Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Pengembangan Kebudayaan Melalui Inklusif Museum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
  • print Cetak

PANYABUGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Mandailing Natal sudah saatnya didorong mengkonversi kebudayaan melalui pola inklusif museum.

Itu diungkapkan dosen di Universitas Utrecht, Blanda, Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M kepada Mandailing Online, usai berkunjung ke KKM, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (14/6/2013).

Inklusif museum itu adalah model pengembangan dan media pembelajaran bagi masyarakat, dimana setiap anggota masyarakat itu mempraktekkan kehidupan berbudayanya di dalam kehidupan komunitas sehari-hari.

“Inklusif museum itu multi fungsi, baik itu fungsi protektor, pendidikan dan fungsi ekonomi” katanya.

Sisi protektor, bisa melindungi atau memberikan perlindungan terhadap pengkoservasian kebudayaan, sehingga kebudayaan Mandailing itu tidak dapat diklaim oleh pihak lain sebagai kebudaayan milik mereka. Dan pihak lain akan mengakui bahwa kebudayaan Mandailing itu adalah properti kolektif dari masyarakat Mandailing.

Fungsi kedua adalah media pembelajaran atau pendidikan kolektif, karena dia akan langsung mengajarkan generasi muda untuk mengetahui historical development community, dimana generasi muda dapat mengetahui sejarah perkembangan kebudayaannya sendiri.

“Jadi dia bisa belajar kearifan lokal, nilai-nilai yang baik dari kebudayaan leluhurnya, tentang estetika, tentang kebenaran dalam tradisi masyarakat Mandailing,” katanya.

Sehingga konsep inklusif museum itu menjadi contoh langsung di dalam pempadanan nilai-nilai kebudayaan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi ketiga adalah fungsi ekonomi. Ekonomi kreatif yang berbasis kebudayaan. Seperti Kampoeng Kaos Madina yang menciptakan medium pembelajaran kepada masyarakat luas untuk berekonomi melalui kebudayaannya.

Peliput/editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepengurusan Baru Didominasi Tokoh Muda, PPP Madina Siap Hadapi Pemilu 2024

    Kepengurusan Baru Didominasi Tokoh Muda, PPP Madina Siap Hadapi Pemilu 2024

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2021-2026 didominasi tokoh-tokoh muda. Dengan kepengurusan yang baru tersebut, PPP Madina pun siap menghadapi pemilu 2024. SK Kepengurusan yang baru ini diterima oleh Ketua PPP Madina Muhammad Irwansyah Lubis, Wakil Sekretaris Ahmad Subuki, dan Bendahara Zulfahri Batubara […]

  • Penerimaan   Bidan Sebagai  Pegawai  Tidak Tetap  di Kab,Mandailing Natal

    Penerimaan Bidan Sebagai Pegawai Tidak Tetap di Kab,Mandailing Natal

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEMERINTAH    KABUPATEN   MANDAILING     NATAL DINAS KESEHATAN     PENGUMUMAN NOMOR  : 8OO/778/2015     PENERIMAAN   BIDAN SEBAGAI  PEGAWAI  TIDAK TETAP  UNTUK  MENGISI  BIDAN 01 DESA DENGAN  KRITERIA  BIASA  DAN TERPENCIL TMT  JANUARI2015       Sehubungan   dengan   rencana  penerimaan   Bidan  sebagai  Pegawai  Tidak  Tetap  TMT Januari  2015, dengan  ini diumumkan   :   1.  Pengangkatan     Bidan  […]

  • Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

    Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menanggapi penemuan ladang ganja yang terus berulang di Mandailing Natal (Madina), Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) meminta agar stakeholder duduk bersama mencari solusi terbaik. Demikian disampaikan Ketua Bidang (Kabid) Keagamaan dan Kerohanian Syamsul Hidayat Borotan, S.Pd.I kepada Mandailing Online, Senin (21/2). “Penemuan 2 hektare berisi 10.000 ribu batang ganja […]

  • 83 Persen Pendidikan Honorer K2 di Bawah SMA

    83 Persen Pendidikan Honorer K2 di Bawah SMA

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Daerah diwajibkan meningkatkan kompetensi Honorer Kategori Dua (K2). Pasalnya, Honorer K2 saat ini didominasi lulusan di bawah SMA. “Data yang kami punya, 83 persen honorer K2 berpendidikan di bawah SMA. Ini sangat memprihatinkan karena seorang guru harus meningkatkan kompetensinya agar kualitas pendidikan siswa juga meningkat,” kata Asdep Koordinasi Kebijakan Penyusunan Evaluasi Program […]

  • Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 2-selesai)

    Mengapa Barus Menjadi Titik Nol Masuknya Islam ke Indonesia? (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                        Disebutkan pula bahwa di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukan asimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secara damai. Mereka sudah beranak-pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulai didirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakal madrasah dan […]

  • Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meradang. Kebun plasma kelapa sawit yang dijanjikan PT Gruti Pratama Lestari (GPL), hingga kini tak kunjung terealisasi. Warga meradang, anggota dewan tak tinggal diam. Komisi II DPRD Madina lantas memanggil pihak perkebunan, kenapa kebun plasma untuk masyarakat tak kunjung direalisasikan. Pada pertemuan di Kantor DPRD Madina, Panyabungan, […]

expand_less