Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Diimingi Diberikan Kunci Jawaban, Pelamar CPNS Ngaku Diminta Rp40 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
  • print Cetak

PALUTA (Mandailing Online) – Pelaksanaan ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk honorer Kategori II di lingkungan Kemenag Padang Lawas Utara (Paluta) yang dilaksanakan di Padangsidimpuan (Psp), Minggu (3/11), diduga ada permainan uang.

Pasalnya, sejumlah pelamar CPNS mengaku dimintai sejumlah uang antara Rp2 juta hingga Rp40 juta per orang. Permintaan ini diduga dilakukan oknum Kepala Tata Usaha (KTU) Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar melalui telepon. Oknum KTU ini mengimingi membantu dan akan memberikan kunci jawaban kepada pelamar CPNS melalui panitia pada saat pelaksanaan ujian berlangsung.

Hal ini kata mereka terbukti di mana saat pelaksanaan ujian dilaksanakan, telepon genggam boleh dibawa peserta lainnya yang diduga menyetorkan sejumlah uang. Dan, dengan bebasnya yang bersangkutan ditelepon oleh oknum KTU tersebut dan dengan menurut pengakuannya, diberikan jawaban atas soal ujian tersebut.

“Kita tidak mau memberikan uang, karena kita berharap pelaksanaannya bersih, tetapi ternyata begini. Jadi sedih kami dan harapan kami hilang seketika ketika melihat kejadian itu. Kami juga dimintai uang Rp20 juta sampai ada yang Rp40 juta oleh oknum KTU Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar dengan janji akan dibantu menjawab soal baik ditelefon ataupun diberikan jawaban saat di ruangan. Anehnya, pengawasnya juga terkesan membiarkan,” ujar beberapa pelamar CPNS dari honorer KII, Senin (4/11).

Mereka sudah mempertanyakan hal ini, namun di luar mereka mendapatkan informasi jika masih terus bersuara, maka berkas mereka akan dibuang atau tidak diikutkan untuk diperiksa. “Sampai diancam begitu jika kami terus bersuara dan menyampaikan kejanggalan dalam pelaksanaan ujian CPNS untuk honorer K-II Kemenag. Entahlah bagaimana nasib kami, ujiannya kami duga tidak bersih,” sebutnya.

Untuk itu, mereka berharap Kemenag Pusat untuk melakukan investigasi dan membatalkan pelaksanaan ujian karena ada dugaan kejanggalan di dalam pelaksanaannya. Sementara itu, KTU Kemenag Paluta Syarifuddin Siregar membantah hal tersebut. Menurutnya, ia adalah panitia bukan pengawas. Kemudian, ia juga tidak mau mengomentari tudingan tersebut karena malah akan memperkeruh suasana.

“Untuk apa dijawab-jawab. Lagipula sayakan panitia bukan pengawas, bagaimana mungkin bisa terjadi. Tidak usah dijawablah,” kilahnya. Dikatakannya, pada saat pelaksanaan ujian CPNS untuk honorer K-II di lingkungan Kemenag Paluta yang hadir hanya 48 orang dari 50 orang yang terdaftar. “Yang ikut ujian 48 orang dan tidak hadir 2 orang,” sebutnya. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Km Jalan Pakantan Masih Rusak Parah

    10 Km Jalan Pakantan Masih Rusak Parah

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN (Mandailing Online) : Sepanjang 10 dari 13 Km jalan Muara Sipongi – Pakantan   masih rusak parah. Kondisi ini mengakibatkan biaya transportasi sangat mahal disebabkan mobil angkutan enggan masuk ke kecamatan paling ujung di Mandailing Natal ini. Pantuan Senin (31/10), kerusakan terjadi hampir sepanjang jalan. Batu batu berserakan di badan jalan. Bukan itu saja, di […]

  • Seto Mulyadi Hadiri Sidang Kasus Sandal Jepit

    Seto Mulyadi Hadiri Sidang Kasus Sandal Jepit

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi menghadiri sidang kasus ‘Sandal Jepit’ dengan terdakwa AAL (16) di Pengadilan Negeri Palu, Rabu [04/01]. Sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi Sapri Hamzah, rekan terdakwa AAL itu berlangsung tertutup dan dipimpin hakim peradilan anak Romel Tampubolon. Terdakwa AAL didampingi penasehat hukumnya Elvis DJ Katuwu, kedua […]

  • Penempatan di Madina Guru Pincang

    Penempatan di Madina Guru Pincang

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PDI Perjuangan Panyabungan Barat mendesak Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pemeratan dalam penempatan guru untuk SD di Kecamatan Panyabungan Barat. Saat ini, rata-rata SD hanya memiliki tiga orang guru kelas atau guru tetap. Sedangkan sisanya, termasuk guru honor. Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Panyabungan Barat Hosman Hasibuan mengatakan kepada wartawan […]

  • Tahun Ini tak Ada Penerimaan CPNS untuk Guru dan Tenaga Medis

    Tahun Ini tak Ada Penerimaan CPNS untuk Guru dan Tenaga Medis

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Masyarakat yang berkeinginan menjadi pegawai negeri sipil harus bersabar. Pasalnya, pemerintah tahun ini tidak membuka formasi apapun untuk pelamar umum kecuali lulusan sekolah ikatan dinas. “Tidak ada itu penerimaan CPNS di luar sekolah ikatan dinas. Tahun ini masanya moratorium,” tegas‎ Asdep Koordinasi Kebijakan, Penyusunan, Evaluasi Program dan Pembinaan SDM Apratur Bambang Dayanto Sumarsono‎ […]

  • Gang Pasar Baru Panyabungan Berlumpur,  Bagai Jalan ke Desa Terisolir

    Gang Pasar Baru Panyabungan Berlumpur, Bagai Jalan ke Desa Terisolir

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kondisi Relokasi Pasar Baru Panyabungan becek dan sumpek. “Foto untuk apa itu, bang,” sergah seorang pedagang pisang saat Mandailing Online memotoi gang pasar, Senin (12/10/2020). “Foto-foto kondisi pasar untuk berita, dik,” jawab Mandailing Online. “Mantap kali itu, beritakan dulu, bang. Payah ini pasar,” katanya. Pantauan Mandailing Online, gang pasar sangat parah, […]

  • Detik Pertemuan yang Mungkin Tak Dapat Dilupakan

    Detik Pertemuan yang Mungkin Tak Dapat Dilupakan

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JEJAK KASIH 100 TAHUN (2) Catatan : RAMLI BIN ABDUL KARIM HASIBUAN – Kuala Lumpur, Malaysia   SEKITAR pukul 3.20 petang, Datuk Habibah Zon Lubis terpaksa mengucapkan selamat tinggal kepada sanak saudaranya di Pakantan Dolok untuk memberi laluan pula pencarian keluarga Datuk Mohd. Shuhaili Mohd. Taufek Nasution. Selepas 50 kilometer menuruni perbukitan, Mohd. Shuhaili dan […]

expand_less