Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

10 tahun, PU klaim bangun 4.400 Km jalan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 25 Mar 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengemukakan, dalam kurun waktu dua periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu periode 2004-2014, pemerintah telah membangun jalan nasional sepanjang 4400 kilometer (km).

“Dulu panjang jalan nasional 34000 km saat ini 38000 km. Tambahan itu dari pembangunan jalan baru, ada juga dari jalan yang biasa berubah menjadi jalan nasional,” kata Djoko Kirmanto seprti dirilis situs Setkab, hari ini.

Selain menambah panjang jalan, menurut Djoko, dalam periode itu Kementerian PU juga melakukan peningkatkan struktural, pelebaran atau penguatan struktur jalan dan pemeliharaan di ruas-ruas jalan nasional tersebut.

“Lintas Sumatera dulu lebarnya tidak lebih dari 4 meter, sekarang sudah lebih dari 6 meter,” ujar Djoko.

Ia menyebutkan, pembangunan itu tidak saja menyangkut panjang jalan, namun juga menambah lajur atau menambah kapasitas jalan. “Jalan yang tidak beton kami jadikan beton. Kami juga kejar pembangunan dan pengembangan jalan nasional seperti lintas Jawa, Sumatera, Papua dan sebagainya,” ungkapnya.

Djoko menambahkan, Kementerian PU telah memperlebar jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari dua lajur menjadi empat lajur.

Mengenai pembangunan jalan baru nasional di kawasan perbatasan, Menteri PU Djoko Kirmanto mengaku, masih banyak yang terhambat masalah regulasi, terutama pada penggunaan lahan yang merupakan kawasan hutan.

“Itu membutuhkan perizinan di pemerintah daerah maupun di pusa, terutama di daerah Kalimantan Utara (Kaltara). Namun, kami akan berupaya mengkoordinasikan bersama pihak-pihak terkait,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto yang mendampingi Menteri PU Djoko Kirmanto dalam diskusi itu.

Adapun terkait rencana pembangunan jalan pada tahun ini, menurut Menteri PU Djoko Kirmanto, pemerintah melalui Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,7 triliun untuk pembangunan jalan nasional di kawasan perbatasan.

Pembangunan jalan tersebut dibangun empat direktorat dibawah Kementerian PU di antaranya Direktorat Jenderal Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang dengan porsi terbesar berada di Direktorat Jenderal Bina Marga sebesar Rp5,3 triliun.(wasp)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumut Dipecah Jadi 4 Provinsi, Ini Dia Wilayahnya

    Sumut Dipecah Jadi 4 Provinsi, Ini Dia Wilayahnya

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Rapat paripurna DPRD Sumut dalam agenda penyampaian pandangan fraksi soal pemekaran tiga Provinsi di Sumatera Utara memang sempat diwarnai perbedaan pendapat. Tujuh dari 10 fraksi menyatakan mendukung pembentukan Protap, Sumtra dan Kepni, Dua fraksi menyatakan menolak memberikan pendapat dan satu fraksi menyatakan tidak keberatan. Tujuh fraksi yang mendukung adalah Fraksi Partai Demokrat, PDI […]

  • Menelusur Negeri Gordang Sambilan

    Menelusur Negeri Gordang Sambilan

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Chanak (Angota Tim Dokumentasi Ensiklopedi Musik Tradisional “Negeri Sejuta Bunyi”, tinggal di Jakarta) Indonesia tanpa Gordang Sambilan bukanlah Republik Indonesia yang seutuhnya. Alat musik Gordang Sambilan adalah musik rakyat, yang tumbuh di tengah kehidupan rakyat, dan dipergunakan untuk upacara kerakyatan. Agar musik ini tetap lestari, perlu dilakukan berbagai upaya untuk mendekatkan musik tradisional ini […]

  • Tiga Rumah Kontrakan di Banjar Sehat Ludes Terbakar

    Tiga Rumah Kontrakan di Banjar Sehat Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Tiga unit rumah kontrakan terbuat dari papan di banjar sehat, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Rabu Sore 14/6/2023 sekitar pukul 15.20 ludes dilalap si jago merah. Besarnya api membuat seisi rumah tidak bisa di selamatkan, warga sekitar yang melihat kejadian itu pun berhamburan dan membantu […]

  • Lanjutan Pembangunan Mesjid Al Muhajirin Tabuyung Butuh Dana

    Lanjutan Pembangunan Mesjid Al Muhajirin Tabuyung Butuh Dana

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Masjid Al-Muhajirin di Km18, Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) butuh dana pembangunan lanjutan. bangunan masjit selama ini jenis kayu, warga berinisiatif melakukan rehab berat dan mengganti fisik kayu dengan beton atas swadaya masyarakat. Tetapi pengerjaan terhambat, lantaran tak mencukupinya biaya. Karena itu, masyarakat berharap adanya […]

  • Tapteng Layak Dilibatkan Konsorsium Danau Toba

    Tapteng Layak Dilibatkan Konsorsium Danau Toba

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Tapteng –  Meski tidak berada di pesisir Danau Toba, namun Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) layak dilibatkan dalam Konsorsium Pembangunan Destinasi Wisata Danau Toba yang baru-baru ini digagas 5 kementerian RI. Pasalnya, selain memiliki potensi pariwisata yang dapat mendukung dan menjadi bagian dari destinasi wisata Danau Toba, Tapteng saat ini telah memiliki pelabuhan laut yang […]

  • Rugi Rp300 Miliar, NII Gencar Rekrut Anggota

    Rugi Rp300 Miliar, NII Gencar Rekrut Anggota

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Maraknya gerakan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9) akhir-akhir ini diduga sebagai upaya untuk menutupi kerugian gerakan tersebut. Sebab, pasca Bank Century kolaps pada 2008 silam, NII pimpinan Panji Gumilang itu merugi Rp300 miliar. Karena itu, rekrutmen digencarkan untuk menutupi kerugian tersebut. Peneliti sejarah Darul Islam Negara Islam Indonesia Solahudin mengungkapkan, […]

expand_less