Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Diimingi Jadi PNS, Rp200 Juta Lenyap

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN, – J Siregar (43), warga Desa Ujung Gading Baru, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) ditangkap petugas Polres Psp atas pengaduan L Hasibuan (49), warga Jalan Lintas Desa Palopat Maria, Psp Hutaimbaru, Selasa (17/9).

Pelaku yang mengaku sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini, mengimingi korban dapat memasukan anaknya sebagai PNS di salah satu dinas di Paluta.

Kapolres Kota Psp AKBP Budi Harianto melalui KBO Reskrim Iptu CJ Panjaitan menerangkan, pihaknya menerima laporan dari L Hasibuan (49) yang mengaku telah ditipu oknum PNS Paluta. Kejadian itu terjadi akhir tahun 2010 sampai September 2011 lalu. Akibatnya, korban mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta.

“Mulanya kita menerima laporan dari warga yang melaporkan tentang kasus penipuan. Perbuatan tersebut dilakukan oknum PNS yang bertugas di daerah Paluta. Akibat perbuatan pelaku, korban mengaku mengalami kerugian Rp200 juta,” terang Panjaitan.

Panjaitan menambahkan, menurut hasil laporan, Desember 2010 pelaku datang ke rumah korban dan meyakinkannya dapat memasukkan anaknya sebagai PNS di Paluta. Saat itu sebagai tanda jadi, pelaku menyerahkan Rp130 juta kepada korban lengkap dengan tanda terimanya (kuitansi, red).

Kemudian, Sepetember 2011 korban kembali menyerahkan uang sebanyak dua kali penyerahan yang masing-masing Rp40 juta dan Rp30 juta, juga beserta tanda terima disertai materai dan ditanda tangani oleh pelaku.

“Setelah itu, korban yang mengaku sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) di Panobasan Paluta, menghilang. Namun, korban terus berusaha mencari keberadaan korban selama satu tahun ini,” terang Panjaitan.

Dan, sekitar Maret lalu, korban bertemu dengan pelaku di daerah Gunung Tua Paluta. Saat itu, pelaku tidak mau mengembalikan uang milik korban. Selanjutnya, Selasa (17/9), korban memancing pelaku agar datang ke rumahnya dengan iming-iming ada yang mau masuk PNS lagi. Ternyata, undangan korban disetujui pelaku. Saat Pelaku datang ke rumah korban, petugas Polres Kota Psp langsung membekuknya.

“Jadi pelaku kita tangkap di rumah korbannya. Begitu pelaku datang, kita langsung mengamankannya. Untuk sementara kita masih melakukan penyelidikan kepada pelaku untuk mengetahui apa ada korban lainnya,” tukas Panjaitan.

Sementara itu, J Siregar (43), mengaku memang telah melakukan penipuan tersebut. Itu dilakukannya akibat terbelit utang. Perbuatannya tersebut murni dilakukan sendiri tanpa ada pihak ketiga yang ada di belakangnya.

“Mulanya saya tawarkan, kalau saya bisa mengurus anaknya (korban) masuk PNS di Paluta. Waktu itu saya tawarkan di Dinas Kesehatan, saya bilang nanti ada penyisipan tanpa harus mengikuti ujian seleksi. Dan ia menyetujuinya, kemudian diberikannya Rp130 juta.

Dan, itu saya berikan kuitansinya. Tahun berikutnya (2011), saya minta lagi sebanyak Rp70 juta, dengan dua kuitansi pembayaran, masing-masing Rp30 juta dan Rp40 juta,” akunya sambil menutup wajah. (metro).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Madina Berganti

    Sekda Madina Berganti

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berganti. Marwan Bakhti Siregar yang selama ini Kepala Inspektorat Madina menggantikan jabatan sekda dari M. Daud Batubara dalam acara penyerahan SK pengangkatan, Kamis (29/8) di aula Kantor Bupati Madina oleh Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution. Pengangkatan Marwan sebagai Plt. Sekda itu berdasar surat […]

  • Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Isu penculikan anak yang marak menyebar via short massage service (sms), tampaknya membuat gerah pihak kepolisian. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk menghimbau, agar masyarakat melaporkan pelaku penyebar sms isu penculikan tersebut. Demikian diungkapkan Kasat Reskrim, AKP SM Siregar SH kepada METRO, Kamis (2/12). Siregar menilai, bahwa isu adanya penculik anak merupakan ulah […]

  • Sumatera Tenggara Dibahas

    Sumatera Tenggara Dibahas

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Rencana pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara sepertinya akan memulai babak baru. Sejumlah tokoh nasional dari Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) direncanakan akan menggelar pertemuan besok, Sabtu (22/01/2011) di Hotel JW Marriot, Medan. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh masyarakat Tabagsel terkait strategi untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut. Ketua Panitia Pertemuan Chaidir Ritonga mengatakan, pertemuan […]

  • Wanita Tak Dikenal Diamankan

    Wanita Tak Dikenal Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Isu penculikan anak semakin merebak di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Apalagi setelah Polsek Panyabungan Kota mengamankan seorang wanita tak dikenal di Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Rabu (24/11/2010). Informasi yang diperoleh dari warga, wanita yang diduga angota sindikat penculik anak ini awalnya mau masuk ke rumah warga di Jalan Bakti ABRI, […]

  • Jembatan Baru Sudah Mulai Rusak

    Jembatan Baru Sudah Mulai Rusak

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jembatan Penghubung dari Ibukota Panyabungan menuju Kec. Panyabungan Timur dititik Sidaing, Desa Parmompang terlihat sudah mulai rusak padahal baru proyek yang bernilai ratusan juta ini baru selesai  beberapa bulan yang lalu. (hol).

  • Granat desak grasi Ola dicabut

    Granat desak grasi Ola dicabut

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) -Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencabut kembali grasi kepada Meirika Franola alias Ola. “Presiden tidak bisa menyatakan bertanggungjawab saja mengeluarkan grasi, namun juga harus mencabutnya kembali,” kata Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat di Jakarta, Minggu. Sebelumnya, melalui Keppres Nomor 35 tahun 2011, Ola mendapatkan pengampunan dari semula hukuman […]

expand_less