientasi pembangunan perekonomian desa (bisnis/investasi).

Di era kolonial beberapa daerah sempat maju dengan dilahirkannya bank desa dan lumbung desa, pola ini mirip Koperasi yang kita kenal saat ini yaitu koperasi simpan pinjam dan koperasi serba usaha. Oleh karena itu belum terlambat rasanya jika tata kelola dan nomenklatur DD dievaluasi sehingga niat membangun desa kesampaian dan mereka yang hidup di desa juga lebih siap menyongsong Visi Indonesia Emas 2045 yaitu Indonesia menjadi negara berpendapatan Tinggi.

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miliki Sabu Sabu, Gandi Warga Kota Siantar Ditangkap Polisi

    Miliki Sabu Sabu, Gandi Warga Kota Siantar Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )– Gandi ( 49 thn ) alias SR pengedar narkotika golongan satu jenis sabu sabu berhasil di tangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina). Gandi yang diketahui ber KTP penduduk kota siantar, Kecamatan Panyabungan itu ditangkap petugas di Aek Tolang, Banjar Borotan, Kelurahan Kotasiantar. ” tersangka ditangkap pada Jum’at 2/2/2024 […]

  • Polres Periksa Kadis Kesehatan Madina

    Polres Periksa Kadis Kesehatan Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal (Madina) telah periksa Kepala Dinas Kesehatan Madina, Drg.Ismail Lubis kasus dugaan penghinaan terhadap wartawan tanggal 18 September 2014 di Kantor Dinas Kesehatan. Demikian disampaikan Kapolres Madina, AKBP.Mardiaz K.D,S.Ik,M.Hum kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/10/2014). Drg.Ismail Lubis diperiksa sebagai saksi. Kapolres menjelaskan, kasus dugaan penghinaan terus ditingkatkan dan […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

  • Kuasa Hukum Pemkab Madina Berharap Masyarakat Tidak Salah Tafsir Terkait Keterangan Bupati Menyangkut Aksi Demo

    Kuasa Hukum Pemkab Madina Berharap Masyarakat Tidak Salah Tafsir Terkait Keterangan Bupati Menyangkut Aksi Demo

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ) Banyaknya tanggapan warga terkait berita Mandailing Online edisi 5 Nopember 2025 berjudul ” Bupati Madina Mengaku Selalu Dapat Info Siapa Dibelakang Setiap Aksi Demo Perkebunan”. Melalui Kuasa hukum Pemkab Mandailing Natal ( Madina ) Muhammad Nuh akhirnya angkat bicara. dalam sesi wawancara dengan Kuasa Hukum Pemkab Madina Sabtu 8/11/2025 . […]

  • UKT Bukti Komersialisasi Pendidikan Tinggi?

    UKT Bukti Komersialisasi Pendidikan Tinggi?

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Tinggi di Indonesia kembali menuai kontroversi. Pasalnya, terjadi polemik yang sangat menyita perhatian publik terkait biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang semakin tinggi. Meskipun tidak semua PTN maupun PTS memberlakukan biaya UKT dengan angka yang tinggi, tetapi sejumlah PTN yang sejatinya adalah plat merah, seperti menyaingi biaya kuliah perguruan […]

  • Road To Famous Audisi di Padang Sidimpuan

    Road To Famous Audisi di Padang Sidimpuan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG SIDIMPUAN- EBM Film Corps yang bekerjasama dengan Komunitas Pekerja Film Sumatera Utara, menggelar dalam rangka Road To Famous di Kota Padang Sidimpuan (16/4). Even untuk mencari dan menjaring talenta-talenta terpendam di Kota Padang Sidempuan tersebut, baik dari kategori bintang film maupun bintang suara disambut meriah oleh masyarakat Padang Sidimpuan. Antusias masyarakat Padang Sidimpuan tersebut […]

expand_less