Minggu, 8 Nov 2026
light_mode

Polri: Pilkada Langsung Lebih Rawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Usulan penghapusan kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) menangani sengketa pemilukada serta penolakan MA kembali menangani sengketa Pemilukada membuat wacana penghapusan pemilukada langsung mencuat.

Sejumlah pihak menilai pengembalian pemilihan kepala daerah ke DPRD juga berimbas pada potensi kerusuhan horizontal akibat bentrokan massa pendukung calon-calon yang berlaga.

Mabes Polri mengakui pemilihan kepala daerah melalui pilkada langsung memang lebih rawan dari sisi keamanan. Ini disebabkan pemilukada langsung prosesnya melibatkan masyarakat luas sebagai pemilih.

“Tentunya pilkada langsung memiliki potensi kerawanan yang lebih jika dibanding pemilihan melalui DPRD,” terang Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar tadi malam (15/10).

Meski demikian, Boy menegaskan Polri menolak untuk memilih kepala daerah pilkada dipilih DPRD atau pemilukada langsung. Polri hanya menjelaskan realita yang dihadapi aparat di daerah selama mengamankan jalannya pilkada.

“Sikap polri terhadap pilkada netral. Polri sama sekali tidak ikut campur dalam urusan pilkada kecuali mengamankannya,” tegas mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu.

Penegasan Polri tersebut sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional-Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Cirebon yang menyatakan pemilukada langsung mendatangkan kerusakan lebih besar dibandingkan mendatangkan kebaikan.

Salah satu akibatnya, Nahdlatul Ulama menilai pemilukada langsung membuat masyarakat terpecah belah akibat konflik horizontal maupun kerusuhan sosial.

“Kerusuhan tidak hanya karena tidak siap calonnya kalah, tetapi juga akibat kecurangan massif salah satu calon, sementara calon lain tidak bisa apa-apa. Karena itu, PKB mendukung rekomendasi Munas dan Konferensi Besar NU di Cirebon,” kata Ketua Fraksi PKB Marwan Ja”far kemarin.

Selain kerusakan infrastruktur akibat bentrokan massa, pemilukada langsung juga dinilai memboroskan keuangan negara. Setiap tahun, negara menghabiskan anggaran Rp 15 triliun untuk menggelar pemilukada langsung atau sekitar Rp 75 triliun selama lima tahun.

“Dana itu belum dihitung anggaran negara yang diselewengkan petahana selama lima tahun, baik untuk kampanye halus maupun politik uang agar dapat terpilih lagi di pemilukada berikutnya,” terang Marwan.

Sengketa pemilu di MK dinilainya juga bukan solusi yang baik, karena banyak kasus pemilukada yang diperintahkan MK agar diulang sehingga membuat pemilukada berlarut-larut serta mengganggu roda pemerintahan.

“Jika DPRD tidak baik memilih calon kepala daerah, sanksinya bisa langsung diambil yakni tidak memilih partai yang mengusungnya di pemilu depan,” terangnya. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Dilarang Rayakan Valentine Day

    Sekolah Dilarang Rayakan Valentine Day

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – Sekolah-sekolah di Balikpapan, Kalimantan Timur dilarang merayakan Valentine Day yang jatuh setiap 14 Februari. Hal itu diatur dalam surat edaran yang dilayangkan Dinas Pendidikan Balikpapan. Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan Muhaimin mengatakan, pihaknya sudah melayangkan edaran ke semua sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA per tanggal 5 Februari 2016. Surat edaran tersebut terkait larangan […]

  • Ada Dana APBN Untuk Wisata Desa, PMD Madina Akui Dana Belum Cair

    Ada Dana APBN Untuk Wisata Desa, PMD Madina Akui Dana Belum Cair

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ternyata Ada anggaran untuk Bantuan Pengembangan Obyek Wisata di Kabupaten Mandailing Natal senilai Rp. 250.000.000. Dasar bantuan tersebut yakni usaha mendorong perubahan kepariwisataan dengan tujuan memperoleh keuntungan dan manfaat yang lebih baik. Diketahui dari data yang diperoleh Mandailing Online sumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian Desa Pembangunan Daerah […]

  • Gaji Anggota KPPS Gunung Barani Disunat Alasan Pajak

    Gaji Anggota KPPS Gunung Barani Disunat Alasan Pajak

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gaji anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Gunung Barani, Kecamatan Panyabungan Kota, Mandailing Natal diduga sunat Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS). Diketahui gaji anggota KPPS Sendiri sesuai dengan ketentuan PKPU Rp. 1.100.000 setiap anggota yang bekerja di setiap TPS dan Ketua PPS Rp. 1.200.000. Namun, Salah seorang anggota KPPS di […]

  • Di STAIN Madina, Dosen Hukum Pidana Islam Pimpin Prodi Perbankan Syariah & Ilmu Hadist. Seleksinya Jadi Sorotan

    Di STAIN Madina, Dosen Hukum Pidana Islam Pimpin Prodi Perbankan Syariah & Ilmu Hadist. Seleksinya Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Heboh! Proses seleksi pejabat di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) diduga sarat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Sorotan tajam mengarah pada penempatan Kepala Program Studi hingga Sekretaris Pusat yang dinilai janggal dan tidak sesuai kompetensi. Dugaan ini mencuat usai seleksi dan pelantikan Ka. Prodi, Sekretaris Pusat Penjaminan […]

  • 2012, PMII Tingkatkan Kualitas Kader

    2012, PMII Tingkatkan Kualitas Kader

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Di tahun 2012 ini, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII PMII) Madina berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kader. Hal ini merupakan tuntutan organisasi. Selain itu, peningkatakan kualitas dan kuantitas kader ini juga merupakan jawaban dari berbagai tudingan, bahwa dalam berbagai kegiatan di luar program PMII Madina kader-kader PMII ditunggangi oleh sejumlah pihak. Demikian […]

  • Reses Binsar Nasution, Dorong Kebangkitan BUMDes  Hingga Jalan Sentra Produksi

    Reses Binsar Nasution, Dorong Kebangkitan BUMDes Hingga Jalan Sentra Produksi

    • calendar_month Selasa, 27 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak dapat disangkal bahwa infrastruktur menuju sentra produksi pedesaan merupakan faktor vital dalam meningkatkan laju perekonomian rakyat di pedesaan. Karena infrastruktur, baik jalan, jembatan maupun jaringan listrik merupakan bagian pendukung utama lancarnya kegiatan usaha masyarakat. Lebih jauh dari itu, kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi soko guru bagi perekonomian pedesaan, sebab, selain mampu […]

expand_less