Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
  • print Cetak


Listrik Padam 20 Jam di Sayurmatinggi

SIDIMPUAN-Hujan yang mengguyur Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan sejak beberapa hari belakangan ini mengakibatkan pinggiran Sungai Batang Angkola di Silaiya, Selasa (16/11) sekitar pukul 16.10 WIB tergerus air sungai yang meluap dan menumbangkan dua tiang listrik. Akibatnya, listrik di Sayurmatinggi, dan sebagian besar di Kabupaten Mandailing Natal pun padam selama 20 jam lebih.

Informasi yang dihimpun METRO, Rabu (17/11), hujan yang turun di Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, mengakibatkan air Sungai Batang Angkola di Silaiya yang memiliki lebar sekitar 20 meter meluap. Luapan air sungai hingga ke pinggir badan Jalinsum yang hanya setengah meter dari pinggir sungai, dan membuat tanah di pinggir badan jalan longsor sekitar setengah meter.

Satu tiang listrik yang letaknya di pinggir badan jalan tersebut pun tumbang karena tanahnya terkikis air sungai. Tumbangnya tiang listrik ini juga mengakibatkan satu tiang listrik lainnya yang jaraknya sekitar 10 meter ikut tumbang. Aliran listrik di daerah itu pun dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Madina seperti Siabu, Panyabungan, Kotanopan, dan Natal seketika langsung padam.

Maswar (22), salah seorang warga Silaiya kepada METRO, kemarin (17/11) mengatakan, hujan sudah melanda Kecamatan Sayurmatinggi selama beberapa hari belakangan ini.”Beberapa hari ini hujan terus turun meskipun tidak deras. Akibatnya dua tiang listrik yang berada di Jalinsum Psp-Madina atau persis di pinggir aliran Sungai Batang Angkola, tumbang karena pinggiran jalan tanah longsor karena hujan dan air sungai,” ujar Maswar melalui telepon selulernya. Ditambahkannya, listrik di daerahnya padam pada Selasa (16/11) sejak pukul 16.20 WIB, dan kembali menyala Rabu (17/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Arifin Siregar, warga Pasar Sayur Matinggi, Kecamatan Sayur Matinggi, memperkirakan listrik PLN mulai padam Selasa (16/11) sekira pukul 18.00 WIB sampai Rabu (17/11) sekira pukul 15.00 WIB. Sementara itu, listrik di sejumlah daerah di Kabupaten Madina, sejak Selasa sore (16/11) pukul 17.00 WIB hingga Rabu (17/11) pukul 15.30 WIB padam. Akibatnya penyambutan hari raya kurban tahun ini relatif sunyi tanpa suara takbir bergema seperti tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan sejumlah warga Madina kepada METRO, kemarin (17/11).

Ardi (32), warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu kepada METRO mengatakan, hari raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tahun ini tidak terdengar kumandang takbir akibat padamnya listrik sehari semalam. Amatan METRO, waktu nyalanya listrik di Madina berbeda antara suatu desa dengan desa lain. Semisal di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu, sesuai amatan METRO, listrik baru menyala sekira pukul 13.00 WIB. Namun di Kelurahan Simangambat, listrik menyala sekitar pukul 16.00 WIB atau sama dengan di Panyabungan. Sedangkan untuk wilayah Kotanopan ketika METRO mengonfirmasi salah seorang warga menyebutkan, di Kecamatan Kotanaopan listrik menyala sekira pukul 17.00 WIB.

Humas PLN Cabang Padangsidimpuan (Psp) yang membawahi wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Untung kepada METRO, Rabu (17/11), meminta maaf sebesar-besarnya atas padamnya listrik kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sayurmatinggi dan Madina, khususnya umat muslim yang merayakan malam takbiran pada malam hari raya Idul Adha. “Padamnya listrik itu akibat gangguan alam. Kami meminta maaf kepada seluruh umat muslim yang merayakan hari raya Idul Adha,” ujarnya.

