Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Madina Kakurangan Penyuluh Pertanian

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selaku daerah pertanian masih kekurangan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Humas KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Madina, Dahlan Batubara kepada wartawan, Jum’at (4/10/2013) menyatakan kekurangan tenaga PPL ini berdampak pada rendahnya konsolidasi pertanian, baik pola musim tanam, pengaturan tali air maupun penerapan tekhnologi.

Dahlan mengatakan, secara pisikologi massal, para petani di Madina masih harus didampingi PPL. Kebutuhan PPL ini juga termasuk dari sisi luas sebaran wilayah pertanian.

“Tugas dan fungsi PPL ini kan sangat penting bagi petani, antara lain bagaiaman menyusun program masa tanam, tata cara perawatan, termasuk untuk mengaplikasikan tehnik pertanian terbaru tujuannya untuk peningkatan hasil pertanian itu sendiri,” katanya.

Disebutkannya, yang berwenang soal kuota PPL di daerah-daerah adalah kementrian Pertanian, berdasar pengajuan daerah.

“Karena itu kita mengharapkan agar untuk tahun tahun depan Mentan mengelokasikan tambahan penempatan PPL, sehingga petani kita di Madina menjadi terbantu,” harapnya.

Sementara itu, Kapala Badan Penyuluh Pertanian Ketahanan Pangan (BP2KP) Madina, Ir. Bakhrein Lubis mengakui Madina memang masih kekurangan tenaga PPL melihat dari jumlah desa serta luas lahan pertanian di daerah itu.

“Jika kita mengacu pada peraturan menteri, 1 desa 1 PPL, tentunya kita ini masih kekurangan betul, tertuma itu untuk daerah Pantai Barat,” katanya.

Jumlah PPL di Madina, katanya, sebanyak 104 orang meliputi PNS 45 orang termasuk yang tidak memiliki wilayah kerja, dan Tenaga Harian Lepas (THLTB) sebanyak 59 orang,” katanya.

Jumlah itu sangat rendah mengingat jumlah desa/kelurahan di Madina mencapai 420.

“Karena itu kita juga sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat penambahan tanaga PPL yang akan ditugaskan membantu para petani,” katanya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editopr : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Emas Batangtoru Tetap Beroperasi

    Tambang Emas Batangtoru Tetap Beroperasi

    • calendar_month Kamis, 15 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)- Pascadihentikannya operasional akibat bentrok masa pada 30 Oktober 2012 lalu, produksi tambang emas yang diusahakan PT Agincourt Resources (AR) di Tapanuli Selatan (Tapsel), akan kembali beroperasi dalam waktu dekat. Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menegaskan, air sisa produksi tidak boleh mencemari sungai. Karenanya, harus dipantau oleh Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Sisa Produksi […]

  • Sampah di TPA meluber kejalan umum (ist )

    TPA Batang Gadis “Amburadul”, Sampah Meluber ke Jalan Bukit Kamuning – Barbaran

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN|| Mandailing Online — Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Bukit Kamuning – Barbaran, tepatnya menuju Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, menjadi sorotan. Kondisi ini dinilai warga sebagai bukti gagalnya Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal dalam menangani persoalan sampah. Hal itu disampaikan warga Panyabungan, M I Nasution, Senin (14/9/2026). Menurutnya, menumpuknya […]

  • Swasembada Kedelai : Bentuk Egoisme Pemerintah

    Swasembada Kedelai : Bentuk Egoisme Pemerintah

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Josua Desmonda Simanjuntak Present Master Program in Faculty of Economics and Management, Department of Agribusiness Bogor Agricultural University, Bogor (Indonesia) Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian, Amran Sulaiman megklaim bahwa Indonesia telah kembali berhasil melakukan swasembada beras pada tahun 2017, dimana hal ini terjadi terakhir kali pada tahun 1984. Selain beras, beliau juga […]

  • Parsadaan Marga Batubara Terbentuk

    Parsadaan Marga Batubara Terbentuk

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Parsadaan Marga Batubara terbentuk, Sabtu (21/8/2024) di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Pembentukan berlangsung di aula hotel Mariring, Panyabungan, sekaligus pemilihan dewan pembina, dewan penasihat, ketua dan jajaran eksekutif. Ketua Panitia Pembentukan, Safaruddin Batubara menyatakan bahwa embrio Parsadaan Marga Batubara ini telah lama berproses sejak beberapa bulan lalu melalui beberapa putaran musyawarah […]

  • TGSC : Polisi Sedang Menyiapkan Jadwal Klarifikasi Terhadap Saipullah Nasution Terkait Dugaan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik

    TGSC : Polisi Sedang Menyiapkan Jadwal Klarifikasi Terhadap Saipullah Nasution Terkait Dugaan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Selasa sore 7/4/2026 Tim Gordang Sambilan Center ( TGSC ) datangi Unit Reskrim Polres Madina. Mereka hendak mempertanyakan kelanjutan laporan LP/ B/9/1/2026/ SPKT/ POLRES MANDAILING NATAL / POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 5 Januari 2026 tentang laporan dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik oleh Saipullah Nasution yang dilaporkan Miswar Daulay selaku Ketua TGSC ” […]

  • Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : H.RIDWAN RANGKUTI, SH.MH Advokat/Ketua DPC Peradi Tabagsel Dosen Hukum Pertambangan Fak.Hukum UMTS Padang Sidempuan.   Polemik yang berkepanjangan seputar keberadaan tambang emas yang dikelola oleh masyarakat di Mandailing Natal belum menemukan titik reda. Oleh karena itu, saya melihat harus ada upaya pemerintah daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pertambangan Rakyat sebagai solusinya. […]

expand_less