Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Material Candi Abad 9 Kembali Ditemukan di Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
  • print Cetak
Tim Balai Arkeologi Medan dan Tympanum  meneliti material candi di Aek Milas Siabu

Tim Balai Arkeologi Medan dan Tympanum meneliti material candi di Aek Milas Siabu

SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah gerabah tanah liat yang diyakini material candi abad 9 hingga 11 Masehi ditemukan di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal.

“Kepingan gerabah tanah liat ini diyakini berasal dari masa sebelum masuknya pengaruh teknologi Asia Tengah di kawasan ini,” ungkap CEO Tympanum Novem Multimedia, Askolani Nasution menjawan Mandailing Online, Kamis (3/3) di Desa Simaninggir, Siabu.

Material itu ditemukan tim Tympanum Novem bersama Tim Balai Arkeologi Medan, Rabu (2/3) di kawasan Aek Milas, Siabu.

Askolani menyatakan bahwa kawasan ini diyakni menyimpan satu situs candi Hindu-Budha yang diperkirakan antara abad 9 – 11 Masehi, tertimbun di kedalaman yang belum bisa diprediksi. Dan sepanjang sungai Aek Badan Simaninggir – Siabu – Bonandolok, adalah daerah aliran sungai yang disucikan pemeluknya.

Penelitian tim Balai Arkeologi Medan itu menindaklanjuti temuan adanya jejak fragmen batu candi sekitar 300 meter arah barat dari Aek Milas Siabu oleh Tympanum pada Desember 2015 yang lalu.

 “Karena itu Balai Arkeolog menindaklanjutinya dengan mengirimkan tim beranggotakan enam orang peneliti” Askolani.

Eksplorasi pada radius lebih kurang 100 meter persegi, tim menemukan beberapa tambahan pragmen batu bata candi yang tidak terstruktur. Selain itu, juga ditemukan beberapa pecahan gerabah (semacam kendi berbagai ukuran)  dari tanah liat yang dari bentuk dan strukturnya diyakini berasal dari masa sebelum masuknya pengaruh teknologi Asia Tengah ke kawasan ini.

Struktur garabah terlihat masih menggunakan teknologi yang amat sederhana. Dengan berbagai ukuran, diyakini bahwa kawasan ini memang menjadi bagian dari peradaban penting di masa lalu. Apalagi kawasan ini tidak jauh jaraknya dari Candi Saba Siabu.

“Tentu butuh eksplorer lebih lanjut. Tapi temuan ini makin menambah keyakinan kita bahwa jauh sebelum priodisasi marga-marga, kawasan ini telah dihuni oleh satu entitas sosial yang belum bisa diidentifikasi ras dan asal migrasinya. Dan Tympanum tentu tidak akan berhenti sampai di sini, kita akan terus melakukan studi dan eksplorasi, termasuk mengunjungi satu arca baru yang diinformasikan ada di hulu sungai. Insya allah minggu ini kita akan ke sana lagi,” katanya.

Peliput : Holik Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silat, Manusia dan Harimau

    Silat, Manusia dan Harimau

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Orang-orang mengatakan silat merupakan bagian tak terpisahkan dari dua kegiatan lain, yakni salat dan silaturahmi. Ketiga kegiatan itu, yang bunyi istilah-istilahnya dekat secara pengucapan, menjadi satu rangkaian yang satu sama lain tak terpisahkan. Di masanya, latihan silat memang dilakukan selepas salat Isya (malam hari) di halaman masjid, surau, meunasah, atau musala. Karena dilakukan usai salat […]

  • PERANAN GORDANG SAMBILAN  DALAM KEGIATAN UPACARA HORJA GODANG  DI KOTANOPAN  (Bagian 1)

    PERANAN GORDANG SAMBILAN DALAM KEGIATAN UPACARA HORJA GODANG DI KOTANOPAN (Bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Abdul Majid (Mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang) Nursyirwan   (Dosen Jurusan Seni Musik dan Pascasarjana ISI Padangpanjang) Febri Yulika  (Dosen Jurusan Seni Musik dan Pascasarjana ISI Padangpanjang)     ABSTRAK Upacara Horja godang merupakan upacara adat perkawinan pada etnik Mandailing, dilaksanakan setelah seminggu acara akad nikah. Upacara Horja Godang dilaksanakan oleh masyarakat keturunan raja-raja di […]

  • Iskan Qolba Terus Salurkan APD Untuk Tim Medis

    Iskan Qolba Terus Salurkan APD Untuk Tim Medis

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim medis merupakan garda terdepan untuk melakukan pemutusan mata rantai penyebaran virus Corona (Covid 19). Dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki perhatian serius terhadap garda ini. Dan anggota DPR RI dari PKS Iskan Qolba Lubis dalam pekan pekan terakhir terus berupaya memperhatikan para tim medis yang ada di daerah pemilihannya menyalurkan […]

  • Petasan Ganggu Ibadah Tarawih

    Petasan Ganggu Ibadah Tarawih

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Letupan-letupan petasan dan kembang api sangat mengganggu pelaksanaan ibada tarawih dan tadarus di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Pemerintah daerah Madina diminta melalukan koordinasi lebih gesit dengan para camat dan kepala desa dalam upaya menertibkan warga yang membuyikan petasan dan mercun di sekitar mesjid pada malam hari. “Harus begini baru bisa dihentikan […]

  • KKN 09 STAIN Madina Sosialisasikan Konsep Moderasi Beragama Pada Siswa SD di Tambiski

    KKN 09 STAIN Madina Sosialisasikan Konsep Moderasi Beragama Pada Siswa SD di Tambiski

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Uapaya menciptakan kerukunan beragama Kelompok Kerja Kuliah Nyata (KKN) 09 STAIN Madina sosialisasikan konsep moderasi beragama kepada peserta didik di SD Negeri 056 Aek Nauli, Desa Tambiski Nauli, Kecamatan Naga Juang. Abdur Rahman Humasi KKN 09 mengatakan, kegiatan itu salah satu kegiatan Program Kerja KKN serta pengabdian masyarakat dalam rangka menjalankan […]

  • Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 1)

    Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 1)

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Z Pangduan Lubis (in memoriam) EKSISTENSI masyarakat Mandailing sebagai suku-bangsa atau kelompok etnis ditandai dan dikukuhkan oleh kenyataan bahwa masyarakat Mandailing memiliki kebudayaannya sendiri, yang di dalamnya termasuk bahasa, sehingga mereka dapat dibedakan dari suku-bangsa lain di Indonesia. Di samping itu warga masyarakat Mandailing juga menyadari adanya identitas dan kesatuan kebudayaan mereka sendiri […]

expand_less