Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Rapper Asal Amerika Ini Temukan Kedamaian dalam Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
  • print Cetak

“Aku memiliki segalah hal, ketenaran, uang, wanita , rumah mewah dan semua yang diinginkan dalam hidup. Tapi aku masih saja tidak senang. Aku tak dapat menemukan kedamaian jiwa,” ujar Mutah Beale Wassin Shabazz, seorang anggota grup hip-hop Outlaw binaan rapper ternama Amerika,Tupac Shakur.

Ketenaran dan kekayaan tak membuat rapper dengan nama panggung Naopleon itu bahagia. Islam lah yang kemudian menjadi kunci kebahagiannya.

Mutah sebenarnya lahir di tengah keluarga muslim. Sang ayah merupakan Amerika-Afrika Muslim bernama Salek Beale. Ibunya, Aquilleh Beale, merupakan muslimah asal Poerto Rico. Namun keduanya meninggal saat Mutah baru berusia tiga tahun. Nahas, Mutah dan seorang adiknya menyaksikan kematian orangtua mereka yang ditembak mati kelompok garis keras. Mutah pun seketika menjadi yatim piatu yang kemudian dibesarkan oleh sang nenek dalam lingkungan nasrani.

Bersama keluarga besar, Mutah hidup dalam kemiskinan. Tak adanya pendidikan yang memadai membuat Mutah menjadi pemuda liar. Ia bahkan pernah menghisap narkoba dan sepat ditangkap aparat. Hingga kemudian Mutah ingin merubah nasibnya karena merasa iba dengan sang nenek yang mengurus banyak cucu dengan membanting tulang.

Ia pun mengejar karirnya menjadi penyanyi rap. Bermula menjadi rapper jalanan selama bertahun-tahun, Mutah kemudian dipertemukan dengan Tupac Shakur. “Tupac mengajakku untuk bergabung dengan grup Outlawz dan dari grup itulah aku langsung menjadi seleb,” ujarnya dikutip dari Majalah Weekend Trust.

Hidup glamor di dunia hiburan pun menjadi rutinitas Mutah. Inilah cita-cita Mutah sejak merintis karir dari jalanan. Ia pu tak lagi diliputi kemiskinan dan dapat memberikan hidup layak bai sang nenek. Namun apa yang terjadi, Mutah justru tak merasa bahagia. “Apakah ini adalah tujuan akhir hidupku,” pertanyaan yang selalu menjadi beban benak pria kelahiran New Jersey tersebut.

Hingga suatu hari, sang nenek yang mengurusnya dari kecil meninggal dunia. Mutah diliputi kesedihan yang sangat. Tak lama kemudian, Tupac yang menaungi grup rapnya pun meninggal dunia dengan targis. Makin berlipat gandalah kesedihan Mutah. “Aku bertanya-tanya, mengapa segala sesuatu pergi satu per satu? Mengapa semua orang yang memberiku harapan pergi satu per satu. Aku bertanya pada diri sendiri, Apakah ini benar-benar kehidupan? Apakah semua kekerasan dan sakit yang kurasa selalu ada dalam hidup?” ujar Mutah mengenang masa lalunya saat dilanda kegalauan hidup yang sangat.

Setelah berbagai peristiwa pilu, hidup Mutah tak karuan. Ia pergi dari klub malam satu ke klub lain. Ia kehilangan semangat hidupnya. Hingga suatu hari ia pernah memukuli adiknya hingga nyaris tewas. Saat itu Mutah dalam kondisi mabuk berat. Saat itulah terdapat seorang muslim berada di lokasi.

“Suatu hari aku terlibat perkelahian dengan adikku. Aku terus memukul kepalanya hingga darah tak berhenti mengucur. Lalu kami ditarik terpisah dan salah seorang bertanya, bagaimana jika saat aku sadar esok hari, aku mendapati adiikku terbunuh dengan tanganku sendiri. Sontak aku pun sadar dan sedih. Orang itu lah yang kemudian mengenalkan saya pada Islam,” kisah Mutah.

Itulah awal Mutah mengenal Islam. Ia pun kemudian mempelajari Islam dengan rasa pensaran yang sangat. “Aku tak tahu apa-apa tentang agama. Tapi aku penasaran danmencari tahu tentang Islam. Menariknya, saat mempelajarinya, aku menyadari bahwa Islam adalah cara hidup yan saya inginkan selama ini,” ujar Mutah menceritakan manisnya hidayah yang ia dapat.

Mutah pun kemudian bersyahadat. Tak tanggung-tanggung, ia ingin menjdi muslim sejati, seorang muslim yang kaffah. Tak hanya perkara wajib yang ia taati. Namun Sunnah Rasulullah pun ia jalani. Mutah begitu semangat berislam. Sejak mengenal Islam, ia mendapati ketenangan hidup yang selama ini ia inginkan.

Pensiun dan Menuntut Ilmu ke Haramain
Setelah berislam, Mutah meninggalkan profesinya sebagai rapper. Tentu pilihannya tersebut merupakan perkara yang berat. Namun dengan mengikhlaskan diri kepada Allah, Mutah pun meninggalkan dunia musik.

