Senin, 10 Agu 2026
light_mode

Apresiasi Film Indonesia 2013, Angin Segar Perfilman Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Untuk kedua kalinya, Kemendikbud RI menggelar Apresiasi Film Indonesia (AFI). Muncul dengan 18 kategori berbeda, ajang tahunan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi kemajuan perfilman di Indonesia.

AFI merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada karya film beserta seluruh unsur-unsurnya yang mengacu pada muatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.

“Keberadaan AFI, diharapkan, bisa membawa angin segar bagi dunia perfilman di Indonesia karena, pada hakikatnya, film adalah produk budaya dan media yang efektif untuk membangun kearifan lokal serta karakter bangsa,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan dalam rilis pers yang dikirim ke redaksi Mandailing Online, Jum’at (4/10/2013).

Terkait prinsip tersebut, AFI 2013 akan memulai sebuah tradisi baru dengan menempatkan film beserta seluruh unsur yang melingkupinya sebagai satu-kesatuan.

“Dengan kata lain, AFI tidak hanya mengapresiasi film sebagai karya, namun juga memberikan penghargaan khusus kepada elemen-elemen yang sudah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia perfilman,” katanya.

Untuk itu, kerjasama AFI dengan dengan para tim ahli pun dijalankan, terdiri dari praktisi pendidikan, kebudayaan, perfilman dan praktisi komunikasi. Sejauh ini Kemendikbud sudah memilih 18 kategori AFI 2013, masing-masing:

Kategori utama: Apresiasi Film Bioskop, Apresiasi Film Independen (cerita panjang non bioskop), Apresiasi Film Dokumenter, Apresiasi Film Animasi, Apresiasi Film Pendek, Apresiasi Film Anak, Apresiasi Film Pilihan Pemirsa (metode jajak pendapat).

KATEGORI “MONUMENTAL”: Apresiasi Film Adi-Karya, Apresiasi Film Adi-Insani.

KATEGORI KHUSUS: Apresiasi Sutradara Perdana, Apresiasi Festival Film, Apresiasi Poster Film, Apresiasi Komunitas, Apresiasi Media Cetak, Apresiasi Media Non Cetak, Apresiasi Film Independen Kategori Pelajar, Apresiasi Film Independen Kategori Mahasiswa, Apresiasi Lembaga Pendidikan.

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Ahli AFI 2013, Ichwan Persada menyatakan, dari 18 kategori tersebut, terdapat 7 Kategori Utama yang keseluruhannya akan menilai film sebagai karya yang utuh.

“Artinya, pada kategori tersebut, Dewan Juri tidak melakukan penilaian terhadap komponen-komponen yang bersifat teknis; seperti pemeran, penyutradaraan, penyuntingan, dan sebagainya. Sebaliknya, film dinilai sebagai karya budaya yang berkualitas, digarap dengan baik, dan memiliki pesan positif yang dapat menginspirasi masyarakat,” katanya.

Selain itu, AFI 2013 juga mengapresiasi karya film yang terhitung monumental, menjadi “tonggak” dan pembicaraan masyarakat, serta memberikan kontribusi besar di kurun waktu/periode tertentu dalam sejarah perkembangan perfilman Indonesia.

Penghargaan yang dinamakan Adi-Karya tersebut, akan disandingkan dengan Apresiasi Adi-Insani, sebuah penghargaan untuk insan perfilman tak terbatas pada aktor/aktris dan pekerja film saja, namun juga industri/perusahaan film yang dinilai konsisten serta berjasa besar dalam memajukan perfilman nasional.

Yang menarik, tentu, diikut-sertakannya 9 Kategori Khusus, yang merupakan wujud dari komitmen dan konsistensi Kemendikbud sebagai Kementerian yang berfokus pada pendidikan dan kebudayaan.

Disebutkan Kacung Marijan, AFI merupakan ajang penghargaan yang sarat dengan misi pembinaan dan pendidikan. Untuk itu, AFI juga akan memberikan apresiasi kepada lembaga pendidikan dan film independen karya pelajar maupun mahasiswa, sehingga generasi muda terus terpacu untuk berkarya menciptakan sesuatu yang positif bagi masyarakat.”

