Minggu, 8 Mar 2026
light_mode

Pengembangan Kebudayaan Melalui Inklusif Museum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
  • print Cetak

PANYABUGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Mandailing Natal sudah saatnya didorong mengkonversi kebudayaan melalui pola inklusif museum.

Itu diungkapkan dosen di Universitas Utrecht, Blanda, Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M kepada Mandailing Online, usai berkunjung ke KKM, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (14/6/2013).

Inklusif museum itu adalah model pengembangan dan media pembelajaran bagi masyarakat, dimana setiap anggota masyarakat itu mempraktekkan kehidupan berbudayanya di dalam kehidupan komunitas sehari-hari.

“Inklusif museum itu multi fungsi, baik itu fungsi protektor, pendidikan dan fungsi ekonomi” katanya.

Sisi protektor, bisa melindungi atau memberikan perlindungan terhadap pengkoservasian kebudayaan, sehingga kebudayaan Mandailing itu tidak dapat diklaim oleh pihak lain sebagai kebudaayan milik mereka. Dan pihak lain akan mengakui bahwa kebudayaan Mandailing itu adalah properti kolektif dari masyarakat Mandailing.

Fungsi kedua adalah media pembelajaran atau pendidikan kolektif, karena dia akan langsung mengajarkan generasi muda untuk mengetahui historical development community, dimana generasi muda dapat mengetahui sejarah perkembangan kebudayaannya sendiri.

“Jadi dia bisa belajar kearifan lokal, nilai-nilai yang baik dari kebudayaan leluhurnya, tentang estetika, tentang kebenaran dalam tradisi masyarakat Mandailing,” katanya.

Sehingga konsep inklusif museum itu menjadi contoh langsung di dalam pempadanan nilai-nilai kebudayaan itu dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi ketiga adalah fungsi ekonomi. Ekonomi kreatif yang berbasis kebudayaan. Seperti Kampoeng Kaos Madina yang menciptakan medium pembelajaran kepada masyarakat luas untuk berekonomi melalui kebudayaannya.

Peliput/editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Desa Hutapuli Menerbitkan Peraturan Desa (bagian 1)

    Ketika Desa Hutapuli Menerbitkan Peraturan Desa (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara Persolan yang dihadapi desa masa sekarang sangat berragam, mulai dari persoalan narkoba di kalangan generasi muda, kian punahnya ikan air tawar di sungai-sungai akibat merajalelanya sentrum ikan, pengangguran di usia angkatan kerja hingga masalah pecurian ternak dan kebun. Semua itu merupakan gambaran umum mayoritas desa di Mandailing Natal. Yang paling […]

  • TNI Kodim 0212/TS Lakukan Sosialisasi dan Penertiban PETI di Madina

    TNI Kodim 0212/TS Lakukan Sosialisasi dan Penertiban PETI di Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online :  Upaya pencegahan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) terus digencarkan oleh jajaran TNI dari Kodim 0212/TS di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pada Senin (20/10/2025) hingga Rabu (22/10/2025), jajaran personel TNI Kodim 0212/TS kembali melakukan sosialisasi dan penertiban di beberapa lokasi aktivitas penambangan emas tanpa izin. Adapun lokasi yang didatangi personel TNI tersebut […]

  • Puluhan Pejabat Eselon II dan III Pemkab Madina Dimutasi

    Puluhan Pejabat Eselon II dan III Pemkab Madina Dimutasi

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puluhan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Mandailing Natal (Madina), dimutasi. Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat dilaksanakan Pj Sekdakab Madina Gozali Pulungan di Aula Kantor Bupati Madina, Selasa (01/03/2011). Pelantikan pejabat eselon II dan III ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Madina Nomor 821.2/065/K/2011. Pejabat eselon II yang dilantik sebanyak 4 orang dan […]

  • Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    Kisah di Balik Tugu Perintis Kotanopan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Askolani Nasution Budayawan   Suatu hari di tahun 80-an, H. Mahals, nama pertama di prasasti Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan, datang ke rumah kami yang berdinding “gogat”. Ia menanyakan arsip-arsip almarhum ayah ketika masih bersama beliau dipenjara Belanda di Sukamiskin dan Digul. Bertemu beberapa catatan. Ia menyebut beberapa tokoh (di prasasti itu) masih […]

  • Ini Tujuan Mendagri Haruskan Anak-anak Miliki KTP

    Ini Tujuan Mendagri Haruskan Anak-anak Miliki KTP

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo menjelaskan tujuan dari kebijakan mengharuskan seluruh anak yang belum berusia 17 tahun untuk mempunyai kartu identitas semacam KTP. Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu menyebut dengan istilah Kartu Identitas Anak (KIA). “Pertama, Kemendagri ingin mempunyai data valid mengenai jumlah penduduk, kami kategorikan penduduk dewasa yang sudah harus punya e-KTP dan anak-anak. Sehingga […]

  • Seluruh Bank di Aceh Wajib Sistem Syariah di Tahun 2022

    Seluruh Bank di Aceh Wajib Sistem Syariah di Tahun 2022

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Sesuai dengan qanun yang berlaku di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) seluruh bank sudah bersistem syariah sejak Januari 2022. Sejumlah cabang bank nasional di NAD sudah mempersiapkan diri sejak 2019 menuju bank syariah itu. Sejauh ini bank yang akan menerapkan sistem syariah itu antara lain bank BRI, BNI, Mandiri, CIMB Niaga. Sedangkan […]

expand_less