Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Harga Kakao Melorot

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 18 Apr 2013
  • print Cetak

kakao 180413PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak pemberlakuan regulasi baru bea keluar terhadap komidi kakao oleh pemerintah, petani di Madina (Mandailing Natal) ikut terpuruk.

Soalnya, harga biji kako kering sejak selasa (16/4/2013) sudah berada di level 15.000 per kilo gram di tingkat pedagang pengumpul. Tiga minggu sebelumnya harga masih bertengger di kisaran 20.000 per kilo gram.

Darwin (38) petani kakao di Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu menjawab wartawan, Kamis (18/4) menyatakan melorotnya harga kakao ini berakibat terhadap pendapatan petani.

Darwin mengatakan, sebelum diterapkan BK (bea keluar) kakao ini, harga kakao masih dikisaran Rp.20.000 per kg, bahkan sempat mencapai Rp.27.000 per kg.

“Kamipun menjadi heran harga jual kakao kering kita tidak pernah lagi mencapai 20.000 per kilo, bahkan untuk tiga minggu terekhir mencapai 15.000 per kilo,” ujarnya.

Hal senada disampaikan petani lain, Mahyudin (42), dikatakannya harga jual kakao semakin hari terus menurun, bahkan pernah mencapai harga 14.000 per kilo gram. Sementara tantangan hama penyerang bagi tanaman kakao makin banyak yang membutuhkan banyak biaya.

“Biaya kita untuk pembelian pupuk dan biaya perawatan lainnya, tidak pernah turun, malah cendrung naik. Sementara harga jual kita terus turun, makanya kami mengharapkan ada perbaikan harga, minimalnya 20.000 per kilo, kalau bisa tentu labih dari segitu,” harapnya.

Sementara itu, pedagang pengumpul, Tolib Nasution di hari yang sama mengatakan harga pembelian kakao dari petani di kisaran 15.000 hingga 17.000 per kilo gram. Dan mereka menjualnya kepada toke besar dengan harga 18.000 per kilo gram.

Dijelaskannya, harga beli dari petani itu tergantung dari kualitas kakao kering yang diproduksi petani. Sehingga muncul variasi harga antara 15.000 hingga 17.000 per kilo gram.

“Kalau harga kakao ini sudah turun dalam tiga minggu terakhir ini, katanya akibat penerapan BK kakao yang diterapkan pemerintah pusat. Dan soal harga, kita mengikut kemauan pasar. Jika harga bagus, kita pun akan menaikannya. Saya pikir terkait BK ini perlu menjadi perhatian bersama untuk menurunkannya,” harapnya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Kembali Guncang Mandailing Natal

    Gempa Kembali Guncang Mandailing Natal

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gempa bumi kembali terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Sabtu (6/5/2017). Berdasar laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia, gempa tersebut berkekuatan 4,6 scala richter. Titik gempa berada sekitar 21 Km Tenggara Mandailing Natal. Gempa yang terjadi pukul  17.21 WIB itu berada di titik kedalaman 10 kilo meter. BMKG  dalam […]

  • Kontraktor Jembatan Gantung di Kampung Baru Ngeluh, Masyarakat Banyak Permintaan

    Kontraktor Jembatan Gantung di Kampung Baru Ngeluh, Masyarakat Banyak Permintaan

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN-( Mandailing Online ) : Pembangunan jembatan gantung sungai batang gadis di desa kampung baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal mulai berjalan, saat ini progres pembangunan jembatan gantung sendiri sudah dikisaran 10 persen, namun kontraktor mengaku banyak persoalan yang di hadapi salah satunya adanya warga meminta ganti rugi dan sewa lahan meski lokasi nya […]

  • Masyarakat Minta Kafe di Jalan STAIM Ditertibkan

    Masyarakat Minta Kafe di Jalan STAIM Ditertibkan

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Keberadaan kafe di sekitar Jalan Sekolah Tinggi Agama Islam Madina (STAIM), membuat resah masyarakat Desa Hutabaringin, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Masyarakat berharap Satpol PP segera melakukan penertiban terhadap kafe tersebut. Apalagi di kawasan itu juga sering terjadi keributan. Demikian disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Madina Arminsyah Batubara setelah mendapat surat tembusan laporan […]

  • 15 Persen Guru Sumut Lulus Sertifikasi Portopolio

    15 Persen Guru Sumut Lulus Sertifikasi Portopolio

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, 13/10 Guru yang lulus sertifikasi melalui penilaian portopolio jumlahnya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan guru yang lulus melalui Pendidikan Latihan Profesi Guru. Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Selamet Triono Ahmad di Medan, Rabu, mengatakan, berdasarkan pengalaman selama tiga tahun belakangan ini, sedikit sekali guru yang lulus sertifikasi murni melalui penilaian […]

  • Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang

    Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Listrik Padam 20 Jam di Sayurmatinggi SIDIMPUAN-Hujan yang mengguyur Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan sejak beberapa hari belakangan ini mengakibatkan pinggiran Sungai Batang Angkola di Silaiya, Selasa (16/11) sekitar pukul 16.10 WIB tergerus air sungai yang meluap dan menumbangkan dua tiang listrik. Akibatnya, listrik di Sayurmatinggi, dan sebagian besar di Kabupaten Mandailing Natal […]

  • Ribuan Perangkat Desa Tuntut Jadi PNS

    Ribuan Perangkat Desa Tuntut Jadi PNS

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Ribuan personil perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berunjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), di Jakarta, Senin, menuntut agar pemerintah mengangkat seluruh perangkat desa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ketua Umum PPDI Ubaidi Rosyidi ditengah-tengah aksi unjuk rasa mengatakan perangkat desa menginginkan agar tuntutan ini diakomodasi […]

expand_less