“Tantangan paling sulit yang harus aku hadapi adalah meninggalkan industri (musik). Bagiku, industri musik adalah way of life. Ini adalah cara hidup dan aku tahu ini adalah cara saya mendapatkan uang. Namun atas rahmat Allah , Dia membuatnya mudah bagi saya untuk pergi meninggalkan ini semua,” ujarnya.

Kemudahan itu didapatkan Mutah saat ia menunaikan ibadah haji untuk kali pertaa. Saat itu ia merasa hidupnya hanya bersama Allah. Sepulang haji, Mutah pun amat kehilangan persaan dekat itu. Ia kemudian enggan kembali ke kehidupan lamanya. Ia ingin hidupnya dipenuhi kedamaian jiwa sebagaimana saat menunaikan ibadah haji. Itulah yang benar-benar ia inginkan.

Ia kemudian pindah ke Arab Saudi dan belajar Islam disana. Sejumlah ulama dan masyayikh Saudi menjadi gurunya. Mutah bahkan seringkali menjadi motivator untuk para mualaf. Kisahnya juga difilmkan dalam sebuah dokumenter bertajuk “The Life of an Outlaw”. Saat ini Mutah sangat bahagia menjadi muslimin dan hidup di tanah kelahiran Islam. “Saudi merupakan rumah saya sekarang,” pungkasnya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lepas Keberangkatan Umrah, Atika Minta Jemaah Saling Jaga

    Lepas Keberangkatan Umrah, Atika Minta Jemaah Saling Jaga

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution melepas 120 jemaah umrah yang berangkat dari Majelis Taklim Baitul Bukhori, Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat, Madina, Sumut, Selasa (8/11/2022). Sebelum berangkat, Ustad H Yusuf Amirul atau yang lebih dikenal dengan Tuan Nalomok mengajak para jemaah membaca salawat agar diberi kelancaran dan […]

  • 200-an Warga Bulumario Protes Pembalakan Hutan

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Sekitar 200-an warga Desa Bulumario, Sipirok, Tapsel melakukan aksi atas penebangan kayu di Hutan Napa Jae tepatnya di Perbatasan Kecamatan Sipirok dengan Kecamatan Marancar tepatnya di Aek (Sungai) Sirabun Tapsel, Senin (20/2). Aksi protes meraka lakukan atas aktivitas sebuah perusahaan di hutan tersebut, berlangsung tertib dan damai di bawah pengawalan Polsek Sipirok bersama Koramil Sipirok, […]

  • Kangkangi LAHP Ombudsman, Gubernur Bakal Tolak Surat DPRD Terkait Penetapan Komisioner KPID Sumut

    Kangkangi LAHP Ombudsman, Gubernur Bakal Tolak Surat DPRD Terkait Penetapan Komisioner KPID Sumut

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)  – Kuasa hukum 8 Calon Komisioner KPID Sumut 2021-2024 Ranto Sibarani yakin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menolak surat penetapan 7 nama komisioner KPID Sumut 2021-2024 yang kabarnya sudah disetujui dan diteken lima pimpinan DPRD Sumut. Ranto menyatakan Gubernur memiliki kewenangan menolak dan mengembalikan surat penetapan nama-nama terpilih dari DPRD jika mengacu pada […]

  • Kuasa Hukum Pemkab Tapteng Desak KPK Usut Ketua DPRD

    Kuasa Hukum Pemkab Tapteng Desak KPK Usut Ketua DPRD

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hubungan Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan Ketua DPRD Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, memanas. Dari persoalan proyek, berpotensi merembet ke kasus suap sengketa pilkada Tapteng yang sudah menyeret Bonaran Situmeang. Kuasa Hukum Pemkab Tapteng, Roder Nababan, berencana segera mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendesak agar Bakhtiar diusut dalam dugaan keterlibatan dia dalam kasus […]

  • DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejadian Lagi di Langkat LANGKAT-Indikasi tindak pidana korupsi berjamaah di Kabupaten Langkat kembali mencuat. Kali ini muncul dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat yang membocorkan APBD dengan nilai Rp1,4 miliar. Kebocoran anggaran ini tercium saat sejumlah mantan dewan periode 2004-2009 ramai-ramai memulangkan uang ke kantor dewan, Rabu (26/1) siang. Pemulangan uang negara itu, […]

  • Kuatkan Soliditas, KPPG Madina Ziarah ke Barus

    Kuatkan Soliditas, KPPG Madina Ziarah ke Barus

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BARUS (Mandailing Online) – Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Mandailing Natal melakukan wisata religi di Barus, Tapanuli Tengah, Minggu (14/11). Zubaidah Nasution menjelaskan KPPG Madina berangkat pada Sabtu (13/11) malam menuju Tapanuli Tengah untuk melakukan ziarah ke makam Almarhum Syekh Mahmud bin Abdurrahman atau dikenal Makam Syekh Papan Tinggi dan Makam Al-Mahligai. Ketua KPPG […]

expand_less