Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd

 

Akhir-akhir ini masyarakat dicengangkan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut negara-negara yang menganut pemerintahan otokrasi atau oligarki lebih efektif menangani pandemi virus corona (Covid-19). (CNNIndonesia.com)

Tito menyebut negara dengan pemerintahan seperti itu mudah mengendalikan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi karena kedaulatan negara dipegang oleh satu atau segelintir orang.

Sementara negara penganut demokrasi, seperti Indonesia, India, dan Amerika Serikat cenderung mengalami kesulitan karena pemerintah tidak bisa memaksakan rakyatnya.

Padahal kenyataannya negara yang penganut otokrasi-oligarki jelas lebih rusak dalam menangani Covid-19. Sebab mereka lebih punya wewenang untuk menutup akses penyebaran berita tentang sudah adanya masyarakat yang terserang Covid-19. Sebagaimana yang terjadi di Vietnam dan Cina belakangan ini karena merasa Covid-19 sudah aman mereka malah membuka sektor pariwisata yang mana inilah yang memicu munculnya klaster terbaru dari wabah ini. Dan karena alasan malu negara malah menutupi kasus Covid-19 terbaru di negaranya tersebut.

Sudah jelas sekali bahwa negara kapitalisme-demokrasi dan otokrasi-oligakri yang selama ini dibanggakan terbukti gagal hadapi wabah. Tetapi ini tak membuat rezim sadar. Mereka malah menyalahkan rakyat atas ketidak becusan mereka.

Sebagaimana dilansir melalui Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito merespon kabar Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 yang penuh. Wiku mengatakan kapasitas rumah sakit tak akan pernah cukup kalau disorot terus. (CNNIndonesia.com)

Menurut Wiku, saat ini sebaiknya seluruh pihak menyoroti perilaku masyarakat yang masih kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga masih menyebabkan penularan virus corona. (CNNIndonesia.com)

Lagi-lagi rakyat yang selalu disalahkan. Sebab rakyat yang tak mau mengikuti apa yang rezim katakan. Bukannya mereka introspeksi diri sendiri tapi malah melemparkan kesalahan kepada rakyat.

Jadi, jelas sudah tiadanya kepatuhan masyarakat malah dijadikan alasan rezim untuk menutup borok Kapitalisme-demokrasi. Sedangkan negara otokrasi-oligarki bukanlah pilihan sehat untuk mengatasi pandemik. Sebab kedua sistem ini jelas-jelas rusak dan merusak.

Sudah sangat jelas bahwa tak ada harapan lagi dalam sistem kapitalisme-demokrasi ini segera bergerak maju untuk mengganti sistem kufur ini dengan sistem islam. Sebab hanya sistem islam kaffah lah yang mampu untuk mengatasi persoalan ini sampai ke akar masalahnya.

Kita lihat saja sejarah yang membuktikan bahwa di zaman pemerintahan islam pada saat terjadi wabah khalifah langsung mengambil kebijakan :

1. Lockdown di wilayah wabah, tujuannya untuk mengisolasi penyebaran wabah agar tidak meluas dan seluruh kebutuhan rakyat ditanggung oleh pemerintah;

2. Mencari tahu mekanisme penyakit serta antisipasi pencegahan penyakit berbasis bukti, tujuannya untuk mengobservasi khasiat (qadar) yang telah Allah tetapkan pada spesifisitas virus seperti dampak kematian dan kesakitannya sehingga akan dilakukan langkah-langkah pengobatan;

3. Pengembangan dan produksi vaksin untuk pencegahan virus serta penyalurannya dilakukan secara gratis. Dan dizaman kekhilafahan rakyat tidak pernah diberikan beban pembiayaan saat dirumah sakit, semuanya diberikan secara.

Semua pembiayaan ini dibebankan kepada negara melalui baitul mal. Dan dalam baitul mal ada 3 pos pemasukan yaitu fa’i dan kharaj, hasil kepemilikan umum dan shodaqoh.

Jadi pada saat khilafah dilanda bencana seperti wabah keperluan masyarakat akan dibiayai oleh pos fa’i dan kharaj serta hasil kepemilikan umum. Sedangkan untuk biaya pelayanan kesehatan dan pengembangan teknologi seperti vaksin akan dibiayai melalui hasil kepemilikan umum dan wakaf rakyat.

