Rabu, 23 Sep 2026
light_mode

Polri: Pilkada Langsung Lebih Rawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Usulan penghapusan kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) menangani sengketa pemilukada serta penolakan MA kembali menangani sengketa Pemilukada membuat wacana penghapusan pemilukada langsung mencuat.

Sejumlah pihak menilai pengembalian pemilihan kepala daerah ke DPRD juga berimbas pada potensi kerusuhan horizontal akibat bentrokan massa pendukung calon-calon yang berlaga.

Mabes Polri mengakui pemilihan kepala daerah melalui pilkada langsung memang lebih rawan dari sisi keamanan. Ini disebabkan pemilukada langsung prosesnya melibatkan masyarakat luas sebagai pemilih.

“Tentunya pilkada langsung memiliki potensi kerawanan yang lebih jika dibanding pemilihan melalui DPRD,” terang Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar tadi malam (15/10).

Meski demikian, Boy menegaskan Polri menolak untuk memilih kepala daerah pilkada dipilih DPRD atau pemilukada langsung. Polri hanya menjelaskan realita yang dihadapi aparat di daerah selama mengamankan jalannya pilkada.

“Sikap polri terhadap pilkada netral. Polri sama sekali tidak ikut campur dalam urusan pilkada kecuali mengamankannya,” tegas mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu.

Penegasan Polri tersebut sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional-Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Cirebon yang menyatakan pemilukada langsung mendatangkan kerusakan lebih besar dibandingkan mendatangkan kebaikan.

Salah satu akibatnya, Nahdlatul Ulama menilai pemilukada langsung membuat masyarakat terpecah belah akibat konflik horizontal maupun kerusuhan sosial.

“Kerusuhan tidak hanya karena tidak siap calonnya kalah, tetapi juga akibat kecurangan massif salah satu calon, sementara calon lain tidak bisa apa-apa. Karena itu, PKB mendukung rekomendasi Munas dan Konferensi Besar NU di Cirebon,” kata Ketua Fraksi PKB Marwan Ja”far kemarin.

Selain kerusakan infrastruktur akibat bentrokan massa, pemilukada langsung juga dinilai memboroskan keuangan negara. Setiap tahun, negara menghabiskan anggaran Rp 15 triliun untuk menggelar pemilukada langsung atau sekitar Rp 75 triliun selama lima tahun.

“Dana itu belum dihitung anggaran negara yang diselewengkan petahana selama lima tahun, baik untuk kampanye halus maupun politik uang agar dapat terpilih lagi di pemilukada berikutnya,” terang Marwan.

Sengketa pemilu di MK dinilainya juga bukan solusi yang baik, karena banyak kasus pemilukada yang diperintahkan MK agar diulang sehingga membuat pemilukada berlarut-larut serta mengganggu roda pemerintahan.

“Jika DPRD tidak baik memilih calon kepala daerah, sanksinya bisa langsung diambil yakni tidak memilih partai yang mengusungnya di pemilu depan,” terangnya. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muscam Golkar Panyabungan, Rifai Terpilih Secara Aklamasi

    Muscam Golkar Panyabungan, Rifai Terpilih Secara Aklamasi

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golongan Karya (Golkar) Panyabungan yang diselenggarakan di Wisata 3 Dimensi Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan pada Jumat (21/1) menetapkan Muhammad Rifai Nasution sebagai ketua terpilih. Rifai yang terpilih secara aklamasi akan memimpin kepengurusan Golkar Panyabungan periode 2020-2025. Rifai akan didampingi Muslih Nasution sebagai sekretaris dan Suaidah Nasution (Bendahara). Sesuai […]

  • Siantar tak Terima CPNS 2011

    Siantar tak Terima CPNS 2011

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Untuk tahun 2011, Pemko Siantar dipastikan tidak menerima calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan alasan memaksimalkan tenaga PNS dan Honorer yang saat ini berjumlah 8.327 orang, dengan rincian PNS 6.567 orang dan honorer 1.760 orang. Pemerintah Kota Siantar akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelaksanaan pelatihan serta melanjutkan pendidikan. […]

  • Stok Pupuk di Madina Aman, Harga Masih Normal

    Stok Pupuk di Madina Aman, Harga Masih Normal

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Harga berbagai jenis pupuk baik subsidi dan non subsidi di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) diharga normal. Dari data yang didapat dari salah satu distributor pupuk di Kota Panyabungan PT Mitra Tani Sari menyebutkan pupuk subsidi jenis Urea normal diharga Rp.112.000.Per sak nya dengan ukuran 50kg, dan NPK Phonska […]

  • Komisi 1 : Pembangunan Lapangan Anggora Butuh Lanjutan

    Komisi 1 : Pembangunan Lapangan Anggora Butuh Lanjutan

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online)- Komisi 1 DPRD Madina memandang lapangan Anggora di Kotanopan harus mampu menjadi pendorong pengembangan dunia olahraga di Mandailing Julu. Oleh karena itu, lanjutan pembangunannya harus menjadi perhatian ke depan. Berdasar itu, Komisi 1 DPRD Madina meninjau lapangan olahraga Anggora di Kotanopan, Kamis(14/11/2019). Peninjauan yang dipimpin langsung Ketua Komisi 1 Sobir Lubis, […]

  • Desa Ranjau Batu Kini Punya Gedung Madrasah

    Desa Ranjau Batu Kini Punya Gedung Madrasah

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) – Desa Ranjau Batu Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal kini telah memiliki bangunan madrasah. Biaya pembangunannya berasal dari Dana Desa Dan kini, anak-anak juga telah dengan nyaman belajar agama dan bahasa Arab dibangunan yang memiliki 2 lokal itu. Warga juga sangat mengapresiasi keberhasilan pembangunan gedung madrasah tersebut. Sebab, madrasah sangat urgen […]

  • Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini masih banyak masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang belum memahami lingkup tugas Tim Investigasi Daerah yang melakukan investigasi pasca peristiwa dugaan paparan zat beracun di lokasi PT SMGP 6 Maret 2022. Akibanya muncul simpang siur penilaian masyarakat terhadap kinerja Tim Investigasi Daerah yang dibentuk Pemkab Madina dan […]

expand_less