Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Batang Pungkut Green Concervation (BPGC) mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengevaluasi MoU antara Pemkab Madina dengan Causeruation International (CI).

Paslanya, sudah tiga tahun MoU (Memorandum of Understanding) itu ditandatangani kedua pihak, kegiatan yang dilakukan CI belum memberikan kontribusi apapun terhadap masyarakat Madina.

Koordinator BPGC, Syafruddin Lubis kepada wartawan, Senin (6/1/2014) di Panyabungan mengungkapkan berdasar informasi dikumpulkan Batang Pungkut Gren Concervation menyimpulkan fakta-fakta bahwa selama ini USAID telah mengucurkan dana sebesar 20 juta US dollar kepada CI melalui program Sustainanle Landscapes Partnership (LSP) atau Program Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan di Madina.

“Namun menurut penelusuran kita, diduga dana ini tidak jelas penggunaanya. Artinya, program peningkatan perekonomian rakyat ini diduga dijadikan CI untuk mendapatkan dana tersebut, namun realisasinya tidak ada di Madina,” sebutnya.

CI sepertinya menggunakan isu konservasi di Madina untuk mendapatkan dana tersebut. Keberadaan CI selama ini di Madina hanya sebatas melakukan kegiatan workshop yang tidak jelas programnya.

“Jadi alangkah naifnya kalau isu konservasi di Madina dijadikan alat untuk mendapatkan dana, padahal kegiatan yang dilakukan sepertinya tidak ada. Program yang dilakukan selama ini tidak jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Berdasar penelusuran BPGC, penggunaan dana $20 juta itu ada beberapa item, mulai dari kajian lingkungan hidup strategis atau tata ruang Madina, peningkatan perekonomian rakyat Madina, kerja sama dengan perusahaan untuk menekan emisi gas serta kerja sama dengan lembaga lokal dalam upaya konservasi.

“Jadi kita berharap kepada CI jangan menjadikan Madina sebagai “ladang” untuk mencari dana guna kepentingan perorangan atau kelompok,” tegasnya.

Syafruddin juga berharap kepada Pemkab Madina jangan hanya puas dengan mendapatkan nasi bungkus dan uang transport dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan CI.

“Seharusnya keberadaan CI di Madina mempunyai program yang jelas, bukan hanya sekedar mendata dan kegiatan seminar atau workshop semata,” harapnya.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Klarifikasi Isu Suara Jokowi-JK Unggul di Luar Negeri

    KPU Klarifikasi Isu Suara Jokowi-JK Unggul di Luar Negeri

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan, belum ada penghitungan suara dilakukan di luar negeri. Penghitungan suara baru dimulai tanggal 9 Juli nanti bersamaan dengan penghitungan di dalam negeri. "Kalau ada yang rilis hasil penghitungan apa memang itu ada?, kalau quick count ga mungkin," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, tadi malam (Sabtu, 5/7). Pernyataan ini terkait […]

  • RSUD Panyabungan Perlu Direformasi

    RSUD Panyabungan Perlu Direformasi

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penilaian Satma PP Madina MADINA- Ketua Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) Madina Tan Gozali Nasution, menilai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan perlu direformasi. Pimpinan dan jajaran struktural selayaknya diganti. Reformasi tersebut demi peningkatan citra RSUD Panyabungan di mata masyarakat. Penilaian ini disampaikan Tan Gozali Nasution, kepada METRO, Selasa (21/12), usai sidang paripurna anggota […]

  • Soal Panyabungan Macet, Akibat Keterbatasan Terminal

    Soal Panyabungan Macet, Akibat Keterbatasan Terminal

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kemacetan di depan Pasar Baru Panyabungan, diduga akiat lemahnya Pemkab Madina melakukan penertiban angkutan umum yang parkir di badan jalan. “Tiap hari itu bang, angkutan umum parkir di badan jalan. Ya, macetlah. Kayaknya Pemkab tak berani sama pengusaha angkutan,” kata Leman Lubis, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (12/6/2018). Jalan raya […]

  • KPU Madina Juga Sarankan Konsultasi ke Kemendagri

    KPU Madina Juga Sarankan Konsultasi ke Kemendagri

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wacana pengajuan calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) terus bergulir pasca dilantiknya Dahlan Hasan Nasution menjadi bupati depenitif tanggal 9 Oktober 2014 lalu. Selain Partai Golkar yang menyarankan pihak eksekutif dan DPRD Madina melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri, KPU Madina juga berpendapat serupa. Ketua KPU Madina, Agus Salam Nasution […]

  • Kasus BLT-DD Madina Masuk Dalam Catatan KPK

    Kasus BLT-DD Madina Masuk Dalam Catatan KPK

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA(Mandailing Online) – Kasus dugaan penyalahgunaan BLT-DD di Mandailing Natal, Sumut sudah masuk dalam catatan KPK. Hal itu menyusul terbitnya surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI nomor R/634/PM.00.00/30-35/03/2021 tanggal 2 Maret 2021 ditandatangani pimpinan Deputi Bidang Informasi dan Data KPK. “Surat itu telah kita terima langsung,” kata Dr Adi Mansar, SH, M.Hum kepada wartawan via […]

  • Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (2-selesai)

    Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan/Sutradara   Pemanfaatan tanah kerajaan di Mandailing, Saba Bolak misalnya, diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki tanah. Sewa sawah tidak berbentuk satuan mata uang atau emas, tetapi berupa bagi hasil produksi. Selain itu, luas tanah Saba Bolak pun tidak lebih luas dari sawah penduduk desa. Saba Bolak diberikan kepada rakyat sebagai […]

expand_less