Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode

Apresiasi Film Indonesia 2013, Angin Segar Perfilman Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Untuk kedua kalinya, Kemendikbud RI menggelar Apresiasi Film Indonesia (AFI). Muncul dengan 18 kategori berbeda, ajang tahunan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi kemajuan perfilman di Indonesia.

AFI merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada karya film beserta seluruh unsur-unsurnya yang mengacu pada muatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.

“Keberadaan AFI, diharapkan, bisa membawa angin segar bagi dunia perfilman di Indonesia karena, pada hakikatnya, film adalah produk budaya dan media yang efektif untuk membangun kearifan lokal serta karakter bangsa,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan dalam rilis pers yang dikirim ke redaksi Mandailing Online, Jum’at (4/10/2013).

Terkait prinsip tersebut, AFI 2013 akan memulai sebuah tradisi baru dengan menempatkan film beserta seluruh unsur yang melingkupinya sebagai satu-kesatuan.

“Dengan kata lain, AFI tidak hanya mengapresiasi film sebagai karya, namun juga memberikan penghargaan khusus kepada elemen-elemen yang sudah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia perfilman,” katanya.

Untuk itu, kerjasama AFI dengan dengan para tim ahli pun dijalankan, terdiri dari praktisi pendidikan, kebudayaan, perfilman dan praktisi komunikasi. Sejauh ini Kemendikbud sudah memilih 18 kategori AFI 2013, masing-masing:

Kategori utama: Apresiasi Film Bioskop, Apresiasi Film Independen (cerita panjang non bioskop), Apresiasi Film Dokumenter, Apresiasi Film Animasi, Apresiasi Film Pendek, Apresiasi Film Anak, Apresiasi Film Pilihan Pemirsa (metode jajak pendapat).

KATEGORI “MONUMENTAL”: Apresiasi Film Adi-Karya, Apresiasi Film Adi-Insani.

KATEGORI KHUSUS: Apresiasi Sutradara Perdana, Apresiasi Festival Film, Apresiasi Poster Film, Apresiasi Komunitas, Apresiasi Media Cetak, Apresiasi Media Non Cetak, Apresiasi Film Independen Kategori Pelajar, Apresiasi Film Independen Kategori Mahasiswa, Apresiasi Lembaga Pendidikan.

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Ahli AFI 2013, Ichwan Persada menyatakan, dari 18 kategori tersebut, terdapat 7 Kategori Utama yang keseluruhannya akan menilai film sebagai karya yang utuh.

“Artinya, pada kategori tersebut, Dewan Juri tidak melakukan penilaian terhadap komponen-komponen yang bersifat teknis; seperti pemeran, penyutradaraan, penyuntingan, dan sebagainya. Sebaliknya, film dinilai sebagai karya budaya yang berkualitas, digarap dengan baik, dan memiliki pesan positif yang dapat menginspirasi masyarakat,” katanya.

Selain itu, AFI 2013 juga mengapresiasi karya film yang terhitung monumental, menjadi “tonggak” dan pembicaraan masyarakat, serta memberikan kontribusi besar di kurun waktu/periode tertentu dalam sejarah perkembangan perfilman Indonesia.

Penghargaan yang dinamakan Adi-Karya tersebut, akan disandingkan dengan Apresiasi Adi-Insani, sebuah penghargaan untuk insan perfilman tak terbatas pada aktor/aktris dan pekerja film saja, namun juga industri/perusahaan film yang dinilai konsisten serta berjasa besar dalam memajukan perfilman nasional.

Yang menarik, tentu, diikut-sertakannya 9 Kategori Khusus, yang merupakan wujud dari komitmen dan konsistensi Kemendikbud sebagai Kementerian yang berfokus pada pendidikan dan kebudayaan.

Disebutkan Kacung Marijan, AFI merupakan ajang penghargaan yang sarat dengan misi pembinaan dan pendidikan. Untuk itu, AFI juga akan memberikan apresiasi kepada lembaga pendidikan dan film independen karya pelajar maupun mahasiswa, sehingga generasi muda terus terpacu untuk berkarya menciptakan sesuatu yang positif bagi masyarakat.”

Harapan serupa juga ditumpukan kepada sutradara muda yang mampu menelurkan karya film perdana yang berkualitas terbaik dan diputar di bisokop, media massa (cetak non cetak), komunitas film, hingga berbagai ajang festival yang secara intens telah menyebarkan informasi dan ikut memberikan pencerahan dalam dunia perfilman Indonesia.