Dijelaskan Untung, akibat tumbangnya dua tiang listrik itu, listrik padam Selasa (16/11) sejak pukul 16.30 WIB dan kembali menyala Rabu (17/11) pukul 13.00. “Ketika kita dapat info ada dua tiang listrik tumbang di Silaiya, tim tekhnis langsung turun ke lapangan saat itu juga. Beruntung material yang dibutuhkan ada di kantor cabang, sehingga pengerjaan bisa dilangsungkan meskipun hujan pada malam itu (Selasa malam, red). Namun karena tidak selesai juga malam itu, maka kita lanjutkan hari ini (Rabu, red). Alhamdulillah berkat dukungan dan doa seluruh masyarakat, akhirnya selesai juga dan listrik kembali menyala,” ucapnya. (phn/wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iskandar Hasibuan : Fungsionaris Abu-abu Silahkan Mundur

    Iskandar Hasibuan : Fungsionaris Abu-abu Silahkan Mundur

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di tengah kuatnya goyangan dan gangguan, geliat pergerakan konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal terus menguat. Fungsionaris yang abu-abu atau setengah hati, silahkan mengundurkan diri. Jangan menjadi duri di dalam tubuh partai. Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal Iskandar Hasibuan mengutarakan sejak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan amanah […]

  • Dana Pilkada Madina Butuh 20 Milyar

    Dana Pilkada Madina Butuh 20 Milyar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyatakan kesiapannya menampung anggaran dana Pilkada Madina yang direncanakan berlangsung bulan Desember 2015. Itu diketahui dalam rapat kordinasi antara Pemkab Madina dengan KPU Madina, Senin (23/2) membahas persiapan Pilkada Madina. Dalam rapat itu apihak KPU menghitung anggaran dana menelan sekitar 20 milyar. Berdasar revisi UU nomor […]

  • Berantas Judi di Paluta!

    Berantas Judi di Paluta!

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA- Sedikitnya 30 mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Peduli Padang Lawas Utara (GMMPP) melakukan aksi di Kantor DPRD Paluta, Senin (6/2) siang. Dalam aksinya mereka menuntut DPRD Paluta, menginstruksikan Polsek Padang Bolak agar menyelesaikan atau memberantas perjudian, minum-minuman keras serta meminta DPRD Paluta meningkatkan kerjanya sebagai fungsi pengawasan terhadap seluruh kebijakan eksekutif di Paluta. Amatan METRO, […]

  • Video: Tim Penilai Kecamatan dari Provinsi Tiba di Siabu

    Video: Tim Penilai Kecamatan dari Provinsi Tiba di Siabu

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Tim penilai kelayakan kecamatan dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tiba di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Senin (10/10). Tim ini dijadwalkan memberikan penilaian dan pembinaan untuk Kecamatan Siabu yang dicanangkan ikut penilaian tingkat provinsi. Peliput: Jakfar

  • Pemekaran: Jalan Pintas Penguasaan atau Jalan Panjang Kesejahteraan?

    Pemekaran: Jalan Pintas Penguasaan atau Jalan Panjang Kesejahteraan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada satu kesalahan berpikir yang terus berulang setiap kali wacana pemekaran daerah muncul: seolah-olah membelah wilayah otomatis berarti membagi kesejahteraan. Padahal, pengalaman sejak era Reformasi 1998 justru menunjukkan hal yang lebih rumit — dan seringkali lebih pahit. Pemekaran, dalam praktiknya – baik untuk provinsi atau kabupaten/kota, terlalu sering menjadi […]

  • 4 Orang Terbakar, Penjual Minyak Tanah Eceran Dipukuli Warga

    4 Orang Terbakar, Penjual Minyak Tanah Eceran Dipukuli Warga

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Seorang pengecer minyak tanah, Minggu siang (31/1) sekitar pukul 13.00 Wib dipukuli warga desa Manambin Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal. Pria bernama Asnawi Lubis alias Lokot (45) warga Jorong Hutanauli, Kelurahan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dipukuli warga karena mencoba melarikan diri setelah minyak tanah yang dibawanya terbakar menyebabkan korban luka. Informasi […]

expand_less