Harapan serupa juga ditumpukan kepada sutradara muda yang mampu menelurkan karya film perdana yang berkualitas terbaik dan diputar di bisokop, media massa (cetak non cetak), komunitas film, hingga berbagai ajang festival yang secara intens telah menyebarkan informasi dan ikut memberikan pencerahan dalam dunia perfilman Indonesia.

Untuk mengantarkan itu semua, telah pula dibentuk Dewan Juri AFI 2013, yang diketuai Totot Indarto, dengan anggota: Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan Wahyu Aditya.

“AFI tahun ini tampil dengan hal baru dari tahun kemarin, dan itu menjadi poin yang harus dihargai. Biasanya festival-festival lain mempunyai perspektif tertentu saja. Semoga AFI bisa memberikan perspektif baru dalam apresiasi perfilman kita,” ujar Ketua Dewan Juri, Totot Indarto.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlunya dukungan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan dan peningkatan kuantitas maupun kualitas Kopi Mandailing tidak bisa lagi ditawar-tawar. Hal itu disampaikan salah satu pengusaha yang bergerak di bidang Kopi Mandailing Palit Hanafi Lubis usai menerima sertifikat nilai (cupping score) dari panitia Jogja Coffee Week (JCW). “Dengan persiapan apa adanya sudah bisa […]

  • Tender DAK Disdik Madina di Duga Formalitas

    Tender DAK Disdik Madina di Duga Formalitas

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan – Tender yang dilakukan panitia pengadaan barang dan jasa pemerintah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga hanya formalitas belaka, sebab kuat dugaan 78 paket di instansi tersebut sudah di kapling jauh-jauh hari. Buktinya, para kontraktor yang datang telah mengantongi lokasi kegiatan serta jenis kegiatan yang akan di daftarkannya. “Rp 35 miliar Dana […]

  • Fitrah Suryani Berangkat Menuju OSN Tingkat Nasional

    Fitrah Suryani Berangkat Menuju OSN Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fitra Suryani, siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal berangkat ke Palembang sebagai utusan Sumatera Utara di Olimpiade Sains tingkat Nasional, di Palembang. Dia dan rombongan pendamping diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing  Natal (Madina), Syafi’I Lubis, Kamis (12/5) dari perkantoran pemkab Madina dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan M.Yasir; […]

  • Salat Jum’at Jaga Jarak di Masjid Agung Panyabungan

    Salat Jum’at Jaga Jarak di Masjid Agung Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut menerapkan sistem social distancing solat Jum’at, hari ini (18/9/2020). Jarak shaf antar jamaah diberlakukan sebagai upaya mengantisipasi penularan virus corona. Pihak kenaziran memasang tanda silang di lantai masjid untuk mengatur jarak shaf. Pantauan Mandailing Online, jarak antar shaf berkisar setengah meter mengikuti kelebaran petakan kramik […]

  • Alasan Sakit, Ali Makmur Gagal Dieksekusi

    Alasan Sakit, Ali Makmur Gagal Dieksekusi

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Panyabungan kembali gagal melakukan eksekusi terhadap Ali Makmur Nasution Alias Jaganding salah seorang anggota DPRD Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, pria yang divonis 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung itu disebut masih dirawat di RSU Bunda Tamrin, Medan. Kuasa hukum Ali Makmur Nasution, Elpi Juni Samudra Dalimunthe,SH.MH di gedung Kejaksaan […]

  • Buka Muscab, Atika Harap Pramuka Madina Lebih Sinergis

    Buka Muscab, Atika Harap Pramuka Madina Lebih Sinergis

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kwarcab Mandailing Natal (Madina) dilaksanakan di aula Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Rabu (29/9/2021). Muscab dibuka Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution. Dalam pidatonya, Atika mengharapkan Muscab tersebut selain sebagai wadah pergantian kepengurusan, juga harus menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi program Kwarcab Pramuka Madina. […]

expand_less