Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Ribuan Perangkat Desa Tuntut Jadi PNS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


Jakarta – Ribuan personil perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berunjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), di Jakarta, Senin, menuntut agar pemerintah mengangkat seluruh perangkat desa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ketua Umum PPDI Ubaidi Rosyidi ditengah-tengah aksi unjuk rasa mengatakan perangkat desa menginginkan agar tuntutan ini diakomodasi dalam rancangan Undang-Undang tentang Desa yang saat ini sedang disiapkan oleh Kemdagri.

“Kita ingin klausul PNS itu dimasukan dalam rancangan undang-undang, apa sulitnya? Kita juga tahu kalau undang-undang itu harus dibahas dengan DPR RI,” katanya.

Unjuk rasa PPDI ini telah berulang kali digelar di Jakarta. Ubaidi mengatakan sudah empat kali perangkat desa berunjuk rasa, namun belum pernah sekalipun bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Ubaidi menyayangkan hingga saat ini para perangkat desa belum bisa bertemu dengan Mendagri.

Menambahkan penjelasan Ubaidi, Sekretaris PPDI Mugiono Munajat mengatakan, pihaknya dapat menerima jika pemerintah memberlakukan tes bagi perangkat desa untuk menjadi PNS, asalkan ada kepastian perangkat desa dapat menjadi PNS.

“Alasan sulit mengangkat seluruh perangkat desa itu bisa diatur dengan PP (peraturan pemerintah). Bisa dibuat kriteria masa kerja, usia dan pendidikan,” ungkapnya.

Untuk itu, PPDI tetap mendesak pemerintah mengakomodasi usulan tersebut dalam pasal 30 ayat (1) RUU tentang Desa, yakni agar perangkat desa yang telah mengabdikan dirinya untuk mengurus desa, dapat terjamin status dan hidupnya.

Sementara itu sebagai wujud protes perangkat desa karena tidak diangkat sebagai PNS, para pengunjuk rasa tampak melepas kemeja seragam mereka dan menggantungkannya di halaman gedung Kemdagri.

Ditengah-tengah aksi unjuk rasa, sempat terjadi ketegangan antara delegasi PPDI yang dikirim untuk berdialog, dengan pegawai Kemdagri. Namun, ketegangan ini dapat segera diredam sehingga tidak menimbulkan kericuhan yang lebih besar.

Hingga sekitar pukul 14.30 WIB, aksi unjuk rasa masih terus berlangsung. Para perangkat desa tampak duduk disepanjang jalan Merdeka Utara. Mereka menunggu adanya kepastian dari Kemdagri tentang tuntutannya tersebut.

Tampak penjagaan disekitar Gedung Kemdagri diperketat selama aksi berlangsung. Akibat aksi unjuk rasa ini, jalan Merdeka Utara ditutup.
(ANT/A024)
Sumber : Antara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Tinjau Ruas Jalan Tambiski-Sayurmaincat

    Atika Tinjau Ruas Jalan Tambiski-Sayurmaincat

    • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NAGA JUANG (Mandailing Onlibne) – Ruas jalan Tambiski-Sayur Maincat yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022 sepanjang 2,5 KM senilai Rp.2.947.225.000 melalui Dinas PUPR oleh CV Taufik Prima Putra telah selesai 100persen. Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utami didampingi Kadis PUPR Ruly Andriansyah dan Kabid […]

  • Aswin Parinduri : Paslon Harun-Ichwan Punya Interpensi Politik Dalam Membangun Madina Lewat Pemerintah Pusat

    Aswin Parinduri : Paslon Harun-Ichwan Punya Interpensi Politik Dalam Membangun Madina Lewat Pemerintah Pusat

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menjadi salah satu Partai pengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husen Nasution. Selain menjadi Partai Pengusung, ternyata calon wakil bupati nomor urut 1 itu juga merupakan bendahara DPW Partai Golkar Sumut. Ketua DPD […]

  • Petugas Sita Orang Utan Milik Sekda Langkat

    Petugas Sita Orang Utan Milik Sekda Langkat

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Langkat: Petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengola Taman Nasional Gunung Leuser, baru-baru ini, menyita orang utan dari rumah Surya Djahis di Langkat, Sumatra utara. Penyitaan dilakukan lantaran orang utan adalah binatang yang dilindungi undang-undang serta langka. Tak hanya orang utan, di rumah Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat itu terdapat rusa yang juga dilindungi […]

  • Pendaftaran CPNS Sibolga Dibuka

    Pendaftaran CPNS Sibolga Dibuka

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    SIBOLGA, – Besok, Senin (23/9) hingga 4 Oktober, Pemko Sibolga secara resmi membuka pendaftaran penerimaan CPNS Sibolga formasi TA 2013. Daerah ini menerima 70 orang dengan rincian 50 orang untuk tenaga guru, 9 orang tenaga kesehatan dan 11 orang tenaga teknis. Demikian diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sibolga Yahya Hutabarat kepada METRO, […]

  • Pengoplos Beras Ditangkap

    Pengoplos Beras Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stabat, Masyarakat Stabat, Kabupaten Langkat resah. Pasalnya, beras palsu telah beredar di sejumlah pasar di daerah tersebut. Belum diketahui berapa ton beras palsu yang telah beredar dan masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Resahnya warga atas beredarnya beras palsu, telah dilaporkan ke Polres Langkat. Dari hasil penyelidikan, petugas akhirnya mengamankan Asiong (40) warga Jalan Sempurna, Kelurahan […]

  • Asrama Pesantren Purba Baru Terbakar

    Asrama Pesantren Purba Baru Terbakar

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Sebanyak enam ruang asrama putri pesantren Mstafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hangus terbakar, Selasa pagi (4/9) sekira pukul 08.00 WIB. Tidak ada korban jiwa di peristiwa ini. Hanya saja seluruh isi di enam ruangan asrama hangus tanpa sisa, termasuk buku, pakaian dan peralatan santriwati. Kebakaran terjadi ketika para santriwati sedang […]

expand_less