Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Aksi Penipuan Marak Di Medan, Korbannya Pengusaha Perias Pengantin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Des 2010
  • print Cetak


*Korban Ditipu Hingga Jutaan Rupiah

MEDAN : Akhir-akhir ini aksi penipuan berkedok ingin menyewa pakaian pengantin dan pakaian daerah telah merebak di kawasan Medan sekitarnya. Korbannya pada umumnya pengusaha perias pengantin dan pengelola boutique. Korban mengaku dirugikan hingga jutaan rupiah, karena barang yang disewa raib dan tidak dikembalikan.

Modus yang dilakukan sepasang suami istri itu dengan mendatangi pengusaha perias pengantin yang berdalih ingin menyewa pakaian adat dari berbagai etnis untuk mengikuti berbagai

perlombaan atau festival baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Menurut penuturan Ny Jani, pengelola Salon Fany di Jalan Pahlawan Medan mengaku menjadi korban penipuan dari seseorang yang menyewa pakaian daerah untuk anak sekolah dalam rangka Hari Guru. Mereka menyewa pakaian Melayu untuk tari-tarian dan pakaian tari persembahan. Dua bulan lalu paket pakaian daerah yang disewa hingga kini belum dikembalikan. Sementara nomor telefon selular yang dihubungi tidak pernah diangkat.

Demikian juga korbannya pengusaha Boutique yang dikelola Ny Jauharah di kawasan Jalan Pancing Medan dan Salon Diurna yang dikelola Hjj Nurlaily di Jalan Perjuangan Medan Tembung.

Mereka didatangi seorang ibu muda dan laki-laki paruh baya untuk menyewa selusin baju terima tamu dan busana adat Sibolga yang akan digunakan untuk suatu acara di Tanjungbalai.

Aksi penipuan dengan modus menyewa busana etnis tersebut telah meresahkan pengelola dan pengusaha perias pengantin di daerah ini, karena tidak sedikit yang menjadi ulahnya itu. Perlu diketahui bahwa wanita muda yang gentayangan mendatangi korbannya itu mengaku bernama Dewi. Wanita ini sempat ingin menjual pakaian adat Sibolga milik Hjj Nurlaily yang disewanya kepada Jufri, seorang perias pengantin di Jalan Gurilla Medan. Namun ketika Jufri menyebut nama

Dewi, wanita itu langsung kabur dengan sepeda motornya. Untuk itu diminta kepada pengusaha perias pengantin di Medan dan sekitarnya agar mewaspadai aksi penipuan tersebut. (diu)
Sumber : Berita Sore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asmara Subuh dan geng motor meresahkan

    Asmara Subuh dan geng motor meresahkan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tim Operasi Antisipasi Asmara Subuh dan Geng Motor di yang sudah siap beroperasi sejak Jumat (20/7) lalu, nampaknya harus bekerja keras. Tim akan melakukan operasi selama 14 hari untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Medan yang tengah menjalankan ibadah puasa. Tak hanya memantau aktifitas ‘asmara subuh’ tetapi juga mengamankan ulah […]

  • Ini Data Proyek Binamarga PUPR Madina Tahun 2025

    Ini Data Proyek Binamarga PUPR Madina Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Dari data yang di dapat dari Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal. Ada 11 proyek pekerjaan jalan dan jembatan yang dikerjakan ditahun 2025 ini. 1 diantaranya tertunda. ” ia benar ada 11 paket proyek pekerjaan jalan dan jembatan, 1 diantaranya Pemeliharaan jalan Maga – […]

  • Hak Lahan di IKN 180 Tahun, Dikhawatirkan Rakyat Makin Sengsara

    Hak Lahan di IKN 180 Tahun, Dikhawatirkan Rakyat Makin Sengsara

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Vita Sari Ibu peduli negeri Menteri Investasi Kepala BKPM Bahlil Hadalia buka suara terkait revisi Undang-undang Ibukota Negara (IKN) mengenai kepemilikan hak guna lahan bagi investor selama 90 tahun hingga 180 tahun. Bahlil mengatakan kebijakan tersebut hanya sebagai pemanis untuk menarik perhatian investor agar mau menanamkan modal pada IKN Nusantara di Kalimantan tersebut. “Ini […]

  • Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    Kejari Tetapkan Dua Tersangka, Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Perikanan Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Pos) – Kejari Madina menetapkan dua tersangka dugaan korupsi penggunaan anggaran dan kegiatan tahun 2012 di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Madina. Salah seorang diantaranya Kadis Kelautan dan Perikanan. Namun Kejari belum memperjelas Kadis yang menjabat sekarang atau sebelumnya. “Tersangka sudah ada, yang ditetapkan dua orang. Cuma identitasnya belum bisa kita publikasikan, karena […]

  • Nis’at Siddiq : Harun Mustafa Nasution Pigur yang Jujur

    Nis’at Siddiq : Harun Mustafa Nasution Pigur yang Jujur

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Nis’at Siddiq mengungkapkan Harun Mustafa Nasution merupakan pigur yang jujur. Hal ini diungkapkan oleh Nis’at Siddiq menilai sosok Harun yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatra Utara periode 2019-2024. “Pak Harun menurut saya adalah sosok yang […]

  • Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Puluhan petugas dari Satpol PP, tentara dan polisi menertibkan lapak pabukoan di pinggir Jalan Merdeka, Simpang Empat Gunung Tua hingga dekat BRI Gunung Tua, Senin (1/8) siang. Pedagang yang menyaksikan lapaknya ditertibkan hanya bisa pasrah dan melongo. Penertiban ini dilakukan karena pedagang pabukoan ngotot menggelar lapak dagangannya di pinggir jalan, simpang empat. Padahal, pasar pabukoan […]

expand_less