Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2013
  • print Cetak

peretas web6312

JAKARTA, (MO)  – Masih ingat ‘Jember Hacker’ Wildan Yani Ashari? Aksi pemuda berusia 22 tahun asal Jember mengusili situs presidenSBY.info berbuah penahanan oleh Polri. Lulusan SMK Bangunan ini pun disidik atas tindakan usilnya itu. Sejak akhir Januari lalu, dia mendekam di tahanan Polri.

”Saat ini sedang tahap penyelesaian perkara,” jelas Direktur Eksus Mabes Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto saat berbincang, Selasa (5/3).

Kasus Wildan memang masih bergulir. Tapi pihak kepolisian juga melakukan pendekatan kemanusiaan. Wildan yang diamankan dari sebuah warnet di Jember pada Jumat (25/1) selama ini juga diperlakukan dengan baik di tahanan Bareskrim.

Bahkan Polri juga berencana melakukan pembinaan pada Wildan. Rencana itu masih digodok. Kabarnya Wildan akan disekolahkan. ”Tidak menutup kemungkinan hal itu untuk dilakukan dalam rangka pembinaan hacker supaya kegiatannya positif dan mendukung pengamanan cyber space di Indonesia,” terang Arief.

Anggota DPR Setuju Peretas Dibina

Penangkapan terhadap Wildan, peretas situs Presiden SBY, mendapat perhatian dari Anonymous dan menuai beragam respon. Anggota komisi I DPR, Mardani Ali Sera, menuturkan Wildan selayaknya diberi beasiswa agar kemampuannya dalam bidang IT dapat berguna bagi negara.

”Penanganan terhadap hacker muda Wildan harus memiliki pendekatan yang arif dan bijaksana. Saya sarankan dia dibina dan diberi beasiswa,” kata anggota komisi I FPKS, Mardani Ali Sera, usai rapat dengan Kemenkominfo ruang rapat komisi I di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh sang peretas bisa jadi maksudnya adalah baik. Maka pemberiaan beasiswa atau memfasilitasi ke perusahan informatika global adalah jalan yang baik. ”Saya apresiasi beasiswa yang digunakan perusahaan informatika perusahan yang tinggi perkembangannya,” sambung Mardani.

”Kami menyarankan memberikan beasiswa dan mencari bakat yang dimiliki orang indonesia untuk diberi peluang pemberian beasiswa ke publik,” lanjut politisi PKS itu. Sebagaimana diketahui, penangkapan Wildan, peretas situs Presiden SBY, mendapat perhatian dari Anonymous. Selain mengeluarkan pernyataan keras, beberapa situs pemerintahan pun mereka retas sebagai bentuk protes.

”Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon,” demikian tulis Anonymous melalui akun Twitternya.

Sontak tweet ini mendapat respons dari tweeps. Berdasarkan informasi yang berseliweran di situs mikroblogging tersebut, situs yang mereka lumpuhkan antara lain Kemenkum HAM, Kemenparekraf dan Indonesia.go.id.

Di akun Twitter Anonymous Indonesia (@anon_indonesia), sejumlah pengguna Twitter pun menyuarakan pendapat mereka. Pada intinya, mereka menilai apa yang dilakukan Wildan justru seharusnya membuat pemerintah berkaca mengenai lemahnya sistem keamanan di sejumlah situs pemerintahan.(metrosiantar.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disambar Petir Saat Ngaji, Pengantin Baru Tewas

    Disambar Petir Saat Ngaji, Pengantin Baru Tewas

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Baru empat bulan menikah, Zulham Efendi (23) dan Rusti Sinuhaji (23) meninggal tragis. Keduanya menghembuskan nafas terakhir di kubangan Lumpur di dekat rumahnya di Dusun V Desa Talapeta, Ke camatan STM Hilir, Deli Serdang, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (2/3) lalu. Setelah gelaran acara adat Karo, jenazah keduanya disalatkan di rumah duka. Setelah […]

  • Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kecelakaan demi kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang angkutan umum Anatra di Mandailing Natal (Madina) terus terjadi. Jika dirunut, kecelakaan umumnya terjadi di pagi jam berangkat anak-anak ke sekolah, siang aplusan murid sekolah dan sore pulang sekolah. Dan para korban, selain penumpang dewasa dan kenderaan lain yg kontra dengan Anatra, juga didominasi pelajar. Peristiwa Anatra meneyeruduk […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Berikut ini diterakan ornamen-ornamen yang terdapat pada tutup ari dari Sopo Godang dan Bagas Godang. 5. Bintang na Toras melambangkan pendiri huta Makna: Huta tersebut didirikan oleh Natoras yang sekaligus berkedudukan sebagai pimpinan pemerintahan dan pimpinan adat yang dilengkapi dengan Hulubalang, Bayo-bayo Nagodang, Datu, dan Sibaso. 6. Rudang melambangkan suatu Huta yang […]

  • Sekda Gozali Pimpin Rapat Finalisasi Perayaan HUTRI

    Sekda Gozali Pimpin Rapat Finalisasi Perayaan HUTRI

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mandailing Natal (Madina) Gozali Pulungan membuka rapat finalisasi kegiatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula Kantor Bupati Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Selasa (9/8/2022). Dalam rapat itu, Gozali berharap perayaan HUT RI tahun ini dapat bermakna dan berkesan di hati masyarakat. Seperti tagline Madina Bersyukur Madina […]

  • Kepala BKD Medan Membantah

    Kepala BKD Medan Membantah

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan membantah adanya “penukangan” nama-nama CPNS yang lulus dari jalur umum. “Kita membantah adanya penukangan nama-nama CPNS yang lulus. Semuanya tetap mempedomani hasil rangking yang dikeluarkan USU,” kata Kepala BKD Kota Medan Lahum ketika dihubungi wartawan, Rabu (22/12/2010). Ketika ditanya mengapa pengumuman CPNS amburadul dan diduga ditukangi, Lahum menjelaskan […]

  • Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Desa akhirnya diketok menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Rabu (18/12). Dengan ketentuan alokasi sebesar 10 persen dari dana transfer daerah APBN, tiap desa bisa mengelola anggaran hingga Rp 1 miliar setiap tahun. Jika besaran 10 persen itu mencapai Rp 104,6 triliun, kemudian dibagi sekitar 72 ribu desa, maka rata-rata bisa […]

expand_less