Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Lagi, Poldasu Nyatakan Positif Pewarna Berbahaya

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
  • print Cetak

MEDAN – Nasib Tahana Djuandi alias Jimmi selaku Direktur PT. DAP, pabrik pembuat saus merek Dena, Sun Flower dan Bola Dunia bakal ditentukan hari ini (31/3). “Tim sudah pulang. Besok (Selasa) kita akan gelar perkara,” tandas Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Frido Situmorang, Senin (30/3).

Apakah Jimmi akan ditetapkan tersangka? “Hasil gelar perkara akan menjawab semuanya. Semua bukti dan saksi-saksi sudah kita periksa. Jadi, statusnya akan keluar setelah gelar perkara. Besok, pastinya rekan-rekan akan mengetahuinya. Sekarang kami mau menyiapkan untuk gelar perkara,” tandasnya.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Helfi Assegaf mengatakan tim yang sudah dibentuk sudah kembali ke Medan. Hasilnya, Saus Dena yang diperoduksi PT. Duta Ayumas Persada (DAP) terbukti melakukan kesalahan dengan menggunakan bahan tambahan pewarna berbahaya. “Sudah diperiksa dan hasilnya positif,” bebernya.

”Semua prosedur penyidikan sudah dilakukan. Kita serius dalam penanganan kasus ini, makanya kita terus berusaha untuk mencari bukti dan keterangan lainnya. Apalagi, BBPOM berbeda pendapat dengan penyidik. Namun, hasil dari Dinkes Pusat sudah kita pegang dan hasilnya positif. Kita berusaha terus membuktikan kasus ini. Tidak ada kita neka neko,”tandasnya.

Sebelumnya, Tahana Djuandi alias Jimmi selaku direktur PT. DAP menjamin, seluruh produk yang dihasilkan PT DAP tidak menggunakan bahan berbahaya, terutama pewarna tekstil Orange RN. Bahkan didukung Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut yang menyatakan tak menemukan bahan pewarna tekstil.

“Kalau Poldasu mau membuktikannya, itu hak mereka,” ucapnya didampingi penasehat hukumnya, Sukiran SH.

Seperti diberitakan, Petugas Subdit I/Indag Dit Reskrimsus Poldasu menggerebek PT. Duta Ayumas Persada di Jalan Raya Namorambe, Pasar IV, Kabupaten Deliserdang, Rabu(11/3)siang. Perusahaan tersebut memproduksi saus cabe merk Dena, Bola Dunia dan Sun Flower yang diduga memakai bahan tekstil.

Selain masalah saus, Polda Sumut juga akan menyidik kasus penggunaan 1.200 liter BBM bersubsidi dalam operasional produksi saus berbagai kemasan. Dari penggerebekan itu disita 3350 kotak saus cabe merek Dena, 850 kotak saus cabe merek Sun Flower, 550 kotak Saus Cabe, 60 kotak sambal merek Dena, 84 botol saus merek Dena ukuran 600 ml.

Serta foto copy pembukuan hasil produksi, foto copy pembukuan bahan baku dan enam drum BBM jenis solar (total lebih kurang 1200 liter). Pabrik saus ini beroperasi sejak tahun 1973.

Sumber : metrosiantar

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

    Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Bupati Madina diminta lebih progresif memediasi antara 4 desa di Kecamatan Natal dengan PT. DIS agar kebun plasma yang tak terrealisasi besalan tahun, bisa tuntas. Dan, konflik antara warga Sikara-Kara, Buburan, Bintuas dan Sundutan Tigo dengan PT.DIS bukanlah persoalan yang rumit jika ada kemauan masing-masing pihak untuk menyelesaikannya. Yakni kemauan yang […]

  • Wadow!!! Kapolsek Medan Kota Kok Marah-marah

    Wadow!!! Kapolsek Medan Kota Kok Marah-marah

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN KOTA – Kapolsekta Medan Kota AKP M Sandi S, marah-marah ketika mau di komfirmasi Tribun kemarin, Selasa (30/11) terkait kelanjutan perkara pembocoran rahasia perusahaan yang dilaporkan Gunawan seorang Maneger Valas PT Milenium Penata cabang Multatuli beberpa waktu yang lalu. Sebelumnya berdasarkan informasi Ali adik Gunawan kepada Tribun, abangnya telah melaporkan mengenai pembocoran rahasia perusahaan […]

  • Akhmad Arjun: Kita Geram dengan Perlakuan Gultom

    Akhmad Arjun: Kita Geram dengan Perlakuan Gultom

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Derman Gultom, Pegawai Lapas II B Natal tega memukul, menendang, menginjak dan mengancam akan membunuh Said Rahman (14 tahun) karena alasan beca korban menyerempet mobil pelaku. Tindakan arogan itu menjadi perhatian masyarakat Mandailing Natal (Madina). Termasuk Ketua MPC Pemuda Pancasila Madina Akhmad Arjun Nasution. Arjun menyebut tindakan Derman Gultom itu tidak […]

  • Mendagri Segera Panggil Wali Kota Medan Nonaktif

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal segera memanggil Wali Kota Medan nonaktif, Rahudman Harahap. Penyebabnya, Rahudman yang kini menyandang status terdakwa perkara korupsi itu tak mematuhi keputusan Mendagri tentang penunjukan Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin, sebagai pelaksana tugas (Plt) wali kota di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu. “Dalam minggu depan kita panggil Rahudman […]

  • 7 kabupaten kembangkan kopi arabika

    7 kabupaten kembangkan kopi arabika

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Sejumlah tujuh kabupaten di Sumatera Utara mengembangkan kopi arabika karena komoditas tersebut laku keras di pasar nasional dan internasional. “Petani memilih untuk membudiyakan kopi arabika karena prospeknya bagus,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Aspan Sofian di Medan, hari ini. Tujuh sentra produksi yang terus mengembangkan tanaman kopi arabika itu, menurut dia, […]

  • Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertambangan rakyat dinilai lebih potensial dalam menunjang kesejahteraan masyarakat dibandingkan tambang yang dikelola oleh perusahaan raksasa. Penilaian itu disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Mandailing Natal (Madina) Akhmad Arjun Nasution pada Sabtu (1/1) malam di Panyabungan. “Pertambangan emas yang dikelola rakyat ini lebih potensial dan bermanfaat ketimbang perusahaan raksasa yang mengeruk habis […]

expand_less