Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kisah Puasa Perdana Mualaf AS yang Penuh Tantangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
  • print Cetak

 

MILWAUKEE (Mandailing Online) – Sudah dua pekan terakhir, mahasiswi University of Wisconsin-Milwaukee Samantha Kessenich (23 tahun) terbangun setiap pukul 03.00 untuk melaksanakan sahur di ibadah puasa pertamanya sebagai seorang muslimah.

Kali ini, dia tidak menyiapkan kopi seperti ritual paginya. Ia memilih yogurt atau roti panggang dengan mentega almond dan telur goreng. Lalu, mulai berniat puasa sebelum menyanp sajian sahurnya dan diakhiri dengan membaca Alquran.

“Saya sangat menikmati semua ritual ini,” ujar Kessenich yang menjadi muslimah musim panas tahun lalu dilansir dari ibtimes.com, Kamis (2/7).

Antusiasmenya menjalani segala ritual Ramadhan, menurutnya, karena timbul perasaan dekat dengan Allah SWT. Apalagi, sebelumnya ia tidak memeluk suatu agama apapun.

Meski terasa menantang karena harus menhan haus dan lapar selama 16 jam, Kessenich tetap memantapkan hatinya melampaui segala godaan duniawi hingga 17 Juli 2015 mendatang.

Tunangan Kessenich, Achraf Issam turut mendukung keyakinan muslimah tersebut. Issam yang menjadi pembimbing para mualaf di Ahmadiyya Muslim Community USA ini bertemu tunangannya itu empat bulan sebelum menjadi muslimah. Issam selalu melihat keseriusan Kessenich saat menjalani segala ajaran Islam.

“Dia sangat membantuku melewati perjalanan keyakinanku,” tegas Kessenich yang akan menikah akhir tahun ini.

Issam pun tak segan berbagi pengalaman dengan para mualaf melalui kelompok chat Telegram Messenger. Setiap anggotanya mendiskusikan semua pengalamannya menjalani ibadah puasa.

“Bagi para mualaf, mempunyai komunitas sangatlah penting karena banyak perubahan yang harus dihadapi dan butuh dukungan dari lingkunganmu. Terutama saat ramadhan, jangn sampai mereka merasa terisolasi karena melakukan hal yang berbeda dengan sekitarnya,” cetus Issam.

Perasaan terisolasi itu juga pernah dirasakan oleh mualaf dari Albany, New York Chris Duffy (21 tahun). Baginya, menahan makan dan minum relatif mudah dilakukan, namun tekanan sosial dari teman-teman dan kerabatnya yang non-Muslim dirasakan cukup berat.

Duffy yang menjadi Muslim pada tahun 2014 ini masih tinggal dengan keluarganya yang menganut agama Kristen. Bahkan saat berpuasa pertama kali, keluarganya memandang Duffy membatasi diri.

“Sangat susah buatku untuk membatasi diri dari keluarga. Mislanya, saat mereka merayakan Hari Ayah dengan banyak makanan, mereka menawari, tapi aku enggan menjelaskan kenapa aku tak boleh makan. Disitulah godaan dan tantangannya,” cetus Duffy.

Muslimah mualaf dari Houston Alondra Cadena (19 tahun) juga menjalani  Ramadhan pertamanya dengan tantangan lain.

“Saya mencoba berpuasa sehari penuh, tapi badan saya tidak kuat di tengah cuaca panas, maka saya berpuasa setengah hari,” kata perempuan yang masih bersekolah dan harus bekerja menjadi kasir swalayan ini.

 

Sumber : Republika Online

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina Tahap Pelimpahan Berkas ke JPU

    7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina Tahap Pelimpahan Berkas ke JPU

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Masih ingat 7 tersangka pelaku tambang enas ilegal yang diamankan Polres Mandailing Natal ( Madina) di Kecamatan Kotanopan sebulan lalu. Perkembangan nya sekarang, Penyidik Polres Madina kabarnya sudah tahap sidik, dan pelimpahan berkas nya ke Kejaksaan. Ipda Bagus Seto, Kaurbin OPS Reskrim Polres Madina mengatakan, berkas ke 7 tersangka pelaku tambang […]

  • Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

    Pemukulan Terhadap Polisi di Sipolu-polu Merupakan Sisi Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peristiwa penangkapan dan pemukulan oleh warga terhadap oknum polisi yang diduga berbuat mesum di Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) harus dilihat dari esensi kearifan lokal Mandailing. Itu dikatakan Camat Panyabungan, Hafizuddin pada acara silaturrahim Kapolres Madina, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto dengan tokoh-tokoh masyarakat Sipolu-polu, Munggu (22/9/2013) di rumah makan Paranginan […]

  • 28 Kelompok Nelayan Dapat 2,8 Milyar

    28 Kelompok Nelayan Dapat 2,8 Milyar

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 28 kelompok nelayan di Mandailing Natal (Madina) mendapatkan dana bantuan langsung sebesar 2,8 milyar rupiah untuk pengembangan usaha penangkapan ikan. Masing-masing kelompok memperoleh 100 juta rupiah. Pemberian bantuan langsung tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Madina Hidayat Batubara di Hotel Rindang, Panyabungan, Rabu (7/11). Para nelayan yang memperoleh dana ini […]

  • Pemkab Madina Masih Verifikasi Dana TT untuk Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    Pemkab Madina Masih Verifikasi Dana TT untuk Relokasi Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) sejauh ini masih memverifikasi poin-poin pembiayaan dari pos anggaran Dana Tak Terduga untuk pengerjaan relokasi Pasar Baru Panyabungan. Itu dikatakan Kepala Bagian Humas Pemkab Madina, Muktar Afandi Lubis menjawab Mandailing Online via telefon selular, Selasa (24/7/2018). Verifikasi itu perlu dilakukan agar pengunaan dana TT untuk […]

  • Fakta donasi Australia ke Aceh

    Fakta donasi Australia ke Aceh

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Manajer dana internasional Bank Dunia untuk bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, Joe Leitman, mengatakan dana bantuan yang dijanjikan Australia tidak sampai ke Aceh. Pada wawancara radio yang dikutip laman ABC, 20 Agustus 2005 lalu, Leitman ketika itu mengatakan kontribusi pemerintah Australia hanya seperdelapan dari $1 miliar atau Rp12,8 triliun yang dijanjikan. […]

  • Indonesia Tidak Siap Menyonsong Endemi?

    Indonesia Tidak Siap Menyonsong Endemi?

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh:  Ummu Umar Anggota Komunitas Madina Menulis Beberapa waktu lalu, pemerintah menyiapkan roadmap proses transisi dari pandemi ke endemi. Namun, peralihan status pandemi ke endemi tampaknya akan terganjal setelah terdapat kenaikan kasus positif Covid-19 bulan ini. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan setelah pada awal pekan kedua bulan ini 930 […]

expand_less