Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Bekerja di TPA Tanpa Digaji

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
  • print Cetak


Bagi orang kebanyakan, sampah tidak ada gunanya. Sesegera mungkin orang akan menyingkirkan sampah karena makin banyak menumpuk makin tidak nyaman. Baunya yang tidak sedap mengundang lalat berseliweran. Bernafas pun tak segar, itu artinya sama saja mengundang penyakit.

Lain hal dengan keluarga Khoiron. Warga Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ini, rela bekerja di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Banggua, Kecamatan Panyabungan Barat, demi menghidupi keluarga.

Saat dijumpai di TPA, Sabtu (20/11/2010), Khoiron (45) mengatakan pekerjaan ini sudah ia lakoni kurang lebih selama 2 tahun. Ia beserta istri dan menantunya bekerja di TPA tanpa gaji. Mereka bekerja di TPA bukan untuk memulung tetapi untuk mengurusi TPA.

“Saya bekerja mengurus sampah-sampah ini tanpa digaji. Untuk penghasilan, saya mengumpulkan barang-barang bekas yang bisa dijual. Kadang dalam satu minggu saya dapat Rp 150.000. Kadang untuk tambahannya saya dikasih oleh pegawai Kantor Pertamanan. Itu pun kalau kita jumpa sama mereka,” ujarnya.

Lanjut Khoiron, kadang ia segan jumpa dengan pegawai Kantor Pertamanan sebab nanti dikira minta duit. Namun Khoiron kadang kesal juga karena ketika meminta racun rumput untuk mematikan rumput-rumput di sekitar TPA, tidak pernah dipenuhi Pertamanan.

Dulu, KTP Khoiron pernah diminta oleh pegawai Pertamanan. Katanya mau dibawa ke Kantor agar Khoiron diajukan menjadi tenaga honor. Tapi sampai sekarang belum ada gaji dari Kantor Pertamanan.

“Maunya saya dijadikan saja honor di kantor itu walaupun saya bertugas terus disini, supaya jangan duit orang itu terus yang dikasihnya sama aku. Kita segan karena itu kan bukan gaji saya, itu pemberian, mana mungkin selamanya saya begitu,” pintanya. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank BRI Sidimpuan Dirampok, Rp900 Juta Melayang

    Bank BRI Sidimpuan Dirampok, Rp900 Juta Melayang

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kawanan perampok membobol Bank BRI Unit, Jalan Sisingamangaraja, Kota Padang Sidimpuan, Sabtu (21/01/2012) malam. Perampok berhasil menggasak uang dari dalam brankas BRI sebanyak Rp900 juta. Berdasarkan hasil rekaman CCTV, kawanan perampok membutuhkan waktu lima jam, Sabtu (21/01/2012) pukul 21.20 WIB hingga Ahad (22/01/2012) pukul 02.30 WIB, untuk membobol brankas berisi uang Rp900 juta dengan […]

  • Solusi Kisruh KPID Sumut Tergantung Pimpinan DPRD

    Solusi Kisruh KPID Sumut Tergantung Pimpinan DPRD

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Hasil pertemuan antara Pimpinan DPRD Sumut dengan Komisi A DPRD Sumut pada Kamis (3/4) lalu memutuskan bahwa penyelesaian kisruh dalam pelaksanaan seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024 diserahkan sepenuhnya kepada Pimpinan Dewan. Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting kepada media mengatakan, pada hari ini, Kamis (14/4), Komisi A sudah […]

  • Harga Karet Turun, Ini Penyebabnya

    Harga Karet Turun, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet mentah di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Pada perdagangan Kamis (8/9/2022) di Gunungtua Iparbondar, Panyabungan, harga tertinggi Rp8.200 per kilogram. Terrendah Rp6.500 per kilogram. Padahal Kamis pekan lalu, pengakuan para petani, harga masih berada di Rp9.000 per kilogram untuk harga tertinggi, dan Rp7.800 […]

  • Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 15 Desember 1847, Belanda menggalakkan kebijakan tanaman kopi di kawasan Mandailing Angkola. Asisten Residen A.P. Godon melibatkan pemerintahan raja-raja tradisional untuk memobilisasi budi daya kopi secara massal. Pemerintah kolonial memaksa setiap penduduk untuk menanam kopi dan hasilnya wajib dijual kepada Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi sampai […]

  • Pemkab Madina Buka Pendaftaran Beasiswa Tahun 2016

    Pemkab Madina Buka Pendaftaran Beasiswa Tahun 2016

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pendidikan Madina resmi membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang hendak meraih beasiswa miskin berprestasi tahun 2016. Pembukaan pendaftaran dimulai sejak Senin kemarin, (14/11/2016) di Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Demikian disampaikan Kasi Kurikulum Dikmenumjur Dinas Pendidikan Abdul Husin, S.Pd sebagaimana dilansir StArtNews, Senin (14/11). Seperti tahun-tahun sebelumnya, beasiswa ini diperuntukkan […]

  • Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

    Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Peranan trio anak Mandailing (Adam Malik, Pangulu Lubis, Rahmat Nasution) dalam menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jarang dipublikasi. Padahal berita itu sangat vital dan disiarkan satu setengah jam sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi di Pengangsaan Timur 56, Jakarta. (Dikutip dari buku Madina Madani ditulis Basyral Hamidi Harahap) Perlu dicatat peranan anak Mandailing: Adam Malik, Pangulu […]

expand_less