Jumat, 1 Mei 2026
light_mode

Bunga Rafflesia Berkembang Mekar di Tapsel

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
  • print Cetak

Tapsel  Bunga Rafflesia atau biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan hutan tropis di pinggir aliran Aek Binanga dan Aek Malakkut, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tulus Butarbutar salah seorang pemerhati Pertambangan dan Sumber Daya Alam, Tapsel kepada wartawan beberpa waktu lalu, mengatakan, bunga Rafflesia yang ditemukan di pinggir Aek Malakkut, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan satu species flora yang perlu dilestarikan.

Dijelaskannnya, Rafflesia yang ditemukan di kawasan marancar itu memiliki keindahan yang luar biasa. "Bunga ini merupakan tanaman di hutan tropis dan sangat baik berkembang di Tapanuli Selatan. Saat ditemukan, Bunga Rafflesia ini sangat indah dengan kombinasi warna bunga merah jingga dan kuning. Kelopak bunganya sangat lebar dengan warna jingga yang indah. Lebih menarik kepala putik yang menyempul dari kelopak dengan tinggi mencapai 1.5 meter," katanya.
Dia menilai bunga yang ditemukan tersebut terbesar yang diketahuinya. "Saya yakin ini merupakan bunga terbesar di dunia," katanya sambil mengatakan, bahwa aromanya juga sangat unik, yakni aroma bangkai yang bisa tercium hingga jarak 10 meter lebih.

Tulus Butarbutar, Peneliti Geologi saat survey Geologi di aliran Aek Binanga dan Aek Malakkut yang masuk wilayah Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel ini menjelaskan, setelah melakukan penelusuran di sejumlah kawasan di Tapanuli Selatan termasuk di Sipirok, meyakini bahwa kawasan tropis seperti tapsel sangat baik dengan perkembangan bunga Rafflesia.

"Bunga Rafflesia ini baik juga di jadikan sebagai satu ikon Tapsel. Sangat peting artinya pemerintah memikirkan kawasan seperti ini sebagai kawasan cagar alam yang dilindungi, sehingga kekayaan alam yang ada di dalamnya tetap lestari," katanya. Dari hasil pengamatannya di lapangan, kelangsungan hidup bunga Rafflesia ini di Tapsel sangat terancam.

Disebabkan oleh meluasnya aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat sekitar, yang sering tidak acuh dengan keberadaan bunga ini.

Dia berharap pihak terkait yang berhubungan dengan tugas konversi/pemeliharaan bunga jenis ini, agar intensif melakukan sosialisasi kemasyarakat yang tinggal di sekitar habitat bunga ini, agar tidak mengganggu keberlangsungan hidup bunga yang indah ini.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 5 PKB Madina

    DCS Dapil 5 PKB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PKB Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Kemenhut Sediakan Lahan 9 Hektar untuk Pengungsi Sinabung

    Kemenhut Sediakan Lahan 9 Hektar untuk Pengungsi Sinabung

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Kehutanan RI menyediakan lahan seluas 9 hektar di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara guna dijadikan penampungan untuk para pengungsi bencana erupsi Gunung Sinabung. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, lahan tersebut disediakan oleh Kemenhut guna mengantisipasi kekurangan lahan yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Meski, diakuinya lokasi lahan tersebut agak jauh, sekitar 20 […]

  • Meski Harga Murah, Kaum Ibu Tak Mau ke Tapian Sirisiri

    Meski Harga Murah, Kaum Ibu Tak Mau ke Tapian Sirisiri

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah ibu rumah tangga di Panyabungan, Mandailing Natal mengaku malas pergi belanja ke Tapian Sirisiri, meski Pemkab Madina menyediakan harga murah dalam operasi pasar beras dan gas elpiji.  “Ah..malas, jauhnya lokasi itu, harus lewat kantor pemkab lagi,” ujar Kutek, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Dalan Lidang kawasan Lubuk Sibegu kepada […]

  • Empati Atika di Zona Banjir

    Empati Atika di Zona Banjir

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayanan pemerintah daerah kepada rakyat itu relatif terbatas, karena menyangkut faktor dana dan sistem. Tetapi empati tidak ada batasnya. Karena sumbernya berasal dari hati ke hati. Suatu getaran emosional yang mampu merasakan apa yang orang lain rasakan. Empati membuat seseorang merasa mampu berada dalam posisi orang lain. Melihat dengan mata orang lain, mendengarkan dengan telinga […]

  • Pilkada “Restoratif”: Raih “Emas”, Buang Cemas! (Bagian 1)

    Pilkada “Restoratif”: Raih “Emas”, Buang Cemas! (Bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: M Ludfan Nasution Sejarah. Banyak yang lari dari asal kelahirannya. Ada yang menghapusnya. Bahkan, ada juga yang berlagak seperti orang yang lahir dari rumpun bambu dan dengan arogansi itulah dia menantang dunia dan menentang Tuhannya. Pilkada merupakan satu momentum untuk hidup sumringah. Banyak variabel di sana. Namun, yang paling berpengaruh adalah munculnya sejenis sikap […]

  • Kantor KPU Madina Dijaga Ketat Polisi

    Kantor KPU Madina Dijaga Ketat Polisi

    • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Sejak pagi tadi Sabtu 14/10/2023 Kantor KPU Mandailing Natal ( Madina ) di dijaga ketat Kepolisian dari Polres Mandailing Natal. Jalan lintas sumatera yang berada di depan kantor KPU itu pun di tutup polisi. Ratusan polisi, mobil watercanon serta pasukan dalmas berkumpul di depan kantor tersebut dan kuasai jalan lintas sumatera. […]

expand_less