Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Ribuan Perangkat Desa Tuntut Jadi PNS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


Jakarta – Ribuan personil perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berunjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), di Jakarta, Senin, menuntut agar pemerintah mengangkat seluruh perangkat desa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ketua Umum PPDI Ubaidi Rosyidi ditengah-tengah aksi unjuk rasa mengatakan perangkat desa menginginkan agar tuntutan ini diakomodasi dalam rancangan Undang-Undang tentang Desa yang saat ini sedang disiapkan oleh Kemdagri.

“Kita ingin klausul PNS itu dimasukan dalam rancangan undang-undang, apa sulitnya? Kita juga tahu kalau undang-undang itu harus dibahas dengan DPR RI,” katanya.

Unjuk rasa PPDI ini telah berulang kali digelar di Jakarta. Ubaidi mengatakan sudah empat kali perangkat desa berunjuk rasa, namun belum pernah sekalipun bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Ubaidi menyayangkan hingga saat ini para perangkat desa belum bisa bertemu dengan Mendagri.

Menambahkan penjelasan Ubaidi, Sekretaris PPDI Mugiono Munajat mengatakan, pihaknya dapat menerima jika pemerintah memberlakukan tes bagi perangkat desa untuk menjadi PNS, asalkan ada kepastian perangkat desa dapat menjadi PNS.

“Alasan sulit mengangkat seluruh perangkat desa itu bisa diatur dengan PP (peraturan pemerintah). Bisa dibuat kriteria masa kerja, usia dan pendidikan,” ungkapnya.

Untuk itu, PPDI tetap mendesak pemerintah mengakomodasi usulan tersebut dalam pasal 30 ayat (1) RUU tentang Desa, yakni agar perangkat desa yang telah mengabdikan dirinya untuk mengurus desa, dapat terjamin status dan hidupnya.

Sementara itu sebagai wujud protes perangkat desa karena tidak diangkat sebagai PNS, para pengunjuk rasa tampak melepas kemeja seragam mereka dan menggantungkannya di halaman gedung Kemdagri.

Ditengah-tengah aksi unjuk rasa, sempat terjadi ketegangan antara delegasi PPDI yang dikirim untuk berdialog, dengan pegawai Kemdagri. Namun, ketegangan ini dapat segera diredam sehingga tidak menimbulkan kericuhan yang lebih besar.

Hingga sekitar pukul 14.30 WIB, aksi unjuk rasa masih terus berlangsung. Para perangkat desa tampak duduk disepanjang jalan Merdeka Utara. Mereka menunggu adanya kepastian dari Kemdagri tentang tuntutannya tersebut.

Tampak penjagaan disekitar Gedung Kemdagri diperketat selama aksi berlangsung. Akibat aksi unjuk rasa ini, jalan Merdeka Utara ditutup.
(ANT/A024)
Sumber : Antara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Didemo Ibu-ibu, Zainuddin Mars Lari dari Pintu Belakang

    Didemo Ibu-ibu, Zainuddin Mars Lari dari Pintu Belakang

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DPRD Janji Bentuk Pansus InvesTigasi Dugaan Korupsi Amri Tambunan LUBUK PAKAM- Ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Anti Korupsi melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang kantor DPRD Deli Serdang, Kamis (26/5) pukul 11.30 WIB. Massa mendesak anggota DPRD menggunakan hak politiknya mempercepat pengungkapan kasus dugaan korupsi Bupati Deliserdang Amri Tambunan serta wakilnya Zainuddin […]

  • Penggunaan Narkoba Di Kalangan Generasi Muda Cukup Meresahkan

    Penggunaan Narkoba Di Kalangan Generasi Muda Cukup Meresahkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasat Binmas Polres Mandailing Natal (Madina),   AKP Aswin Nur mengatakan dewasa ini penggunaan narkoba di kalangan generasi muda cukup meresahkan, sehingga dibutuhkan peran serta semua pihak untuk dapat mencegahnya. “Kita terus berupaya melakukan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat bisa memberikan pencerahan kepada generasi muda yang ada di lingkungan masing-masing […]

  • Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

    Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peristiwa penangkapan dan pemukulan oleh warga terhadap oknum polisi yang diduga berbuat mesum di Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) harus dilihat dari esensi kearifan lokal Mandailing. Itu dikatakan Camat Panyabungan, Hafizuddin pada acara silaturrahim Kapolres Madina, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto dengan tokoh-tokoh masyarakat Sipolu-polu, Munggu (22/9/2013) di rumah makan Paranginan […]

  • Organ tubuh jenazah TKI hilang

    Organ tubuh jenazah TKI hilang

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rieke Diah Pitaloka meminta kepada Presiden SBY untuk melakukan penyelidikan terkait tewasnya tenaga kerja Indonesia (TKI), Anita Purnama Boru Huahuruk (35 tahun) yang bekerja di Malaysia, asal Medan Sumatera Utara. Rieke menegaskan, peti jenazah almarhum dari informasi yang ia himpun,  dibuang kelaut. Anita Purnama Boru Huahuruk (35 tahun) adalah warga Kelurahan Satria, Kota […]

  • Ratusan Pejabat Batam Lapor Kekayaan kepada KPK

    Ratusan Pejabat Batam Lapor Kekayaan kepada KPK

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    .BATAM : Ratusan orang pejabat di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau melaporkan kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi dengan mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, Rabu 8 Desember 2010. “Pelaporan harta kekayaan dimaksudkan untuk meningkatkan kepatuhan para penyelenggara negara dalam mengisi LHKPN agar dapat terpantau,” kata Wahyudi dari Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi […]

  • Saipullah: Peranan Perempuan Sangat Penting

    Saipullah: Peranan Perempuan Sangat Penting

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 H. Saipullah Nasution mengatakan tumpuan keluarga dan masa depan bangsa adalah perempuan. Sebab kaum hawa merupakan guru pertama bagi anak dan memegang porsi terbesar dalam urusan rumah tangga. Saipullah menyampaikan hal tersebut saat menyampaikan sepatah dua patah kata pada acara Sejuta Salawat di […]

expand_less