Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Kisah Puasa Perdana Mualaf AS yang Penuh Tantangan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
  • print Cetak

 

MILWAUKEE (Mandailing Online) – Sudah dua pekan terakhir, mahasiswi University of Wisconsin-Milwaukee Samantha Kessenich (23 tahun) terbangun setiap pukul 03.00 untuk melaksanakan sahur di ibadah puasa pertamanya sebagai seorang muslimah.

Kali ini, dia tidak menyiapkan kopi seperti ritual paginya. Ia memilih yogurt atau roti panggang dengan mentega almond dan telur goreng. Lalu, mulai berniat puasa sebelum menyanp sajian sahurnya dan diakhiri dengan membaca Alquran.

“Saya sangat menikmati semua ritual ini,” ujar Kessenich yang menjadi muslimah musim panas tahun lalu dilansir dari ibtimes.com, Kamis (2/7).

Antusiasmenya menjalani segala ritual Ramadhan, menurutnya, karena timbul perasaan dekat dengan Allah SWT. Apalagi, sebelumnya ia tidak memeluk suatu agama apapun.

Meski terasa menantang karena harus menhan haus dan lapar selama 16 jam, Kessenich tetap memantapkan hatinya melampaui segala godaan duniawi hingga 17 Juli 2015 mendatang.

Tunangan Kessenich, Achraf Issam turut mendukung keyakinan muslimah tersebut. Issam yang menjadi pembimbing para mualaf di Ahmadiyya Muslim Community USA ini bertemu tunangannya itu empat bulan sebelum menjadi muslimah. Issam selalu melihat keseriusan Kessenich saat menjalani segala ajaran Islam.

“Dia sangat membantuku melewati perjalanan keyakinanku,” tegas Kessenich yang akan menikah akhir tahun ini.

Issam pun tak segan berbagi pengalaman dengan para mualaf melalui kelompok chat Telegram Messenger. Setiap anggotanya mendiskusikan semua pengalamannya menjalani ibadah puasa.

“Bagi para mualaf, mempunyai komunitas sangatlah penting karena banyak perubahan yang harus dihadapi dan butuh dukungan dari lingkunganmu. Terutama saat ramadhan, jangn sampai mereka merasa terisolasi karena melakukan hal yang berbeda dengan sekitarnya,” cetus Issam.

Perasaan terisolasi itu juga pernah dirasakan oleh mualaf dari Albany, New York Chris Duffy (21 tahun). Baginya, menahan makan dan minum relatif mudah dilakukan, namun tekanan sosial dari teman-teman dan kerabatnya yang non-Muslim dirasakan cukup berat.

Duffy yang menjadi Muslim pada tahun 2014 ini masih tinggal dengan keluarganya yang menganut agama Kristen. Bahkan saat berpuasa pertama kali, keluarganya memandang Duffy membatasi diri.

“Sangat susah buatku untuk membatasi diri dari keluarga. Mislanya, saat mereka merayakan Hari Ayah dengan banyak makanan, mereka menawari, tapi aku enggan menjelaskan kenapa aku tak boleh makan. Disitulah godaan dan tantangannya,” cetus Duffy.

Muslimah mualaf dari Houston Alondra Cadena (19 tahun) juga menjalani  Ramadhan pertamanya dengan tantangan lain.

“Saya mencoba berpuasa sehari penuh, tapi badan saya tidak kuat di tengah cuaca panas, maka saya berpuasa setengah hari,” kata perempuan yang masih bersekolah dan harus bekerja menjadi kasir swalayan ini.

 

Sumber : Republika Online

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekerasan di Mana-Mana, Nyawa Seakan Tak Berharga

    Kekerasan di Mana-Mana, Nyawa Seakan Tak Berharga

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Aksi penganiayaan terhadap bayi kembali terjadi, kali ini menimpa seorang bayi berusia 4 bulan di desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bayi tersebut meninggal setelah dianiaya dengan dibanting ke lantai oleh seorang pria, Sabtu (22/10/22) pukul 04.00 Wita. Akibat bantingan tersebut, sang bayi mengalami luka parah di bagian kepala. (Tribunnews.com, […]

  • Ribuan Bidan Minta Diangkat Jadi PNS

    Ribuan Bidan Minta Diangkat Jadi PNS

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Ribuan bidan berstatus pegawai tidak tetap (PTT) dari berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Senin (19/8). Mereka menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para bidan ini berkumpul di depan Hotel Grand Hyatt sejak pukul 08.00 WIB. Massa bidan tampak berpakaian seragam putih dan ada yang berseragam cokelat. […]

  • Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

    Bunga Bangkai Mekar di Sipirok

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK, (MO)  – Hutan hujan tropis di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang merupakan kawasan Cagar Alam Dolok Sibualbuali, menyimpan potensi flora dan fauna yang luar biasa. Salah satunya jenis bunga raksasa yang biasa disebut Bunga Bangkai atau Atturbung, belum lama ini ditemukan tumbuh di kawasan itu. “Kami menemukan Bunga Bangkai itu di daerah […]

  • Jasad Dua Petugas LP Tanjung Gusta Ditemukan di Kamar Mandi

    Jasad Dua Petugas LP Tanjung Gusta Ditemukan di Kamar Mandi

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA — Jasad dua petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, yang tewas dalam kericuhan, Kamis (11/7/2013), ditemukan di kamar mandi Lapas. Pada Jumat (12/7/2013) pagi tadi, jenazah keduanya dipindahkan anggota TNI dan Polri. Kedua petugas Lapas yang tewas ini diketahui sebagai Kasi Registrasi LP Tanjung Gusta Bona Situngkir dan stafnya, Richardo […]

  • Foto Mesum Istri Beredar, Suami Bunuh Diri

    Foto Mesum Istri Beredar, Suami Bunuh Diri

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL- Diduga tidak kuat menahan malu karena fotokopi foto mesum dan perselingkuhan istrinya beredar di masyarakat, Mari Eli Harefa (35), berbuat nekat. Pekerja di sawmill di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan ini bunuh diri dengan minum racun rumput merek Roundup, Rabu (1/12) sekira pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, ayah dari tiga […]

  • YLBH Minta Pemkab Madina Lahirkan Perda Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin

    YLBH Minta Pemkab Madina Lahirkan Perda Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Kesehatan, Awalindo Subur Siregar SH meminta pada Pemkab Mandailing Natal (Madina) agar membentuk peraturan daerah tentang bantuan hukum terhadap masyarakat miskin. Hal ini katanya, sesuai dengan UU No: 16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum dan Peraturan Pemerintah No: 42 Tahun 2013 tentang Sarat dan […]

expand_less