Rabu, 29 Apr 2026
light_mode

Mengapa Bupati Madina Ngotot CPNS Putra Daerah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2014
  • print Cetak

PANABUNGAN (Mandailing Online) – Fakta yang diungkapkan Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) KemenPAN-RB, Herman Suryatman, Rabu, (10/6/2014) tentang sikap bupati Mandailing Natal (Madina) soal CPNS 2013 cukup tepat.

Herman Suryatman mengungkap kengototan Bupati Madina Dahlan Hasan untuk mengakomodir sebanyak mungkin putra asli daerah lulus tes CPNS 2013.

Bupati Madina memiliki sikap bahwa hasil seleksi CPNS 2013 sejatinya adalah putra putri daerah yang berdomisili di kawasan tempat kerjanya.

Dalam sebuah wawancara antara Mandailing Online dengan Plt. Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution beberapa waktu lalu di rumah dinas wakil bupati, Dahlan Hasan Nasution mengungkapkan sikapnya bahwa CPNS sejatinya putra daerah.

Bupati mencontohkan kasus kekurangan guru di kawasan desa pedalaman seperti Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan. Kekurangan itu karena tak ada guru PNS di sekolah itu yang berasal dari desa setempat.

Banyak guru hanya bertahan sebentar di desa-desa jauh, akibatnya terjadi kekurangan guru dan yang merugi adalah generasi muda di desa itu.

Dalam konteks putra daerah ini, bukan CPNS dari luar kabupaten atau luar provinsi yang dimaksud bupati, tetapi dari desa lain yang jauh. Contohnya, meski berada dalam satu kecamatan CPNS dari Kelurahan Kotanopan belum tentu bertahan di Desa Batahan.

Pengertian maksud bupati ini adalah guru PNS di desa pedalaman harus guru yang berasal dari desa tersebut atau paling tidak desa tetangga agar tak ada niat pindah.

Trend perpindahan PNS dari kawasan pedesaan ke kota selama ini sangat merugikan daerah. Para bupati selama ini selalu dalam posisi sulit. Jika CPNS sudah memperoleh status PNS maka beberapa tahun kemudian akan bersusaha pindah ke tempat yang bagus.

Beking PNS yang pindah itu ada yang berstatus anggota DPRD, ada pejabat polisi, ada pejabat kejaksaan, ada pejabat kehakiman, ada juga tokoh Madina yang tinggal di Jakarta. Para beking ini akan menekan bupati supaya meloloskan permohonan pindah, dan bupati tak bisa menolak karena yang para beking adalah orang-orang berpengaruh yang mampu mengganggu stabilitas sosisl politik kabupaten.

Berdasar itu, bupati menyatakan bahwa sikapnya yang ngotot pada putra daerah bukan sebagai pola pikirnya yang sempit alias egoisme daerah, melainkan sebuah keinginan agar para PNS bisa bertahan dan dan memiliki tanggungjawab yang tinggi karena dia bertugas di kawasannya.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Minimarket Dekat Pasar Akan Ditertibkan

    Minimarket Dekat Pasar Akan Ditertibkan

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hatta juga memantau harga bahan pokok di pasar tradisional. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengunjungi pasar tradisional Pasalaran, Plered, Kabupaten Cirebon. Dalam kunjungan tersebut, Hatta meminta agar minimarket yang letaknya berdekatan dengan pasar tradisional dapat ditertibkan. Penertiban minimarket yang berdekatan dengan pasar tradisional itu akan dikoordinasikan dengan Menteri Perdagangan. Hal itu dimaksudkan agar toko tradisional […]

  • Kisah Bocah Amerika Masuk Islam

    Kisah Bocah Amerika Masuk Islam

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari) Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan […]

  • Harga Kulit Manis Makin Manis

    Harga Kulit Manis Makin Manis

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua minggu terakhir, harga kulit manis di tingkat petani dan pengumpul semakin manis. Harga terkini sudah menyentuh 11.000 rupiah per kg, sebelumnya masih Rp. 9.000. Trend kenaikan ini dipicu oleh permintaan eksportir yang terus terus meningkat, seiring kebutuhan kulit manis terus melambung di pasaran internasional. “Harga kulit manis dalam dua […]

  • Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabid Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Madina, Sahri Ahmad KDT Harahap, Jum’at (4/1) mengakui pihaknya telah membayar 100 persen pada setiap paket proyek yang dikerjakan tahun anggaran 2012. Pengakuan Sari Ahmad ini kontan mengejutkan, karena masih banyak proyek yang masih terbengkalai alias tidak selesai dikerjakan 100 persen hingga limit […]

  • Usai Mandalika, Produk KOPINTA Kembali Tampil di Pameran Nasional

    Usai Mandalika, Produk KOPINTA Kembali Tampil di Pameran Nasional

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai tampil mewakili produk UMKM Mandailing Natal (Madina) pada pagelaran Planogram di Mandalika, kini produk KOPINTA Mandheling Coffee kembali tampil di pameran tingkat nasional. Produk KOPINTA menjadi salah satu produk yang ditampilkan pada puncak acara Planogram to Business Matching dan Pameran Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, […]

  • Penyebab Tewasnya Ferdiansyah Masih Simpang Siur. Polisi Belum Memberi Keterangan Resmi

    Penyebab Tewasnya Ferdiansyah Masih Simpang Siur. Polisi Belum Memberi Keterangan Resmi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Penyebab tewasnya Ferdiasyah (36th) warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal masih simpang siur. Mulai dari dugaan di culik sampai pada dugaan korban tertangkap basah saat maling dilokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal di desa Runding tempat dimana ia ditemukan sekarat sebelum menghembuskan nafas terakhir di RSUD Panyabungan. informasi terbaru yang […]

expand_less