Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Gratifikasi seks lebih berbahaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan banyak orang yang lebih tahan terhadap gratifikasi uang, dibandingkan gratifikasi seksual.

“Itu fakta, gratifikasi seksual itu kadangkala lebih dahsyat daripada gratifikasi uang, itu ada banyak,” kata Mahfud di Menara Bidakara, Jakarta, hari ini.
Ia melanjutkan, banyak orang yang kebal dengan uang tapi tidak kebal dengan tawaran seksual itu banyak sekali. Mahfud mencontohkan, pada masa orde baru, kalau ada pejabat melakukan pemeriksaan ke daerah yang disediakan yaitu sajian seksual.

“Nah sekarang banyak sekali orang kuat terhadap korupsi lain, tapi bisa membuat kebijakan diminta oleh perempuan nakal atau wanita simpanan. Banyak yang laporan ke saya sebagai fakta,” jelasnya.

Mahfud mengatakan untuk perihal tersebut belum ada aturan Undang-Undangnya, karena masih dalam pembahasan diskusi-diskusi tentang tindak pidananya.

“Sekarang rumusan tindak pidana itu susah. Kalau tindak pidana asusila bisa tapi kan pidananya asusila kecil, kalau mau ditindak pidana penyuapan ya, penyuapan itu biasanya materiil,” jelasnya lagi.

Saat ini, masih didebatkan bagaimana menghukum orang yang menerima gratifikasi seksual, sebagai tindak pidana bukan sekedar asusila. Sebab menurut Mahfud, hal tersebut terjadi didalam tugas, sehingga harus dimasukan dalam tindak pidana.

“Sekarang jadi perdebatan hukumnya sedang berlangsung. Tapi menurut saya perlu karena dalam faktanya, ada yang tidak mau terima suap uang, takut untuk melakukan pelanggaran tapi tidak takut untuk melanggar kalau yang minta itu perempuan ‘nakal’. Itu banyak sekali,” tandasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera membuat aturan tentang gratifikasi dalam bentuk pelayanan seksual. Kalau perlu, aturan itu bahkan perlu dibuat dalam bentuk UU.

“Gratifikasi seks bisa dijerat dengan kasus korupsi karena seks masuk kategori pemberian, bisa diukur dengan uang, karena seks tidak ada yang gratisan,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, kepada wartawan, hari ini.

Sejauh ini, Emerson mengakui belum ada aturan yang jelas mengenai batasan gratifikasi dalam bentuk pelayanan seksual tersebut. Karena itu, rekomendasi UNCAC terhadap pasal gratifikasi harus lebih disempurnakan lagi karena gratifikasi tidak harus dalam bentuk uang tunai, tetapi juga dalam bentuk lain seperti potongan harga ataupun kesenangan.

Indonesia, menurut Emerson, dalam hal ini dapat belajar dari Singapura yang mulai menerapkan hukuman untuk pemberian gratifikasi berupa pelayanan seks.

“Intinya gratfikasi seks harus jadi perhatian KPK, karena kalau menunggu DPR agar dibuat dulu Undang-undangnya ga akan bisa diharapkan, karena siapa tau mereka pelakunya,” demikian Emerson.(inilah)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunjangan Guru Diduga Dikorup

    Tunjangan Guru Diduga Dikorup

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Walau akhir Tahun Anggaran 2010 hanya tinggal beberapa hari lagi, namun tunjangan profesi dan tambahan penghasilan guru PNSD di Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2010 belum direalisasikan pencairannya kepada yang berhak oleh pemerintah daerah setempat. Akibatnya tidak sedikit kalangan guru merasa resah dan diperkirakan telah mencapai titik puncak kesabaran karena dana yang bersumber dari pemerintah […]

  • Tentang Cawabub, Cakada Madina Saifullah Nasution Mengaku Belum Tentukan

    Tentang Cawabub, Cakada Madina Saifullah Nasution Mengaku Belum Tentukan

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Kepada Mandailing Online, Saifullah Nasution Bacakada Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengatakan sampai malam ini Jum’at 24/5/2024 belum ada pembicaraan terkait calon Wakil Bupati yang akan mendampinginya pada perhelatan Pilkada Madina mendatang. Ia mengaku masih fokus loby Partai Politik ( Parpol) yang akan mengusung dirinya untuk Pilkada Madina. “Sejauh ini […]

  • Kepala Daerah Ramai-ramai Ajukan Izin Cuti ke Mendagri

    Kepala Daerah Ramai-ramai Ajukan Izin Cuti ke Mendagri

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menjelang kampanye akbar pemilu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengaku mulai banyak kepala daerah yang mengajukan izin padanya. Beberapa di antaranya Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Menurut Gamawan, beberapa menteri juga mengajukan izin ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk cuti kampanye. […]

  • Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    Masyarakat Naga Juang Kembangkan Coklat Melalui KUD

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Kecamatan Naga Juang dan Malintang mengembangkan kebun coklat dengan mendirikan KUD Dalihan Natolu Satahi, yang bertujuan membantu masyarakat petani coklat dalam pengembangan dan pemeliharaan kebun coklat hingga ke tingkat pemasaran, supaya kebun coklat terpelihara baik, dan harga coklat masyarakat tidak terjebak dalam permainan “tengkulak”. Koperasi itu dibina PT Sorikmas Mining (SM) […]

  • Tiap malam geng motor harus diberantas

    Tiap malam geng motor harus diberantas

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Maraknya aksi geng motor atau geng kereta yang belakangan ini meresahkan masyarakat harus segera diantisipasi dan disikapi secara kolektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan telah bersikap melakukan kebijakan bersama untuk mengatasi geng kereta. Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan penekanan terhadap peran guru di sekolah, untuk mengawasi berkembangnya kelompok-kelompok tersebut. “Setiap […]

  • Bupati Madina Bawa Birokrat Studi Tiru Pengembangan Serai Wangi di Garut

    Bupati Madina Bawa Birokrat Studi Tiru Pengembangan Serai Wangi di Garut

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAWA BARAT (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution membawa sejumlah birokrat ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, melaksanakan studi tiru pengelolaan serai wangi. Studi tiru itu berlansung hari Rabu (13/5/2026). Yang dipelajari adalah sejak tahap penanaman sampai pengolahan menjadi produk jadi. Para birokrat Madina yang turut serta meliputi Kepala Dinas Pertanian […]

expand_less