Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Kisah Puasa Perdana Mualaf AS yang Penuh Tantangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
  • print Cetak

 

MILWAUKEE (Mandailing Online) – Sudah dua pekan terakhir, mahasiswi University of Wisconsin-Milwaukee Samantha Kessenich (23 tahun) terbangun setiap pukul 03.00 untuk melaksanakan sahur di ibadah puasa pertamanya sebagai seorang muslimah.

Kali ini, dia tidak menyiapkan kopi seperti ritual paginya. Ia memilih yogurt atau roti panggang dengan mentega almond dan telur goreng. Lalu, mulai berniat puasa sebelum menyanp sajian sahurnya dan diakhiri dengan membaca Alquran.

“Saya sangat menikmati semua ritual ini,” ujar Kessenich yang menjadi muslimah musim panas tahun lalu dilansir dari ibtimes.com, Kamis (2/7).

Antusiasmenya menjalani segala ritual Ramadhan, menurutnya, karena timbul perasaan dekat dengan Allah SWT. Apalagi, sebelumnya ia tidak memeluk suatu agama apapun.

Meski terasa menantang karena harus menhan haus dan lapar selama 16 jam, Kessenich tetap memantapkan hatinya melampaui segala godaan duniawi hingga 17 Juli 2015 mendatang.

Tunangan Kessenich, Achraf Issam turut mendukung keyakinan muslimah tersebut. Issam yang menjadi pembimbing para mualaf di Ahmadiyya Muslim Community USA ini bertemu tunangannya itu empat bulan sebelum menjadi muslimah. Issam selalu melihat keseriusan Kessenich saat menjalani segala ajaran Islam.

“Dia sangat membantuku melewati perjalanan keyakinanku,” tegas Kessenich yang akan menikah akhir tahun ini.

Issam pun tak segan berbagi pengalaman dengan para mualaf melalui kelompok chat Telegram Messenger. Setiap anggotanya mendiskusikan semua pengalamannya menjalani ibadah puasa.

“Bagi para mualaf, mempunyai komunitas sangatlah penting karena banyak perubahan yang harus dihadapi dan butuh dukungan dari lingkunganmu. Terutama saat ramadhan, jangn sampai mereka merasa terisolasi karena melakukan hal yang berbeda dengan sekitarnya,” cetus Issam.

Perasaan terisolasi itu juga pernah dirasakan oleh mualaf dari Albany, New York Chris Duffy (21 tahun). Baginya, menahan makan dan minum relatif mudah dilakukan, namun tekanan sosial dari teman-teman dan kerabatnya yang non-Muslim dirasakan cukup berat.

Duffy yang menjadi Muslim pada tahun 2014 ini masih tinggal dengan keluarganya yang menganut agama Kristen. Bahkan saat berpuasa pertama kali, keluarganya memandang Duffy membatasi diri.

“Sangat susah buatku untuk membatasi diri dari keluarga. Mislanya, saat mereka merayakan Hari Ayah dengan banyak makanan, mereka menawari, tapi aku enggan menjelaskan kenapa aku tak boleh makan. Disitulah godaan dan tantangannya,” cetus Duffy.

Muslimah mualaf dari Houston Alondra Cadena (19 tahun) juga menjalani  Ramadhan pertamanya dengan tantangan lain.

“Saya mencoba berpuasa sehari penuh, tapi badan saya tidak kuat di tengah cuaca panas, maka saya berpuasa setengah hari,” kata perempuan yang masih bersekolah dan harus bekerja menjadi kasir swalayan ini.

 

Sumber : Republika Online

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jambore Majelis Taklim Kecamatan Siabu

    Jambore Majelis Taklim Kecamatan Siabu

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Kecamatan Siabu menggelar Jambore Majelis Taklim untuk mempererat silaturahmi antar majelis taklim sekaligus audisi nasyid tingkat kecamatan. Peliput: Jakfar N

  • Warga Dilatih Ambil Contoh Uji Sisa Proses Tambang Martabe

    Warga Dilatih Ambil Contoh Uji Sisa Proses Tambang Martabe

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, (Mandailing Online)- Pertama kalinya di Indonesia, warga sekitar pertambangan diikutkan dalam pemantauan kualitas air sisa proses tambang. Hal ini dirasakan masyarakat Batangtoru dan Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sebanyak 17 perwakilan warga dilatih mengambil contoh uji sisa proses Tambang Emas Martabe, pada 8-10 Oktober di Medan. Ke-17 perwakilan masyarakat Batangtoru dan Muara Batangtoru […]

  • Pengaduan Sekretaris DPRD Madina Tidak Berdasar

    Pengaduan Sekretaris DPRD Madina Tidak Berdasar

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kemelut di DPRD Madina pun akhirnya masuk ke wilayah hukum. Aksi menyegel 2 ruangan pimpinan DPRD dan ruangan Sekretaris DPRD yang dilakukan sejumlah anggota dewan justru diadukan ke polisi. Sekretaris DPRD Madina Zulkarnaen Siregar resmi mengadukan anggota DPRD Madina, Sofyan Edisyahputra dan anggota DPRD lainya ke Polres Madina pada 22 September […]

  • Ke Medan, Prabowo Bantah Antietnis Tionghoa

    Ke Medan, Prabowo Bantah Antietnis Tionghoa

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (MAndailing Online) – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk menghadiri dialog kebangsaan. Kehadirannya dalam dialog mengenai tantangan masalah bangsa menuju Indonesia Raya itu atas undangan Komunitas Tionghoa Medan. Dalam kesempatan itu, Prabowo menjawab berbagai isu-isu miring terkait sikapnya terhadap etnis Tionghoa. Ia membantah tuduhan bahwa […]

  • Tiga Pemeran Yang Dipuja Penonton di Film “Marina”

    Tiga Pemeran Yang Dipuja Penonton di Film “Marina”

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada tiga pemain di film Mandailing “Marina” yang dipuja penonton. Ketiganya adalah bocah. Dua bocah laki-laki dan satu bocah perempuan. Ketiganya direkrut dari salah satu desa terdekat dari Rodang Tinapor, Desa Bonan Dolok Kecamatan Siabu. Kedua bocah laki-laki itu bernama Abdul Rosi dan Irpan Raja memerankan Lian dan Makbul. Mereka sehari-hari tak berbaju, dengan kulit […]

  • Syawaluddin Asal Huraba, Madina Raih Gelar Sarjana di Universitas Al-Ahgaff, Yaman

    Syawaluddin Asal Huraba, Madina Raih Gelar Sarjana di Universitas Al-Ahgaff, Yaman

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN (Mandailing Online) – Satu lagi putra Mandailing Natal berhasil meraih gelar sarjana dari negara Yaman. Namanya, Syawaluddin Rangkuti dari Desa Huraba, Kecamatan Siabu. Dia diwisuda bersama 60 wisudawan dari berbagai negara di Universitas Al-Ahgaff pada Kamis malam (15/7/2021). Syawaluddin Rangkuti berhasil meraih gelar sarjana S1. Selain memantapkan dirinya dengan meraih gelar B.Sc, beliau […]

expand_less