Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Diimingi Diberikan Kunci Jawaban, Pelamar CPNS Ngaku Diminta Rp40 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
  • print Cetak

PALUTA (Mandailing Online) – Pelaksanaan ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk honorer Kategori II di lingkungan Kemenag Padang Lawas Utara (Paluta) yang dilaksanakan di Padangsidimpuan (Psp), Minggu (3/11), diduga ada permainan uang.

Pasalnya, sejumlah pelamar CPNS mengaku dimintai sejumlah uang antara Rp2 juta hingga Rp40 juta per orang. Permintaan ini diduga dilakukan oknum Kepala Tata Usaha (KTU) Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar melalui telepon. Oknum KTU ini mengimingi membantu dan akan memberikan kunci jawaban kepada pelamar CPNS melalui panitia pada saat pelaksanaan ujian berlangsung.

Hal ini kata mereka terbukti di mana saat pelaksanaan ujian dilaksanakan, telepon genggam boleh dibawa peserta lainnya yang diduga menyetorkan sejumlah uang. Dan, dengan bebasnya yang bersangkutan ditelepon oleh oknum KTU tersebut dan dengan menurut pengakuannya, diberikan jawaban atas soal ujian tersebut.

“Kita tidak mau memberikan uang, karena kita berharap pelaksanaannya bersih, tetapi ternyata begini. Jadi sedih kami dan harapan kami hilang seketika ketika melihat kejadian itu. Kami juga dimintai uang Rp20 juta sampai ada yang Rp40 juta oleh oknum KTU Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar dengan janji akan dibantu menjawab soal baik ditelefon ataupun diberikan jawaban saat di ruangan. Anehnya, pengawasnya juga terkesan membiarkan,” ujar beberapa pelamar CPNS dari honorer KII, Senin (4/11).

Mereka sudah mempertanyakan hal ini, namun di luar mereka mendapatkan informasi jika masih terus bersuara, maka berkas mereka akan dibuang atau tidak diikutkan untuk diperiksa. “Sampai diancam begitu jika kami terus bersuara dan menyampaikan kejanggalan dalam pelaksanaan ujian CPNS untuk honorer K-II Kemenag. Entahlah bagaimana nasib kami, ujiannya kami duga tidak bersih,” sebutnya.

Untuk itu, mereka berharap Kemenag Pusat untuk melakukan investigasi dan membatalkan pelaksanaan ujian karena ada dugaan kejanggalan di dalam pelaksanaannya. Sementara itu, KTU Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar membantah hal tersebut. Menurutnya, ia adalah panitia bukan pengawas. Kemudian, ia juga tidak mau mengomentari tudingan tersebut karena malah akan memperkeruh suasana.

“Untuk apa dijawab-jawab. Lagipula sayakan panitia bukan pengawas, bagaimana mungkin bisa terjadi. Tidak usah dijawablah,” kilahnya. Dikatakannya, pada saat pelaksanaan ujian CPNS untuk honorer K-II di lingkungan Kemenag Paluta yang hadir hanya 48 orang dari 50 orang yang terdaftar. “Yang ikut ujian 48 orang dan tidak hadir 2 orang,” sebutnya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berdoa Sebelum Mendaftar

    Berdoa Sebelum Mendaftar

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tim pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Madina Safaruddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay melakukan do’a bersama di kediaman Safaruddin Haji, Sipolu-polu, Panyabungan sebelum melangkah mendaftar ke KPU Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/7). Pasangan ini didaftarkan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan. Turut hadir di do’a bersama dan pendaftaran antara lain Ketua DPD Partai Golkar Madina, As […]

  • Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

    Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) –  Ribuan hektar hutan kawasan hulu Sungai Rantopuran sudah gundul oleh kerakusan para orang kaya dari kota Panyabungan dan sejumlah pejabat pemerintah. Kawasan yang digunduli itu berada di wilayah Desa Sopo Batu dan Gungun Tua Julu, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal. Hutan itu masuk dalam kawasan hutan register atau hutan lindung. Tetapi, para […]

  • Soal 11 Ranperda, Kini Pemkab Yang Tak Siap

    Soal 11 Ranperda, Kini Pemkab Yang Tak Siap

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang dibahas DPRD Mandailing Natal (Madina) sejak pekan lalu, kini mulai terbentur kendala. Rangkaian pembahasan sempat diskors dua kali karena pemerintah daerah tidak siap mengajukan draf ranperda yang mengacu pada ketentuan UU Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan serta Permendagri Nomor 53 Tahun […]

  • Ombudsman Surati Gubsu, Ranto Sibarani: Semua Calon KPID Sumut Tersandera!

    Ombudsman Surati Gubsu, Ranto Sibarani: Semua Calon KPID Sumut Tersandera!

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut secara resmi menyurati Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk mempertanyakan tindakan korektif Gubernur atas temuan maladministrasi yang berimplikasi pada hasil pemilihan 7 komisioner KPID Sumut 2022-2025. Dalam surat bernomor B/0284/LM.11-02/0015.2022/IV/2022 perihal Monitoring Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang dikirimkan pada 18 April 2022 itu, Ombudsman Perwakilan Sumut […]

  • Tambang Emas Ilegal Di Sipogu dan Rantobi Madina Bebas Beroperasi.Warga Minta Kapolres Baru Bertindak

    Tambang Emas Ilegal Di Sipogu dan Rantobi Madina Bebas Beroperasi.Warga Minta Kapolres Baru Bertindak

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): Aktifitas tambang emaa ilegal dengan menggunakan alat berat jenis excavator di wilayah Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara masih beroperasi bebas. Dugaan kuat, aktifitas pelaku tambang emas ilegal ini bebas beroperasi karena memiliki stabil pada oknum tertentu. Pantauan dilapangan, di desa Sipogu, ada aktifitas alat berat terpantau melakukan […]

  • Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

    Polri Bina Hacker Peretas Situs Presiden

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)  – Masih ingat ‘Jember Hacker’ Wildan Yani Ashari? Aksi pemuda berusia 22 tahun asal Jember mengusili situs presidenSBY.info berbuah penahanan oleh Polri. Lulusan SMK Bangunan ini pun disidik atas tindakan usilnya itu. Sejak akhir Januari lalu, dia mendekam di tahanan Polri. ”Saat ini sedang tahap penyelesaian perkara,” jelas Direktur Eksus Mabes Polri Brigjen […]

expand_less