Untuk mengantarkan itu semua, telah pula dibentuk Dewan Juri AFI 2013, yang diketuai Totot Indarto, dengan anggota: Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan Wahyu Aditya.

“AFI tahun ini tampil dengan hal baru dari tahun kemarin, dan itu menjadi poin yang harus dihargai. Biasanya festival-festival lain mempunyai perspektif tertentu saja. Semoga AFI bisa memberikan perspektif baru dalam apresiasi perfilman kita,” ujar Ketua Dewan Juri, Totot Indarto.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 75 Persen Guru Honorer K2 Hanya Lulusan SMA dan D3

    75 Persen Guru Honorer K2 Hanya Lulusan SMA dan D3

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mendesak seluruh kepala daerah untuk menyekolahkan guru honorer kategori dua (K2) yang nantinya lulus CPNS. Pasalnya, dari latar belakang pendidikan guru honorer K2, terbanyak lulusan SMA-D3. “Dari pertemuan dengan para sekda, seluruh daerah rata-rata mengaku kekurangan guru. Itu sebabnya guru kita prioritaskan diangkat. […]

  • 2 Warga Jerber Korban Penembakan di Bireun

    2 Warga Jerber Korban Penembakan di Bireun

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JEMBER: Dua warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi korban atas insiden penembakan di Kabupaten Bireun, Aceh, pada malam Tahun Baru 2012. “Kami tidak menyangka Suparno menjadi korban penembakan di tempatnya bekerjanya di Aceh dan tidak ada firasat apapun,” kata paman korban, Maksum di Jember, Senin 2 Januari 2012. Keduanya adalah Suparno (26) warga Desa Sidomekar, […]

  • Mengapa Harus Taat kepada Ulama?

    Mengapa Harus Taat kepada Ulama?

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Selama dalam koridor kebaikan dan ketakwaan, menaati ulama ialah kebutuhan asasi bagi umat. Melebihi ketergantungan pada makan dan minum. Di tengah-tengah hiruk pikuk demokrasi dan era keterbukaan, muncul beragam gagasan dan ideologi yang cenderung memarjinalkan sosok ulama. Keberadaan para tokoh agamawan itu beranjak terlupakan. Tak sedikit figur ustaz yang muncul di televisi hanya untuk mengisi […]

  • WILLEM TIDAK BUNUH DIRI, TAPI DIMATIKAN NARASI..!!

    WILLEM TIDAK BUNUH DIRI, TAPI DIMATIKAN NARASI..!!

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (CATATAN BERHARGA DARI SEMINAR ILMIAH MENELUSURI JEJAK KEPAHLAWAN WILLEM ISKANDER DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN DAN KESADARAN BANGSA)   Oleh : Moechtar Nasution*   Aula Lantai III Gedung Perkuliahan STAIN Mandailing Natal hari ini menjadi perbincangan di atmosfer sejarawan Indonesia. Dari sini terbit testimoni yang langsung mengoyak-oyak dan mematahkan semua stigma, desas-desus dan bisik-bisik negatif tentang […]

  • 273 Juta Perjalanan Dinas Anggota DPRD Madina Fiktif

    273 Juta Perjalanan Dinas Anggota DPRD Madina Fiktif

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sekitar Rp.273 juta perjalanan dinas 15 anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) tahun 2012 salah gunakan alias fiktif. Dan, Bupati Madina Hidayat Batubara telah meminta kepada 15 anggota DPRD Madina yang terlibat segera mengembalikannya ke kas daerah. “Sesuai surat Bupati kepada DPRD Madina agar segera mengembalikan uang […]

  • Soal Calon Walikota Padangsidimpuan Masyarakat Diminta Nilai secara Obyektif

    Soal Calon Walikota Padangsidimpuan Masyarakat Diminta Nilai secara Obyektif

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, (MO) –Tokoh Pemuda Kota P. Sidimpuan Rinaldi Simanjutak mengharapkan masyarakat Kota Padangsidimpuan mampu menilai beberapa calon kepala daerah secara obyektif. “Nilailah secara obyektif, maka akan tumbuh keyakinan dalam diri, jika hanya pasangan nomor urut 3 (AMIN) pilihan tepat pada Oktober 2012 nanti, ” ujar tokoh pemuda Kota P. Sidimpuan Rinaldi Simanjutak kepada Analisa, Rabu […]

expand_less