Begitulah sistem islam kaffah menyelesaikan persoalan wabah yang melanda negerinya. Dan pemimpinnya akan senantiasa memikirkan kemaslahatan rakyatnya dan tidak akan pernah pemimpin dalam sistem islam menyalahkan rakyatnya. Karena sejatinya untuk menyelesaikan persoalan negeri hanya bisa diselesaikan oleh kebijakan pemimpinnya saja. Kalah kebijakannya pro rakyat maka seluruh rakyat akan sejahtera.

Jadi, semua umat islam harus paham bahwa khilafah adalah kebutuhan umat agar dapat hidup sejahtera. Harusnya umat islam belajar agar semakin mengenal sistem khilafah yang mampu memberikan solusi sebab sistem islam berasal dari Dzat Maha Tahu dan akan menghasilkan kepatuhan permanen masyarakat terhadap aturan karena dorongan iman, bukan karena ketakutan terhadap sanksi.

Umat islam jangan sampai termakan pernyataan menyesatkan rezim yang mana mereka terus menerus lakukan demi mempertahankan sistem kapitalisme-demokrasi dan menolak realita bahwa negeri ini membutuhkan kembali tegaknya sistem Khilafah.

Wallahu’alam bishowab.***

Penulis adalah ibu rumah tangga, tinggal di Tapanuli Tengah

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Raih Juara II Umum Kejurda Shotokai Karate Sumut 2019

    Madina Raih Juara II Umum Kejurda Shotokai Karate Sumut 2019

    • calendar_month Jumat, 1 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kontingen Karate dari Mandailing Natal berjaya menyabet Juara Umum II Kejurda Shotokai Karate-Do Indonesia Sumatera Utara 2019. Ini menjadi kabar gembira bagi dunia karate di Mandailing Natal. Kontingen yang diketuai Ny. Ika Desika Dahlan Hasan itu juga mengantongi Best Of The Best Junior Putri. Kejuaraan Daerah (Kejurda) ini berlangsung pada 26 […]

  • Mendagri Minta Kepala Daerah Sosialisasi Soal Kenaikan BBM

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta para gubernur, bupati atau walikota di seluruh Indonesia untuk melakukan sosialisasi kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintah akan memberlakukan kebijakan tersebut dalam waktu dekat. “Kami minta agar kepala daerah di masing-masing daerah bisa menyosialisasikan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi ini kepada tiap warganya di […]

  • FPI juga protes istilah ‘sapi berjanggut’

    FPI juga protes istilah ‘sapi berjanggut’

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Front Pembela Islam (FPI) angkat bicara soal istilah Sapi Berjanggut yang digunakan untuk mengaitkan kasus dugaan suap dalam impor daging sapi. Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Al Attas alias Habib Selon menilai istilah tersebut tidak tepat. Janggut merupakan syariat Islam yang tidak boleh dilecehkan. “Istilah daging terlalu melecehkan umat Islam, […]

  • DLH Madina Sosialisasi Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kebersihan Sungai Aek Mata

    DLH Madina Sosialisasi Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kebersihan Sungai Aek Mata

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA : Mandailing Online : Kebersihan sungai pada prinsipnya bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, akan tetapi seluruh elemen masyarakat mempunyai komitmen terkait hal kebersihan dan menjaga alam di Madina. Hal ini dikatakan Khairul selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Pemkab Madina) saat sosialisasi dengan tema pemulihan kebersihan pencemaran dan kerusakan lingkungan […]

  • Gaji PNS Bakal Naik Lagi

    Gaji PNS Bakal Naik Lagi

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KemenPAN-RB Usul Naik 15 Persen JAKARTA, – Kenaikan gaji PNS, TNI, dan Polri bakal jadi salah satu topik pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi kebijakan tersebut selalu ditelorkan tiap tahunnya untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara sekaligus menyesuaikan inflasi. Menurut Karo Hukum dan Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Muhammad […]

  • Ketua PC GMPI Madina: Tragedi Geothermal Tindak Pidana Korporasi

    Ketua PC GMPI Madina: Tragedi Geothermal Tindak Pidana Korporasi

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Proses hukum atas tragedi paparan racun dari sumur milik PT. SMGP menewaskan 5 warga Sibanggor Julu, dinilai lamban oleh berbagai kalangan. Hal ini menbuat masyarakat bertanya-tanya ada apa sebenarnya yngg terjadi di kepolisian yang begitu sulit untuk menetapkan tersangka kasus ini. “Mengingat kejadian ini sudah berlalu satu bulan lebih, namun daftar […]

expand_less