Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

5 Milyar Dana BPJS Masih Mengendap di Rekening Dinas Kesehatan Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 5 milyar rupiah dana kapitasi program BPJS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum sampai ke pihak puskesmas dan diduga masih mengendap di rekening Dinas Kesehatan Madina.

Sejumlah pimpinan puskesmas mengaku, Senin (14/7/2014) dana tersebut belum sampai kepada puskesmas. Kondisi ini membuat hubungan antara Plt Kadis Kesehatan, Ismail Lubis dengan para kepala puskesmas (Kapus) renggang.

Berdasar pengakuan para Kapus, diduga kuat pihak Dinas Kesehatan Madina menekankan agar pengelolaan dana BPJS itu 60 % dikelola Dinas Kesehatan Madina dan 40 % dikelola pihak puskesmas.

Pihak puskesmas menyatakan, seharusnya dana tersebut berdasarkan Perpres Nomor 32 Tahun 2014, Permenkes Nomor 19 Tahun 2014 dan Surat Edaran Mendagri Nomor 900, dana kapitasi itu langsung ditransfer ke rekening puskesmas tiap bulan.

Sejak bulan Januari hingga kini dana itu belum masuk ke rekening puskesmas. Ini mengakibatkan dana kapitasi yang sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas belum terjalankan.

Rincian dana kapitasi sebasar Rp. 890 juta rupiah per bulan per kabupaten. Kapitasi adalah sebuah metode pembayaran untuk pelayanan kesehatan di mana penyedia layanan dibayar dalam jumlah tetap per pasien tanpa memperhatikan jumlah atau sifat layanan yang sebenarnya diberikan.

Sejauh ini belum ada konfirmasi diperoleh dari pihak Dinas Kesehatan Madina. Namun, menurut penjelasan Dinas Kesehatan kepada para puskesmas dinatakan bahwa pihak puskesmas belum mampu mengelola dana ini dan akan melanggar ketentuan keuangan daerah.

“Padahal Dirjen Keuangan Daerah dalam sosialisasi tentang dana kapitasi di Bandung beberapa waktu lalu dengan tegas sudah mengatakan bahwa dana kapitasi ditransfer langsung ke rekening puskesmas, itu tidak melanggar peraturan keuangan daerah,” kata seorang pimpinan puskesmas yang tak bersdeian namanya ditulis.

“ Intinya Plt Kadis Kesehatan menginginkan semua dana kapitasi itu ditransfer ke rekening dinas, baru dia yang kirim ke rekening puskesmas, disinilah inti maslahnya,” ucapnya.

Semenatar itu, Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, kemarin menjelaskan ada dua syarat pokok bagi puskesmas untuk menerima dana kapitasi dari BPJS Kesehatan. Yaitu mereka harus memiliki bendaraha serta akuntan keuangan khusus. Dua syarat itu wajib, karena dana kapitasi tidak mampir dulu di rekening APBD tetapi langsung ke puspkesmas.

Peliput :Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Kembalikan Uang Korupsi Syamsul Rp75 M

    KPK Kembalikan Uang Korupsi Syamsul Rp75 M

    • calendar_month Rabu, 4 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) akhirnya mengembalikan uang Pemkab Langkat Rp75 miliar lebih. Dana tersebut sebelumnya disita guna keperluan pengungkapan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Syamsul Arifin. Pengembalian uang sitaan dilakukan pada Senin (2/7) lalu sekira pukul 16.00 WIB di kantor Bupati Langkat. Pengembalian itu disaksikan Kapolres Langkat AKB Eric Bhismo dan beberapa […]

  • KEPEMIMPINAN DAN KETELADANAN

    KEPEMIMPINAN DAN KETELADANAN

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Pambudi Mahasiswa STAIM   Kata pemimpin selalu jadi bahan diskursus yang sering mengandung polemik berkepanjangan menjelang perhelatan demokrasi terutama suksesi kepemimpinan didaerah. Tentu saja ini sangat beralasan mengingat ekspektasi yang teramat tinggi dari masyarakat terhadap pemimpin masa depan. Pemimpin yang diharapkan kelak mampu membawa perubahan signifikan dalam seluruh lini kehidupan. Jauh sebelum […]

  • BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 3-selesai)

    BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 3-selesai)

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BELAJAR DARI SUSI AIR: JANGAN SAMPAI MADINA MENGULANG SIKLUS LAMA DENGAN WAJAH BARU   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Subsidi Bisa Membuka Jalur, Tapi Tidak Bisa Menggantikan Ekosistem   Ada pelajaran mahal yang seharusnya tidak dilupakan Madina. Dulu kawasan Tabagsel pernah mencoba membangun konektivitas udara melalui Susi Air. Rute Aek Godang–Kualanamu sempat hidup dengan […]

  • Narkoba Menyasar Remaja, Salah Siapa?

    Narkoba Menyasar Remaja, Salah Siapa?

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Polisi kembali mengungkap hal sangat memprihatinkan yang menyangkut remaja. Dari hasil penggerebekan yang dilakukan oleh polisi di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, sebanyak 15 pelajar SMP positif menggunakan narkoba setelah melakukan tes urine. Menurut Walikota Surabaya Eri Cahyadi, penyalahgunaan narkoba merupakan kenakalan remaja yang salah satunya karena salah pola asuh orang […]

  • Tortor Mandailing di Dalam Mollop

    Tortor Mandailing di Dalam Mollop

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Saya teringat cerpen “Indonesia” karya Putu Wijaya. Berkisah tentang mahasiswi di Amerika Serikat. Yang belajar tari untuk persiapan festival kesenian asli negara-negara asal para mahasiswa. Si mahasiswi baru menyadari belajar tari ternyata sangat berat. Sang guru tari menekankan bahwa esensi tarian tradisional itu ketika : gerakan fisik saat menari […]

  • Polres Madina Temukan 3 Ha Ladang Ganja

    Polres Madina Temukan 3 Ha Ladang Ganja

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sita 2 Senjata Api dari Tersangka Pemilik Kebun PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebun ganja seluas sekitar 3 hektar kembali ditemukan di perbukitan Tor Sihite, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Jum’at (8/4/1016). Ladang itu ditemukan tim Polres Madina pukul 06.00 Wib yang melakukan penyisiran di perbukitan itu. Jumlah batang tanaman ganja yang ditemukan sebanyak sekitar 5.000 batang […]

expand_less